Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

[Review Buku] Cerita Di Balik Noda : Generasi Berani Kotor

Posted by BunDit on April 10, 2013

Awalnya saya tidak kepikiran untuk mereview buku “Cerita di Balik Noda”. Namun hari Jum’at minggu lalu, mendadak saya mendapat pesan melalui whatsapp dari Mbak Orin, menawarkan kiriman buku “Cerita d Balik Noda”, namun saya harus bersedia mereviewnya di blog. Tantangan saya terima. Saat itu juga saya langsung register menjadi member KEB (Kumpulan Emak Blogger) lewat Page Facebook nya. Rinso Indonesia, pencetus ide diterbitkannya buku “Cerita di Balik Noda” ini bekerjasama dengan KEB untuk mengadakan ajang review buku tersebut

Di sana saya memperkenalkan diri dan menyinggung soal review buku ini. Ditanggapi oleh beberapa teman blogger yang saya kenal sebelumnya : mbak Orin, Mama Lidya, Mama Vera dan Bunda Myra. Dari sana saya menerima bbm mama Lidya, ditawarin softcopy buku “Cerita di Balik Noda” dalam bentuk pdf, katanya biar saya bisa nyicil membacanya sebelum buku hardcopy saya terima. Langsung saya terima tawaran mama Lidya. Baik bener nih mama satu ini. Thanks ya ma🙂. Akhirnya saya mulai nyicil membaca karena ketar ketir juga bukunya sampai hari Selasa kemarin belum sampai, padahal due date nya Rabu, 10 April. Lumayan lah di jeda pekerjaan saya meluangkan waktu membacanya, karena dalam format pdf jadinya saya tetap di depan komputer, masih keliatan sibuk bekerja lah wkwkwkwwk:mrgreen:. Buku hardcopy “Cerita di Balik Noda” baru saya terima Selasa malam, ketemuan dengan mbak Orin di cafe Rumahku, Harapan Indah. Thanks ya mbak Orin🙂

******

Buku-Cerita-DiBalik-Noda

Judul Buku : Cerita Di Balik Noda, 42 kisah inspirasi jiwa
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPU)
Tahun Cetak : Cetakan pertama, Januari 2013
Tebal : 235 halaman
Dimensi : 13,5 x 20 cm
No ISBN : 978-979-91-0525-7
****

Buku “Cerita di Balik Noda” berisi 42 cerita yang mengedepankan tema bahwa kotor itu baik. 38 kisah dari cerita tersebut awalnya ditulis oleh peserta lomba menulis dengan tema seperti judul buku “Cerita di Balik Noda” yang digelar oleh Rinso Indonesia melalui media Facebook. Fira Basuki kemudian mengembangkan cerita tersebut, bahkan ikut menyumbang 4 tulisannya dengan tema yang sama sehingga menjadi sebuah buku berisi 42 kisah penuh inspirasi.

Kalau bicara kata “noda” yang terlintas dipikiran adalah kotor, jorok, bau. Namun noda di sini tidak hanya identik dengan sesuatu yang terlihat seperti lumpur, sampah, tinta dan lain-lain tapi bisa juga sesuatu yang invisible seperti hati yang diliputi kesedihan atau luka yang datangnya tidak diharapkan. Dan meski “noda” yang mengotori tubuh/baju serta hati kita harus dienyahkan, tapi bukan berarti terkena “noda” selalu berakibat buruk. Sering kali justru bergelut dengan “noda” akan membuat kita bisa belajar banyak hal dan tercerahkan. Hati kita yang terkena cipratan “noda” membuat kita bisa bangkit dari keterpurukan dan memetik banyak hikmah dari sana. Ya, berani kotor itu baik, dalam makna yang positif.

Dari 42 kisah yang mendapat sentuhan Fira Basuki memang terkemas cukup apik. Sebagian besar menceritakan noda yang terlihat dalam keseharian seperti terkena lumpur (Like Father Like Son), sampah (Siluman Tikus), ketumpahan kue (Kado Ulang Tahun), terkena darah (Foto) dan tinta (Baju Boneka). Kisahnya memang beragam dan banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari kisah tersebut.

Beberapa kisah mengajarkan tanggung jawab pada anak seperti kisah Di Antara Sampah, Innez (12th) berjalan kurang hati-hati sehingga menabrak tukang sampah yang sedang makan sehingga nasi bungkus jatuh dan kuah makanan mengotori kaosnya. Untuk menebusnya Innez mengganti makanannya dan selagi tukang sampah makan, Innez membantu menyapu sampah. Banyak pula kisah yang mengajarkan kebaikan diantaranya di Untuk Bu Guru, Tesla mengkoordinir teman-temannya membantu membersihkan rumah Ibu Guru nya yang sakit. Ada juga Farhan yang bersedia berkotor-kotor ria membantu korban banjir (Nasi Bungkus Cinta).

Satu yang seru ada dalam kisah dimana orang tua justru belajar ketulusan dan kebaikan dari anaknya. Imlek Buat Lela mengisahkan Gwenn mengumpukan uang Angpau yang diterimanya saat Imlek untuk membeli sepeda buat Lela, anak ART yang bekerja di rumahnya. Saat ibunya menyarankan supaya Gwenn memakai sepeda baru dan memberi sepeda bekasnya saja ke Lela, Gwenn menolak dengan bilang “Masa kasih orang yang Bekas”.

Dan berkotor-kotor itu ternyata bisa membuat anak kreatif seperti di kisah Batik Kreasi Ivan dimana Ivan dan kawan–kawannya menciptakan desain batik dari dedaunan yang disebarkan di atas baju dan dipukul-pukul. Juga kisah Baju Kreatif yang mengolah sampah menjadi sebuah karya yang mengagumkan serta kreatifitas membuat mobil-mobilan dari botol air mineral yang terpapar dalam kisah Mobil-mobilan Si Panjul. Selain kreatif berani kotor juga bisa menjadi langkah untuk menyalurkan bakat. Nisa membuktikan walau masih kecil bisa menjadi juru masak yang hebat dalam kisah Koki Cilik. Juga Anggel dalam kisah Garuda di Dada Kiriku yang menjadi pemenang lomba karate karena semangat berlatih dan tentu saja tidak takut bajunya kotor oleh keringat.

Kisah yang paling lucu berjudul Harta Sebenarnya. Dalam kisah ini seorang kakek menciptakan permainan buat cucunya untuk mencari sandal kakek yang hilang dalam kubangan lumpur. Cucunya yang sebelumnya jijik bergelut dengan lumpur, tertawa gembira dan sangat menikmati permainannya. Ternyata permainan itu akal-akalan kakek karena tidak ada sandal yang hilang. Namun semuanya tetap bahagia dan mendapat pelajaran berharga dari petuah sang kakek.

Dan cerita yang menurut saya paling menyentuh adalah Sarung Ayah. Kisah yang merupakan ide dari Fira Basuki sendiri. Kisah keterpurukan Hani, seorang istri pasca kematian suaminya. Sang Istri begitu terpukul dan melewati hari-harinya dengan mengurung diri di kamar untuk menumpahkan airmata kesedihan. Dia bahkan sampai melupakan sejenak Dewi, anak semata wayangnya, yang dianggap tetap bisa ceria setelah Ayahnya tiada. Hani tidak tahu bahwa ternyata Dewi pun menanggung kesedihan yang teramat sangat dan setiap malam menciumi sarung ayahnya untuk menemani tidur. Setelah menyadarinya, Hani mulai pelan-pelan mulai bisa bangkit dari keterpurukan. Hani pun menyuruh ART nya untuk mencuci sarung suaminya dan sprei serta sarung bantal di kamarnya yang telah ternodai air mata kesedihan. Sarung suaminya kembali menjadi bersih dan wangi, hatinya pun kembali cerah dan bersemangat untuk melanjutkan hidupnya bersama Dewi.

Saya membaca tuntas seluruh kisah di buku ini, separonya lebih dalam 1 hari yang sama saat jam istirahat kantor. Terus terang memang agak membosankan karena memang kisahnya bertema sama jadi alur ceritanya mirip sehingga agak monoton. Jika membacanya bertahap, saya rasa akan lebih nyaman. Namun, secara keseluruhan 42 kisah “Cerita di Balik Noda” ini sarat dengan hikmah, pelajaran berharga dan sangat menginspirasi pembaca, terutama para ibu. Berani kotor tidak selamanya bermakna negatif. Dengan berani kotor, kita bisa berbuat kebaikan untuk orang lain, bisa menjadi kreatif, bisa menyalurkan bakat dan pastinya bisa belajar banyak hal positif. Jadi, yuk kita dukung generasi berani kotor. Karena kotor itu baik.

Postingan review Buku Cerita Di Balik Noda dan Berani Kotor itu Baik ini diikut sertakan dalam  Kontes Ngeblog Review Buku “Cerita Di Balik Noda” 15 Maret 2013 – 10 April 2013 yang di selenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB).
logokeb2013small

8 Responses to “[Review Buku] Cerita Di Balik Noda : Generasi Berani Kotor”

  1. Lidya said

    Karena kontes jadi bisa membaca cepat ya bun🙂 semoha sukses dengan kontes reviewnya bun.

  2. waduh kemana saja saiya…duh udah jarang bisa ikutan kontes kontesan sama bw…ketinggalan berita nieh bun..:)
    semoga sukses review nya bun..:)

  3. semoga menang ya bun, reviewnya bagus… hasil review saya semrawut soale masih belajar nge review….hehe

  4. Orin said

    sampe jaket Dita ketinggalan segala ya Bun hihihihi.
    Semoga menang ya, perjuangannya kan udah oke bgt untuk buat review ini😉

  5. Good luck reviewnya bun..

  6. Semoga sukses ngontesnya ya Bun🙂

  7. semoga menang ya, Mbak

  8. […] Bunda mau ngereview buku Cerita di Balik Noda, Bunda dapet bukunya dari mbak Orin. Awalnya kirain di kirim ke alamat rumah, ternyata dikirim ke […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: