Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Mudik Jogja 2012 #9 : WisKul (2)

Posted by BunDit on October 5, 2012

Kamis, 23 Agustus 2012

Awalnya hari itu Bunda dan Dita mau di rumah saja biar Dita bisa istirahat karena barusan mendingan dari batuknya. Tapi dik Tantri seeluarga merencanakan ke kota Jogja, nengok kakak nya nenek di Tito di dekat Colombo (duuh daerahnya namanya apa ya?). Dita yang lihat Titha mau pergi, jadi merengek pengin ikut. Bunda buru2 deh, ganti baju trus ikut. Bunda sampe lupa ada temen kantor yang mau mampir ke Arita. Alhasil jadi gak ketemu deh sama temen Bunda😦

Setelah bersilaturahmi ke kakak neneknya dik Tito, kami menuju soto Sholeh untuk makan siang. Soto Pak Sholeh itu memiliki banyak cabang. Ada di Jl. Magelang, Jl. Wates, Jl. Solo, Ring Road Utara dekat MonJaLi (Monumen Jogja Kembali). Tapi kami biasa makan di pusatnya yang beralamatkan di Tegalrejo. Tempatnya cukup strategis karena agak menjorok di persimpangan di pertigaan Jalan HOS Cokroaminoto dengan jalan masuk ke Museum Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama bernama Jalan Wiratama. Parkirnya cukup luas dan ada tempat sholat yang memadai.

Sesampai di sana, ya ampuuun, pengunjung soto Pak Sholeh sudah membludak. Banyak pengunjung dengan mobil berplat luar Jogja, maklum masih suasana lebaran. Tempat duduk full. Setelah berkeliling mencari-cari, Alhamdulillah masih ada satu meja yang masih available, di dekat tempat meracik soto. Kami berbagi meja dengan sepasang suami istri. Dari tempat duduk, Bunda bisa melihat, soto Pak Sholeh dimasak secara tradisional, yaitu dengan arang. Konon bumbunya pun dihaluskan dengan uleg-an manual. Gak heran, cita rasanya memang mak nyuss🙂

Setelah menunggu kurang lebih 10-15 menit, datanglah soto pesanan kami. Total kami pesen 8 mangkok hehe. 1 untuk Titha, 1 untuk Dita, 1 untuk Bunda, 2 untuk bulik Tantri (maklum busui), dan 3 untuk Paklik Tito (maklum yang nyetir hahaha). Dita sih cuma habis separo, separonya dengan senang hati Bunda habiskan😀

Soto di Jogja dan Soto di Jakarta memang beda cara penyajiannya. Kalau di Jakarta kan biasanya nasi dipisah dengan sotonya. Kalau di Jogja, default nya nasi dicampur dalam soto. Jadi nasinya sedikit banget. 1 mangkok jadi kurang nendang hehe. Harganya sih lumayan murah, 10rb sadja seporsi.

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan jalan-jalan hari itu. Dik Tito mengajak kami ke Pantai Glagah. Pantai Glagah terletak di Kab. Kulonprogo. Dik Tito yang asli dari Kulon Progo, walau belum pernah ke sana, lumayan hafal jalan menuju ke sana. Sebelum sampai ke sana, kami menunaikan sholat Dhuhur di mushola pom bensin di Jl. Wates. Tentu saja tak lupa bernarsis ria di sana..

Di sepanjang perjalanan menuju ke Pantai Glalah, Bunda sempat tertidur hehehe. Tahu2 sudah nyampai ke lokasi. Kami keliling2 sebentar dengan mobil, baru memilih tempat parkir. Saat menuju ke pantainya, angin bertiup sangat kencang. Bunda memikirkan Dita yang barusan baikan dari batuk dan panas nya. Makanya setelah foto2 sebentar, Bunda memutuskan membawa Dita balik ke mobil. Soalnya besoknya kan rencana balik ke Bekasi, kalau Dita sakit lagi dan rewel kan gak asyik di perjalanan. Sedangkan Dik Tantri sekeluarga masih main2 di sana, walau tidak turun ke pantai.

Pas jalan ke mobil, Dita bilang laper. Maklum waktu di soto Pak Sholeh makannya cuma sedikit. Akhirnya Bunda beliin nasi plus telor ceplok. Dita makan dengan lahap. Tak lama kemudian dik Tantri sekeluarga sudah balik. Kami lalu beramai-ramai berfoto ria di menara Monumen Bahari di dekat parkiran mobil.

Pantai Glagah memang indah, walaupun penataan fasilitas nya belum serapi dan seteratur Pantai Parangtritis. Sayang Dita dan Bunda belum merasakan belaian ombak Pantai Glagah. Sama-sama pantai pesisir selatan juga sih, tapi pasti ada keunikan sendiri. Seperti halnya Pantai Krakal di Kab. Gunung Kidul yang pernah kami sambangi waktu Lebaran tahun 2010 yang lalu🙂

Oh ya, menyinggung soal pesisir selatan. Bunda baca di pesisir Selatan Kab. Kulon Progo ini akan dibangun Bandara baru Yogyakarta. Rencananya pembangunan bandara seluas 637 hektar ini dimulai tahun 2014, dan ditargetkan beroperasi tahun 2016 mendatang dan menempati areal di Kecamatan Temon, antara Pantai Congot sampai Pantai Glagah. Sesuai dengan masterplan, bandara baru Yogyakarta  dirancang mampu menampung 28 pesawat, dengan kapasitas terminal penumpang mencapai 10 juta orang per tahun. Ke depan, bandara kelas internasional itu bisa dikembangkan lagi hingga mampu menampung 20 juta orang. Panjang landasan pacu bandara ini nantinya mencapai 3.250 meter dengan lebar 45 meter. Saat ini Bandara Internasional Adisutjipto hanya memiliki panjang 2.200 meter dan lebar 45 meter.

OK, kembali ke acara jalan-jalan. Setelah puas di Pantai Glagah, menjelang petang kami bertolak pulang. Rencananya sih sekalian mampir ke rumah dik Tito di Krembangan, Kulon Progo. Tapi sebelum ke sana kami mau makan malam dulu dan pilihannya adalah Mie Godog Pak Sugeng, yang menurut info dik Tito cukup terkenal di sana. Setelah menunaikan shlat maghrib di masjid pinggir jalan, kami langsung ke tujuan. Warung Bakmi Pak Sugeng, tempatnya cukup luas dengan halaman parkir mobil yang memadai. Sampai di sana sekitar jam 7 malam, pengunjung belum begitu ramai. Alhamdulillah kami mendapatkan tempat duduk lesehan.

Setelah menunggu sekitar 20 menit, 4 piring mie godog (mie rebus) pun siap terhidang. Satu porsi mie godog isinya lumayan banyak, jadi Bunda pesen 1 piring ber-2 bersama Dita. Malam-malam agak dingin emang mantab banget makan yang panas-panas. Dita lumayan makan mie godog 1/3 nya, sisanya langsung Bunda tandaskan ditemani acar dan cabe rawit utuh. Duuuh….pedesnya nendang. Tak lupa kami pesan mie goreng dibungkus untuk oleh-oleh adik dan orangtuanya dik Tito. Seporsi mie godog harganya sekitar 8ribu. Tergolong murah karena rasanya uenak tenan.

Setelah kenyang, kami langsung meluncur ke rumah dik Tito. Ketemu ortu dik Tito, ngobrol-ngobrol sambil makan cemilan. Sekitar jam 9 an, kami pamit pulang dan bertolak ke Parangtritis. Dik Tito tahu banget jalan pintas dari Krembangan ke Parangtritis, jadi lebih dekat. Jam 10 an malam kami nyampe dengan selamat di Arita tercinta. Dua kata untuk jalan-jalan hari itu : puas dan senang🙂

…to be continued….

7 Responses to “Mudik Jogja 2012 #9 : WisKul (2)”

  1. wah gak kalah keren sama pantai parangtritis yah bun…:) hmm mak nyus seger sotonya..saya juga pernah makan soto pak sholeh ini tapi lupa yang dicabang mana….bening seger gitu..hmm…

    bun kayaknya ada typo error deh..maksudnya salah ketik kurang kata kata juta kayaknya..hehehe pada bagian ini..”bandara baru Yogyakarta dirancang mampu menampung 28 pesawat, dengan kapasitas terminal penumpang mencapai 10 orang per tahun. Ke depan, bandara kelas internasional itu bisa dikembangkan lagi hingga mampu menampung 20 juta orang.”…
    wah puas yah bun mudik kali i ni..jalan jalan terus….dan wiskul..waduh nambah nggak bun beratnya..:)
    soalnya happy kumpul keluarga dan makan makan terus…:)
    kiss buat kak dita..

    Sudah dikoreksi mam. Thanks. Yang namanya mudik itu pasti seneng dan pasti nambah BB hehehe. Kiss buat Kinan juga ya🙂

  2. liat liputan kuliner soto dan bakmi godog… mak nyus banget…

    Makanan di Jogja mana sih yang gak enak mam hehehe

  3. riliarully said

    Soto ama bakmi jowonya bikin ngeces nih..puas banget kynya jalan2 n makan2 d Jogja ya Bun🙂
    Lebarannya Bundit sekeluarga seru.like this deh😉

  4. craft4kidz said

    Bakminya mirip bakmi nyemek di jl. wijahan kemranjen banyumas …
    Salam kenal..

  5. jalan2nya dr pantai ke pantai ya.. ^^

    sy kok ngiler liat mie godognya..😀

  6. Elsa said

    Bakminya subhanallaaaah…. bener bener bikin ngiler Mbak…..

  7. Lidya said

    pingin makan bakmi juga bun🙂 maaf baru bisa mampir nih bn, aku rapel ya baca postingannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: