Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Umroh 2015 #0(3) – Persiapan Mental-Fisik & Pengajian

Posted by BunDit on March 13, 2015

Yang terakhir ini persiapan yang paling penting yaitu persiapan mental dan fisik. Karena ibadah umroh ini ibadah yang sangat didambakan sebagian besar umat muslim, jadi mental dan fisik harus disiapkan sungguh-sungguh.

Persiapan mental dan fisik yang Bunda lakukan adalah :

  1. Karena baru pertama kali akan melaksanakan umroh, mengharuskan Bunda banyak baca mengenai prosesi umroh. Saat mengetahui Bunda mau umroh, teman kantor dan mas Agus tanpa diminta langsung membelikan buku panduan umroh. Jadi Bunda bisa baca-baca untuk mempersiapkan mental pas di hari H nanti, setidaknya tidak blank lah.
  2. Untuk menguatkan mental lagi Bunda juga senantiasa terus berdo’a kepada Allah SWT untuk memohon kelancaran dan keselamatan saat perjalanan dan ibadah umroh di tanah suci.
  3. Soal kekhawatiran meninggalkan Dita, buah hati Bunda, karena Bunda berangkatnya sama Ibu saja, Bunda tidak begitu melow lah karena ada Ayahnya Dita. Namun tetap saja namanya ninggalin anak, pasti berat lah. Beberapa bulan sebelum hari H keberangkatan, Bunda selalu bilang ke Dita kalau Bunda mau umroh bareng YangTi selama 9 hari. Jadi Dita harus baik-baik sama Ayah dan mbak Atik. Karena Dita sudah cukup besar (6y7m) jadi lebih mudah ngerti. Rasa khawatir ini perlu dihilangkan supaya kita lebih bisa khusyu’ menjalankan ibadah umroh. Bunda juga memberitahu missnya Dita di sekolah, jika ada apa-apa yang harus disiapkan terkait urusan sekolah Dita, miss bisa menghubungi Ayahnya Dita. Karena Bunda sengaja tidak mengaktifkan paket data selama menjalankan ibadah umroh ini sehingga Bunda off dari semua aplikasi WA, BBM dll. Bunda di sana hanya perlu menelpon/sms Dita dan Ayahnya Dita, tidak penting soal update status. Hal ini Bunda lakukan untuk menjaga kekhusyu’an beribadah.
  4. Untuk persiapan fisik, ya harus menjaga asupan makanan dan olahraga. Karena ibadah umroh ini sangat menguraskan tenaga jadi fisik kita harus benar-benar fit.

Ada 4 hal yang Bunda selalu tak henti minta kepada Allah menjelang keberangkatan Bunda dan ibu untuk menjalankan ibadah umroh :

  • Bunda dan Ibu selalu sehat. Jangan sampai saat mau berangkat malah sakit. Sempat tuh, 4 bulan menjelang hari H, Bunda merasa badan Bunda lemah. Bunda sudah takuuut banget kalau Bunda kena thypus lagi. Untungnya nafsu makan Bunda masih ada, jadi Bunda lega. Kalau Bunda sudah hilang nafsu makan, tandanya sudah gawat. Ternyata Bunda cuma kecapekan saja.
  • Dita dan Ayahnya juga selalu sehat. Tidak kebayang lah kalau pas Bunda berangkat umroh Dita atau Ayahnya Dita sedang sakit,pasti Bunda akan kepikiran.
  • Mbak Atik tidak ada halangan yang mengharuskan pulang kampung. Kalau ini terjadi, wah bisa ribet urusannya. Jangan sampai mbak Atik pulkam lama seperti akhir tahun 2013 lalu.
  • Jakarta dan sekitarnya tidak banjir. Sudah ngebayangin seremnya kalau pas berangkat ke Bandara, mobil tidak nyampai karena terhalang banjir hehe. Ya tahu sendiri lah, berdasaran histori, Januari-Februari 2014, Jakarta dsk dikepung banjir yang parah.

Dan menjelang keberangkatan umroh kami, kami mengadakan pengajian di rumah untuk memohon doa restu demi kelancaran ibadah umroh kami. Ibu sendiri di rumah Parangtritis pamitan dengan tetangga dengan membagikan sedikit rizky berupa kue, makanya untuk pengajian dilakukan di rumah Bekasi saja. Tanggal 15 Januari 2015, mas Agus jemput ibu ke Jogja dan diantar sampai rumah Bunda. Rencana pengajiannya akan dilaksanakan 2 hari menjelang tanggal berangkat yaitu hari Sabtu, 17 Januari 2015.

2 minggu sebelumnya Bunda disibukkan dengan membuat undangan pengajian, memesan nasi box dan membuat lembaran “Doa Restu” yang diletakkan di dalam box nasi. Serta tak lupa menelpon ustadzah Mulyana yang biasa mengisi pengajian ibu-ibu kompleks dan memberi tausiah orang yang akan berangkat haji/umroh. Alhamdulillah ustadzah Mulyana ada waktu di tanggal dan waktu yang telah ditentukan.

Pengajian dilaksanakan hari Sabtu, 17 Januari 2015 jam 16.00 (ba’da Ashar). Selain ibu2 secluster, Dik Tanti dan Mas Agus sekeluarga juga Bunda undang.  Bunda berharap sore hari tidak hujan, biar banyak yang datang. Siangnya cerah, eh menjelang jam 16.00, bressss… Bekasi diguyur hujan sangat deras. Bunda sudah was2 saja, hampir jam jam 5 sore belum ada yang datang. Ustazhah Mulyana juga menelpon kalau belum bisa berangkat karena beliau diantar pakai motor. Bunda pasrah deh…

Namun Alhamdulillah, menjelang jam 17.30, hujan langsung reda. Tetangga langsung berdatangan. Ustadzah Mulyana juga datang. Dik Tantri yang kena macet perjalanan dari Bandung pun akhirnya nyampai rumah juga. Karena sudah sore banget, akhirnya pengajian langsung dimulai. Setelah membaca doa-doa, dilanjutkan dengan tausiah singkat. Pesan ustazhah Mulyana untuk yang akan berangkat umroh yaitu selalu menjaga sikap baik selama di tanah suci dan diwanti-wanti untuk selalu sholat di masjid, seminimal mungkin hindari sholat di hotel.

Akhirnya sebelum maghrib acara pengajian bisa diakhiri. Setelah membagikan nasi box kepada ibu2 sambil pamitan, kami melanjutkan acara dengan makan bersama sekeluarga dan tak lupa foto-foto narsis Ibu, Bunda dan dik Tantri dengan memakai gamis dengan model sama, hanya beda warna🙂

PengajianUmroh-web

Next : Day #1 : Berangkat Umroh

3 Responses to “Umroh 2015 #0(3) – Persiapan Mental-Fisik & Pengajian”

  1. Lidya said

    gak sabar baca postingan beirkutnya nih

  2. semoga dilancarkan🙂

  3. winnymarch said

    tulisannya sangat bermanfaat kak

    Thanks🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: