Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Mbak Atik PulKam Lama

Posted by BunDit on January 29, 2014

Hari ini hujan deras yang tak henti-henti mengguyur wilayah jabodetabek sejak dini hari. Dan banjir terjadi dimana-mana. Dan tampaknya lebih parah daripada banjir 19-20 Januari lalu.  Alhamdulillah rumah Bunda aman dari terjangan air bah, jalanan di depan rumah cuma menggenang semata kaki dan segera surut seusai hujan reda. Namun jalanan di luar cluster, menggenang parah. Akses ke kantor susah. Tadi pagi kebetulan Bunda bareng 2 temen kantor, berangkat jam 9-an. Mobil rush pelan-pelan menerjang banjir di jalanan yang rata2 sebetis. Jalan raya bekasi lancar dan kering. Alhamdulillah akhirnya sampai juga ke kantor jam 10-an.

Kondisi rumah teman-teman hari ini bagaimana? Khususnya yang rumahnya di Bekasi? Mam Lidya, Mam Vera, mbak Orin, Mam Indah? Semoga ke depannya cuaca lebih bersahabat. Dan yang berwenang segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi banjir yang sekarang secara periodik menghantam jabodetabek, khususnya wilayah Bekasi yang sepertinya paling banyak dan paling parah. Walaupun Bunda tidak mengalami sendiri terkena banjir, namun bisa merasakan bagaimana paniknya saat air masuk ke rumah dan makin lama makin tinggi. Ditambah listrik mati. Saat air surut, mau bersih-bersih belum jelas apakah banjir akan datang lagi apa tidak. Kebayang banget capeknya. Lebih sedih lagi jika masih punya anak kecil/bayi, air bersih gak ada, penerangan juga gak ada. Duh😦. Teman kantor Bunda sebagian besar rumahnya di Bekasi dan tanggal 19-20 Januari kemarin ada yang rumahnya terendam sampai 1.5 meter. Bunda dengar ceritanya langsung teman yang terkana musibah itu, seorang Bapak yang cerita sambil sesekali mengusap airmata yang keluar dari sudut matanya. Ya Allah… Bunda kelu mendengarnya. Jadi sangat mendukung tulisan mam Indah, janganlah ditengah derita saudara2 kita yang terkena musibah, justru malah menjadikan banjir sebagai bahan lelucon di socmed.  Please be empathy… .

Semoga Allah selalu melindungi kita dan keluarga kita semua… Amin…

****

Kali ini sebenarnya Bunda mau cerita liburan ke Jogja akhir Desember 2013, namun karena ceritanya akan panjang dan akan dijadikan beberapa part, jadi baru nyicil edit-edit foto aja. Lagian habis melihat air menggenang dimana-mana, jadi kurang mood cerita liburan. Jadi sekarang mau cerita ART ajah… cerita ART kan the never ending story😀

Setelah malam tahun baru kami lewati dengan menyaksikan pesta kembang api di Kota Harapan Indah, esoknya tgl 1 Januari 2014, sepanjang hari kami habiskan di rumah kruntelan ber-3. Eh, tiba-tiba sektar jam 7 malam saat Bunda lagi nyuci piring, mbak Atik dan suaminya ujug-ujug datang ke rumah. Melihat mata mbak Atik tampak sembab, Bunda sudah mencium ada kabar kurang bagus yang akan disampaikan.

Akhirnya suaminya yang cerita, kalau sore tadi anak lelakinya yang berusia 20-an kecelakaan motor di jalan dekat rumah dan tulang keringnya retak. Dan mereka berencana akan membawanya ke Klaten, ke tukang urut yang katanya cukup terkenal. Saat itu mereka sedang menunggu anaknya yang lain dari Cianjur yang meminjam mobil bosnya untuk membawa mereka ke Klaten. Bunda mempertanyakan kenapa harus ke Klaten, kenapa gak di seputaran Jakarta. Katanya kalau di sputaran Jakarta ngurutnya kadang ala kadarnya, jadi mereka lebih mantab ke tukang urut di Klaten.

Jadi intinya suaminya meminta ijin ke Bunda supaya mbak Atik bisa mengantar anaknya ke Klaten dan merawatnya di sana. Karena untuk berobat ke klaten kan musti bolak-balik, jadi mereka akan lebih dekat bolak-balik dari rumah nya di Purworejo. Mbak Atik akan menunggui anaknya sampai sembuh, jadi pamitnya tidak bisa 1 minggu atau 2 minggu, bisa jadi 1-2 bulan. Sejenak kepala Bunda lagi nyut, kebayang gak ada ART selama itu😦

Tapi bagaimanapun, anak mbak Atik yang sedang sakit menjadi prioritas jadi Bunda tidak ada pilihan lain selain Bunda mengiyakan. Namun Bunda juga minta ketegasan bahwa setelah pulang dari kampung mbak Atik masih mau kerja, dijawab mbak Atik kalau dia masih mau balik. Ketegasan ini penting banget buat kami, untuk mencari jalan keluar saat mbak Atik gak ada.

Saat Bunda mengobrol sama suaminya itu, mbak Atik sempet ngelanjutin cuci piring, beres2 dapur dan mencuci baju serta menjemurnya!. Masya Allah… benar-benar ART yang terlalu bertanggungjawab… padahal Bunda sudah melarangnya. Sampai-sampai suamiya harus pulang duluan karena mbak Atik keukeuh menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang belum kelar. Akhirnya setelah selesai semuanya, mbak Atik pamit. Bunda mendoakan supaya anaknya cepat sembuh dan menegaskan kembali mbak Atik sepulang dari sana masih mau bekerja di rumah Bunda *teuteupppp😀

Sepulangnya mbak Atik, kepala yang tadi berasa nyut sejenak langsung jadi nyuuuuuuuut… nyutnya panjang hehehe. Langsung deh diskusi sama Ayah. Kata Ayah “Kejadian seperti ini hanya soal waktu… pasti ada masa-masanya.. jadi ya harus kita terima”. Ayah bilang akan mulai cari2 ART lagi, nanya temen, nanya saudara… nanya siapa saja yang bisa ditanyai😀.

Tapi Bunda bilang ke Ayah, karena mbak Atik masih mau kembali bekerja, walau realisanya nanti belum tahu tapi setidaknya mbak Atik bilang seperti itu, Bunda usul untuk mencari ART sementara saja. Dan Bunda langsung kepikiran sama teh Dela. Komunikasi Bunda dan teh Dela barusan terjalin lagi karena teh Dela suka nanya-nanya soal yang berhubungan dengan anak ke Bunda. Dari soal anak panas, soal ASI sampai soal MPASI karena anaknya teh Dela saat itu hampir 6 bulan.

Oh ya bagi yang belum tahu, teh Dela ini ART sebelum mbak Atik yang ngejaga Dita hampir 3,5 tahun sejak Dita usia 9 bulan. Teh Dela gak bekerja lagi di rumah bunda karena menikah dan anaknya sekarang sudah 6 bulan🙂

Esoknya tgl 2 Januari 2014 untungnya Ayah libur, kebetulan banget memang Ayah lagi menghabiskan jatah cuti, jadi seharian Ayahnya yang jagain Dita. Bunda pagi2 aja masak buat Dita. Buat Ayah mah gampang hehehe. Hari itu juga Bunda sms teh Dela untuk menjadi ART sementara menggantikan mbak Atik. Alhamdulilla, Teh Dela dengan senang hati menerima karena saat itu suaminya yang bekerja sebagai penjahit baju belum ada yang kongkon (yang nyuruh) jadi sementara belum ada kerjaan. Malamnya Bunda suruh teteh datang ke rumah untuk membicarakan teknis nya karena teh Dela kan sekarang sudah punya anak jadi di sela-sela pekerjaannya tetap harus menjaga anaknya juga.

Akhirnya disepakati pekerjaan teh Dela hanya masak+gosok. Nyuci+jemur jadi tugas Bunda, dan itu gampanglah hehehe. Sedangkan nyapu ngepel jadi tugas Ayah😀.

Pas Ayah cuti, teh Dela pagi-pagi datang ke rumah untuk masak dan gosok. Anaknya dijaga suami Teh Dela dulu. Gak ada 2 jam pekerjaan kelar, teh Dela pulang deh, Ayah tinggal jemput sekolah Dita, nyuapin dan mandiin Dita. Pas Ayah habis cutinya, pagi-pagi teh Dela datang buat masak tanpa bawa anak. Siangnya jam 12, teh Dela jemput Dita sambil bawa anaknya ke rumah. Untungnya kontrakan teh Dela dekat dengan rumah dan kalau ke rumah ngelewatin sekolah Dita yang lokasinya di seberang pintu gerbang kompleks, jadi teh Dela naik angkot, jemput Dita trus jalan kaki deh ke rumah. Deket banget. Kalau suami teh Dela lagi libur, ya diantar pake motor sama suaminya. Baru siangnya setelah Dita makan, Dita main dulu sama Mira, anaknya teh Dela. Teh Dela ngawasin sambil gosok baju. Jam 6 sore Bunda sampai rumah, teh Dela pulang dijemput suaminya🙂

Jadi kalau Bunda nyampe rumah, rumah jadi bau bayiiiii hehehe segerrr. Teh Dela cerita, Dita juga bisa ngemong dan main sama Mira, jadi disambi kerja sama teh Dela, si Mira anteng aja. Tapi Dita gak ngebolehin Bunda ngegendong Mira, pokoknya Bunda dihalang2 in hahahaha. Jealous banget😀

Teh Dela dan Almira (6m)

Teh Dela dan Almira (6m)

Alhamdulillah sudah hampir sebulan teh Dela ngebantuin Bunda ngejaga Dita dan meringankan pekerjaan rumah tangga. Dan teh Dela pun bersedia bekerja di rumah Bunda sampai mbak Atik balik dari kampung, yang waktunya hanya Tuhan dan mbak Atik yang tahu hehehe. Pertengahan Januari kemarin  Bunda sempat nelpon mbak Atik, katanya anaknya sudah di rumah Purworejo setelah 2 minggu bolak balik ke Klaten untuk berobat. Alhamdulillah, katanya kondisinya sudah mendingan. Tapi mbak Atik belum bisa ninggalin, karena masih harus membantu anaknya kalau pipis dan BAB karena belum bisa melakukannya sendiri. Memang kasih ibu itu sepanjang masa ya🙂

Mbak Atik bilang kemungkinan 1 bulan lagi setelah anaknya benar-benar bisa jalan dan bisa melakukannya sendiri, mbak Atik baru balik ke Bekasi. Selama teh Dela masih mau membantu pun, Bunda merasa tenang. Semoga saja anaknya mbak Atik cepat sembuh dan mbak Atik bisa segera balik bekerja ke rumah. Amin🙂

9 Responses to “Mbak Atik PulKam Lama”

  1. fitri2boys said

    Teh Dela pengertian juga ya BUnda..baik mau nolongin ya..

    Mudah2an teman2 di Bekasi rumahnya pda gak banjir ya..

  2. semoga baik baik bun dan mbak atik bisa balik ketempat bunda dita secepatnya…masyallah yah karena hubungan baik teh della dan keluarga bunda dita jadi bisa “dijagakne” kalo ada urgent case kayak gini yah bu…:)

  3. dunia ART tiada tara tak kan pernah berakhir bund…
    Puji Tuhan selalu diberi jalan keluar yang top markotop

    kakak dita jadi punya temen main ya….

  4. Lidya said

    Allhamdulillah ada yang jagain Dita ya bun. Terima kasih atas perhatiannya ya bun sempat bbm aku

  5. IndKur said

    Alhamdulillah BunDit, di kompleks gak banjir. Kayaknya developer udah antisipasi dengan bangun tanggul yang lebih kuat dan siapin pompa.
    BunDit beruntung banget ya. Kalo gak salah, dulu waktu Teh Della pulkam lama juga digantiin Teh Euis kan ya ?

  6. […] Mbak Atik PulKam Lama […]

  7. […] Bunda pernah cerita, saat mbak Atik pulkam lama, teh Dela, ART sebelum mbak Atik ngegantiin sementara. Dan karena teh Dela punya bayi, jadi ya pas […]

  8. […] semenjak Dita umur 1 th. Katanya teh Dela suka memperlihatkan foto-foto Dita ke dia. Dan kalau pas kerja sementara ke rumah Bunda, ke mama Feby ini teh Dela menitipkan Mira, anaknya untuk […]

  9. […] yang mengharuskan pulang kampung. Kalau ini terjadi, wah bisa ribet urusannya. Jangan sampai mbak Atik pulkam lama seperti akhir tahun 2013 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: