Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Mudik Jogja 2012 #2 : Indahnya Pantai Parangtritis

Posted by BunDit on August 31, 2012

16 Agustus 2012

Bangun pagi-pagi, Dita sudah tidak sabar untuk ke pantai. Setelah Dita sarapan, Bunda, Dita dan Ayah bersiap ke pantai. Dita sudah membawa peralatan bermain pasir yang sudah Bunda belikan sebelum mudik. Hanya kami bertiga karena dik Tanti (adik Bunda) sekeluarga dari Bandung sudah nyampe ke Jogja tapi menuju ke Kulonprogo dulu, rumah mertua dik Tantri. Padahal kalau ke pantai ramai-ramai lebih seru.

Jarak pantai dari rumah YangTi-Kung cuma 200m, jadi ya jalan kaki saja. Parangtritis saat bulan puasa masih sepi banget. Serasa pantai milik kami bertiga hehehe. Karena masih sepi, jadi penjual layangan, penyewaan ATV juga belum kelihatan. Tampak beberapa bendi/andong saja yang siap disewa menyusuri pantai dan tempat lainnya.

Pantai Parangtritis adalah Pantai Laut Selatan yang terletak di Kec. Kretek, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 25 km arah selatan Kota Yogyakarta. Yogyakarta punya banyak pantai selain Parangtritis, seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal, Glagah, Indrayanti. Namun pantai Parangtritis memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh Pantai lain yaitu ombaknya yang besar dan disekitarnya terdapat guning-gunung pasir (gumuk pasir). Tidak pernah ada rasa bosan bermain di Pantai Parangtritis, apalagi buat anak-anak. Ditanggung anak-anak tidak mau udahan, seperti juga Dita hehe.

Kakek nenek (Simbah kakung dan simbah putri) dari pihak ibunya Bunda memang asli Parangtritis. Bahkan simbah kakung adalah abdi dalem Kraton yang semasa hidupnya selalu memimpin acara Labuhan. Upacara Labuhan adalah upacara tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal jumenengan dalem (Raja naik tahta). Untuk sekarang dilakukan tiap tanggal 29 Rajab tahun Jawa (Jumenengan dalem Sri Sultan Hamengku Buwana X). Tujuan upacara ini adalah meminta restu kepada Tuhan untuk keselamatan seluruh rakyat. Upacara ini dinamakan Labuhan karena dalam pelaksanaanya melabuh barang-barang tertentu ke laut selatan. Definisi Labuhan ini Bunda kutip dari cerita Parangtritis yang pernah Bunda pernah tulis lalu diikutkan ke lomba. Itu terjadi duluuu…sewaktu Bunda masih kuliah. Cuma juara harapan sih tapi sempat dibukukan bersama seluruh pemenang. Kapan2 Bunda tulis ulang di blog ya…hehehe

OK, back to Parangtritis. Jadi dahulu sewaktu kecil, Bunda sekeluarga kalau berlibur ya selalu ke tempat simbah di Parangtritis. Sebelum dibangun jembatan Kretek, dari Jogja naik colt kemudian menyeberangi Kali Opak dengan naik getek. Baru dilanjut naik andong/bonceng sepeda sampai Parangtritis. Bisa juga sih kalau gak mau naik getek, naik kendaraan tapi lewat Imogiri, cuma lebih jauh. Setelah dibangun jembatan Kretek, dari Jogja naik bus Jatayu kurang lebih 1 jam. Inget banget dulu Bunda kecil kalau naik bus suka mabuk. Jadi turun di bus langsung hoek, makanan di perut keluar semua hehehe. Sekarang bus Jatayu sudah lenyap, digantikan bus-bus 3/4 yang melayani rute Jogja-Parangtritis🙂

Bagaimana Parangtritis dulu dan sekarang?. Kelembutan pasir dan ombak yang membelai kaki tetap sama. Kenikmatan dikejar ombak masih seperti beberapa puluh tahun silam.

Sekarang Parangtritis lebih ramai. Banyak jalan menuju Pantai Parangtritis. Sudah dibangun jalan beraspal tak jauh dari tepi pantai yang menghubungkan Parang Kusumo-Parangtritis. Kalau dulu hanya ada andong/bendi, sekarang sudah ada ATV. Ada pula kolam renang di dekat pantai.

Bunda tampilin video dan foto-foto keriaan kami bertiga saat di pantai kemarin :

Setelah puas main di pantai, walau agak susah mengajak Dita udahan, kami kembali ke rumah. Di sepanjang kami pulang banyak berjejer rumah makan dan penginepan yang juga menyediakan banyak kamar mandi untuk mandi atau sekedar membersihkan pasir yang melekat di badan sehabis ke pantai. Tapi Bunda langsung ke rumah ibu aja, lha di sana juga banyak kamar mandi air tawar untuk bersih-bersih badan hehe.

Pengin tahu tarifnya? Ini dia :

Habis mandi, kami duduk-duduk sambil ngobrol sama Bapak Ibu. Bapak sudah sepuh, pendengarannya pun sudah mulai berkurang dan jalan sudah susah. Kalau ibu di usianya yang 64 tahun, ibu masih semangat mengurus rumah makan dan penginepan di Parangtritis. Tampak Dita asyik melihat YangTi dan YuNah, nyunduk-i sate untuk persiapan menu rumah makan saat lebaran nanti.

Ibu semasa mudanya kerja kantoran di Jogja. Setelah pensiun jiwa dagangnya memanggilnya untuk kembali ke Parangtritis. Dengan kegiatan ini kata ibu : “Capek tapi senang”. Namanya pedagang, yang dikumpulkan ibaratnya “uang receh”. Tapi ternyata hasilnya lumayan lho. Memang ramainya tempat wisata itu musiman. Hari biasa satu dua orang datang, pas puasa…sepiiii banget. Makanya hari Lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu. Karena masyarakat disana yang menggantungakn hidup dari rumah makan dan penginapannya, berharap akan banyak tamu yang datang. Begitu juga dengan ibu. Walaupun Bunda bilang, “Tidak usah ngoyo…. Nikmatin masa tua.. “. Tapi masa tua yang diisi dengan banyak kesibukan ternyata menyehatkan apalagi bisa menghasilkan uang, seperti ibu saya🙂

….to be continued…

12 Responses to “Mudik Jogja 2012 #2 : Indahnya Pantai Parangtritis”

  1. wah bun saya masih ingat serunya di paris..waktu pertama ketemu calon mertua juga di yogya waktu itu bapak ibuk calon mertua ke yogya study tour, terus saya yang waktu itu kerja dijakarta saya sempatkan ke yogya untuk menemui dan berkenalan dengan kedua orangtua saya..walaupun saat itu ayahnya kinan malah nggak bisa ikutan karena masih di bintan..pertama ketemu langsung saya ajak ke paris karena dari jadwal study tournya emang gak ada itinary ke paris jadi saya yang ajak sore sore bareng keluarga saya..hehehe ingat pertama ketemu sama camer dulu…pari emang unik bun..suatu saat juga pingin ajak kinan jalan jalan kesana.. eh iya kemarin saya juga udah pernah pantai lain selain paris, smaas peranah, pandan simo, parang kusumo, satu lagi mana lupa..curam gitu pantainya…one day pingin mampir ketempat eyang ti nya kak dita nieh🙂

  2. asyeekk yg lagi cerita mudik… bacanya nanti aah,,,
    pertama mau ngucapin selamat idul fitri 1433H, taqobbalallahu minna waminkum, ja’alanallhu minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin ya bun,
    salam sehat selalu buat dita

  3. enak banget deket sama pantai yang baguuus 🙂

    tapi kata sodaraku emang pas lebaran itu parangteritis ramee banget pengunjungnya..

  4. wah sy malah bru tau klo dlu ke paris hrs menyebrangi kali opak dlu dg getek. smga utinya dberi ksehatan ya, jd bs isi waktu dg jualan lbh happy

  5. wah Jatayu udah gak ada ya..waktu saya kuliah dulu, jatayu masih ada deh tapi saya gak pernah naik jatayu ke paris.

    ngomongin masalah labuhan, saya pernah loh…rame rame liat labuhan dan seru banget yaa..ritual jawa nya masih tetep dipegang oleh masyarakat sana.
    Ah, jadi kangen jogja…

  6. monda said

    jadi pengen tau cerita labuhan ni bun
    minal aidin wal faizin

  7. Lidya said

    WC sama pipis apa bedanya hehehe maksunya itu pup mungkin ya bun. halah knapa aku bahas ini dikomen ya hehehe

  8. Dita terus2an main di pantai dong ya kalo deket sm rumah gitu?😀

  9. Orin said

    Aku ke parangtritis pas kelas 3 SMP BUn, study tour, jadi pgn ke sana lagi, pasti udah banyak yg berubah ya🙂

    jangankan Dita, aku aj suka lupa udahan kalo main di pantai hihihihihi

    Sok atuh ke parangtritis lagi mbak🙂

  10. Bener banget kata ibunya Bundit, masa tua diisi dengan kesibukan yang bisa kita nikmati, secara gak langsung akan bikin lebih sehat karena hidup tetap bersemangat seperti waktu muda… Bener-bener contoh yang baik ya Bund….

    Asiknya liburan di deket pantai gitu ya bund, kebayang bahagianya Dita tiap hari mandi di pantai gitu…

    Iya mam, anak2 mah maunya tiap hari ke pantai🙂

  11. oalah rumahnya di Paris tho….jangan2 aq suka bilas di rumah Yang Ti😉
    kalo nginep dijamin tak pernah nginep di rumah2 situ tapi ngemper begadang tisur di pasir pantai parangtritis memandang bulan dan menantikan bintang jatuh😀 *lebay*

    ach….kangennnnnn

    Hahahaha bisa jadi mom. Ayooo ke parangtritis lagiii🙂

  12. Jadi pengen nih singgah ke Jogja, udah lama banget gak jalan-jalan kesana. Keliatannya sepi tuh di foto, pantainya…Kak Dita jadi puas main kesana kemari😀

    Sepi karena masih puasa mam, pas lebaran crowded🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: