Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Multiple Intelligences

Posted by BunDit on July 12, 2012

Ada yang menarik waktu Ayah Bunda menghadiri acara Pentas Akhirussanah KBTK Gema Nurani, 9 Juni 2012 lalu. Waktu pembagian piala untuk anak-anak TK B yang telah “lulus” dan akan melanjutkan ke SD, setiap anak dipanggil satu-per satu dan diperlihatkan slide yang menampikan foto serta nama lengkap si anak. Selanjutnya MC mendiskripsikan kecerdasan si anak. Setiap anak ternyata unik dan menonjol dalam kecerdasan tertentu. Bunda jadi ingat pernah mengikuti seminar yang diadakan Gema Nurani tahun lalu yang membahas soal macam2 kecerdasan yang dikenal dengan Multiple Intelligences (langsung bongkar-bongkar arsip makalah deh).

Theory of Multiple Intelligences (yang selanjutnya Bunda singkat MI) ini adalah teori yang diperkenalkan oleh Howard Gardner di tahun 1983. MI sendiri menganggap kecerdasan yang mengacu pada IQ sudah dianggap kuno, setiap anak cerdas dan berpotensi serta setiap anak memiliki kecerdasan dan potensi yang berbeda.

Berikut 8 Kecerdasan menurut Gardner : *)

  1. Kecerdasan Linguistik/Bahasa
  2. Kecerdasan Logika Matematika
  3. Kecerdasan Visual Spasial
  4. Kecerdasan Gerak Tubuh
  5. Kecerdasan Musikal
  6. Kecerdasan Interpersonal
  7. Kecerdasan Intrapersonal
  8. Kecerdasan Naturalis

1. Kecerdasan Linguistik/Bahasa

  • Pandai berbicara, gemar bercerita dan tekun mendengarkan cerita atau membaca merupakan anak yang memiliki kecerdasan linguistik.
  • Merangsang dan mengembangkan kecerdasan ini dengan cara meningkatkan ketrampilan berdialog, merangsang dengan permainan yang merangsang anak berbicara, membacakan cerita, bermain huruf angka, bermain peran, merangkai cerita, mendengarkan lagu anak-anak.

2. Kecerdasan Logika Matematika

  • Anak dengan kecerdasan ini memperlihatkan minat besar pada kegiatan eksplorasi, cerewet bertanya berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari setiap pertanyaan, suka mengklasifikasi dan menghitung.
  • Merangsangnya dengan cara bermain puzzle, mengenal bentuk geometri, mengenal bilangan melalui lagu, mengenal pola, eksperimen sederhana, diskusi, mengenalkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kecerdasan Visual Spasial

  • Anak dengan kecerdasan ini cenderung berpikir secara visual. Mereka kaya akan khayalan sehingga cenderung kreatif dan imajinatif.
  • Merangsangnya dengan cara menggambar dan melukis, mencoret-coret, menyanyi, mengenal dan membayangkan konsep, membuat prakarya, mengunjungi berbagai tempat, melakukan permainan konstruktif dan kreatif, mengatur dan merancang.

4. Kecerdasan Gerak Tubuh

  • Anak dengan kecerdasan bodily kinestetic senang bergerak dan menyentuh, memiliki kontrol pada gerakan, keseimbangan, ketangkasan dan keanggunan dalam bergerak. Mereka mengeksplorasi dunia dengan otot2 nya.
  • Merangsangnya dengan cara menari, bermain peran, latihan gerak tubuh, latihan fisik, pantomim, berbagai olahraga.

5. Kecerdasan Musikal

  • Anak dengan kecerdasan musikal yang menonjol mudah mengenali dan mengingat nada-nada, mentransformasikan kata-kata menjadi lagu, menciptakan berbagai permainan musik, pintar melantunkan beat lagu dengan baik, menggunakan kosa kata musikal dan peka ritme, ketukan, melodi dalam sebuah potongan komposisi musik.
  • Merangsangnya dengan cara menyanyi/memutar lagu, melakukan gerak berirama, latihan lagu dan aksi, latihan mengenal ritme, bernyanyi bersama, bermain musik, membuat alat musik.

6. Kecerdasan Interpersonal

  • Anak dengan kecerdasan interpersonal memiliki interaksi yang baik dengan orang lain, pandai menjalin hubungan sosial, mampu mengetahui dan menggunakan berbagai cara saat interaksi, empati dan mampu bekerjasama dengan orang lain.
  • Merangsangnya dengan cara mengembangkan dukungan kelompok, menetapkan aturan tingkah laku, memberi kesempatan bertanggungjawab, melakukan kegiatan sosial, bersama-sama menyelesaikan konflik, menghargai perbedaan pendapat, memahami keragaman budaya lingkungan sosial, menumbuhkan sikap ramah, bermain talking stick.

7. Kecerdasan Intrapersonal

  • Anaka dengan kecerdasan intrapersonal memiliki kepekaan perasaan dan situasi yang tengah berlangsung, memahami diri sendiri dan mampu mengendalikan diri dalam situasi konflik, mengetahui apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan dalam lingkungan sosial, tahu kemana harus meminta bantuan saat memerlukan.
  • Merangsangnya dengan menciptakan citra diri positif, menuangkan isi hati dalam diary, menciptakan susasa sekolah yang kondusif, mengajak berimajinasi membayangkan diri di masa datang/menjadi tokoh cerita, bercakap-cakap mengenai kelebihan, kekurangan dan minat anak, memberi kesempatan menjadi diri sendiri dalam sudut pandangnya.

8. Kecerdasan Naturalis

  • Anak dengan kecerdasan naturalis memiliki ketertarikan yang besar terhadap lingkungan alam sekitar, termasuk pada binatang, menikmati benda-benda dan cerita yang berkaitan dengan fenomena alam seperti asal usul binatang, terjadinya hujan, pertumbuhan tanaman, tata surya.
  • Merangsangnya dengan cara belajar dari binatang kesayangan, melihat tanaman tumbuh tanpa tanah, belajar dari kupu-kupu, pepohonan, awan, bunga dan tata surya.

Jadi kebayang ya, begitu uniknya setiap anak yang memiliki kecerdasan yang berbeda. Bunda sendiri dari kecil merasa memiliki kecerdasan no 2 hehe. Dari sekolah, kuliah dan kerja pun dominan menggunakan otak kiri. Logika, logika dan logika. Dulu Bunda bisa lupa mandi kalau sudah “bermain” dengan matematika. Dan sepertinya Dita sangat berkebalikan dengan Bunda, tapi Bunda berusaha terus menggali kecerdasan dominan yang menonjol dari Dita. Karena meski tidak begitu suka huruf dan angka, tapi setiap malam minta belajar membaca dan matematika. Dan nangkepnya juga cepet, walau gampang bosen. Dan Bunda tidak pernah memaksa, kalau sudah bosen ya disudahi. Sepertinya Dita lebih banyak nurun dari Ayahnya, suka ngomong, bercerita, olahraga😀.

Insya Allah, apapun kecerdasan mu nak, Ayah Bunda selalu mensupport mu dengan sepenuh hati🙂

*) ditulis ulang dari makalah seminar Multiple Intelligences Berbasis Karakter di Gema Nurani, 22 Juli 2011 (maaf pembicaranya Bunda lupa, tidak ditulis di makalah)

12 Responses to “Multiple Intelligences”

  1. wah keduluan bunda dita nulis soal ini..hehehe…aku kapan hari diforward tulisan reminder ini dari ayah kinan…http://health.kompas.com/read/2012/07/02/11494856/9.Kecerdasan.Anak.yang.Perlu.Diketahui.Orang.Tua
    ayah kinan maunya ngingetin aku supaya nggak terlalu fokus dan terlalu berat kala mengenalkan alphabet ke kinan…*karena kebetulan saya lagi getol2nya mengajarkan itu….jadi reminder buat saya..bahwa anak itu unik dengan berbagai kecerdasannya…..thanks bunda dita juga….di share juga di blog soal ini..reminder buat saya untuk ngasuh dan ngajarin kinan..

    Saya sih tetep memperkenalkan huruf dan angka ke dita, karena di sekolahnya pun Dita juga belajar, jd saya tinggal menngembangkan saja. Cuma saya tidak pernah memaksa, malah Dita yang mau”Bunda…Dita mau belajar ini…”. Tapi kalau sudah bosen ya dia bilang. Saya buat santai saja. Dita ini mau belajar, daya tangkap cepet cuma mudah bosen. Terima kasih kembali mam. Ingat selalu setiap anak itu unik🙂

  2. nice post… menambah wawasan banget nih…🙂 terimakasih infonya…🙂

  3. keduluan bundit nih ngepos ttg kecerdasan anak ini🙂 shishil senengnya nari bun sama nyanyi plus cerita, jd seneng bgt merhatiin hewan2 ato gejala alam. emang bener ya bun tiap anak itu unik dan pastinya sdh dibekali dg bakat2nya masing2🙂

  4. Lidya said

    Alvin sukanya akriobat sama manjat2 bun🙂

  5. Iya memang ya Bund, setiap anak itu unik dan masing-masing punya kecerdasannya sendiri2, tinggal gimana kita membantu anak untuk mengembangkan kecerdasannya itu ya…

  6. Betul bunda..beda2 pandainya tiap anak itu, unik unik deh…

  7. Orin said

    Wah, terimakasih sharingnya Bun, aku jd belajar banyak nih, setiap anak memang pasti cerdas ya, dg katgori yg unik😀

  8. rina said

    aiih dapet ilmu baru disini.. makasih ya bun… bekal buat mendidik kanaya nih

  9. enno-mama fira said

    Yap, pada dasarnya memang setiap orang itu cerdas yah. Cuman kalo jaman dulu, mungkin baru bisa dibilang cerdas kalo menonjol di kecerdasan yang nomor dua. Hehehehehehe… Fira dimana yaaaa????? sama dengan bundit deh, dimanapun letak kecerdasanmu nak, mama dan papa tinggal mensupport penuh yah….

  10. […] kali kenal BLOGCAMP ini lewat kuis juga, saat itu membaca postingan bunda dita yang ada dirumah ini, tentang hadiah kuis atau biasa disebut tali asih dari pak dhe cholik. Terus ngiler…*waduh […]

  11. […] kali kenal BLOGCAMP ini lewat kuis juga, saat itu membaca postingan bunda dita yang ada dirumah ini, tentang hadiah kuis atau biasa disebut tali asih dari pak dhe cholik. Terus ngiler…*waduh […]

  12. […] lah..males kerja lah…*padahal sedang lucu-lucunya ditempat kerja…*pinjam kata  dan istilah bundit kalo lagi repot repotnya…dengan istilah lagi lucu […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: