Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Membawa ASIP dari Luar Negeri (Persiapan)

Posted by BunDit on April 10, 2010

Saat diberitahu kalau Bunda harus training ke Singapore & Malaysia selama 2 minggu, yang terpikir oleh Bunda adalah beratnya meninggalkan Dita selama itu dan bagaimana caranya membawa ASIP. Saat itu Dita usianya 20 bulan dan memang ASIP Bunda mulai berkurang. Di kantor Bunda merah ASI cuma dapet 60-80ml. Makanya dihitung2 kalau merah sehari dapat minimal 120ml. Dikalikan 14 hari selama training, hampir dapat 1.5 liter an. Lumayan lah.

Cuma saat kondisi Bunda mulai drop menjelang sakit, produksi ASIP juga drop secara significant dari dapat 40-60ml, sampai pas sakit Bunda merah cuma dapet 30-40ml/hari. Yaaa…jadinya kalau dihitung2, kalau ke Singapore-Malaysia seminggu, dapat ASIPnya paling 200ml-an. Sedikit amat ya. Tapi Bunda pikir2, meski sedikit patut lah “diselamatkan” dengan alasan walaupun sedikit tetapi kalau diperah secara kontinyu akan bisa mempertahankan produksi. Jadi rencana membawa ASIP tetap mau dilaksanakan. Lagian Bunda sudah menyiapkan segala sesuatunya saat itu. Gak nyangka juga kalau kepergian training Bunda harus diawali dulu dengan opname di RS. Banyak temen yang meyarankan menggunakan timing ini untuk menyapih Dita sekalian. Duuuh, Bunda yang belum siap deh. Bunda hanya pengin mendapatkan pengalaman soal managemen ASIP saat bertugas ke luar negeri. Ya, namanya pengalaman kan Insya Allah akan berguna🙂

Hari-hari menjelang keberangkatan Bunda mempersiapkan berbagai hal yang berhubungan dengan membawa ASIP overseas. Managemen ringkasnya begini :

  • Mempersiapkan mental Bunda. Bismilahirrahmaanirrahiim. Niat ingsun untuk melakukan ini demi anak.
  • Mencari informasi sebanyak-banyaknya

Bunda mencari informasinya dengan googling. Saat bertandang ke web AIMI banyak cerita sukses saat membawa ASIP dari LN. Silakan baca http://aimi-asi.org/2009/02/dinas-luar-negeri-tak-masalah/ dan http://aimi-asi.org/2008/06/berhasil-membawa-asi-on-board/. Cerita sukses tersebut membuat Bunda bertambah pede untuk menjalaninya. Bunda malah sempet konsul by email sama Mbak Sisca Baroto dari AIMI (email : sisca@aimi-asi.org) yang menulis salah satu cerita sukses itu. Juga sempat chatting dengan Mbak Meryl, yang pernah posting pertanyaan tentang ini di milist ASI for Baby. Dari mereka Bunda jadi tahu apa-apa yang harus dipersiapkan.

  • Menyiapkan diri anak dan keperluannya

Setelah mengetahui Bunda akan pergi training yang artinya akan meninggalkan Dita cukup lama, Bunda ngejar stock ASIP. Hasil perahan di kantor selama hampir sebulan benar-benar untuk stock. Terpaksa di siang hari Dita tidak minum ASIP tapi hanya minum susu UHT. Alhamdulillah Dita gak rewel saat tidur siang tanpa ASIP. Kata tetehnya kalau sudah kenyang makan trus ngantuk, ya langsung tidur saja. Good girl deh anak Bunda ini. Stock ASIP nya sendiri terkumpul 22 botol dengan isi 60-80ml/botol. Setelah beberapa terpakai saat Bunda opname di RS, sisa stock ASIP menjelang keberangkatan Bunda sekitar 18 botol.

Untuk menyiapkan diri Dita, tiap ada kesempatan Bunda bilang ke Dita “Sayang, bentar lagi Bunda pergi kerja tapi pulangnya agak lama. Dita baik-baik ya sama Ayah dan teh Dela. Kalau malam nanti sementara tidurnya sama teh Dela ya. Kan Dita sudah besar. Pasti sudah pinter deh”. Bunda percaya meski kelihatan cuek, saat Dita dibilangin seperti itu, otaknya menyerap kata-kata Bunda. Bunda tiap malam berdoa, semoga Dita sehat selama tidak ada Bunda dan semuanya akan baik-baik saja.

  • Mempersiapkan dokumen yang diperlukan

Selain Paspor dan Tiket, dalam perjalanan ke LN kali ini Bunda juga membawa :

– Print out tentang peraturan TSA mengenai ibu yang membawa ASIP. Dokumen ini untuk jaga-jaga, siapa tahu petugas security check point belum update peraturan ini, jadi bisa kita tunjukkan.

– Surat keterangan bahwa Bunda adalah ibu menyusui yang bepergian sambil membawa ASIP. Surat keterangan ini bisa ditandatangi oleh DSOG atau DSA.

Seperti Bunda baca di cerita sukses mbak Sisca, awalnya penerbangan pesawat melarang membawa cairan lebih dari 100ml ke dalam pesawat. Peraturan ini dikeluarkan oleh Transportaton Security Administration (TSA) setelah peristiwa WTC 9/11 terjadi. Namun Oktober 2006 TSA merevisinya yang membuat lega hati para ibu.

Bunyi peraturannnya :

“Mothers flying with, and now without, their child will be permitted to bring breast milk in quantities greater than three ounces as long as it is declared for inspection at the security checkpoint”. (http://www.tsa.gov/travelers/airtravel/children/formula.shtm)

Kira-kira terjemahannya :

Ibu yang bepergian menggunakan pesawat dengan atau tanpa membawa bayi/anak diperbolehkan membawa Air Susu Ibu dalam jumlah berapapun (lebih dari 3 ounce*) selama ibu menyebutkan (declare) bahwa ibu membawa ASI pada setiap security check-point.

*1 ounce/oz = 29,5 ml, jadi 3 ounce  sama dg sekitar 100 ml

Jadi untuk jaga-jaga Bunda mencetak dokumen ini :

http://www.tsa.gov/travelers/airtravel/children/formula.shtm (page nya sudah didelete)

http://www.tsa.gov/traveling-formula-breast-milk-and-juice

http://www.tsa.gov/press/releases/2007/press_release_07202007.shtm

Membaca pengalaman mbak Sisca, Bunda juga menyiapkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa Bunda adalah seorang ibu menyusui yang membawa ASIP. Ada pengalaman seru juga saat meminta tanda tangan dokter pada surat keterangan tsb. Awalnya Bunda ke DSOG yang menolong Bunda saat melahirkan dulu. Tapi sudah ditunggu lama, eh belakangan dikasih tahu dokter nya berhalangan hadir. Karena waktunya sudah mepet, saat pulang kantor Bunda mampir ke RS deket rumah. Awalnya mau ke DSA saja, tapi otot2 an sama susternya kalau ke DSA sebaiknya dibawa anaknya. Akhirnya ke DSOG. Nah, saat Bunda sampaikan maksud Bunda ke situ, Bunda malah diceramahin.DSOG itu kaget saat tahu Dita sudah 20 bulan dan Bunda masih merah ASI, mau dibawa2 pula sampai luar negeri. Katanya, ASI Bunda sudah gak ada gizinya lah. Masih menyusui anak sampai 20 bulan, gak masuk akal lah. Bunda yang capek habis pulang kerja diceramahin begitu jadi kesel. Bunda berusaha menangkisnya dengan pengetahuan Bunda ttg ASI, padahal pengetahuan Bunda masih cetek hehehe. Tapi selagi Bunda ngomong, DSOG itu teteup aja nyerocos. Kayaknya kesel juga Bunda selalu mengcounter pernyataan dia. Suster yang ada di dalam cuma bengong berdiri mematung.

Akhirnya Bunda bilang ‘OK, kita berbeda pendapat soal ASI. Kalau dokter gak mau tanda tangan surat ini, gak masalah. Saya nanti ke DSA aja”. Saat Bunda mau beranjak, dokter itu menyela “Ya udah…sini saya tanda tangan. Gak pengaruh lah surat keterangan ini”. Mungkin DSOG itu kasihan saja, sudah bayar konsul kok Bunda gak dapat tandatangan. Tapi kelihatan DSOG itu masih kesel sama Bunda. Sampai-sampai, saat Bunda buka pintu mau keluar, DSOG nya masih saja nyerocos begini “Terus terang baru kali ini saya dapat pasien seperti ibu”. Bunda cuek aja. pas lihat jam, busyet..gak terasa debat gak bermutu dengan DSOG itu sampai 45 menit! Untungnya Bunda pasien terakhir, kalau ada yang nunggu kan kasihan ya. Ada-ada aja nih pengalaman Bunda. Oh ya, format surat keterangan nya Bunda dapat contekan dari mbak Sisca. Bunda sedikit modifikasi lah. Kalau mau lihat, formatnya bisa didownload di Format Surat Busui Naik Pesawat.

  • Menyiapkan Peralatan

Setelah mempunyai gambaran apa-apa yang perlu dibawa, ini dia list peralatan yang Bunda bawa :

– 1 bh Cooler Box Igloo 4 liter (ACE Hardware Mal Artha Gading – Rp. 220.000)

– 1 bh Blue ice besar (ACE Hw MAG – Rp 25.000)

– 4 bh Blue ice mini (ACE Hw MAG – @ Rp. 15.000)

– 1 bh blue ice blanket flex/ice gel (ACE Hw MAG – Rp. 60.000)

– 1 box kantong plastik ASIP (Medela Pump & Safe Breastmilk Bags) @150 ml isi 20 pcs (Rp. 160.000)

– 1 bh container plastik – untuk menyimpan kantong ASIP saat dititipkan ke freezer hotel.

– 2 bh botol ASIP medela

– 1 bh sikat botol

– 1 kantong kecil sleek pencuci botol.

– 2 bh washlap

– 2 lembar print out tulisan “Breastmilk, keep frozen, Ms. Ririn, Room : ….” – Untuk ditempel di container plastik sebagai penanda.

  • Dan terakhir meyakinkan diri Bunda sendiri bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar. Sebenarnya Bunda gak begitu khawatir dengan segala sesuatunya. Mungkin karena Dita sudah lumayan besar (20 bulan). Kalau Dita masih dibawah 6 bulan, secara psikologis pasti akan lain.

Huuff… ceritanya panjang juga ya. OK, begitulah cerita tentang persiapannya. Saat perjalanan dan selama di Singapore-Malaysia akan Bunda ceritakan di posting selanjutnya. So…ceritanya terpaksa bersambung deh…🙂

** Next posting : Membawa ASIP dari Luar Negeri (Perjalanan & Selama Training)

16 Responses to “Membawa ASIP dari Luar Negeri (Persiapan)”

  1. Wah seru juga neh Bund ceritanya. Lengkap bo ampe ada harga2nya segala.

    Btw gw niat tih belo cooler box kaya gituh buat nyimpen makanan2 Zahia kalo lagi travelling (jadi sampe hotel tinggal diangetin_direndem air panas). Tapi berhubung Zahia sekarang udah mau makan nasi lagi jadi ga perlu beli cooler box. Hehehhe lumayan pengiritan boooo🙂

    Ditunggu Bund cerita sambuangannya

    BunDit :
    Hehehe sebagai dokumentasi aja mam. Siapa tahu ada yang mau cari, jadi tahu harga kisarannya🙂

  2. Lidya said

    thanks banget info nya mnegenai membawa asi di pesawat mbak. aku aja kurang tau hal yang kaya gini nih ,maklum selama ini asi nya selalul dibawa2 hehehe

    BunDit :
    Kalau boleh memilih sih penginnya selalu deket anak jadinya ASI gak perlu dibawa sampai lintas negara gitu mam hehehe🙂

  3. ocha said

    aku pernah bawa asip dari singapore pas alma 9 bulan tapi gak pernah pake persiapan yang sedetil bundit hehehhe…aku waktu itu tarok di koper aja sih aman dan gak pake surat2 keterangan or ijin2 or dokumen2an, alhamdulillah aman2 aja😀

    BunDit :
    Hihihi itulah kelemahan saya mam, over anticipating. Apa2 harus diantisipasi sedetil mungkin🙂

  4. yayat38 said

    Lama gak berkunjung Bunda, sementara Bunda akan berangkat. Selamat jalan saja, semoga sukses perjalanannya dan menyenangkan.
    Salam hangat dan sukses selalu🙂

    BunDit :
    Hehehe saya sudah berangkat dan kembali lagi Kang. Cerita di atas flash back aja🙂

  5. wah,, ilmu baru lagee neeh,,,,
    thanks ya…

    BunDit :
    Ilmu baru buat calon istri ya mas? 😀

  6. nungqee said

    hehe seruu banget.. aku juga ga seheboh ini loh, padahal masuk ke tokyo, pake transit 2 kali di KL, lancar2 tanpa surat dan pertanyaan aneh2, berangkat juag nenteng coolerbag, tapi kumasukkan ke dalam backpack biar ga banyak tentengan, ice pack semua dibekukan, persiapan merah di jalan, biar ASI ga dibuang, eh ternyata pas sampai hotel 12 jam kemudian dah mencair semua ice pack nya, uhuhuhu.. hasilnya ASI nya ga layak simpan deh.. pulangnya juga sama dengan mbak Ocha, dibawa dengan 6 botol ukuran 250ml suhu kulkas bawah, masuk coolerbag, ice pack dibekukan nitip di frezer hotel, masuk ke bagasi, aman deh, sampai di rumah 12 jam suhu tetap dingin.

    BunDit :
    Hehehe aku tuh persiapannya aja yang heboh. Hasilnya gak heboh😦

  7. nungqee said

    eiya emang perjalanan brapa lama sih bun? setauku asi bisa disimpan di suhu kulkas bawah selama 6-8 hari kan ya? kalo lwat dari itu memang harus dibekukan sih

    BuNDit :
    Cuma seminggu dik. Setahuku malah cuma 2-3 hari kalau disimpan di kulkas bawah. Cerita bawa ASIP nya masih ada sambungannya hehehe. Diselingi posting ultah nikah dulu😀

  8. nungqee said

    mbak, ini referensi yang kupakai dulu, aku juga ke tokyo selama seminggu waktu itu, makanya pede bertahan dengan bawa ASIP suhu kulkas bawah.. CMIIW

    http://askdrsears.com/html/2/T026900.asp

    BunDit :
    Hehehe diantara kita gak ada yang salah kok. Referensinya aja yang berbeda. Aku bacanya di http://www.llli.org/FAQ/milkstorage.html . Kalau gak salah inget, aku dulu dapet file terjemahannya dr milist asi for baby. Kalau menurut link itu, penyimpanan di refrigerator (kulkas bawah), idealnya 2-3 hari, tapi jika sampai 8 hari acceptable. Aku biasanya milih yang aman, soalnya kulkas mini di kamar hotel gak begitu meyakinkan😀 . CMIIW juga. Thanks ya dik🙂

  9. Subhanallah, bundit bener2 pejuang ASI sejati. jadi malu nih aku suka males mompa.. hehe.. tp kalo ke luar negeri mgkn aku akan melakukan hal yang sama. sayang bgt cairan emas itu kalo dibuang. Ntar aku ngintip lagi ah kesini kalo emg perjalanan keluar kota, belum pernah sih nginep diluar kota tanpa Zahra. hehe.. TFS ya bun. seperti biasa postingan bundit top markotob

    BunDit :
    Wah, terlalu berlebihan lah kalau saya dibilang pejuang ASI hehehe. Seperti mam bilang, semua ibu akan melakukan hal yang sama lah kalau terpaksa harus dines luar kota/overseas. Yuuk…kita selalu saling sharing untuk semua hal terutama soal anak..🙂

  10. dian said

    bundit..
    2 minggu lagi aku mau ke swedia..setelah liat daftar negara yg terima peratuan TSa..kok belanda g masuk ya? padahal transit pertama di sana…gimana nih bun?

    BunDit :
    Mam, saya baca Netherlands ada kok mam. Coba cek lagi di http://www.tsa.gov/press/happenings/311_intl_acceptance.shtm . Nanti cerita2 ya mam pengalaman bawa ASIP ke Eropa. Saya doakan, semoga perjalanan membawa ASIP nya lancar ya. Ada blog gak mam?🙂

  11. Nice sharing. Saya juga punya pengalaman yang cukup menyenangkan di KLIA Sepang, begitu dibilang breastmilk langsung boleh dibawa masuk ke cabin tanpa dipersulit, berarti peraturan ttg cairan masuk cabin sepertinya sudah sangat clear ya

    Namun sayang hotel tempat saya menginap tidak memperbolehkan utk titip ASIP di freezer mereka (Hotel Royal Bintang, di Jl. Bukit Bintang). Untung cuma 3 hari.

    BunDit :
    Salam kenal Bun. Iya Bun, apalagi untuk ASIP kebijakannya jelas ya. Jadinya membuat tenang ibu2 menyusui yang bepergian menggunakan pesawat. Kalau cuma 3 hari masih memungkinkan disimpan di kulkas kamar hotel ya Bun🙂

  12. bundit, aku mau mudik sebulanan n rencananya mau merah selama disana. mau tanya seputar ini nih:
    – kantong plastik asip medela itu beli dimana ya?
    – udah steril dari sananya gak ya?
    – cooler box itu masuk bagasi atau cabin? apa bisa masuk dua2nya?
    – kira2 kalo asipnya kurleb sebanyak 30 botol kaca, beli coolerbox berapa liter ya bun?
    – yang terakhir nih, smua airlines dalam negeri ngebolehin bawa breastmilk ini gak ya? aduh aku takut bgt udah capek merah malah disuruh tinggal. mati deh aku kalo gitu hehe:p

    aduh banyak nanya nih bun, maap banget. tapi beneran butuh infonya, tolong banget ya bunda, plis plis:) hehe thank you:)

    BunDit :
    Saya coba jawab ya Bun :
    – Kantong ASIP medela banyak dijual di toko online. Dulu saya beli di http://www.rumahmama.com
    – Udah steril dari sana bun. Jadi tinggal diisi ASIP.
    – Dulu cooler box saya bawa ke cabin. Tapi saya baca pengalaman beberapa ibu bawa di bagasi juga gak masalah. Saya dulu takut kebanting2 aja kalau dimasukin bagasi.
    – 1 botol kaca asumsi isi @130ml. Jadi total 30x130ml = 3900 ml / 4L ya? Yang jelas butuh cooler box > 6 liter mam, soalnya space juga untuk naruh blue ice. Amannya bawa 8 atau 10 liter bun. Gede juga ya?😀
    – Harusnya semua airlines memperbolehkan mam, kan sudah ada peraturannya. Untuk jaga-jaga Bunda cetak saja peraturannya buat ditunjukin saat melewati check point.

    Insya Allah lancar bawa ASIP nya Bun. Saya doakan deh. Nanti cerita2 di blog ya? Maaf kalau jawaban saya kurang membantu🙂

  13. bundaHana said

    Bunda Dita,
    Waduh.. Untung aku nemuin blog ini dech.
    Minggu ini aku rencananya mau ninggalin Hana (6,5 bln) biz trip.
    Udah coba cari oengganti di kantor, tapi ga ada tuh.
    Alhasil, terpaksa dech berangkat.
    Emang cuman 2 hari 2 malem sih.. tapi tetep aja ketar ketir.
    peralatannya boleh yag masuk bagage?
    kok aku ama SQ cuman boleh bawa (katanya) 1lt ASI n max 2kg blue ice.
    bakalan tekor nech…
    kalo blue ice nya dikit.

    Hiks..
    kirim cerita lengkapnya lagi dong.
    thanks yah.
    Bunda Hana.
    (Arin)

    Cerita lengkapnya semua ada di blog ini mam. Bunda print saja artikel dari TSA itu, harusnya tidak ada pembatasan kapasitas ASI dan blue ice, nanti ditunjukkan di cek point sana. Oh ya, masukan saja, kalau cuma 2 hari 2 malam tidak usah dibekukan juga gak papa, nanti sesampai rumah langsung bisa di minumkan ke Hana, jadinya bawa blue ice nya secukupnya saja. Semoga Biz Trip dan bawa ASIP nya lancar ya.

  14. ana said

    Mom, aku butuh infonya mom utk file aturan TSA nya,krn aku buka link dari mom page not found.mohon japri mom,lusa aku harus berangkat ke saudi, aku beberapa waktu cari file tsb kok blm nemu😦 makasi mom

  15. megha said

    bundaaaa….kok link file2 nya g bisa d buka ya??apa sudah kadaluarsa ya?need it..urgent..trimakasih

    Iya page nya sudah gak ada. Sebenarnya bisa masuk ke main page di TSA nya trus searching saja. Coba ini deh http://www.tsa.gov/traveling-formula-breast-milk-and-juice .Thanks

  16. Wuni said

    BUnda…terima kasih info nya… sangat amat berguna..

    Aku in sya Allah Mei nanti mau umroh..

    Pada saat di pesawat perjalanan menuju LN,

    1. cooler box (isi ice pack) boleh masuk kabin atau harus di bagasi? Kalau di bagasi, takut rusak ya krn biasanya koper/barang2 di bagasi suka dilempar2 sama petugasnya..😦

    2. ice pack nya dalam kondisi beku atau cair?

    3. ice pack/blue gel yang dibawa brp banyak, karena perjalanan di pesawat kurleb 9 jam, belum kalau harus transit2 dsb..

    Momsui ada yg bisa share info management asip saat umroh?

    Terima kasih yaaaa…

    Mbak Wuni, silakan baca postingan yang pernah saya tulis, semoga pertanyaannya terjawab🙂


    https://alumongga.wordpress.com/2010/04/10/membawa-asip-dari-luar-negeri-persiapan/

    https://alumongga.wordpress.com/2010/04/12/membawa-asip-dari-luar-negeri-perjalanan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: