Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Farewell Dinner with Layla

Posted by BunDit on March 12, 2014

Meski Bunda sudah keluar kos Sunan Drajat di Rawamangun hampir 7 tahun silam tapi Bunda masih sering kontak dengan teman-teman kos, bahkan  ikut WA Group teman-teman yang masih ngekos di sana. Nah lewat Group itu Bunda tahu dari Shari kalau Layla dalam waktu dekat mau menyusul suaminya ke London. Shari sendiri masuk kos setelah Bunda keluar dari sana, beberapa kali aja Bunda ketemu saat Bunda main ke kos Sunan Drajat. Sedangkan Layla bergabung di kos Sunan Drajat sekitar 6 bulan sebelum Bunda menikah dan keluar dari sana. Tapi karena sama-sama berasal dari Jogja, ya lumayan sering saling berkunjung ke kamar.

Mendengar kabar Layla mau ke London, Bunda minta Shari untuk mengirim no HP Layla, Langsung Bunda whatsapp-an dengan Layla. Rencana nya Layla berangkat ke London dari Jogja,  jadi tgl 14 Maret ini sudah harus balik ke Jogja. Jadi Bunda langsung merencanakan segera main ke Sunan Drajat. Akhirnya tgl 7 Maret 2014 kemarin, sepulang dari kantor Bunda mampir ke kantornya Layla di Kawasan Industri Pulogadung, dan dari sana kita cabcus ke kos. Wiiiih, surga banget deh jarak antara kos dan kantornya Layla dueket banget dan anti macet.

Gak sampai 10 menit sudah sampai kos Sunan Drajat. Bunda langsung menuju ke dapur menemui ibu kos yang kebetulan lagi masak. Kebiasaan anak-anak kos dari dulu adalah masuk rumah langsung menuju dapur dan melongok apa yang sedang dimasak ibu hehehe, kayak di rumah sendiri lah. Duuuh kangen berat sama ibu kos yang baiiiiiik banget. Ibu kos kelihatan semakin sepuh tapi tetap kelihatan masih cantik. Ngobrol lah Bunda sama ibu kos di dapur yang sekaligus ruang makan. Sayangnya temen-temen kos lain belum pada pulang jam segitu. Maklum kantornya ada yang di Sudirman, Salemba, Tangerang. Dulu hanya Bunda yang ngantornya di pinggiran Jakarta, makanya suka diledekin sama anak-anak kos kalau Bunda ngantornya di daerah kumuh hehehe. Eitsss, jangan salaaaah, daerahnya kumuh, kantornya tetap elite wkwkwwwkw menghibur diri😀

Tak lama kemudian, Bunda masuk ke kamar Layla, yang ternyata sudah pindah. Dulu kamarnya persis di bawah kamar Bunda, sekarang pindah dekatnya. Di sanalah kami ngobrol lumayan lama. Layla bercerita bagaimana bertemu dengan suaminya yang ternyata seorang pria keturunan Pakistan yang tinggal di London. Bagaimana deg2-annya saat memperkenalkan calonnya ke bapaknya. Bagaimana hebohnya persiapan menikah dengan WNA saat di Jogja. Dan bagaimana dia berjuang mengurus VISA supaya bisa tinggal bersama suaminya di London. Wah…. Bunda sampai geleng-geleng kepala mendengar ceritanya yang panjang dan berliku hehehe.

Setelah Bunda sholat maghrib, kami segera bersiap untuk dinner. Awalnya kita mau ngopi di Kopi Oey di Balai Pustaka. Tapi waktu itu sudah jam 18.30 dan Bunda sudah janjian sama Ayah dijemput jam 20.00, sepulang Ayah kuliah. Darpada kejauhan, akhirnya kita sepakat meluncur ke warung Mak Dower di Jalan Sunan Sedayu, Rawamangun. Letaknya di seberang BBC/Bakso Pak Jangkung, yang sudah ada sejak Bunda masih ngekos di Sunan Drajat. Dulu sebrangnya ini apotik, sekarang jadi Warung Mak Dower.

Warung Mak Dower menghadirkan nuansa warung rumahan. Piring dan gelasnya berbahan kaleng kayak jaman bunda kecil dulu, jadul lah. Tapi jadinya enak, kayak makan di rumah sendiri. Sedangkan menu yang ditawarkan cukup beragam. Ada ayam, jengkol, ikan gabus, lele, ikan cue, udang, cumi, ikan sepat yang dimasak bervariasi dan dinamai dengan nama yang lucu-lucu. Ting-ting (digoreng), ngacir (digoreng bawang), lenong (ditumis), cablak (ditumis+pete), ganjen (tumis+tahu tempe). Atas rekomendasi Layla, kami pesan ikan cue cablak, sayur asem dan tempe goreng. Di sini untuk sayur asem dan nasi nya mengambil sendiri.

Farewell-Dinner-web

Sambil mendengarkan cerita Layla, Bunda menikmati lezatnya ikan cue cablak dan sayur asem. Dasarnya Bunda suka masakan rumahan, plus laper, jadi lahap bener makannya hehehe. Cerita Layla sangat panjang. Bunda salut banget bagaimana dia stress mengurus Visa yang sempat ditolak, tapi terus memperjuangkannya sampai dapat. Bunda juga tergelak saat Layla menceritakan bagaimana dia dan suaminya saling beradaptasi. Lucu dan seru aja😀

Tak terasa waktu terus bergulir, tahu-tahu sudah jam 8 malam. Bunda sebelumnya sudah kasih tahu Ayah untuk menyusul ke Mak Dower. Tapi Ayah gak mau makan di sana, padahal Bunda sudah bilang di Mak Dower ada jengkol segala hehehe. Akhirnya Ayah cuma pesen Jus Alpukat sambil kami ngobrol dengan Layla.

Akhirnya karena waktu telah menunjukkan jam 8 malam lebih, kami menyudahi obrolan yang seru itu. Bunda mampir ke kos dulu untuk mengambil tas dan pamitan sama ibu kos. Sebelum pulang ibu kos bawain otak-otak dan kaki naga yang siap goreng. Ah…ibu..saya jadi ngerepotin nih, tapi otak2nya enak lho…dalemnya ada cabe rawitnya hehehehe.

Selamat jalan Layla. Semoga perjalanan ke London berjalan lancar. Tidak ada yang paling membahagiakan kecuali berkumpul dengan suami tercinta. Semoga kehidupanmu di London menyenangkan. Segera dikelilingi buah hati ya. Kudoakan harapanmu dan harapan suamimu untuk bisa stay di Jogja suatu saat nanti. Jangan lupa ya aktifkan kembali blog mu dan nulis yang banyak tentang kehidupan di London. Salam buat suami dan keluarganya di sana🙂

***

Setelah farewell dinner dengan Bunda hari Jum’at, hari Minggunya anak-anak kos yang lain (Ade, Tia, Shari, Tetha dan Aroem) mengadakan farewell dinner buat Layla + ngopi2 cantik Kopi Oey. Sekalian merayakan ultahnya Tetha. Bunda tampilkan foto2nya ya, yang Bunda dapat lewat group. Kangeeeen ngumpul2 lagi hehehe. Miss u gals🙂

This slideshow requires JavaScript.

6 Responses to “Farewell Dinner with Layla”

  1. Laila Qureshi said

    Waaah… BunDit sampe dapet juga foto2 ultahnya Tetha.. Kumpul2 kayak gini bakal jadi kenangan aku juga nih.. Secara udah mau meninggalkan SD 06.. sedihnyaaa…
    I m gonna miss you, Rawamangun…. (lho???) hihihii

  2. wah pasti menyenangkan sekaligus mengharuskan yah bun..farewell dengan kawan se kosan dulu…:)
    semoga suatu saat bisa reunian kembali dengan formasi yang lengkap dengan kawan kawan se kos-an nya bunda dita🙂

  3. Enno - Mama Fira said

    Jaman nge kost memang seru yah bund.. Bahagianya masih contact dengan teman-teman kost..

  4. Lidya said

    namanya unik mak dower🙂

  5. Ini namanya pertemanan bertahun2 ya Bund…moga makin erat persahabatannya ya Bundit🙂

  6. wah erat bgt pertemanannya ya Bun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: