Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Imunisasi Booster (Polio & DTP)

Posted by BunDit on September 23, 2013

Saat Dita memasuki usia 5 tahun, Bunda langsung mengecek lagi jadwal imunisasi Dita. Terakhir kali Dita imunisasi di usia 2y10m yaitu untuk imunisasi Hepatitis A yang ke-2. Setelah itu Bunda selalu mengingat bahwa usia 5 tahun ada imunisasi ulangan (booster). Dan di usia 5 tahun ini, Dita harus imunisasi Polio dan DTP yang ke 5, MMR (yang ke-2/terakhir) dan Tifoid (Ulangan tiap 3 tahun). Untuk MMR bisa dilakukan di usia 5-6 tahun.

Akhirnya tanggal 17 September 2013, di usianya 5y2m, Bunda bawa Dita ke RS. THB untuk imunisasi ulangan Polio dan DTP. Kebetulan ada DSA langganan sejak Dita bayi yaitu Dr. Tommy.  Awalnya mau sekalian simultan dengan Tifoid, tapi Bunda masih gak tega. Padahal lebih efektif kalau imunisasi simultan, tidak bolak balik.

Kemarin itu Dita tahunya hanya akan ditimbang berat badannya. Bunda sengaja gak bilang kalau mau disuntik, jadi anaknya nyantai saja. Saat disuruh tiduran, manut. Saat disuruh buka mulutnya untuk ditetesi vaksin Polio secara oral, Dita masih tenang. Naaah giliran dokternya pegang suntikan, Dita langsung meronta dan nangis. Untung proses menyuntiknya cepet jadi aman hehe.

Oh ya sekilas mengenai imunisasi DTP (Difteri, Tetatus, Pertusis). Di Jadwal Imunisasi IDAI 2011, di bagian bawah terdapat catatan bahwa untuk imunisasi DTP ini dapat diberikan vaksin DTaP atau DTwP.  Apa bedanya? Bunda kutip sebagian tulisan mengenai DTP ini, yang Bunda dapat dari berbagai sumber di internet :

DTwP singkatan dari Diphtheria, Tetanus and whole-cell Pertussis yaitu vaksin pertusis yang digabung dengan vaksin toksoid difteri dan vaksin toksoid tetanus (1948). Ternyata dalam jenis whole  cell vaksin itu masih mengandung semua komponen protein dari bakteri bordetella yang mungkin bersifat alergen terhadap sistim imunologi tubuh, sehingga setelah diimunisasii dengan vaksin jenis yang whole cell ini akan terjadi reaksi samping yang tidak kita inginkan, misalnya demam yang sedang hingga cukup tinggi, reaksi merah dan bengkak ditempat suntikan, sehingga mengganggu aktifitas bayi, bayi menjadi cengeng, menangis sulit berhenti, dan lain-lain.

Pada akhir tahun 1970an, ilmuwan Sato dan kawan berhasil membuat bahan kuman yang dimurnikan, dan pada tahun 1996, kita mulai mengenal adanya vaksin pertusis jenis acellular yaitu DTaP (Diphtheria, Tetanus, acellular Pertussis), yang dipercaya akan memiliki sifat imunogenik yang sama baiknya dengan yang jenis whole cell, namun dengan efek samping yang jauh lebih sedikit dari yang jenis whole cell vaksin ini.

Intinya vaksin DTwP dan DTaP sama efektifnya, hanya berbeda dalam hal efek samping yang lebih minimal pada jenis acellular. Istilah awamnya kalau vaksin DTwP itu vaksin yang pakai panas, kalau DTap yang tidak panas maksudnya yang tidak menyebabkan badan anak menjadi panas. Harga DTap jauh lebih mahal dari DTwP.

Karena dari awal Dita selalu divaksin dengan DTaP, jadi kemarinpun diberikan DTaP. Alhamdulillah, setelah diimunisasi, badan Dita tidak panas, hanya mengeluh pahanya pegel dibagian yang disuntik. Sampai-sampai tidak mau dilepas plesternya saking takutnya. Katanya “Kan nanti lama-lama plesternya lepas sendiri bun…”. hahahaha. AKhirnya Bunda bilang “Plester tidak akan lepas kalau tidak dilepas, gak sakit kok kalau dilepas sama Bunda…”. Akhirnya Dita mau. Tapi saat plester dilepas Dita nangis sambil teriak ‘Bundaaa…. ampuuun…”. Halah kayak diapain aja😀

Jadi mikir nih, bagaimana nanti mau imunisasi booster yang lainnya ya? Dalam waktu dekat harus booster Tifoid dan nanti di usia 6th, booster MMR. Dita takut banget disuntik. Yaaaa…. nurun Bundanya waktu masih kecil sih😉. Yaaa.. nanti deh, dicari caranya supaya Dita berani. Kalau sedah begini, memang lebih enak simultan ya ?🙂

Supaya selalu ingat jadwal Imunisasi ita, Bunda buatlah rangkumannya seperti dibawah ini. Cell yang berwarna merah artinya belum teralisasi dan harus di plan untuk imunisasi :

Jadwal Imunisasi IDAI 2011 vs Realisasi Imunisasi Dita

Catatan :

* Imunisasi PCV : saat itu Bunda memutuskan tidak memberikannya.

* Imunisasi Rotavirus : Dulu saat Dita lahir tahun 2008, belum ada jadwal imunisasi ini.

* Imunisasi Influenza : Baru sekali saat Dita usia 1y7m, setelah itu setiap kali mau mengulang pas tidak ada stock, jadi tidak rutin setiap tahun.

Semoga dengan imunisasi ini, tubuhmu selalu sehat ya nak. Memang sih tidak menjamin 100% tidak terkena penyakit, tapi setidaknya sudah memiliki tamengnya. Amin🙂

6 Responses to “Imunisasi Booster (Polio & DTP)”

  1. wah jadi ingat kinan belom terealisasi yang tifoid…terus ada ulangan yang hepatitis A nya januari tahun depan…suka maju mundur mau mengimunisasikan kinan yang nggak wajib karena baca baca ini itu…tapi akhirnya bismillah..seperti saat SMS bunda dita dulu…:) thanks yah bunda dita atas pencerahannya…memotivasi juga untuk rajin Imunisasi buat kinan

    Informasi Pro Kontra memang never ending, jadi sukan bikin ragu ya ma. Bagi saya Insya Allah aman🙂

  2. D I J A said

    Tante Elsa : aku termasuk yang maju mundur itu Mama Kinan…. gak kayak Bunda Dita yang maju tak gentar, aku kebanyakan mundurnya….
    kayaknya harus lebih banyak baca lagi deh

    Imunisasi saat ini memang masih Pro Kontra. Tergantung kita sih, mantab dengan pilihan yang mana🙂

  3. PcV juga saya belum BunDit. Dita takut disuntik juga ya..samaan nih Dita sama Ibu 3boys.

    Saya sekarang juga masih takut di suntik bu😀

  4. Orin said

    Huwahhh…sampe dibuat tabelnya Bun, hebaaaatt. tapi ya daripada lupa ya he he.
    Semoga Dita sehat selalu ya Bun😉

    Hehehe saya kan termasuk pelupa mbak, jadi harus bikin sesuatu untuk mengingatkan. Btw, gimana kemarin? Jadi beli taneman di deket Pasar Family?🙂

  5. Lidya said

    Pascal sudah imunisasi nanti nunggu umur 10 tahun. Kangen nih berkunjung ke blognya bundit

    Iya munisasi Pascal sudah lengkap semua ya ma. Sipp. Semoga anak2 kita selalu sehat ya ma. Amin🙂. Saya juga kangen euy sama mam Lidya, baru tahu kalau mam Lidya barusan dirawat di RS. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan yang baik ya ma. Amin🙂

  6. Jadwal imunisasi Raja aku taro di blog dalam page tersendiri bund, jadi bisa dibuka kapan aja kalo mo ngecek jadwalnya. Tapi umur segini sih termasuk umur tenangm karena imunisasi lanjutannya nanti setelah 5 tahun… Kepikiran juga nih, kira2 kalo nanti disuntik Raja bakal takut apa gak ya😀

    Sama ma, imunisasi Dita juga kutaruh di page di blog. Tapi tetep kalau lupa yang gak buka page nya hehehe. Anak makin besar kan makin ngerti, jadi justru malah lebih susah diajak ke rumah sakit nih. Semoga Raja sih berani ma🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: