Posted by Bundanya Dita on November 24, 2009
Semakin Dita besar, semakin tinggi minat untuk mengeksplore hal-hal baru. Semua benda di sekelilingnya di pegang, digigit, bahkan dikunyah. Benda yang menarik dibanting, dibedah sampai luluh lantak. Obyek yang bisa dibuka dan ditutup tidak lepas dari eksperimen nya. Dan bagi Bunda itu adalah hal yang wajar, malah bisa dikatakan normal untuk anak seusia Dita. Jika aktifitas tersebut tidak membahayakan, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi kenyataannya, hal-hal yang menjadi kesenangannya itu kadang-kadang membuat jantung Ayah Bunda senat senut
Nah, disini Bunda mau sharing sedikit mengenai hal-hal antisipatif untuk menjaga Dita yang lagi lasak-lasaknya. Terutama dalam aktifitasnya di dalam rumah. Karena selama Ayah Bunda tinggal kerja, sebagian waktu Dita kan dihabiskan di rumah. Maka sebagai orang tua, kami merasa perlu untuk menciptakan rumah yang aman bagi Dita. Memang belum semua sanggup Ayah Bunda lakukan, namun setidaknya Ayah Bunda sudah berusaha untuk itu.
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in Rumah | Tagged: baby safety gate, door stopper, electrical safety, pembatas tangga, rumah aman, zona aman | 8 Comments »
Posted by Bundanya Dita on November 18, 2009
18 Juni 2008 – 18 November 2009
Alhamdulillah, hari ini usia Dita sudah sweet seventeen hehehe. Apa saja nih, kejutan yang diberikan Dita di usinya ke 17 bulan ya ?
- Masih ASI Lover. Alhamdulillah
- Gigi udah nambah, tapi susah ngitungnya, kira2 ada 11 lah. Geraham atas sudah mulai nongol. Kalau suruh buka mulut, susah banget sih, jadi Bunda susah ngitung jumlah giginya hehehe
- Jika disuruh menghitung selalu mulai dengan “dua..”, habis itu gak nambah-nambah
. Nanti belajar lagi ya nak.
- Kalau di bulan sebelumnya, jika ditanya baju milik siapa bisa menjawab dengan tepat. Nah, ada satu yang lucu, kalau Bunda pegang -maaf- branya Bunda dari jemuran trus nanya “Yang ini punya siapa dik?”. Jawabnya mencengangkan : “meme” hahaha (meme=istilah Dita untuk nenen). Kalau ditanya alas ompol loreknya milik siapa, Dita jawab “e-ek” atau “pipis” hehehe soalnya alas ompolnya itu suka digunakan untuk lap sehabis Dita pup atau pipis
- [Baca SeLeNGKaPNya...]
Posted in Ulang Bulan&Tahun | Tagged: Ulang Bulan 17 | 11 Comments »
Posted by Bundanya Dita on November 16, 2009
Sebenarnya Bunda kurang pede nih cerita soal satu ini. Lha wong kami jarang bepergian kok nggaya nulis dengan judul yang sok keren
. Tapi karena tadi siang ada komen yang menanyakan soal ini, daripada Bunda response panjang lebar di box komen, lebih baik dijadikan sebuah tulisan. Ya…setidaknya berbagi pengalaman saja
Seperti Bunda singgung di awal tulisan, Ayah Bunda memang jarang bepergian dengan mengajak Dita. Ayah Bundanya Dita ini emang termasuk orang rumahan -baca : malas keluar rumah kalau gak penting-penting banget-. Dulu saat masih gadis, Bunda ini seneeeng banget nge-mall bareng temen2 kos. Tapi setelah ada Dita, Sabtu Minggu ya lebih sering di rumah aja main dengan Dita. Namun, beberapa kali pasti pernah lah keluar rumah, ke rumah saudara, ke rumah sakit buat imunisasi. Kalau ke mall ya cuma beberapa kali lah. Yang paling jauh, ya mudik lebaran kemarin, ke Padang Sidempuan nun jauh di sana hehehe
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in MPASI | Tagged: Managemen MPASI saat bepergian, MPASI, MPASI saat traveling | 8 Comments »
Posted by Bundanya Dita on November 4, 2009
Uuuuh..lama gak posting. Sudah ada ide tapi terbentur masalah klasik yang namanya kesibukan. Ya sibuk dengan pekerjaan di kantor, ketiban sampur project dari temen yang resign, disuruh mempersiapkan tema buat project ke-2 Six Sigma, sampai rumah penginnya main aja sama Dita, salah satu kegiatan yang bisa me-recharge energi. Jadi maaf buat temen-temen nih, belum sempet blog walking kemana-mana. Kadang menyisihkan waktu aja buat menjawab komen blog. Menulis inipun menyempatkan diri saat istirahat di kantor, buat menuangkan ide yang muntup-muntup gak sabar pengin dikeluarkan dari kepala supaya menjadi sebuah tulisan
Tulisan ini hanya untuk sharing mengenai MPASI setelah 1 tahun. Kalau dulu Bunda rutin mengupdate MPASI Dita dari 6 bulan – 11 bulan, sampai ke detil makanannya yang disertai tabel-tabel, sekarang Bunda mau cerita saja MPASI Dita selepas 1 tahun usianya.
Sebelumnya Bunda mau cerita nih soal jadwal makan Dita. Secara garis besar Dita makan bubur/outmeal 1x, nasi 2x sehari, buah 1x, ASIP 2x, susu UHT sesukanya, cemilan (roti, kue, agar2, yogurt dll) sesukanya. Sedangkan detilnya begini :
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in MPASI | Tagged: MPASI 1 Tahun | 15 Comments »
Posted by Bundanya Dita on October 25, 2009
Minggu lalu, Bunda menerima sekotak nasi beserta sate kambing dan lauk pauknya dari tetangga dalam rangka aqiqah anaknya. Dalam kotaknya disertakan kertas yang berisi foto dan nama si anak. Bunda sempet tersenyum. Nama awal si anak adalah Raihana. Ah…jadi inget, dulu nama itu pernah menjadi kandidat nama untuk putri pertama Ayah Bunda ini. Makanya tercetus ide untuk menceritakan kisah di balik nama anak Ayah Bunda tercinta ini
Awalnya, seperti halnya calon orang tua lain, Ayah Bunda mulai mempersiapkan nama untuk calon anak selagi jabang bayi masih dalam kandungan. Dan karena saat itu belum mengetahui jenis kelamin calon bayi, makanya kami persiapkan nama anak cowok dan cewek. Untuk nama cowok, Ayahnya Dita mempunyai banyak pilihan, ada Azka, Zaki dsb, persisnya Bunda udah lupa. Sedangkan untuk nama anak cewek, gak ada satupun nama yang sreg di hati Ayahnya Dita. Bunda ngusulin beberapa nama tapi gak ada yang diterima
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in Cerita Seru Bunda | Tagged: Loemongga Nansanggoel Haoemasan Nasution, Lumongga, Lumongga Anandita Helmy, Raihaanun, Rihanna | 20 Comments »
Posted by Bundanya Dita on October 18, 2009
18 Juni 2008 – 18 Oktober 2009
Wuih..rasanya waktu berjalan begitu cepat. Kayaknya baru kemarin ulang bulan, eh sekarang sampai di ulang bulan berikutnya. Alhamdulillah, anak Bunda tersayang hari ini memasuki usianya yang ke 16 bulan. Seperti yang lalu-lalu, sayang kalau perkembangannya tidak dilaporkan
Ini nih laporan Bunda mengenai Dita di usianya 1 th, 4 bulan :
- Alhamdulillah masih menikmati ASI Bunda. Tentu saja dibackup dengan susu UHT. Dita paling suka UHT rasa coklat merk apa saja dan UHT Plain Ultra Milk, yang Bunda cicipi memang lebih gurih dari merk lain. Kalau UHT Plain merk lain, Dita cuma beberapa sedot langsung di tinggal.
- Sudah makin mengerti kalau disuruh. Misal buang sampah ke tempat sampah, ambilin remote tv dsb. Seneng juga Bunda punya tambahan Asisten ..ups…hehehe
- Sudah bisa membedakan baju ini kepunyaan siapa. Kalau lihat jemuran dan lihat baju Bunda langsung bilang “Buah…”, kalau punya ayah dibilang “Ayah”. Begitu juga punya teteh dan punya Dita sendiri.
- Kalau ditanya, “Dita anak ayah Yu….”, dijawab “Naaan”. “Anak Bunda Ri….”, -’Iiiin”. Adiknya teteh ‘De….” – “Deeek”. Lho… kok jadinya Dedek, harusnya Dela dong
- [BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in Ulang Bulan&Tahun | Tagged: ulang bulan 16 | 19 Comments »
Posted by Bundanya Dita on October 14, 2009
Yihaaa…sampai di episode terakhir nih cerita mudiknya. Ya…sudah basi sih sebenarnya secara suasana lebaran sudah lama lewat. Tapi karena cerita yang cukup panjang ini telah dimulai, maka harus juga ada akhirnya. Setidaknya akan menjadi dokumentasi kecil kehidupan Dita, yang pastinya akan sangat menyenangkan untuk dibaca kelak. Jangankan buat Dita, cerita ini juga sangat berarti buat Ayah dan Bunda. Walau kata Ayah, Bunda terlalu detil menceritakannya, tapi menurut Bunda karena begitu berkesannya momen ini, jadi Bunda tidak mau melewatkan setiap bagiannya, walau sekecil apapun
Sabtu, 26 September 2009
Rencananya Sabtu malam jam 19.30 kami bertolak pulang. Paginya penginnya wisata kuliner dengan Ayahnya Dita. Namun, ternyata cuaca tidak bersahabat, hujaaan mulu. Karena wisata kulinernya naik motor, ya gak memungkinkan lah. Gak berani ambil resiko Dita sakit menjelang pulang. Namun agak sorean, kami beramai2 sempat makan bakso. Sepulang makan bakso, Bunda mulai menyelesaikan packing yang sudah Bunda cicil dari pagi harinya. Ayahnya Dita membungkus keripik sambal di kardus sebagai satu-satunya oleh-oleh untuk teman-teman kantor di Jakarta.
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in Jalan-jalan | Tagged: Dennis Bergkamp, mudik lebaran 2009 | 9 Comments »
Posted by Bundanya Dita on October 12, 2009
Wih..nyampe juga di part 4. Bunda paling gak sabar untuk nulis yang bagian ini. Karena ada nuansa adatnya yang merupakan pengalaman baru buat Bunda. Untuk bagian ini Bunda perlu banyak referensi untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Supaya ceritanya lebih hidup
.
Kamis, 24 September 2009
Ceritanya, kepulangan dik Leny (adik Ayahnya Dita) ke Padang Sidempuan, selain bertemu dengan keluarga besarnya juga sekalian ingin mengadakan acara aqiqah buat anaknya, Aya. Jadi karena acara aqiqah rencananya dilaksanakan hari Jum’atnya, maka hari Kamis ada acara potong kambing di rumah. Dita jadi bisa melihat kambing dari jarak dekat deh. Sambil nunjuk-nunjuk “mbek…mbek.
Oh ya, Bunda belum cerita ya. Selama di rumah Opungnya, Dita ini enggan lepas dari Bundanya. Nempeeel mulu kayak perangko. Sampai dikatain opungnya “kurang gaul”, habis di ajak yang lain gak mau. Bunda tinggal sebentar ke kamar mandi aja, udah merengek. Jadinya di sana Bunda gak bisa ngapa-ngapain deh buat bantu2 kerjaan yang lain. Maafin menantumu ini ya Opung hehehe.
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in Jalan-jalan | Tagged: dalihan natolu, makobar-kobar, manjagit parompa, mudik lebaran 2009, parompa sadun | 5 Comments »
Posted by Bundanya Dita on October 8, 2009
Minggu, 20 September 2009
Alhamdulillah pas hari H lebaran, Dita sudah sehat. Kami merayakan lebarannya sesuai dengan pemerintah yaitu tgl 20 September. Pagi-pagi, saat Bunda mau mandi ketemu dik Lenny (Bounya Dita, Adik Ayahnya Dita) sekeluarga yang baru datang dari Jambi jam 2 dinihari.
Oh ya karena Bunda sudah selesai berhalangannya maka penginnya ikut ke mesjid untuk sholat Ied. Ternyata Dita belum bangun juga. Kasihan kalau dibangunkan. Lagian Bunda pikir bener kata Ayahnya Dita, takutnya di mesjid Dita jalan kesono kemari, ya maklum lagi seneng2 nya jalan, jadi nya ntar Bunda yang repot ngikutin hehehe. Akhirnya yang sholat Ied ke mesjid cuma Ayahnya Dita, suami dik Lenny dan Andi (adik Ayah). Ke-2 Opung Dita gak ikut karena masih sakit. Sedangkan dik Lenny sedang berhalangan.
Sepulang dari sholat Ied dan semua keluarga kumpul, kami saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Kemudian dilanjut dengan makan, ini yang Bunda tunggu2
. Sehari sebelumnya dik Nora sudah masak rendang, daging balado, sayur ubi tumbuk dan beli lemang. Katanya sih biasanya mama mertua buat ketupat, tapi karena lagi sakit ya diganti aja beli lemang. Bunda sih pernah ngerasain yang namanya lemang di jakarta, tapi lemang di sana rasanya lebih legit. Enak. Belinya ditenteng sampai bambu-bambunya. Dan jangan harap ketemu opor ayam di sana hehehe. Soalnya pada gak suka opor ayam

Dan ternyata, lebaran di sana suasananya sepi. Tetangga mertua kebanyakan keluarga muda, jadi hampir semua bertandang ke rumah orang tuanya. Sedangkan mertua termasuk yang di tuakan di situ. Jadi ya tinggal nunggu saudara2 yang datang berlebaran ke rumah. Makanya seharian ya ngajak Dita main-main saja. Kalau di keluarga Bunda kan ada Halal Bi Halal satu trah. Jadi semua keluarga besar ngumpul di satu tempat.
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in Jalan-jalan | Tagged: becak sidempuan, mudik lebaran 2009, pantai kalangan, sibolga | 12 Comments »
Posted by Bundanya Dita on October 2, 2009
Rabu, 16 September 2009
Jarak pool bus Sampagul dan rumah Opungnya Dita cukup dekat. Tidak sampai 10 menit sampai deh. Daaan…pertama kali melihat rumah Opungnya, atmosfer berbeda langsung menyergap. Rumahnya lega, ada teras yang luas, gak dempetan alias berbagi tembok pembatas dengan tetangga. Jadi semua ruangan punya jendela sehingga terang dan plong. Lokasi rumah dekat sawah pula. Adem, gak perlu AC maupun kipas angin. Pokoknya muantabs
.
Sesampainya kami di rumah Opung nya Dita, langsung disambut oleh kedua Opungnya Dita, Bou Nora (adik perempuan Ayahnya Dita), Amang Boru Jureyd (Suami Bou Nora), Uda Andi (adik laki2 Ayahnya Dita), serta Bang Owen dan Kak Rini (sepupu Dita). Dita digendong sana-sini. Maklum baru Opung perempuan dan Bang Owen yang pernah ketemu langsung sama Dita. Yang lain hanya mengetahui dari foto-foto yang rutin Bunda kirimin.
Setelah bersih-bersih badan, kami bertiga langsung tepar. Punggung rasanya puegel banget. Maklum 11 jam tidur dalam posisi duduk di bus. Rasanya nikmat banget bisa ngeluk boyok. Akhirnya kami tidur sampai siang. Bangun-bangun Dita sudah ceria, main sama sepupunya. Bunda sempat ditawarin oleh mama mertua untuk urut badan (orang setempat menyebut dengan istilah kusuk). Cuma karena melihat Dita kelihatan sudah fit dan Bunda sudah merasa isitirahat cukup, akhirnya Bunda dan Dita tidak jadi urut.
[BaCa SeLeNGKaPNYa...]
Posted in Jalan-jalan | Tagged: mudik lebaran 2009 | 14 Comments »