Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

@Bumbu Desa KHI (2nd)

Posted by BunDit on September 20, 2013

Hari Minggu, 15 September 2013, karena ada beberapa stock keperluan rumah tangga yang habis, Bunda mengajak Ayah berbelanja ke Carrefour. Padahal, sehari sebelumnya Bunda dan Dita kan ke sana saat Dita mengikuti lomba mewarnai. Sekitar jam setengah 11, meluncurlah kami ke sana. Dita nunjukin ke Ayah dimana tempat dia lomba mewarnai dan nunjukin Bakso Afung tempat dia makan siang dan main sama teman-temannya. Seusai berbelanja, Dita tidak main ke Fun World nya, karena Bunda bilang akan makan siang ke Bumbu Desa lagi dan disana bisa memberi makan ikan. Dita sudah semangat banget.

Ya, baru 3 minggu lalu kami lunch di Bumbu Desa KHI, kemarin Minggu kami memutuskan makan lagi di sana. Habis makanan dan suasana tempat makannya enak sih, jadi bikin nagih. Apalagi memang Dita pengin mengulang memberi makan ikan di sana.

Sampai di sana, Bunda langsung bilang ke pelayannya untuk memilih tempat di saung yang bawahnya kolam. Tapi lagi-lagi dibilang saung kolam ikan penuh, bahkan saung rumput pun juga gak ada dan kami dipersilakan untuk ke ruangan indoor saja. Ah…gak seru lah. Bunda bilang “Kami ke sini pengin makan di saung, kalau gak ada saung yang kosong, kami tidak jadi makan disini…”. Dibilang begitu, pelayan yang jaga menyuruh temannya untuk mengecek, ternyata masih ada 1 saung rumput yang available. Tuh kan ada. Sepertinya sih mereka akan memberikan tempat di ruangan dulu karena mungkin saung itu banyak peminatnya. Dan Bunda rasa, kalau hanya ber-3, akan susah mendapat saung di atas kolam, karena ukuran saung di sana lumayan besar, untuk kapasitas 6-10 orang. Yo wis lah, yang penting di saung. Alhamdulillah kami mendapat saung G, yang berbagi saung dengan H & I.  Jadi saung rumput di sana ada 2. Saung A-F dan saung G-I. Jadi kalau bisa pilih, enakan saung A atau F atau G atau I, karena tempatnya di pinggir, jadi lebih leluasa lah🙂

Seperti biasa, kami langsung memilih makanan. Ayah lagi-lagi pesen semur jengkol ditambah pepes ikan peda. Dita juga lagi-lagi minta udang goreng tepung. Bunda sendiri pesan sayur bunga pepaya dan bakwan jagung+tempe mendoan. Untuk nasinya, nasi merah buat Bunda, nasi putih buat Ayah dan Dita. Hmm…lagi-lagi pesanan kami sangat minimalis hehehe. Setelah mengambil lalapan plus sambel dengan suka-suka, kami menuju saung G. Dita langsung deh, numpukin alas duduk buat mainan😀

Tak lama pesanan kami datang dan tanpa dikomando langsung kami santap. Sayur bunga pepayanya walau porsinya mungil, tapi uenaak. Sedangkan pepes ikan pedanya, menurut Ayah dan Bunda, rasanya terlalu uasin. Nah.. kalau semur jengkolnya jangan ditanya deh rasanya😀

BumbuDesa1-2nd-web

Selepas Dita selesai makan, Bunda menghabiskan makan Bunda yang masih ada, maklum Bunda makan sambil nyuapin Dita. Ayah dan Dita ke kasir buat beli makan ikan. Daaan sayang seribu sayang, waktu itu makanan ikannya habis. Yaaaa… Dita tampak kecewa banget. Dita langsung diajak Ayah mengelilingi area Bumbu Desa. Karena tempatnya cukup luas, Dita bisa lari-larian bebas. Ya meski kecewa, Dita kelihatan tetap ceria🙂

BumbuDesa2-2nd-web

BumbuDesa3-2nd-web

Setelah puas lari-larian dan jumpalitan di saung, Bunda membayar di kasir dan pulanglah kami. Saat menuju parkiran, Bunda baru memperhatikan dengan sekasama papan yang dipasang di salah satu dinding. Papan tersebut menampilkan history Bumbu Desa yang lahir di Bandung tanggal 18 September 2004. Hmmm barusan ultah ke-9 dong ya. Saat lihat-lihat blognya, ternyata Bumbu Desa sudah ada cabangnya di Malaysia dan Canada. Sedangkan Bumbu Desa di Kota Harapan Indah, seperti di sebutkan di webnya merupakan salah satu gerai dengan kapasitas tampung tamu yang paling banyak dan luas area yang paling besar dengan kapasitas kursi sampai 500, wow🙂

Suatu saat kalau dik Tantri sekeluarga main ke Bekasi, pengin deh ngajak ke Bumbu Desa. Walau Bumbu Desa pusatnya di Bandung, kan gak papa orang Bandung makannya di Bekasi hehe. Pasti seru lah makan ramai-ramai di sana dan tentu saja  Dita makin bersemangat memberi makan ikan jika ditemani sepupunya, Titha dan Talitha. Ayooo dik Tantri dan dik Tito, kapan main ke Bekasi. Btw, ntar kalau makan di Bumbu Desa lagi, Bunda mau bawa makanan ikan sendiri aja deh, takut kehabisan lagi hehehe😀

One Response to “@Bumbu Desa KHI (2nd)”

  1. Wah ini tulisan bumbu desa yang kedua yah bun..bener2 membuat happy jadi balik lagi yah bun..:) aku terus terang belom pernah masuk ke bumbu desa kayaknya di batam juga udah ada…ke KL kemarin di suriah Mall juga lihat tapi karena kita pingin masakan khas malaysia jadi nggak ke situ, dan lagi saat itu belom buka bukanya jam 11 waktu KL sedangkan kita udah dari jam setengah sepuluh disitu…saat menunggu petrosain buka..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: