Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

TIGA Nama Untuk ARITA

Posted by BunDit on March 22, 2013

Bunda adalah anak ke-2 dari TIGA bersaudara. Kakak Bunda, mas Agus lahir 1 tahun 3 bulan lebih dulu dari Bunda. Berdasarkan cerita Bapak Ibu, kelahiran Bunda sebenarnya tidak begitu diharapkan, karena jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan mas Agus. Bahkan menurut pengakuan ibu, Bunda sempat mau digugurkan saat masih dalam kandungan, dengan meminum jamu2 an. Alasannya waktu itu adalah ekonomi keluarga muda Bapak Ibu yang belum siap untuk memiliki anak ke-2. Bunda diceritain kenyataan ini saat sudah bekerja dan merantau ke Jakarta. Reaksi Bunda saat mendengarnya, awalnya kaget dan kecewa tapi akhirnya bisa mengerti alasan yang dikemukakan ibu.

Namun memang Allah berkehendak lain, meski sudah dicoba untuk digugurkan, Bunda dalam kandungan tetap tumbuh. Makanya ibu cerita, saat lahir cenger, ibu langsung buru-buru melihat Bunda bayi. Suster sampai nanya. Ibu beralasan ingin melihat jenis kelamin anak ke-2 nya, padahal alasan sebenarnya, ibu mau mengecek apakah fisik Bunda lengkap setelah terkontaminasi jejamuan yang sempat dikonsumsi ibu untuk menghalangi kehadiran Bunda ke dunia. Ibu lega, anak ke-2 nya lahir sehat dan sempurna. Setelah dewasa, yaaaa… jadinya begini deh….bandel sedikit lah, waktu orok aja sudah berani ngelawan jamu😀. Yang jelas, ibu sudah menyesali niat menggugurkan Bunda dulu dan sangat bersyukur Bunda bisa hidup sampai setua sebesar ini dan telah memberikan seorang cucu yang cantik, Dita😉.

Setelah Bunda berumur 3 tahunan, ibu hamil lagi. Sebenarnya sih Bapak dan Ibu inginnya punya 2 anak saja. Tapi karena dikasih rejeki lagi, kehamilan ke 3 diterima dengan hati lapang. Maka kelahiran dik Tantri yang berjarak 4 tahun dengan Bunda, membuat kami menjadi TIGA bersaudara sampai sekarang.

Kami ber-TIGA bisa dibilang cukup rukun. Jarak umur Bunda dan mas Agus yang hanya 1 tahunan membuat kami menjadi teman bermain sehari-hari. Main layangan, main neker (kelereng), main benthik, trus yang paling horor kami pernah uji coba apakah kucing bisa berenang, yang sukses membuat si kucing mati kaku karena tenggelam di air – duuuh maafkan kami ya cing😦. Dan satu pengalaman Bunda dan mas Agus yang tak terlupakan adalah saat Bunda masih TK nol kecil dan mas Agus masih TK nol besar. Kami berdua ngelayap main berdua sampai jauh dari rumah, saat masih di jalan tiba-tiba hujan deras. Bunda dan mas Agus panik setengah mati akhirnya menangis di pinggir jalan. Kami bingung berada dimana, padahal kalau diingat2 saat itu ada di sekitar daerah sekolah TK kami. Untungnya ada yang melihat dan mengenali kami sebagai murid TK Marsudirini Jogokaryan. Karena kami tidak bisa menjelaskan alamat rumah kami, akhirnya kami di antar ke rumah ibu guru kami, bu Sukir di Mangkuyudan. Dan bersama ibu guru, kami di antar ke rumah kami di Mantrijeron. Bagi orang Jogja akan tahu lah, bagaimana kami muter-muter, ditemukan di Jogokaryan, ke Mangkuyudan dulu baru ke Mantrijeron, pdhal rumah kami itu tak jauh dari Jogokaryan😀. Ibu yang was2 ke-2 anaknya menghilang, sudah menunggu di mulut gang sambil memegang payung dibawah guyuran hujan dengan wajah panik. maafkan kami ya bu….

Kalau dengan dik Tantri, karena jaraknya cukup jauh, ya Bunda dan mas Agus lebih ngemong lah. Paling seru itu kalau ada yang mengantar bancakan (nasi kotak hajatan) ke rumah kami. Ibu selalu membaginya buat kami dengan sangat adil. Semua lauk dibagi TIGA, dari telur, ayam, perkedel, bihun dll. Perkedel yang cuma sak-umlik pun di bagi TIGA bagian, kebayang kan kecilnya. Tapi saat itu rasanya berasa nikmaaaat sekali, walaupun yang dimakan cuma porsi kecil. Waktu Bunda dan mas Agus sudah merantau ke Jakarta, dik Tantri pernah cerita, dapat bancakan dan dia terpaksa menghabiskan sendiri. Walau semua lauk bisa disantap sendiri, rasanya tidak selezat dan seseru kalau dibagi berTIGA hehehe. JAdi sebenarnya kenikmaan makan memang bukan terletak seberapa banyak yang dimakan, tapi kebersamaan saat makan itulah yang membuat acara makan jadi nikmat.

Setelah ibu pensiun, ibu ingin mempunyai rumah makan di Parangtritis. Ibu berharap pulang dan menghabiskan masa tua berkumpul dengan saudara-saudaranya di daerah asal ibu itu. Alhamdulillah, dengan sedikit tabungan selama bekerja di Jakarta, Bunda bisa membantu ibu mewujudkan impian itu. Sebuah rumah tinggal sekaligus sebagai rumah makan keluarga kami yang berdekatan dengan rumah keluarga ibu di Parangtritis. Saat hendak memberi nama rumah makan itu, ibu minta ide ke Bunda. Bunda jadi berpikir. Kalau Bunda perhatikan, rata-rata hampir semua rumah makan/penginapan di Parangtritis diberi nama orang. Seperti Hotel & RM Widodo, pemiliknya bernama Widodo, adik kandung Ibu. RM & Penginapan Lukito, yang ini milik Pak De Lukito, kakak ipar Ibu. Rumah Makan Pinky, naaah yang ini kepunyaan sepupu Bunda yang anak sulungnya bernama Pinky. Bunda mikir, nama Bapak/Ibu sepertinya kok gak pas dipakai buat nama usaha begitu ya. Trus kalau dinamai dengan salah satu dari TIGA anak Bapak/Ibu kok gak fair, ntar ada yang protes lagi hehe. Akhirnya munculah nama ARITA, singkatan dari Agus, RIrin, TAntri. Adil kan?. Usul Bunda disetujui oleh Ibu, maka resmilah nama ARITA dipakai sebagai Penginapan dan Rumah Makan keluarga kami di Parangtritis sampai sekarang.

ARITA-Web

ARITA adalah salah satu bentuk kebersamaan dan kekompakan kami, TIGA bersaudara, Agus, Ririn dan Tantri. Walau sekarang kami berjauhan tempat tinggal, Bunda di Bekasi, mas Agus di Jakarta dan dik Tantri di Bandung, tapi tujuan mudik kami kalau ke Jogja cuma 1,  selalu ke ARITA🙂

****

Syukuran Rame2

“POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME MAMA CALVIN, LITTLE DIJA DAN ACACICU

22 Responses to “TIGA Nama Untuk ARITA”

  1. Subhanallah…jadi begitu ya ceritanya waktu BunDit di dalam kandungan Yangti Dita? Alhamdulilah gak kenapa2 yaaa…

    Selamat ngontes Bun🙂

    Hehehe iya bun, ceritanya horor ya.. Alhamdulillah saya terlahir sehat. Bunda Dwi juga ikut ngontes kan, selamat ngontes juga ya bun🙂

  2. monda said

    kalau ada rejeki main ke Parangtritis pengen cari Arita aaah…

    Silakan kak, ARITA rumah makan yang sederhana…tapi soal rasa masakan dijamin oke lah *promosi😀

  3. ~Amela~ said

    di parangtritis ya.. aku belum pernah diajakin ke sana nih sama suami..
    moga2 kalau ada rezeki pulang ke jogja bisa nyobain gulai kepiting di arita

    Ayo ke ARITA, menunya beragam kok hehe. Btw, suami?? barusan menikah ya?? Selamat ya…maaf lama gak mampir ke blognya mbak Amel🙂

  4. Lidya said

    Singkatan yang unik dan Bagus bun. Ini pasti postingan terjadwal ya hehehe soalnya belum terdaftar. Tapi teirma kasih ya atas partisipasinya

    Iya terjadwal ma, jam 1 dinihari hehehe. Kalau enggak begitu sampai kantor trus ada kerjaan bisa lupa hehehe

  5. wah bunda mantap….udah ada ide dan langsung posting…ini lagi nggak ada ide dan dipabrik yang aduhaiiiiiiiiii…lagi sudah tidak terlalu lucu saking umpuk umpukkan…..bikin nggak bersemangat untuk ngeblog….hiks…
    semoga nanti disela sela pikiran yang terbagi ada ide untuk meramaikan hajatan mbak lidya, mbak elsa dan mas bro..sukses kontesnya bun…
    semoga arita makin jaya..pensaran nieh…:)

    Heheheh waktu membaca ketentuan kontes mam Lidya..langsung kebayang ARITA. Jadi hari Rabu langsung saya tulis dan saya jadwalin tayang hari ini. Hari ini melengkapi hal2 untuk persiapan audit minggu depan nih…jadi takutnya sudah gak sempet nulis lagi. Semoga idenya segera muncul ya ma🙂

  6. niauly said

    wahh asyik nech kalo jalan2 ke jogja nanti bisa nginep di ARITA…..mudah2an aku bisa ke jogja…cita2 yg belum terwujud hehehe….

    met ngontes bun….smoga menang…

    Silakan ma, ditunggu🙂

  7. D I J A said

    hehehe kok bisa berhubungan gitu yaa…. namanya sama arita.
    oh ya , kata tante Elsa…. ketiganya punya senyum yang sama persis

    Karena dihubungkan mbak makanya punya hubungan hehehe😀 *sepertinya mbak Elsa gak baca tuntas tulisannya nih hehehe piss..😛

  8. tantri said

    Duh, mata sempet berkaca kaca waktu baca cerita tentang bancakan, telurnya dibagi tiga, kalo kuning telurnya ga ditengah, mesti ribut…. Indahnya masa kecil walau serba terbatas…. Semua pantas disyukuri… Hiks

    Heheheh iyo, aku juga meh nangis tapi yo sambil senyum2 nulis ttg bancakan itu. Kadang dalam keterbatasan itu tetap seru ya, bagaimana kita menjalaninya saja. Kalau telurnya dapat satu-satu kan malah mbleneg😀

  9. vera said

    Pernah baca tentang nama Arita ini di postingan dahulu🙂 kompak terus ya bertiga, aku juga sama adik-adik alhamdulilah kompak terus.

    Kejadian bundit yang mau digugurin ampir sama ama suami, dia juga dulu begitu katanya, alesannya ekonomi. Alhamdulilah ya sehat2 ga kekurangan satupun, malah mungkin dg kelahirannya, rejeki ortu membaik

    Wah..saya senasib dong sama papanya Azka-Alisha hehehe. Ya tapi itu masa lalu ya ma… gak usah dipermasalahkan…toh saya atau suaminya dalam keadaan sehat sampai sekarang🙂

  10. Agus Dewanto said

    Ada yang terlewat diceritain tuh …🙂 . Waktu Ibu menunggu di pinggir jalan bawa payung di hari hujan waktu itu, Ibu sedang mengandung Dik Tantri.

    Kalau masalah bagi-bagi makanan, ada tips yang boleh ditiru : supaya adil, siapa yang membagi, tidak boleh memilih duluan lauk yang dibagi. Jadi kami sepakat siapa yang membagi, siapa yang memilih lauk yang dianggap lebih besar … hi hi ….Oh ya, sewaktu kami berkunjung di rumah Budhe, saya sempat merasa terkejut karena disuguhi makan dengan lauk satu butir telur per anak. Kalau di rumah, biasanya kan satu telur bisa dibagi empat …🙂 .

    Wah thanks tambahannya mas. Iya ya…waktu itu ibu sudah hamil dik Tantri ya..Duh sampai sekarang kebayang jelas bagaimana dari jauh kulihat ibu bawa payung dipinggir jalan sambil thingak-thinguk panik nunggu kita😦. Ho-oh.. 1 orang dapat 1 telur waktu itu anugerah banget…maklum biasa dapet bagian sak-umlik😀

  11. kartika said

    Bekasinya mana bund..

    Ceritanya seru banget bund.. Rukun sekali ya ARITA..

    Bekasi Barat mbak🙂

  12. wah kapan-kapan mau ajak duo ikhsan-ikhfan maen ke parangtritis sekalian mampir ke ARITA🙂

    Ayo jeng ke ARITA, ditunggu ya..🙂

  13. Wah Arita dari nama Tiga bersaudara ya…..mirip semaunaya ya , matanya itu lho…..

    Heheheh matanya sama ya bu??

  14. SunDhe said

    Arita mirip ketiga2nya^^

    Namanya juga saudara😀

  15. RZ Hakim said

    BunDit, terima kasih atas partisipasinya di acara sederhana bertajuk SYUKURAN RAME-RAME.

    Penjuriannya sederhana saja, terdiri atas tiga tahap:

    1. Kesesuaian dengan tema (dan memenuhi persyaratan GA)
    2. Diksi dan penulisan
    3. Imajinasi (sudut pandang, dll)

    Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 1 April 2013

    Sip pak Juri, selamat bertugas🙂

  16. Orin said

    Huwaaa….kakak beradik betul2 mirip ya Bun😀

    Kalau gak mirip diragukan persaudaraannya ntar mbak😀

  17. Iffa said

    Keren ihhhh .. Bundit kapan mau buka resto sendiri ? Ntar aku siap jadi pelanggan utama deh. Hehehe

  18. […] setiap kali pulkam ke ARITA, ibu selalu tak pernah ketinggalan masakin oseng mie tempe. Walau cara masak dan bahannya sederhana […]

  19. […] roti bakar sebentar trus melanjutkan meuju ke rumah. Sekitar pukul setengah 6 sore, kami tiba di ARITA dengan selamat, Alhamdulillah […]

  20. […] dini hari Parangtritis di guyur hujan tak henti-henti. ARITA kedinginan & menggigil, termasuk penghuninya😀. Rencananya Ibu mengajak Bunda & Dita untuk […]

  21. […] pengajian di rumah untuk memohon doa restu demi kelancaran ibadah umroh kami. Ibu sendiri di rumah Parangtritis pamitan dengan tetangga dengan membagikan sedikit rizky berupa kue, makanya untuk pengajian […]

  22. you’re in point of fact a good webmaster.
    The site loading speed is incredible. It seems
    that you’re doing any unique trick. Furthermore,
    The contents are masterpiece. you have performed a excellent
    activity in this subject!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: