Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Mudik Jogja 2010 #7 : Pulang! Paris-Bandung-Bekasi (Tamat)

Posted by BunDit on October 3, 2010

Yihaaa..akhirnya sampai juga di bagian terakhir cerita…😀

17 September 2010

Kami memutuskan balik ke Bandung hari Jum’at supaya masih ada waktu untuk beristirahat sebelum masuk kerja lagi tgl 20 September. Berangkat dari rumah Paris jam 9 pagi. Mampir dulu ke rumah Om Tito di Kulonprogo untuk pamitan. Di sana kami dibekali ayam kampung goreng buat bekal. Tak lupa mampir Wates untuk beli oleh-oleh. Bunda cuma beli paru goreng, lanting, yangko dan tak lupa wader yang merupakan favorit Bunda sejak kecil.

Om Tito sholat Jum’at di Banyumas, sekalian kami beristirahat di sebuah rumah makan dekat masjid. Bunda sempat beli tempe mendoan yang terkenal enak di sana. Ini adalah makanan favorit Bunda. Sempet ambil foto 2 krucils :

Jalanan cukup lancar. Mampir sholat Ashar di masjid seputaran Banyumas juga. Dita dan Tita kelihatan capek, jadi tidur-tidur-an dulu :

Sampai Tasikmalaya jam 8 an, makan malam di Rumah Makan SR lagi. Dita sudah kelaperan. Di mobil sudah nanya mulu “Bundaa..mau apa ya? “. Hehehe kalau lagi lapar Dita suka nanya begitu, maksudnya perutnya sudah harus diisi. Jadi pas Bunda suapin dengan lauk bakso aja, lahap banget. Sempet ngambil foto Rumah Makan SR ini karena saat itu lagi gak hujan..

Waktu melintasi daerah Malangbong, Garut yang jalannya berkelok menanjak, lalu lintas cukup padat. Jalan beberapa meter, berhenti. Tapi keadaan ini gak berlangsung lama, paling setengah jam. Selanjutnya jalanan menuju rumah cukup lancar. Sampai rumah Bandung jam 11 malam. Cuapek puoll.

18 September 2010

Karena Ayahnya Dita gak bisa jemput ke Bandung dikarenakan masih capek habis dines, Bunda dan Dita di antar Om Tito ke terminal Leuwi Panjang. Rencana Bunda naik bus Primajasa jurusan Leuwi Panjang-Harapan Indah. Dita cukup anteng selama menunggu bus berangkat jam 1 siang sambil mewarnai di dalam bus. Buku gambar dan pensil warnanya dibeli di abang yang nawarin di bus. Alhamdulillah, selama perjalanan pun Dita gak rewel, mulutnya ngunyah cemilan mulu dan tentu saja masih minta meme😀

Sampai Harapan Indah jam 4 sore, sudah menunggu Ayahnya Dita menjemput. Sampai rumah tepaaaar. Tapi 3 kata buat mudik ke Jogja tahun ini. Puas, puas, puaaaaassss😀

Kacu di untel-untel, cunthel. RAMPUNG. SELESAI. TAMAT .THE END🙂

5 Responses to “Mudik Jogja 2010 #7 : Pulang! Paris-Bandung-Bekasi (Tamat)”

  1. Lidya said

    biarpun cape tapi senang ya bun btw kirain paris itu apa: )

    Wuah lebih dari seneng mam, sueneng dan puasss. Hihihi dari awal cerita saya kerap nyebut Parangtritis dengan singkatan Paris😀

  2. Wah..Alhamdulillah kita semua yang mudik tiba sampai di rumah dengan keadaan selamat. Ngomong-ngomong soal Wader, favorite BunDit juga toh.
    Salah satu itinerary aku selama di Yogya juga mau nyobain Sego Pecel Wader nya Bu Amat yang deket Bandara Adi Sucipto. Kata temenku sih maknyuss tenan…Sluurrp…jadi ngeces aja ngebayanginnya. heu heu heu

    Wuih…makan nasi pecel plus wader…hmmm kebayang deh nikmatnya. Saya jadi ikutan ngeces *yaaa.. basah deh laptop😀 *

  3. Bunda dita..saya yang membacanya kurang puas neih…lagi dong..hehehe,membaca cerita bunda dita ini rasanya bisa sekaligus membayangkannya…pinter yah kak dita nggak rewel di perjalanan…Fun dan menikmati perjalanan…nice story dan 2 Thumb up untuk bunda dita🙂

    Hehehe ini cerita serial paling panjang mam. Yang mudik th lalu ke Padangsidempuan, kampung halaman suami saja cuma 5 part. Saya tunggu cerita mama Kinan aja nanti pas ke Jogja ya🙂

  4. advertiyha said

    beli oleh2 macem2, tapi tante gak dapet oleh2 satu pun,, Ditaaaaaaaaa… cubit nih,, hehehe…🙂

    semalem aku baru cerita soal wader sama suamiku bun,, pengen banget makan ikan itu, waktu kecil disolo suka dibeliin mbah ku… kangeeeeeeeennnn…😦

    Waaah ternyata banyak penggemar wader nih. Toss ah. Jadi ceritanya lagi ngidam wader ya? Kalau tahu buat si calon dedek bayi mah kemarin saya beliin😀

  5. […] pulang lewat Pantura. Karena 2x kali lebaran sebelumnya kami pulang lewat jalur selatan, yaitu tahun 2010 saat ikut mobil dik Tito dan 2011 saat disopirin dik […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: