Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Mudik Jogja 2012 #3 : Malioboro!

Posted by BunDit on September 7, 2012

Jum’at, 17 Agustus 2012

Pagi-pagi keluarga dik Tantri datang dari rumah Kulonprogo, rumah mertuanya. Dita seneng banget karena akan ada temen main yaitu, Titha. Umur mereka cuma selisih 2,5 th, jadi kalau main ya nyambung banget. Kami langsung bersepakat jalan ke Jogja. Seru lah kalau jalan 2 keluarga. Rencana kami mau ke Malioboro. Karena dik Tito mau cari tripod, sedang ayah mau cari baju batik buat mama dan Bapak di Padangsidempuan.

Sebelum ke Malioboro, kami mampir ke Toko Progo. Toko Progo adalah toko perkakas rumah tangga terlengkap di Jogja.  Ibu nitip di beliin kompor yang nyala apinya gede hehehe. Dulu Progo letaknya di dekat pasar Beringharjo, sejak th 2009 pindah ke deket Hotel Purosani. Bunda baca Toko Progo sudah berdiri sejak th 1968 dengan luas toko 5×10 m2, sekarang menempati areal seluas 6.500 m2 dengan bangunan 4 lantai dan parkir yang luas. Sudah ada supermarket dan food court nya segala. Selama pindah ke lokasi baru kan Bunda belum pernah ke sana. Pas masuk…wow… surganya perkakas rumah tangga benerrrr. Seneng deh hehehe. Walau gak hobi masak tapi tetep aja namanya ibu2 ya…demeeeen banget liat printilan2 alat rumah tangga😀. Karena keburu para Bapak sholat Jum”at, Bunda fokus dengan yang mau dibeli aja, kompor buat ibu dan sekalian beli oil pot buat Bunda.

Pas mau bayar, masya Allah antriannya….puanjang. Cuma ada 3 kasir. Bunda asal masuk antrian, ternyata antrian Bunda khusus bayar tunai. Yang biasa CC/Debit cuma 1 kasir. Untungnya Bunda sudah ambil uang sih tapi emang untuk perlu lain, ya udah daripada pindah antrian kasir lebih lama lagi deh. Tahu sendiri kalau barang pecah belah gitu kan harus dicek satu2, masukin kardus dll, jadi 1 pembeli aja bayarnya lama.

Karena bete’ nunggu, iseng moto2😀

Setelah kelar Bunda bayar, Bunda nyusul dik Tantri yang beli buah2 an titipan ibu dan dik Ella di supermarket. Dik Tantri gak nyadar kalau hari itu hari Jum’at. Setelah Bunda kasih tahu, baru deh buru2 kita cabcus sambil mikir2 mau sholat Jum’at dimana. Akhirnya diputuskan sholat di Masjid Gede Kauman di dekat Alor (Alun-alun Lor/Alun-alun Utara).

Para Bapak sholat Jum’at, Para Bunda plus anak2, nunggu. Dita sama Titha sempet minta beli lampion. Titha pilih lampion Angry Birds, sedangkan Dita mau lampion bentuk kepala Spiderman!!!. Katanya biar sama dengan kaos spiderman yang dibeli sehari sebelumnya di Swalayan Agung dekat pasar Kretek. Oalah naaaak…. tomboy bener anak Bunda😀

__

Masjid Gede Kauman

Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Gede Kauman ini terletak di sebelah barat Alun- Alun Utara yang secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan keberadaan Sultan, yaitu di samping pimpinan perang atau penguasa pemerintahan (senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatulah (wakil Allah) di dunia di dalam memimpin agama (panatagama) di kasultanan.

Dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I oleh seorang arsitek bernama K. Wiryokusumo, masjid ini mempunyai pengulu pertama yaitu Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat. Seperti halnya masjid-masjid lain di Jawa, masjid ini beratap tumpang tiga dengan mustoko, masjid ini berdenah bujur sangkar, mempunyai serambi, pawestren, serta kolam di tiga sisi masjid. Namun beberapa keunikan yang dimiliki oleh masjid ini adalah mempunyai gapura depan dengan bentuk semar tinandu dan sepasang bangunan pagongan di halaman depan untuk tempat gamelan sekaten.

Masjid yang pernah dipugar akibat gempa bumi besar ini merupakan masjid jammi kerajaan yang berfungsi sebagai tempat beibadah, upacara kesagamaan, pusat syiar agama, dan tempat penegaan tata hukum keagamaan.

Seluruh kompleks Masjid ini dikelilingi oleh pagar tembok tinggi  di mana pada bagian utara terdapat Dalem Pengulon yaitu tempat tinggal serta kantor abdi dalem pengulu, serta di sebelah barat masjid terdapat beberapa makam yang diantaranya adalah makam Nyai Ahmad Dahlan. Abdi dalem pengulu inilah yang membawahi para abdi dalem bidang keagamaan lainnya, seperti abdi dalem pamethakan, suronoto, modin,

Kawasan di sekitar masjid merupakan kawasan pemukiman para santri ataupun ulama. Pemukiman tersebut lebih dikenal dengan nama Kauman dan Suronatan. Dalam perjalanan histories Yogyakarta, kehidupan religius di kampung tersebut menjadi inspirasi dan tempat yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya gerakan keagamaan Muhammadyah pada tahun 1912 M yang dipimpin oleh K.H.A. Dahlan

(ditulis ulang dari gudeg.net).

___

Habis para Ayah selesai sholat Jum’atan, gantian para Bunda dan anak-anak yang sholat. Setelahnya baru deh anak-anak main di teras masjidnya. Masjidnya memang luas dan adem. Makanya cukup lama kami bernarsis ria di sana. Dik Tito mencoba-coba kamera barunya. Foto di bawah ini hasil jepretan kamera dik Tito. Keasyikan motret, dik Tito malah gak ada fotonya di sini hehehe. Tenaaaang, di episode selanjutnya ada kok..🙂

Dari masjid Kauman kami meluncur ke Malioboro. Parkirnya di Toko Ramai. Toko Ramai sudah ada sejak Bunda masih kecil. Sebelum ada Malioboro Mall, Toko Ramai adalah tempat favorit. Dik Tito langsung cari Tripod. Ayah, Bunda, dik Tantri dan anak2, masuk keluar toko batik buat nyari batik buat Mama dan Bapak di PSP. Kaki sampai gempor deh nyari yang cocok. Malioboro berjubel menjelang lebaran begini. Akhirnya dapat deh batiknya (duh nama toko batiknya lupa). Dita dan Titha juga beli sandal batik dan sempet minta jam tangan yang ada lampunya itu waktu jalan di selasar Malioboro.

Karena masih puasa jadi kami memutuskan tidak mampir kemana-mana setelahnya. Titha puasa. Sedangkan Dita bunda suapin di mobil, makan ayam goreng CFC yang kami beli di Progo tadi. Dalam perjalanan pulang mampir ke swalayan Maga di Jl. Parangtritis buat beli bingkisan lebaran untuk Yu Nah. Wah… ternyata Maga masih “hidup”. Swalayan Maga ini kepunyaan keluarga kakak angkatan kuliah Bunda dan sudah dari dahulu kala ada. Waktu itu lokasinya di dekat plengkung Gading. Yang di jalan Parangtritis itu cabangnya atau pindah lokasi, kurang jelas juga. Gak sempet ngecek hehe.

…to be continued….

7 Responses to “Mudik Jogja 2012 #3 : Malioboro!”

  1. Maga yang di daerah dekat suryodiningratan yah bun..lupa lupa ingat….aku juga pernah keyaknya ke situ..yang kearah mau ke krapyak itu kah diperempatan jalan kalo tak salah yah…waduh sok teu sekali hehehe soalnya dulu suka keliling yogya…jaman bapak ibuk dan kakaku masih disana…
    wah bun jadi kangen ma masjid kauman…jadi ingat masa lalu…masa lalu jaman kuliah pernah ketemuan kopdaran sama anak ugm elektro….jaman aku masih kuliah dulu dan jalan ke masjid kauman ini…*semoga koment i ni nggak dibaca ayahnya kinan..ini sisi masa lalu emak kinan jaman kuliah…hehehe…terus pas sama ayahnya kinan abis tunangan dan pingin tahu rumah yogya aku ajak kesini juga…sholat di masjid kauman..duh gara gara bunda dita cerita soal yogya jadi teringat masa lalu…
    PUlang ke kotamu..ada setangkup haru dalam rindu…
    Masih seperti dulu…tiap sudut menyapaku bersahabat……..
    yogya memang membuat kangen..

    btw tantenya kak dita adiknya bunda itu mirip yah sama bunda..terus kayaknya agak kegemukan dikit dari photo jaman dulu yang pernah di upload diblog bunda..
    ayo bun…ditunggu lanjutannya…nostalgia yogya nieh..

    Yoi mam, tepatnya di suryodiningratan, yang di pojokan itu. Dulu toko Maga termasuk yang terlengkap lah, kalau sekarang kan sudah banyak pesaing. Wah… ternyata banyak kenangan di Jogja ya? Nanti habis cerita lebaran, ada cerita jalan2 nya lagi ke Jogja🙂

  2. monda said

    kepengen juga masuk ke toko Progo, senang juga bun liat2 piring2 cantik,
    Cuci mata aja sih…, nggak beli2 lagi … lha rumahnya kecil he..he…

    Buat cuci mata aja asyik kok kak…. Kalau niatnya cuci mata, jangan bawa uang atau CC/DC… biar gak gatel beli hahaha

  3. Ejawantah's Blog said

    Asyik dapat jalan-jalan dengan keluarga ke Kota Yogyakarta, kota yang selalu memberikan kesan yang menarik dan pembelajaran.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  4. pengen deh kapan2 sy bs ke malioboro dg tenang. terakhir ngajak anak2 kyknya lebih byk hebohnya😀

    Hahahaha bener bun, ngajak anak2 itu heboh, apalagi pas rame kayak kemarin…hadeeeuh😀

  5. oalah Tk. Progo dah pindah en makin guedhe tho…*nampak banget dah lama gak ke Jogja😦 *

    eh lg puasa, koq gak mbungkus empek2 blkg ramai🙂

    hehehehe iya mom, malah gak keinget pempek. Padahal dulu kalau ke Ramai pasti mampir makan pempek Sriwijaya hehehe

  6. Lidya said

    bikin pingin belanja ya bun kalau ketoko progo?

    Iya mam, lengkiiip (saking lengkap nya). Untung buru2, jd gak kalap😀

  7. wah…toko Progo udah makin besar ya? Masih inget dulu pertama kali ngekos di Jogja beli perlengkapannya di Progo. Murah dan lengkap…

    Hmm…aku kangen soto di samping toko Ramai yang deket pempek itu…:)

    Ooh…soto yang di pojok itu ya? saya pernah makan, gak enak atuh bun. Enakan soto sholeh hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: