Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Liburan Akhir Tahun 2013 @Jogja #3 : @Iffa-Edwin’s Wedding at Solo & @Omah Sinten

Posted by BunDit on May 6, 2014

22 Desember 2013

Tibalah ke hari H untuk menghadiri pernikahan Iffa dan Edwin di Solo. Akad nikah sudah dilaksanakan 2 hari sebelumnya, hari ini adalah resepsinya yang digelar di Gedung Sasana Krida Kusuma, Manahan, Solo. Karena perjalanan cukup jauh, jadi kami menyewa driver, mas Dodo, yang masih tetangga. Jadi kami berangkat ber-4, Ibu, Bunda, Dita dan mas Dodo. Undangan jam 10, kami berangkat dari ARITA jam 7 pagi.

Memasuki kota Solo sekitar jam 10 an, kami harus beberapa kali bertanya dan akhirnya sampai juga di Gedung tempat resepsi di gelar. Karena termasuk agak telat, tempat duduk di dalam gedung kelihatan sudah penuh, maka kamipun duduk di luar. Ok, kita lihat dulu wajah bahagia sang pengantin yang ganteng dan cantik🙂

iffa-edwin-wedding-web

Resepsi di pernikahan jeng Iffa dan Edwin ini istimewa karena konsepnya bukan standing party dengan makan prasmanan. Jadi tamu yang datang langsung dipersilakan duduk dan pramusaji dengan sigap mengantar minuman serta snack. Para tamu undangan tinggal duduk manis menikmati prosesi acara seperti sungkeman dll, dan makanan pun mengalir datang. Setelah snack, datang Selat Solo, makanan berkuah manis yang isinya daging+ketang+sayuran ini sebagai makanan pembuka.

Saat ibu ke kamar mandi dan balik, ibu menginformasikan bahwa tempat duduk di dalam gedung ternyata masih ada yang kosong. Akhirnya kami beringsut pindah tempat duduk supaya bisa melihat jelas sang Raja dan Ratu sehari yang duduk di pelaminan. Saat kami meletakkan pantat di kursi, pramusaji buru-buru mendatangi dan mengantar teh+snack lagi, dikira kami tamu yang baru saja datang hahaahha. Dengan halus kami tolak sambil bilang bahwa kami sudah dapat snack.

Setelah itu tibalah ke menu utama yaitu nasi gudeg+krecek. Hmm.. nasi gudeg nya uenak, Bunda tandas memakannya. Terakhir datang es buah sebagai pencuci mulut.

Konsep resepsi dengan gaya seperti ini terkenal dengan singkatan USDEK (Unjukan (minuman), Snack, Dhahar (makan besar), Es buah, Kondur (pulang)😀. Konsep resepsi ini menurut Bunda memang konsep yang dipakai jaman dahulu. Karena jaman makin maju, manusia merasa makin sibuk dan waktunya terbatas sehingga lahirlah konsep standing party+prasmanan yang lebih praktis – Datang-Salaman-Makan-Pulang. Sehingga jika dalam sehari ada beberpa undangan pernikahan, waktu bisa kekejar. Namun masing-masing konsep resepsi ada plus minusnya. Kalau memakai konsep USDEK seperti itu memang suasana resepsi yang khidmat dan teratur sangat terasa, namun disisi makanan Bunda suka sedih saat melihat sajian yang ditowel sedikit tapi tidak dihabiskan sehingga menjadi makanan sisa😦

Setelah kami makan es, selesailah rangkaian acara resepsi nya. Bunda segera bergabung dengan teman-teman kantor yang ternyata cukup banyak yang datang. Semua rata-rata sekalian mudik akhir tahun. Kemudian kami berfoto bersama.

At-Iffas-Wedding-web

Selamat menempuh hidup baru ya jeng Iffa dan Edwin. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, waarrohmah. Teruslah belajar dan tumbuh bersama dalam membangun Keluarga Bahagia. Amin🙂

**

Selesai foto-foto dengan pengantin, kami langsung meluncur ke Jl Widuran untuk mengambil pesanan Serabi. Sehari sebelumnya Bunda memang sudah pesan Serabi Notosuman yang lagendaris itu. Lumayan nyasar-nyasar sedikit, akhirnya ketemu juga tempatnya. Cuma ada 2 macam serabi notosuman, yang putih dan coklat. Harganya beda sedikit, yang putih @2.000, yang rasa coklat @2.200. Serabinya dialas daun pisang trus dilinting begitu. Rasanya? yummyyyy. Ini makanan yang wajib dicoba kalau datang ke Solo🙂

srabi-notosuman-web

Dari sana, Bunda penasaran pengin mampir ke Omah Sinten yang pernah Bunda baca konon menawarkan sensasi menjadi “raja” lewat citarasa karena mereka menyajian menu Keraton Kesunanan Solo dan Pura Mangkunegaran Solo. Omah Sinten berlokasi persis di seberang Pura Mangkunegaran itu. Saat memasuki Omah Sinten, nuansa adat Jawa tampak begitu kental. Meja dan kursi berukir tertata rapi dalam sebuah pendopo. Bunda disambut ramah pelayan yang mempersilakan duduk dan membawa daftar menu.

Karena masih kenyang, Bunda bilang pesan makanan ntuk dibawa pulang. Saat membolak-balik daftar menu, Bunda melihat harga makanan dan minuman yang tercantum tergolong cukup mahal. Akhirnya Bunda memutuskan memesan Garang Asem Boemboeng untuk di bawa pulang. Sebelumnya teman Bunda pernah bercerita kalau Garang Asem yang dimakan Raja-raja di Solo jaman dahulu dalam resepnya yang turun menurun menggunakan belimbing wuluh yang ditanam di halaman keraton, yang konon cita rasanya sangat istimewa. Makanya Bunda sangat penasaran ingin mencicipi🙂

Selama menunggu, kami berjalan-jalan di area resto Omah Sinten yang saat itu sepi pengunjung. Tampak dapur resto nya yang terletak di seberang pendopo dan terbuka, jadi kita bisa melihat koki yang sedang masak. Dita dan ibu jalan-jalan berkeliling melihat ikan di kolam.

At-Omah-Sinten-web

Tak lama kemudian, pesanan datang. Karena sudah lumayan siang, setelah membayar pesanan kami langsung meluncur pulang ke ARITA.

Tak sabar Bunda membuka makanan dari Omah Sinten. Di dalamnya ternyata ada nasi + tahu tempe goreng + sayur oseng kacang panjang dan garang asem dalam plastik. Garang asemnya cuma berupa potongan kecil daging ayam dan santan yang melimpah. Belimbing wuluh yang menjadi ciri khas garang asem pun tidak nampak disana.

Garang-Asem-Boemboeng-web

Rasanya pun, mohon maaf jauuuuh dari harapan. Dengan harga 35ribu+pajak, rasanya kurang sepadan. Langsung membandingkan garang asem yang pernah Bunda beli di kawasan industri pulogadung, ayamnya cukup besar dibalut daun pisang dan didalamnya bertabur belimbing wuluh+irisan cabe. Dan harganya pun cuma 11 ribu. Yaaa… memang beda level sih. Cuma kalau harga mahal tapi diimbangi rasa yang oke, mungkin tidak akan muncul rasa kecewa. Ya gak papa sih,setidaknya rasa penasaran Bunda telah terobati untuk mencicipi salah satu makanan di Omah Sinten🙂

……to be continued….

3 Responses to “Liburan Akhir Tahun 2013 @Jogja #3 : @Iffa-Edwin’s Wedding at Solo & @Omah Sinten”

  1. Lidya said

    semig alanggeng ya pernikahannya

  2. Happy wedding ya

    Btw BunDit, garang asem yang pernah aku makan di Omah Sinten enak kok..paa beda yang masak ya..

  3. Joe Ismail said

    garang asem adalah menu favorit saya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: