Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Dita Periksa Telinga dan Imunisasi Hep-A

Posted by BunDit on October 5, 2010

Saat Dita umur 1 tahunan sebenarnya Bunda sudah punya rencana untuk membawa Dita ke dokter THT. Dita tidak punya masalah sih dengan ke-3 organ : Tenggorokan, Hidung dan Telinga. Tapi pengecekan rutin kan tidak ada salahnya, terutama untuk membersihkan telinganya. Tapi rencana tertunda terus. Setelah membaca postingan mamanya Raja dan mamanya Kyara, jadi makin berasa punya hutang harus segera membawa Dita ke THT. Apalagi setelah Dita dengan excitingnya bermain di pantai dan beberapa kali terjatuh sehingga telinganya sempat kemasukan air laut, Bunda jadi ingin makin menyegerakan rencana itu.

Akhirnya hari Selasa minggu kemarin, 28 September 2010, saat Bunda ambil cuti haid, Bunda membawa Dita ke RSIA Hermina Bekasi untuk membersihkan telinga. Sekalian imunisasi Hepatitis A. Kebetulan AyDit juga lagi libur, jadi ada yang nganter deh. Hihihi cuti haid malah ngelayap *jangan ditiru*😀

Malamnya sudah registrasi by phone. Untuk DSA (Dr. Laily) dapat no 7, sedangkan dokter THT dapat no 2. Bunda sekalian juga ke THT, dan dapat no 3. Bunda gak pilih-pilih dokter THT, pokoknya yang praktek hari itu saja, namanya dokter Janius. Karena pasien urutan 1 belum datang jadi Dita dipanggil duluan.

Yang diperiksa Bunda duluan. Ternyata kotoran telinga Bunda cuma sedikit banget. Tapi gak rugi sih pas dibersihkan, geli-geli enak hihihi😀. Habis telinga Bunda yang dibersihin, gantian giliran Dita. Dita sudah meronta-ronta menangis saat mau dipangku Bunda. Teriak “Gak mauuuu…. Sudaaaah….”. Supaya ada dokumentasi, Bunda minta Ayah mengambil gambarnya dengan HP *teuteup…*😀

Setelah di cek, telinga Dita ok dan juga tidak banyak kotoran didalamnya. Kata dokter nya, lubang telinga Dita cukup lebar. Jadi kotoran yang masuk juga cepet keluar juga hehehe. Pesen dokternya :

  • Jangan membersihkan telinga dengan cotton bud ke bagian telinga yang dalam, cukup luarnya saja.Itupun harus hati-hati supaya gak lecet.
  • Telinga yang jarang dikorek-korek, justru akan lebih bersih. Karena kotoran telinga pun berfungsi untuk menyaring benda berbahaya yang masuk ke telinga.
  • Cukup 2 tahun sekali untuk membersihkan telinga ke dokter THT.

OK deh dok, saran siap dilaksanakan. Alhamdulillah telinga Dita baik-baik saja. Supaya Dita gak begitu trauma dengan dokter, setelahnya  saat bersantai dengan Dita, Bunda menunjukkan foto di atas dan Bunda bercerita kalau saat itu telinga Dita dibersihkan dan gak sakit karena Om Dokternya baik. Ya pokoknya cerita-cerita yang enak-enak saja tentang foto itu🙂

Oh ya, sekalian update imunisasi ya. Kemarin Dita sudah diimunisasi Hepatitis A yang pertama. Nanti diulang 6-12 bulan ke depan. Imunisasi selanjutnya tinggal ulangan Polio, DPT dan Tyfoid saat Dita umur 5 tahun nanti.Update tentang imunisasi Dita di sini.

Oh ya disarankan oleh Dr. Laily dalam waktu dekat untuk imunisasi IPD. Karena imunisasi ini Bunda skip yang seharusnya dibawah umur 2 tahun, kata DSA nya bisa dilakukan 1x karena Dita sudah > 2 tahun. Tapi Bunda masih mikir-mikir dulu. Harga vaksin nya memang mahal, sekitar 1 juta an, tapi bukan karena biayanya (soalnya diganti kantor hehehe), tapi Bunda cari kemantapan dulu deh. Awalnya memang gak akan ambil imunisasi ini krn pernah baca di milist sehat, imunisasi ini kemungkinan tidak  efektif. Alasannya :

Berikut cuplikan jawaban dokter Wati di Milist Sehat soal Imunisasi IPD :

Vaksin IPD yang di Indonesia merupakan vaksin yang sangat bagus. Ia mengandung 7 jenis kuman S pneumoniae
Nah .. yang menjadi masalah adalah ….Di Indonesia … kalau memang S penumoniae nya buanyak dan fatal ..
apakah masuk dalam 7 jenis di vaksin ini?
Kalau bukan (seperti di beberapa negara asia/asia tenggara lain, dan Afrika)
… vaksin ini tidak bisa mengcover atau melindungi anak kita dari kemungkinan pneumonia akibat S pneumoniae yang ada di Indonesia

Artinya … kalau mau imunisasi ini dan ada uangnya .. silakan
Dengan catatan … belum tentu jenis S pneumonia di vaksin ini sama dengan jenis kumannya di Indonesia .,… artinya lagi, kemungkinan tidak terprotect tetap ada

Bunda juga sudah baca informasi di AyahBunda Online, untuk usia > 2 tahun menggunakan vaksin Pneumo23. Berdasarkan informasi di sana, sekarang sedang dilakukan penelitian terus menerus mengenai keefektifan vaksin IPD untuk Indonesia. Silakan baca selengkapnya di link tsb ya🙂

Tulisan yang wajib dibaca soal kesehatan telinga :

http://tahukahbunda.wordpress.com/2010/10/06/hati-hati-membersihkan-telinga/

10 Responses to “Dita Periksa Telinga dan Imunisasi Hep-A”

  1. Lidya said

    tetep narsis ya bun🙂

    Hihihi iya…😉

  2. vera said

    asyik ya dita, dianter ayah bunda ke RSnya.
    Akhirnya bisa liat juga penampakannya bundit🙂

    Lho..di cerita mudik bertebaran foto saya lho mam hahaha😀

  3. Wah ka dita juga dah periksa THT ya… shishil nyusul ahh… hehehe… tapi aku yakin bun, dita besok2 pasti ga nangis kalo periksa THT lagi, kan enak2 geli, hehehe… sehat selalu N tambah pintar ya ka dita…

    Makasih Bunda Shishil🙂

  4. yulia said

    bundit.. apa kabar? dah lama ga comment2 nih..

    alhamdulillah, telinga Dita sehat2 aja.. aku juga pengen k dokter THT buat Aurel soalnya suka khawatir klo mandiin kynya kemasukan air telinganya..

    btw, dokter janius itu dokter favorit keluargaku loh mba, sekedar info, dia buka praktek d samping pom bensin dekat patung lele (malam hari) dan juga buka praktek d rumahnya daerah kranji. dia memang spesialis THT, tp setahuku klo lg pas berobat k dia kebanyakan pasiennya macam2 penyakitnya, termasuk aku sih…:)

    sehat terus ya dita..

    Wah, kenal dokter Janius to? Patung lele itu dimana sih mam?🙂

  5. Hehe, syukur ya, kak Dita kotoran telinganya dikit. Periksa telinga mmg penting, mamanya raja malah blm pernah, asik ya bund dikorek2 gitu, hehe😀

    Klo soal imun IPD, lagi2 ya bund para ahli di indonesia cm bs blg ‘belum tentu’…payah!!!😀😀

    Hihihi kalau dikorek2 dokter kan aman, enak lagi😀

  6. BunDit,
    Waaah…jadi diingetin, kalo Ganesh belon pernah ke pedodontist dan THT. jadi ngatur jadwal nih untuk ke THT. TFS yaaa…

    Sama-sama mom🙂

  7. Bun, tanya dong… idealnya kpn ya anak sudah “siap” diajak ke THT?

    Kalau yang pernah saya baca, umur 1 tahun sudah bisa di ajak ke THT, apalagi kalau kotoran telinga anak lumayan banyak dan susah keluar/ada keluhan dari si anak🙂

  8. Hallloooo….

    Halo juga mas😀

  9. motik said

    akhirnya dita ke THT ya…. geli2 enak kan dita waktu dibersihin hihihi…. Aku juga skrg menyerahkan pad ahlinya aja bund kalo mau bersihin telinga gara2 kasus kyara kemarin. Kita cukup bersihin daun telinga dan liang luarnya aja ya🙂

    Iya mam, untuk kesehatan organ penting jangan coba-coba…hehehe kayak iklan😀

  10. yulia said

    mo jawab pertanyaan Bundit…

    maaf aku lupa klo patungnya dah dibakar massa..
    prakteknya d Apotik Yudia samping pom bensin, depan rel kereta api sebelum arah proyek bekasi.

    Oohh..patung lele di situ. Orang2 suka mengartikan patung terlalu serius ya mam. Patung 3 mojang di Harapan Indah juga diprotes massa, akhirnya sekarang diturunkan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: