Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Anak Tidur Siang, Perlu Gak Sih?

Posted by BunDit on March 15, 2013

Selagi ada waktu, nulis blog sebentar deh😀 . Kali ini Bunda mau cerita soal tidur siangnya Dita.

Mulai umur 1 tahunan, Dita terbiasa tidur siang. Tidurnya lumayan lama bisa 3-4 jam. Setelah mulai sekolah, umur 3 tahun, tidurnya agak berkurang 1-3 jam. Dulu kalau sama teh Dela, bisa dipastikan Senin-Jum’at (selama Bunda kerja) Dita selalu tidur siang. Dita ini manuuut banget sama tetehnya itu. Nah kalau Sabtu Minggu pas ada Bunda di rumah, ini anak susaaaah banget disuruh tidur siang. Katanya belum capek lah atau gak ngantuk lah atau masih pengin main lah, pokoknya alasannya macam-macam.

Naah..karena kuantitas tidur siang Dita cukup lama, tidur malamnya jadi larut. Kalau dijabanin baru jam 12 malam baru tidur. Hal ini menyebabkan Dita susaaaah banget dibangunin pagi2 untuk ke sekolah. Idealnya di hari sekolah, Dita bangun paling telat jam 6 pagi, walau masuk sekolah jam 07.30. Karena Dita maunya dimandiin sama Bunda dan syaratnya Bunda harus masih memakai pakaian rumah hehe. Kalau untuk gantii baju sekolah dan sarapan sih Dita mau sama mbak Atik. Nah sekarang Dita bangun pagi nya rata-rata jam 06.30😦

Kalau Bunda lihat Nana, temen sekolah Dita yang rumahnya deket rumah kita, pagi-pagi dia sudah bangun, malah sempet jalan-jalan dulu, baru mandi. Pas Nana main ke rumah sempat Bunda tanyain, ternyata Nana ini tidak pernah tidur siang. Nah pas ART kami si mbak Atik ini, Dita suka ngeyel gak mau tidur siang. Tapi Bunda perhatikan, meski gak tidur siang kok tidurnya tetep malam dan bangun paginya susah ya?. Puyeng deh….

Tapi setelah Bunda perhatiin, Dita gak tidur siang dan masih bisa on sampai malam itu kalau mainnya belum capek. Kalau sudah capek, ya Dita bisa tidur cepet dan bangun pagi lumayan awal. Kayak kemarin hari Rabu (13/03/2013), Bunda sampe rumah jam 18.30. Setelah bunda sholat maghrib, Bunda makan dan ke dapur ngerebus telur puyuh buat masak makanan Dita besok pagi. Dita masih main. Tiba-tiba sekitar jam 19.30 Dita menghampir Bunda dan bilang “Buuuun…Dita mau tidur..” Mukanya kelihatan capek begitu. Bunda nanya “Tumben jam segini Dita sudah ngantuk, tadi Dita gak tidur siang ya? “. Dita mengangguk sambil bilang “Iyaaa…Dita gak bobok siang”. Akhirnya Bunda ajak sikat gigi dan ganti baju tidur. Kemudian Bunda suruh beresin mainannya dulu, Bunda ke kamar mandi. Tahu-tahu, mainannya sudah diberesin, dan Dita sudah ngringkel memeluk guling, tidur!.

Dita-Ngringkel-Web

Setelah Bunda selesai mandi, Dita Bunda gendong untuk dipindahin ke kamar tidur atas. Waduh.. berat amat ngegendong Dita dalam keadaan tidur begitu, naik tangga pula hehehe. Setelah Bunda sholat Isya’, yang ada Bunda bengong kesepian. Mana Ayah pulang malam pula. Yang biasanya pulang kantor nemenin Dita main, bercandain dan mendengar ketawanya, tiba-tiba ada sesuatu yang hilang. Bunda pandangi wajah Dita yang tertidur lelap trus Bunda ciumin. Nah, kalau gak tidur siang begitu, Bunda perhatiin, Dita tidurnya gak tenang, seperti sedikit gelisah dan kebangun2. Mungkin karena badannya terlalu capek.

Paginya, Dita memang bisa bangun sekitar jam 05.30- an. Tapi trus Bunda pesenin saat mau ke sekolah. “Nanti siang, Dita bobok siang ya. Biar Bunda pulang kantor bisa main sama Bunda”. Dijawab “Iya bun…biar bisa nonton laptop sebentar ya sebelum tidur..”. Dita memang punya ritual, nonton youtube sebentar sebelum tidur. Habis itu minum, pipis, bercanda sebentar di atas tempat tidur sama Bunda, dibacain buku, baru deh minta dielus punggungnya. Tidur deh…

Nah kemarin malam (14/03/2013), karena siangnya Dita tidur siang lumayan lama, maka Bunda sampe rumah Dita sangat on. Dita minta ditemenin mewarnai gambar. Kemudian main “jual-beli” pake uang Angry Birds. Terakhir Dita minta disuapin kelengkeng. Rasanya bahagiaaaa banget deh. Rasa capek dari bekerja itu seperti menguap. Sekitar jam 21.00 Dita sikat gigi, ganti baju tidur trus ke lantai atas. Menjalani ritualnya, dan jam 22.00 an bobok dengan lelap, lebih tenang, walau jam 02.30 dinihari kebangun minta minum air putih dan pipis. Setelah itu tidur lagi, dan pagi tadi bangun jam 06.30. Dibangunin memang agak susah, tapi Bunda kan punya jurusnya yaitu digelitikin sampai tertawa2, jadi akhirnya mau di ajak mandi juga tanpa menimbulkan mood yang jelek😀

Hari Rabu depan (20 Maret 2013), sekolah Dita ada field trip ke TMII. Di suruh ngumpul di Boulevard Hijau, KHI jam 06.30. Bunda sudah sounding jauh-jauh hari, supaya di hari itu Dita harus bangun pagi. Karena jika kesiangan, bus yang ke TMII sudah berangkat. Dita sih iya-iya aja kalau dibilangin. Janji ya naaak hehehe, Bundamu yang deg2 an😀

OK lah nak. Seiring kamu besar, pastinya nanti masuk sekolah pun akan makin pagi. Nanti pelan-pelan semoga kamu makin bisa bangun lebih pagi walaupun siangnya kamu tidur siang. Bagaimanapun, setelah Bunda searching2, tidur siang itu sangat penting bagi anak. Ini salah satu artikel nya :

TIDUR di siang hari, tak hanya menghilangkan rasa lelah pada anak. Tetapi juga dapat mencegah penghambatan pertumbuhan si kecil.
“Orang dewasa membutuhkan delapan jam tidur sehari. Anak-anak mestinya lebih lama.  Namun, sayang tidak semua anak dibiasakan keluarga tidur siang seperti anak-anak zaman dulu,” tutur Dr Handrawan Nadesul, dalam bukunya Membesarkan bayi Jadi Anak Pintar.

Dalam bukunya, dokter pecinta puisi ini memaparkan bahwa ihwal manfaat tidur siang terungkap di Amerika. Studi nasional tentang manfaat tidur siang muncul di Washington DC. Tiga per lima orang Amerika tidak tidur siang, dan produktivotas kerjanya tidak sebagus orang yang tidur siang.

Tidak tidur siang juga memperlamban proses bekerja. Survei yang sama juga secara bermakna menemukan manfaat tidur siang. Termasuk studi di Medical School Harvard University, bahwa tidur siang sungguh diperlukan. “Setelah lewat usia satu tahun anak mulai lebih aktif dan waktu tidurnya mulai menurun. Setelah anak mulai bisa aktif berjalan, lebih sukar mengajaknya tidur, padahal mereka masih membutuhkannya lebih banyak. Laju pertumbuhan tubuh anak yang dibiasakan tidur siang lebih optimal dibanding anak yang tidak tidur siang” ujar dokter Nadesul.

Lebih lanjut pria kelahiran 1948 ini menjelaskan bahwa selama tidur siang hormon pertumbuhan atau yang disebut human-Growth Hormone (h-Gh) lebih membanjir dalam darah. “Hormon ini yang merangsang pertumbuhan tubuh anak. Maka, anak yang terbiasa tidur siang bertumbuhnya lebih pesat atau lebih tinggi, dibanding anak yang tidak tidur siang,” katanya.

Hormon pertumbuhan yang sudah dikaruniai sejak anak lahir diproduksi oleh otak. Bekerja sama dengan sistem hormonal tubuh lainnya, khususnya hormon gondok, hormon anak ginjal, tulang, dan otot anak bertumbuh pesat. Hormon pertumbuhan berangsur menurun fungsinya dengan bertambahnya umur anak, dan terhenti setelah mencapai usia pubertas. Maka, anak sudah tidak bertambah jangkung lagi setelah  umur 20-an tahun, saat hormon seksnya mulai aktif. Saat itu ujung tulang panjangnya sudah menutup sehingga tidak bertambah panjang lagi.

“Jadi alangkah bijaknya bila memberikan anak kesempatan untuk bertumbuh lebih optimal dengan cara sederhana dan murah. Tiada pilihan yang lebih praktis daripada mengajaknya berkebiasaan tidur siang. Tidur siang harus menjadi kebiasaan bagi seluruh anggota keluarga,” imbaunya.

Tidur siang tak perlu lama. Cukup satu satu-dua jam asal tidurnya lelap. “Bukan lamanya tidur yang menetukan kualitas tidur, melainkan lelap tidaknya sebuah tidur. Tidur satu jam dan lelap lebih berkualitas ketimbang tidur lebih dari satu jam namun tidak lelap,” tutupnya.

Sumber : okezone.com

9 Responses to “Anak Tidur Siang, Perlu Gak Sih?”

  1. nice artikel bun, trimakasih infonya,

    selama ini maunya saya anin bobok siang tiap hri, tp kadang g mau, apalagi klo lg main sm sepupu2nya,

    klo anin, klo bobok siang, malamny bobok sktr jam stgh 8-stgh 9,
    klo g bobok siang, hbs maghrib udh klipuk,

    eh karpet upin ipinnya sama, toss

  2. aku juga pengen nyuruh anak2 bisa tidur siang..
    namun apa daya si kecil masuk sekolah siang, trus jam 3 udh ngaji..
    kadang kasian liatnya…

  3. sadar banget manfaat tidur siang…tapi kinan justru kebalikannya ma kak dita, kinan akan mudah tidur siang kalo ada saya alias sabtu minggu,, karena sabtu minggu dulu semasa masih nenen kan cepet tuh tidurnya. kalo sama utinya..harus minta di gendong dulu baru mau tidur siang kan kasihan kalo utinya gendong gendong gitu…saya pastikan kalo pas telp kinan siang hari saya kasih tahu..bobo yah nak…atau saya bilang utinya ajarin bobo di puk puk aja..tapi anaknya malah lari kesana lari kesini..utinya dah tertidur kinananya yagn ada mainan..dan suka jahilin utinya..dimainan rambutnya lah dipakein pita lah..hehehe lain kalo sama saya saklek..diajak kekamar nyalain ac..mau nggak mau harus tidur..walaupun agak lama harus cerita ini itu dulu…karena danh nggak nenen lagi…*finally…
    kalo tidur siang emang malamnya on, biasanya plaing lama tidur siang 2 jam an..malamnya saya usahakan untuk tidur tidak terlalu malam..selama ini biasanya jam 9-an dan yang plaing malam jam sebelasan gitu..itu sedikit dengan dipaksa …bangunnya standard jam 6.00 an gitu…biarpun malamnya tidur agak telat…kayaknya kinan jarang bangun kesiangan…paling mood nya aja yang agak susah sekolah kalo tidurnya kemaleman..Tfs infonya bun

  4. Lidya said

    kalau menurutku sih perlu banget mbak, untuk kecerdasan otak juga

  5. Vera said

    Waduuh… Anak2 ku ga ada yg tidur siang
    Aku jg susaahhh tdr siang, apa jdnya nurun ya ke anak2

  6. raffa setahunan bobo siangnya gak lama bun, paling lama 2 jam…

    Trus abang2nya gak ada yg hobi bobo siang pas udah gede.., padahal ibunya pengen sabtu minggu, kita smua tidur siang bareng pas lagi gak jalan..he he he he

  7. Fety said

    Fatah menjadi biasa tidur siang di rentang waktu yang sama karena kebiasaab di sekolahnya, Bundit. Di sekolah Fatah, anak-anak itu mmg wajib tidur siang.

  8. perlu banget donk Buun..
    buat istirahat, apalagi anak kecil..
    aku lebih seneng menjadwalkan dan membiasakan tidur siang,..
    Tapi terserah mau tidur apa ga, pokoknya jam sekian waktunya nyante di kasuur😀

  9. Isnuansa said

    Mbak, bingung juga ya, kalau kesimpulannya: bukan lamanya tidur, tapi kualitas tidurnya yang penting. Bayi saya, Diana (7 bulan) kalau siang paling tidur maksimal 3 x 30 menit. Kadang malah sekali tidur cuma 15 menit. Malamnya, baru tidur paling cepet jam 23. Kadang jam 24. Bangun antara jam 08 sampai 10 pagi. Kurang banget kan ya?

    Dita kalau tidur kecepetan jadinya sedih ya, soalnya kan ketemu sama ortunya setelah kita pulang kerja. Saya juga gitu, pengennya bisa main-main dulu, tapi kalau nunggu tidurnya sampai jam 24 kan ya capek juga, hehe.. *jadi curcol panjang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: