Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

[Film] Life of Pi

Posted by BunDit on January 30, 2013

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga nonton film di bioskop lagi bersama suami. Terakhir kali nonton berdua th 2009, nonton Sang Pemimpi di MetMall. Tahun kemarin, 17 Desember 2012, kami bisa nonton berdua lagi. Kali ini penasaran dengan film “Life of Pi”. Suami sudah pernah nonton sendirian, karena bagus, mau juga nonton ke-2 x sama Bunda karena Bunda pengin banget. Awalnya mau cuti aja, tapi pagi ada meeting. Akhirnya, Bunda ijin setengah hari dari kantor buat nonton, ngomong ke atasan sih bukan buat nonton, ada keperluan:mrgreen: *jangan dicontoh*-*ntar dipotong cuti aja gak papa deh…gak enak euy :D*. Janjian di gerbang Harapan Indah, terus meluncur ke Mega Mall Bekasi, ngejar pemutaran jam 14.30 supaya pulangnya gak terlalu malam. Karena sudah beredar cukup lama, penonton film ini cuma 1/3 nya🙂

Life-of-Pi-Web

Life of Pi adalah sebuah judul novel petualangan fantasi karya Yann Martel yang di publish pada September 2001. Sebelum di publish, novel ini sempat ditolak 5x oleh publishing house di London, namun akhirnya diterima oleh Knopf Canada. Th 2012 novel ini di film kan dengan judul yang sama dengan disutradari oleh Ang Lee, seorang sutradara berdarah Taiwan yang lahir di Amerika yang pernah men-sutradarai film Crouching Tiger, Hidden Dragon.

Pemeran utama film Life of Pi adalah aktor India bernama Suraj Sharma yang memerankan Pi Patel remaja. Sedangkan Pi dewasa diperankan oleh Irfan Khan, aktor Bollywood yang cukup kawakan. Adil Hussain dan Tabu memerankan Gita Patel dan Santosh Patel yaitu bapak dan ibu Pi. Selain itu ada Rafe Spall yang berperan sebagai penulis. Sebelumnya tokoh penulis ini akan diperankan oleh Tobey Maguire, aktor ganteng pemeran Spiderman. Namun karena Tobey terlalu ngetop, sang sutradara Ang Lee terpaksa mencoretnya dari pemain Life of Pi karena khawatir kepopuleran Tobey akan menenggelamkan pemain lain yang pamor nya tak sebagus Tobey.

*******

Film Life of Pi diawali dengan adegan seorang penulis yang mewawancarai Pi dewasa mengenai perjalanan hidupnya. Flash back cerita perjalanan hidup Pi inilah yang menjadi cerita utuh film ini.

Orang tua Pi menamakan dirinya dengan Piscine Molitor Patel. Nama ini terinspirasi dari nama sebuah kolam renang di Paris. Saat di sekolah, Piscine selalu diejek teman-temannya dengan memanggil namanya dengan sebutan “Pissing” yang artinya pipis. Akhirnya ia mengganti namanya menjadi Pi (seperti simbol matematika, π).

Pi dibesarkan dalam keluarga Hindu, namun di usianya yang masih 12 tahun, keingintahuannya yang besar soal pencarian Tuhan membawanya mempelajari agama Kristen dan Islam. Maka diusia belianya Pi memeluk 3 agama sekaligus🙂

Orang tua Pi memiliki kebun binatang, sehingga Pi dan adiknya mempunyai ketertarikan pada binatang, terutama pada seekor harimau Bengal bernama Richard Parker. Dan saat usia Pi menginjak 16 tahun, Ayahnya memutuskan menjual kebun binatang karena pemerintah tidak lagi bisa memberi bantuan operasional. Setelah menjual kebun binatangnya, mereka berencana pindah ke Canada dengan menumpang sebuah kapal Jepang sambil membawa sebagian binatang peliharaan mereka. Dengan hati sedih, Pi dan adiknya terpaksa rela meninggalkan kampung halamannya.

Suatu malam, kapal yang ditumpangin oleh keluarga Pi diterjang badai yang sangat dahsyat. Kapal oleng. Pi yang saat itu berada di deck mencoba mencari keluarganya, namun awak kapal mendorong Pi ke sebuah sekoci. Dari atas sekoci, Pi menyaksikan kapal tenggelam, menewaskan keluarganya dan para awak kapal. Setelah badai mereda, Pi menemukan dirinya terombang ambing di atas sekoci bersama seekor zebra yang terluka, orang hutan, hyena dan harimau Bengal. Kelaparan yang mendera membuat para binatang menjadi liar. Hyena mencabik-cabik tubuh zebra dan memakan orang hutan. Setelahnya, si hyena menjadi santapan Richard Parker, si Harimau Bengal.

Berbagi space dalam satu sekoci dengan seekor harimau di tengah lautan luas, membuat Pi mencoba berbagai cara untuk bertahan hidup. Mempertahankan diri dari kelaparan dan kehausan sekaligus mempertahankan diri dari santapan si harimau. Berulang kali harimau mencoba menerkam Pi karena lapar. Akhirnya Pi membuat rakit kecil untuk dirinya supaya berjarak dari harimau dengan membawa biskuit dan air yang tersedia di sekoci penyelamat. Pi juga menangkap ikan untuk makan si harimau. Saat persediaan habis, Pi menampung air hujan untuk minum dan terpaksa makan ikan. Pi memohon ampun pada Tuhan dia terpaksa harus makan ikan padahal dia seorang vegetarian. Jika malam tiba, Pi kembali ke sekoci dan tidur dengan bergelantungan di ujungnya supaya tetap berjarak dengan harimau. Paginya, Pi berpindah ke rakit buatannya lagi.

Karena lelah harus bolak-balik dari rakit ke sekoci, Pi mencoba melatih harimau supaya bisa menerima dirinya di dalam sekoci. Pi juga menyadari dengan menjaga si harimau, membuat dirinya bisa tetap bertahan hidup. Beberapa minggu kemudian, sekoci mereka terdampar di sebuah pulau. Di sana Pi dan Richard bisa minum air segar sepuasnya untuk mengembalikan tenaga. Namun pada malam hari saat Pi tidur di atas pohon, Pi menemukan keanehan. Air di pulau itu berubah menjadi asam, Richard pun berlarian ketakutan serta tanaman berubah menjadi hewan karnivora. Akhirnya Pi dan Richard cepat-cepat meninggalkan pulau itu.

Setelah beberapa hari mengarungi lautan lagi, tubuh Pi terdampar di pesisir pantai Mexico. Pi ditemukan dan ditolong oleh orang pantai. Setengah sadar Pi melihat Richard berjalan menuju hutan pinggir pantai, dan menghilang tanpa menoleh kepadanya. Pi yang telah bertahan hidup 277 hari di laut sangat kelelahan dan cedera segera di bawa ke rumah sakit. Di sana Pi di datangi oleh agen asuransi Jepang yang mengajukan banyak pertanyaan. Pi menceritakan kisah sebenarnya. Karena mereka tidak percaya cerita Pi, akhirnya Pi mengarang cerita bahwa dia terombang-ambing dalam sebuah sekoci dengan ibunya, seorang pelaut yang patah kaki, dan si juru masak. Si juru masak membunuh pelaut dan menggunakan dia sebagai umpan. Dalam perjuangan kemudian, ibu Pi mendorong dia ke rakit untuk keselamatannya, dan juru masak menusuk ibunya saat ia jatuh ke laut. Kembali Pi mengambil pisau dan membunuh si juru masak. Pi terpaksa mengubah “tokoh” dalam pengalamannya supaya si agen asuransi percaya.

Pi dewasa bertanya pada si penulis, mana cerita yang akan di tulis. Cerita sebenarnya atau cerita karangannya yang fantastis? Penulis bilang ia akan menulis cerita sesungguhnya karena itu cerita yang lebih bagus. “Dan cerita itu melibatkan Tuhan”, kata Pi. Pi hanya menyesalkan dia tidak bisa say good bye dengan Richard Parker. Pi sangat berterima kasih pada di harimau, karena dia lah Pi punya alasan untuk tetap survive.

*******

Cerita dalam film Life of Pi memberi banyak hal yang menarik. Bahkan seorang “musuh” pun bisa membuat kita menjadi kuat untuk bertahan hidup, tergantung bagaimana kita menghadapinya. Hal sesulit apapun yang kita hadapi, dengan perjuangan keras tak kenal lelah, pasti dapat kita lalui.  Dan yang pasti Tuhan selalu ada bersama kita dalam setiap kejadian.

Apakah ada di antara teman-teman yang juga menonton film ini? Atau bahkan membaca novelnya? Karena Bunda tidak (belum) membaca novelnya, jadi justru enjoy menikmati film ini, dengan tidak membandingkan denga versi tulisan. Film yang sangat layak ditonton. Sudah ada DVD nya belum ya?🙂

12 Responses to “[Film] Life of Pi”

  1. Lidya said

    asyiknya yang bisa nonton. bun mega bekasi sudah buka lagi belum ya sejak kebanjiran itu?

    Wah..belum tau juga ma. Kami seringnya memang ke Mega Mall daripada MetMall, soalnya parkir mobilnya lebih lega, gak ceowded🙂

  2. rina said

    belum pernah nonton di mega bekasi aku bun, eh btw suka sama posternya … bagus *salah fokus

    Iya posternya bagus.. Saya juga baru pertama kali nonton ke Maga Mall, sebelumnya di MetMall🙂

  3. Meilya said

    huaduh lengkap review filmnya, saya ga bisa nih sebagus iinih mereview film atau novel, hehehehhe…

    jadi pengen nonton niih, thankss yaa…

    Recomended mbak film ini🙂

  4. De said

    De masih punya bukunya yg covernya Biru itu. Dan bulan lalu nonton filmnya sama anak-anak. Moral story nya dapet banget deh film ini. Suka!

    Biasanya kalau sudah baca novelnya jd membandingkan ya?🙂

  5. waktu kemaren anak2 *temen* ngajakin nonton film ini saya ga mau, soalnya ga suka nonton..
    tapi kayaknya banyak banget yg rekomendasi.. berarti bagus dong ya…

    Nyesel ma..gak nonton *manas2 in😀

  6. Aku sudah nonton ini. Sukaaaaaaa……

    Tossss😀

  7. keliatannya bagus bgt jalan ceritanya ya🙂

    Bagus bun. Adegan Pi mempertahankan hidup di tengah laut itu yang seru dan tegang, diselingi ada kocaknya *khasnya film buatan Amrik🙂

  8. yeye said

    Aku jg suka ntn iniii😀

  9. drajat said

    Wahh…senangnya bisa nonton bersama keluarga.Salam kenal dari kami…

    Salam kenal mas🙂

  10. monda said

    baca bukunya nggak mau lepas sampai selsesai….
    mau nonton filmnya lagi ribet deh sana sini …jadinya ketinggalan, masih diputer nggak bun..?

    Wah..saya gak punya novelnya nih. Sepertinya sudah gak diputer kak. Nunggu DVD nya aja kali🙂

  11. Evi said

    Bagus kayaknya Bundit..Serpong masih mutar gak ya..Apa nyari bukunya saja yah…:)

    Saya suka film petualangan jadi menurut saya sangat bagus.Sepertinya film nya sudah gak beredar nih. Iya mending cari bukunya, saya juga belum googling ttg bukunya🙂

  12. Orin said

    Aku baca novelnya sih Bun, jadi ga kepengen nonton filmnya *ups* hihihih.
    tapi kalo ada di Fox atw HBO pasti aku tonton jg lah ya hihihihi

    Novelnya pinjam dong mba hehehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: