Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Vacation to Bandung by Train

Posted by BunDit on January 18, 2013

Karena akhir tahun kami tidak liburan kemana-mana, awal tahun ini kami berkeinginan mengajak Dita jalan-jalan keluar Jakarta. Dan Bunda kepikir untuk liburan ke Bandung sekalian silaturahmi ke rumah dik Tantri. Karena Dita belum pernah naik KA, kami memutuskan ke Bandung naik KA. Bunda sendiri terakhir naik KA bersama Ayahnya Dita (waktu itu belum berstatus suami) sekitar Desember 2006, saat Bunda mau memperkenalkan calon suami ke Bapak Ibu di Jogja. Jadi memang hampir 6 tahun Bunda tidak pernah naik KA jarak jauh.

Dulu waktu Bunda belum menikah dan masih ngekos di Rawamangun, kalau mudik ke Jogja, Bunda sering naik KA. Beli tiketnya pun waktu itu belum bisa beli online, jadi Bunda suka beli di agen Dina Setya Rahma (DSR) di Jl. Pemuda. Kalau beli di DSR, tiket bisa langsung di cetak di situ, tidak perlu menukarkan struk booking untuk mendapatkan tiket ke stasiun seperti kalau beli online/lewat AlfaMart dll. Nah kemarin Bunda coba hubungi DSR yang di sebrang Naga Pndok Ungu, ternyata bisa sih tiket beli disitu dan langsung cetak, tapi tiap 1 tiket kena biaya admin 20rb. Kalau tiket KA ke Jogja yang harganya di atas 200rb kena biaya admin 20rb masih ok lah. Lha ini tiket ke Bandung harganya 60rb, masak kena admin 20rb, serasa gak rela hehehe.

Akhirnya Bunda pesen lewat online melalui situs resmi KAI. Bunda baru ngeh, sekarang KA ke Bandung cuma ada 1 yaitu Argo Parahyangan yang merupakan peleburan antara KA Argo Gede dan KA Parahyangan. Bunda pernah baca, KA Parahyangan berhenti beroperasi karena sepi penumpang akibat dibangunnya tol Cipularang yang diresmikan SBY pada 12 Juli 2005 lalu. KA Argo Parahyangan menarik gerbong eksekutif dan bisnis, harganya pun cuma selisih 15 ribu. Untuk eksekutif tarifnya 60rb,80rb dan 90rb, sedangkan untuk kelas bisnis tarifnya 45rb dan 60 rb, tergantung jam keberangkatan.

Bunda langsung booking tiket berangkat KA Argo Parahyangan dari Jatinegara-Bandung untuk tgl 12 Januari 2013 sekaligus tiket pulang Bandung-Jatinegara tgl 13 Januari 2013. Ya..kami cuma semalam di Bandung. Sayangnya KA Argo Parahyangan tidak berhenti di Stasiun Bekasi, jadinya kami harus berangkat dari Jatinegara.

Memesan tiket KA Online dikenakan biaya Rp.7.500/transaksi booking. Waktu itu Bunda booking hari Rabu, 9 Januari jam 11 siang, dan pembayaran harus dilakukan paling lambat 3 jam setelahnya. Selesai booking, lha kok gak ada petunjuk bayarnya dan disuruh nelpon ke 121. Hotline 121 ini sangat responsif, jadi Bunda langsung dapat informasi bahwa untuk BCA, pembayaran hanya bisa dlakukan lewat ATM, tidak bisa lewat klikbca. Atau kalau mau Bunda bisa bayar di Alfamart dengan uang cash. Waduh… repot banget. Bunda sempat tanya mbak Lidya, hanya iBanking CIMB Niaga aja yang bisa untuk membayar tiket online. Akhirnya Bunda biarkan booking-an Bunda hangus, karena Bunda gak bisa keluar kantor untuk membayar. Jam 4 sore Bunda booking lagi, supaya pas pulang kantor Bunda masih punya waktu untuk membayar.

Untuk pembayaran tiket KA online lewat ATM BCA, cukup memilih pembayaran lain-lain dan memasukkan kode perusahaan KAI : 711711 serta memasukkan kode booking. Keluarlah bukti pembayaran yang nantinya dikonfirmasi lewat situs KAI lagi dan ditukar menjadi tiket di stasiun Gambir. Info dari mbak Lidya, dulu bisa ditukar di stasiun Bekasi, tapi kemarin pas Bunda nanya kok ditukarnya harus di Gambir. Dan pesen mbak Lidya, jangan ditukar pas hari H keberangkatan, karena biasanya antri dan ditakutkan sistem nya offline sehingga tidak bisa menukar. Alhamdulillah hari Jum’at pagi, Ayahnya Dita bisa menukarkan bukti pembayaran ke stasiun Gambir.

Sistem pembelian tiket KA secara online ini sudah sangat bagus. Lebih simpel. Lebih aman dari calo. Cuma kalau pembayarannya bisa lewat iBanking semua bank, khususnya klikbca, akan lebih mantab lagi. Jadi pemesan cukup duduk di depan komputer, semua beres, tinggal menukar tiket ke stasiun, gak harus bayar di ATM🙂

Dan tibalah hari H liburan ke Bandung. Bunda sudah pesan taxi bluebird dari semalam. Kami berangkat jam 9 pagi. Sehari sebelumnya sempat was-was dengan cuaca Jakarta dan sekitarnya yang selalu hujan deras. Alhamdulillah hari Sabtu, 12 Januari 2013, cuaca sangat cerah. Jalanan cukup lancar tapi  menjelang stasiun Jatinegara lumayan macet. Alhamdulillah, kami tiba di stasiun Jatinegara 20 menit sebelum jam berangkat KA jam 10.47. Karena sekarang pengantar dilarang masuk ke stasiun jadi dalam statsiun relatif sepi. Sempet beli camilan dan berfoto ria. Dita seneng banget melihat banyak KA yang lalu lalang🙂

Stasiun-Jatinegara-web

KA Argo Parahyangan tiba di stasiun Jatinegara tepat waktu. Kami langsung masuk gerbong Eksekutif 1, seat 4C, 4D dan 6A. Ya.. karena memesan online jadinya ada kemungkinan terpisah seat. Tapi justru karena Ayahnya duduk jauh dari kami, Dita seneng bolak-balik dari seat nya ke seat Ayahnya, menikmati sensasi berjalan saat KA bergerak hehe. Bersamaan dengan berangkatnya KA kami, Bunda mendapat bbm dari dik Tito, suami dik Tantri yang memberitahukan bahwa dik Tito juga tengah meluncur pakai mobil ke Bandung. Dik Tito memang ngantor di Jakarta karena sedang ada proyek di Jakarta. Setiap weekend pulang ke Bandung.

Naik KA Jakarta-Bandung sepanjang 151km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam memang mengasyikkan. Dita happy banget. Lihat sawah dan gunung. Ngemil. Trus asyik lihat-lihat gambar majalah yang disediakan KA. Apalagi saat memasuki terowongan Sasaksaat yang terletak diantara Purwakarta dan Padalarang, pemandangan luar yang terang tiba-tiba gelap. Dita sempet tercekat, tapi setelah terowongan habis Dita tertawa lebar🙂

Terowongan Sasaksaat memiliki panjang 950 meter menerobos Bukit Cidepong dengan dinding cukup tebal hingga konon sulit dihancurkan para pejuang kemerdekaan saat itu untuk menghentikan logistik tentara Hindia Belanda. Terowongan Sasaksaat dibangun dengan ketelitian sangat tinggi karena berada di tanah perbukitan. Saat dibangun tahun 1902 hingga 1904, terowongan ini telah menelan korban pekerja rodi yang cukup banyak dimana  jenazah mereka dikuburkan di sekitar terowongan tersebut. Karena itu pulalah penduduk Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Kabupaten Bandung sering mengidentikannya dengan nuansa mistis dimana setiap tanggal 17 Agustus selalu diberi sesajen berupa seekor domba untuk menolak bala. Saat kereta melintasi desa ini maka Anda pun akan melihat banyak domba dan kambing berkeliaran di rerumputan. -referensi Indonesia-Travel.

Di dalam KA, Dita sempat minta pipis beberapa kali, karena AC di dalam KA memang cukup dingin. Ayahnya yang ngantar kalau Dita pipis. Cerita ayahnya, saat pipis dan kereta bergerak-gerak begitu, Dita bukannya takut, malah tertawa kegirangan. Makin keras goncangan, makin keras tertawanya hehehe. Bunda aja gak suka pipis di toilet KA, gak nyaman gitu😀. Pada jam makan siang Dita sempat minta makan pake ayam goreng tepung, lha restorasi kan gak jual. Pas Bunda bilang nanti aja sesampai Bandung baru beli, Dita mau. Untuk mengganjal perut, Dita makan roti dulu. Ada yang lucu, saat penumoang yang duduk di seberang kami lagi makan makanan yang dipesan dari KA, bau makanan kan menyebar tuh. Dita bilang “Hmm…bau harum apa sih ini..” Sambil hidungnya mengendus gitu. Waktu lihat sebrang seat kami dia bilang lagi “Oooh…bau makanan”😀

Jatinegara-Bandung-Web

Tak terasa KA sampai juga di stasiun Bandung tepat jam 14.30. Dik Tito sudah menunggu di pintu keluar. Dik Tantri sebelumnya bbm kalau di rumah sudah disiapkan makan siang buat kami sekaligus ada ayam goreng tepung untuk anak2, ah makasih banget bulik Tantri hehehe. Akhirnya tanpa mampir-mampir kami langsung cabut ke rumah dik Tito di Arcamanik. Sampai di rumah dik Tantri sekitar jam 3 lebih, langsung makan dan ngobrol aja. Dita main sama Titha dan Talitha.

Malamnya kami makan di Bakmi Jogja Bengawan, karena Titha pengin bakmi godog, jadi kami ngikut aja, kebetulan Bunda juga pengin makan yang hangat2 karena hawa di Bandung cukup dingin. Bakmi Jogja ini awalnya berlokasi di Jl. Bengawan, makanya namanya Bakmi Jogja Bengawan. Tapi sekarang sudah pindah ke lokasi baru di Jl. Taman Pramuka. Duluuu sebelum menikah Bunda sempat main ke rumah dik Tantri dan makan di Bakmi Jogja yang masih terletak di Jl. Bengawan. Sekarang tempat barunya lebih luas dan homy serta ada playground nya walaupun kecil.

Bunda, Titha dan om Tito pesen bakmi godog. Ayahnya Dita pesen nasgor. Bu lik Tantri pesen nasi ruwet. Dita juga Bunda pesenin nasi ruwet. Nasi ruwet ini adalah nasi goreng dicampur mie goreng, kalau di Jogja istilahnya magelangan. Pengunjungnya buanyak banget…jadi kami sabar menanti pesenan. Pelayannya ramah banget, apalagi kami berdialog dengan bahasa Jawa, jadi makin kayak di rumah sendiri hehehe. Gak sampai 15 menit, pesenan kami datang. Mie godog nya enak, nasi ruwet nya enak, wedang ronde nya juga joss. Puas. Harganya pun standard lah, 2x harga di Jogja. Total habis berapa Bunda gak tahu, dik Tantri yang bayarin😀. Makasih ya bulik Tantri🙂

mie-jogja-Bdg-web

Selesai makan, maksud hati mau foto2 di gedung sate. Tapi lampu2 nya sebagian gak nyala di sana, jadinya kurang bagus. Akhirnya kami memutuskan pulang ke rumah. Hawa dingin Bandung mengantarkan kami ke peraduan. Alhamdulillah meski dingin, Dita gak ngompol. Good girl🙂

Paginya Bunda sudah packing baju, karena dari jalan-jalan nanti kami langsung diantar ke stasiun, gak perlu balik ke rumah. Setelah anak-anak rapi dan main sebentar, kami keluar rumah untuk sarapan dan jalan-jalan ke Gasibu.

Rumah-Titha-Bdg-Web

Seperti biasa, hari Minggu, Gasibu sangat ramai. Akhirnya kami memutuskan makan nasi gudeg + ayam kremes. Rasanya nikmaaat banget. Kombinasi lapar plus hawa dingin, jadi makan apa aja kok ya enak kalau di Bandung😀. Di tengah-tengah Bunda nyuapin makan Dita dengan ayam kremes, Dita minta pup. Akhirnya Ayahnya yang nganter Dita pup, Bunda menandaskan nasi gudeg krecek+ayam krees+mendoan anget. Mantabs😀

Info dari Ayahnya Dita, ternyata pas cari toilet gitu, Dita lihat para penjual berbagai barang seperti kaos dan sandal angry birds, Dita langsung gak mood buat pup, cuma pipis aja hehehe. Akhirnya habis sarapan, kita jalan-jalan saja di sekitar sana. Bunda beliin Dita kaos Angry Birds. Ayah beli kaos dan topi. Bunda beli makanan untuk oleh-oleh. Nemu brownis tape dan pisang berlabel Namina  dengan harga @15 rb, dicicip enak, rasanya gak kalah dengan merk terkenal. Kaos di Bandung memang murah2 euy, kualitasnya pun lebih bagus. Dita beli 2, ayah beli 4 biji😀. Jadilah tentengan kami lumayan banyak, sampai akhirnya Ayahnya Dita beli tas baru buat ngebawanya😀.

Gasibu-Bdg-Web

Setelah puas jalan-jalan dan belanja, sekitar jam 12.30 kami mampir sholat dhuhur di masjid dekat Gasibu. Dari sana meluncur ke Bakso Malang Mandeep di Jl. Citarum, depan Pusdai Bandung. Karena memang perut masih berasa belum laper banget dan Titha pengin bakso, makanya kami ke sana. Baksonya enak serta tempatnya nyaman. Dan yang paling ok, ada playground nya, jadi Dita, Titha dan Talitha bisa main-main. Anak-anak happy banget.

bakso-mandeep-web

Karena KA yang membawa kami ke Jakarta berangkat jam 14.30, dari sana kami langsung menuju stasiun Bandung. Sesampai stasiun say goodbye & thanks sama keluarga dik Tantri dan kami langsung naik KA yang telah standby. Meski cuma sebentar dan gak sempet main yang jauh2, tapi kami happy, terutama anak-anak. Di dalam KA aja, baru duduk, Dita sudah bilang “Dita mau main sama dik Titha lagi bun…” hehehe.

Alhamdulillah pas di KA balik ke Jakarta ini, kami mendapat seat yang berderet 4A, 4B dan 4C, gak berjauhan seperti saat berangkat. Di dalam KA, Dita ngoceeeeh aja, gak mau disuruh tidur. Sempat Bunda suapin dengan nasi+ayam kremes yang sempet Bunda bungkus karena gak habis di makan. Setelah makan nasi, Dita masih nanya “Bun..makan apa lagi ya? Dita masih laperrr…”. Jadi sepanjang perjalanan, ini anak makaaaan mulu. Makan roti, makan coklat, minum susu dll. Setelah itu asyik lihat-lihat majalah yang di beli di stasiun Bandung.

Stasiun-Bandung-web

Jam 17.15 KA sampai di Jatinegara. Ayah langsung cari taxi dan kami meluncur ke Bekasi. Sempet kena macet di depan stasiun Jatinegara karena separuh badan jalan dipenuhi lapak pedagang. Kirain pedagang ini sudah ditertibkan, ternyata belum ya. Setelah lepas dari sana, jalanan lancar menuju rumah kami. Dita tertidur di taxi. Sekitar jam 18.30 kami sampai di rumah dengan selamat. Alhamdulillah. Makasih ya om Tito, bulik Tantri, dik Titha dan dik Talitha telah ketempatan dan menemani kami jalan2 ke Bandung. Next time kita jalan bareng lagi ya?🙂

13 Responses to “Vacation to Bandung by Train”

  1. jtxtop said

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  2. wah kak dita berlibur kebandung dng KA yah..:) pasti menyenangkan..
    jadi inget belom posting tentang kinan naik KA pertama pas mudik ke Jawa kemarin hehehe…nggak sempat sempat..memperkaya pengalaman anak dengan public transportasi yah bun…:)
    pasti kak dita Happy….ingat kinan juga exiting nunggu kereta distasiun kemarin waktu di jawa…

    Iya ma, anak2 pasti suka sesuatu yang baru. Alhamdulillah Dita happy banget🙂

  3. Aku dulu waktu honeymoon juga pesen tiket Kereta di Dina Setya itu. itu yang sejejeran Arion Mall kan, Bun ?
    Aku ke Bandung malah belum pernah ke Gasibu lho, Bun..

    Iya ma, Dina Setya Rahma kalau dari kawasan sebelum lampu merah Arion, kalau skr yang deketan sama Ace Hardware. Gasibu ruame banget ma…makanannya kelihatan enak2 semua… seru lah di sana🙂

  4. monda said

    kirain semua kereta ke Bandung sudah nggak ada … udah lama nggak naik kereta

    Saya lama gak naik KA juga kangen kak. Tapi kemarin KA ke Bandung semua gerbong penuh lho🙂

  5. Vera said

    Waah seru bgt ke bdg naik kereta. Aku juga pengen ajak anak-anak naik kereta ke Bandung, belom kesampean.
    Arcamanik dekeeet bgt ma rmh Azka di antapani

    Oh rumah di Bandungnya di Antapani, ya deket atuh ma.. *kayak tau Bandung aja😀

  6. deva said

    duuhh jd kangen bakmie nyemek bengawan… dulu jaman masih pacaran, sering malem mingguan disini sama bapaknya anak2, minuman favorit jeruk nipis anget.😀 *aahh jd pengen kesana lagi, udah pindah ke tmn pramuka ya bun, baru tau.. trims infonya *

    Hehehe kemarin ke sana pas malam minggu emang banyak pasangan yang makan. Saya juga tau nya dari adik ipar saya kalau pindah, saya gak hafal daerah di Bandung😀

  7. Susindra said

    Jalan-jalannya asyik nih mbak.
    Dita apa kabar? Lama tak membaca cerita Dita.

    Iya ma mau posting Dita 4y7m belum sempet nih, balesin komen dulu🙂

  8. […] dalam beberapa posting saya. Hmm..ingat juga sebuah komentar dari bunda dita yang rumahnya disini,  pada postingan saya tersebut “jangan takut bermimpi,karena mimpi itu gratis. Tapi mimpi hanya […]

  9. kl beli tiket online gitu kita gak bs milih kursi ya.. Jalan2nya asik.. seperti biasan Dita keliatan ceria terus ya🙂

    Gak bisa ma, sistem yang nentuin, jika gak ada yang berurutan ya dapet seat kosong paling deket. Dita happy banget ma🙂

  10. Lidya said

    pingin ke bandung naik kereta tapi harus ke jakarta dulu ya bun, buang waktu. asyiiiik nih jalan2 ke bandung oleh2nya mana ya🙂

    Iya ma..jadinya bolak balik..buang waktu. Coba kalau bisa naik dan turun di stasiun Bekasi dari rumah kan relatif deket🙂

  11. Orin said

    Kalo belanja belanji di gasibu memang ga bisa sedikit ya Bun, pasti ngeboroooong deh hihihihi.

    Iya mbak, di gasibu bisa kalap hehehe😀

  12. […] Vacation to Bandung by Train […]

  13. […] bertolak dari Parangtritis , naik KA menuju Bekasi.Ini kali ke-2 Dita naik KA, yang pertama saat berlibur ke Bandung ke rumah dik Titha, sepupunya. Dan Dita happy sekali, bolak-balik minta pipis. Sebenarnya bukan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: