Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Dita 3 Tahun- 2 Bulan (Tujuhbelasan 2011)

Posted by BunDit on August 19, 2011

18 Juni 2008 – 18 Agustus 2011

Wah…telat sehari posting ulbulnya Dita nih. Kemarin Bunda bener-bener gak ada waktu. Anyway, Alhamdulillah anak bunda sudah bertambah umur lagi dan makin besar. OK, langsung saja, Bunda mau paparkan perkembangan Dita di usia 3 tahun lebih 2 bulan ini :

Mencium bau pagi

Kalau habis bangun tidur pagi-pagi dan Bunda membuka semua pintu dan jendela, Dita langsung berseru “Hmmm..bau pagi..” sambil hidungnya menghirup udara pagi penuh kelegaan. Bunda heran juga, dari mana Dita tahu istilah bau pagi itu😀

Pantang kalau syair lagunya diplesetin

Seperti pernah Bunda tulis di ulang bulannya kemarin kalau Dita suka banget mengganti syair lagu. Tapi kalau dia lagi menyetel lagu anak-anak, dan ayahnya ikut menyanyi sambil mengganti syairnya, Dita yang marah. “Ayah salaaah, bukan begituuu…” Sampai ayahnya komen “Iiih..ini anak gak bisa diajak bercanda. Gak puya sense of humor”. hahaha Bunda yang mendengar langsung ngakak.

Menyambut Bunda dengan seru

Biasanya Dita suka menyambut Bunda pulang dengan ‘Silakan masuuuk….” sambil tangannya bergaya mempersilahkan. Tapi suatu hari pas bulan Ramadhan, Bunda pulang dari kantor, langsung disambut dengan heboh. “Bunda sini…” Langsung Bunda diseret ke meja makan dan Dita membuka mangkok besar sambil bilang “Taraaaa….” Ternyata dia menunjukkan es buah bikinan teh Dela. Dita kayaknya amaze juga lihat es buah warna-warni itu . Gayanya itu lhoo..😀

Sudah makin tahu : meminta dengan alasan jelas

Akhir-akhir ini Dita suka bisulan. Ya di wajah atau di kepala. Makanya Bunda stop sementara untuk konsumsi telur. Nah kemarin itu Dita tiba-tiba bilang ‘Bunda..Dita mau telur mata sapi”. Bunda bilang “Nanti adik bisulan lagi”. Trus dijawab lagi sama Dita “Bunda..bisulnya sudah sembuh…nih..nih sudah gak ada”, sambil memperlihatkan wajahnya ke Bunda. Emang saat itu sudah sembuh sih, jadinya Bunda kabulkan permintaan Dita untuk makan telur mata sapi🙂

Maunya Cebok Sendiri

Waktu Dita pipis di kamar mandi dan Bunda mau cebokin, Dita sudah mulai menolak. Katanya “Mau ceboksendiri..”. Ternyata kalau gak ada Bunda, Teh Dela sudah mengajari Dita cebok sendiri. Ya ceboknya cuma “nuk”nya  disiram-siram air gitu😀.

“Memaksa” Ayah Bunda selalu bisa

Kalau sedang melakukan sesuatu, misalnya menirukan Shaun The Sheep menari, suka nanya ke Ayah/Bunda : “Ayah bisa gak?”. Kalau dijawab “Bisa..” langsung deh kita disuruh memperagakan. Kadang-kadang kalau Ayah/Bundanya lagi sibuk ngerjain yang lain, kami jawab aja “Gak bisa…”. Kalau dijawab begitu Dita protes “Bisaaa…”. Hehehe jadi Dita nanya, tapi kita dipaksa harus jawab bisa😀

Sok jadi leader

Dita kalau ketemu temen sebaya yang kurang nice (suka merebut mainan, suka mendorong), Dita langsung menghindar karena takut. Tapi kalau sudah ketemu teman yang nice, Dita happy banget. Mereka bisa asyik banget bermain. Dan biasanya Dita yang suka mengatur, “Kita main ini ajaaa…..”. “Kakak Nathaan….jangan pegang itu ya…gak boleh…”. “Andiit…kita jalan ke sana ajaaa….”🙂

Makin suka bercerita pengalaman sekolah

Karena Dita sudah sekolah PG, maka kalau Bunda pulang kantor langsung disuguhi banyak cerita. “Bunda tadi Dita main posotan, ayunan, bola basket….”. “Bunda tadi kakaknya nangis….” “Bundaaa..tadi Dita belajar berdoa…” dst. Trus suka memperagakan gerakan yang diajarkan di sekolah, kalau ditanya siapa yang ngajarin, Dita jawabnya “Si Miss…” Hahahah Bunda meralat “Maksudnya Miss Rini?”😀

Itu aja,  doa Ayah Bunda, selalu sehat dan makin pinter ya sayang…:-)

Oh ya sekalian mau cerita acara tujuhbelasan kemarin di kompleks. Tahun ini tidak ada lagi lomba sepeda hias seperti tahun lalu.  Kali ini kompleks perumahan cuma menggelar lomba mewarnai untuk anak2 dan menghias tumpeng untuk ibu-ibu serta bazaar.

Dita kami ikutkan lomba mewarnai. Tapi karena Bunda ikut lomba menghias tumpeng, jadinya Ayah yang menunggui. Sayang, baru mewarnai sebentar, Dita minta keluar ruangan dan main di luar. Ya sudahlah, gak papa. Akhirnya Ayah dan Dita lihat aksi Bunda dan teman-teman heboh menghias tumpeng. (Foto Dita saat lomba mewarnai masih di HP Ayahnya, belum sempat Bunda minta nih…)

Untuk lomba menghias nasi tumpeng ini, setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Di blok rumah Bunda ternyata cuma 5 orang yang mendaftar, jadinya ya jadi 1 kelompok aja. Pas hari H-3, baru diberitahu kelompoknya, maka agak mepet juga kita meeting. Kita meeting sampai jam 11 malam yang diputuskan untuk nasi nasi tumpeng beserta lauk pauknya, kita pesan saja. Soalnya tidak ada yang mau masak hahahaha. Emang gak ada ketentuan harus masak sendiri sih, yang dinilai cuma kesesuaian tema, keindahan dan kerjasama kelompok. Soal nasi tumpeng nya enak apa gak, gak jadi masalah. Dan karena panitia cuma mensubsidi 50rb/kelompok, selain tiap anggota juga menyumbang, demi kebersamaan di hari sebelumnya kami ngiterin blok untuk meminta sumbangan. Lumayan juga dapetnya😀

Hari Rabu siang, 17 Agustus 2011, nasi tumpeng komplit sudah datang beserta alas tumpengnya. Setelah berembug soal tema dan pembagian tugas, jam 3 sore kami sudah siap di tempat acara dengan kostum bernuansa merah putih sambil membawa nasi tumpeng polos dan segala lauk pauk serta hiasannya. Total peserta ada 7 kelompok. Waktu melirik tumpeng milik kelompok lain agak keder juga, karena kami ber-5 belum pernah punya pengalaman menghias tumpeng. Tapi ya sudah nyantai aja…semangat!

Jam 15.45 lomba dimulai. Kami diberi waktu 1 jam untuk menghias tumpeng. Pengin tahu hasilnya ? Taraaaa….

Setelah selesai, juri langsung menilai. Supaya adil dan obyektif, jurinya sengaja didatangkan dari kampung lain. Dan ternyata….. kami juara 2!!!. Alhamdulillah. Waktu melihat yang juara 1, ah pantes, mereka lebih rapi dan indah🙂. Hadiahnya kami berlima masing-masing mendapat paket sembako. Tuuuh..Dita nampang denga hadiahnya😀

Setelah pembagian hadiah, acara dilanjutkan dengan duduk-duduk saja sambil ngobrol menunggu waktunya buka puasa. Dita main sama temen sebaya dan jejingkrakan saat distelin lagu perjuangan. Liat tingkah polah Dita :

Saat adzan maghrib tiba, semua tumpeng diserbu. Tumpeng kami banyak yang ngambil soalnya rasanya paling enak menurut Bunda (hahaha pesen siiih… ). Lauknya pun beragam, ada telur putuh, sambal kering tempe, sambal goreng ketang ati, perkedel, ikan asin, tahu tempe bacem, udang goreng, ayam goreng. Hmmm…nikmat. Terakhir tak lupa Bunda foto tumpeng yang telah acak kadut “dijarah”😀

Ah…emang selalu seru ya acara tujuhbelasan🙂

13 Responses to “Dita 3 Tahun- 2 Bulan (Tujuhbelasan 2011)”

  1. Wahhh…yang juara 1 itu gede banget wadah tumpengnya ya bund. Punya kelompok Bundit juga gede banget dan nampak sangat enak! Dari fotonya aja bikin ngiler! Ngehiasnya keren banget, bund. Ajarin dong gimana caranya, kan lumayan bisa buat referensi sapa tau tahun depan giliran komplek rumah saya yang bikin acara lomba menghias tumpeng. Tahun ini 17-an sepi banget nih di sini, di mana-mana gak ada yang bikin perlombaan, jadi kurang berasa deh spirit 17-annya😀

    Selamat ulang bulan lagi ya Dita, punya bakat jadi leader nih. Good girl, dikembangin terus ya Dit🙂

  2. Hehhehe..seru seru..tahun ini di kompleks tempat saya sepi nggak ada acara bun agustus, waktu itu juli dah ada acara acara…hmm lomba menghias tumpeng..kita kayaknya tahun lalu dikompleks..tapi lomba masak dan bikin tumpeng tidak tadi bahan beras putih jadi diversifikasi pangan gitu..saya ikutan penggembira aja soalnya kerja jadi nggak bisa masak memasak dan juga menghiasnya..:)
    wah Happy ULbul yah kak dita🙂 semoga selalu sehat dan tambah pinter..kinan udah kayak kak dita yang soal nanyain “ayah bisa nggak” “mama bisa nggak” tapi baru sebatas itu blom dilanjutkan kayak kak dita misalnya dengan kata kata “harus bisa”…wah tambah pinter dan kritis neh kak dita..:) kiss buat kak dita yah bun..:)

  3. dita pinter bercerita ya🙂

    wah selamat ya, juara 2, senengnya..😀
    bund, itu garnisny tumpeng bikin sendiri apa juga pesen ?

  4. wah, hebat dewh bisa menang lomba menghias tumpeng.. Seru dewh acara 17an-nya..

  5. Orin said

    Wahhh…tumpeng ‘after’nya terlihat sangat rusuh ya Bun hihihhi… selamat ya jd juara 2😉

  6. hilsya said

    gimana caranya supaya bisa mneghias dengan indah itu lho Bun?

  7. woww, kereenn,,
    kirain tumpeng buat ikut lomba ngetrilnya pakdhe.. hehe

    eman-eman banget tumpengnya dihancurin gitu bun…

    sehat selalu buat Dita..

  8. Wah makin pintar aja kaka Dita…tetap sehat ya sayang.
    btw cantik sekali itu tumpengnya, jadi mupeng :)*sambil cari tisu*

  9. @zizydmk said

    Duh enak bener ya di sana tiap tahun ada acara tujuh belasan. Di komplekku ini kok sepi2 adem ayem aja. Kasihan Vaya belum kenal karnaval or lomba sepeda hias…

  10. Lidya said

    buat lagi tunmpeng mininya bun untuk kontes di pakde🙂

  11. Dhenok said

    tumpengnya bikin ngiler bun, untung udah buka puasa.. hehe

    harusnya diikutin lomba tuh bund tumpengnya, tumpeng ngetrilnya pakde..😉

  12. Elsa said

    hihihihi… lucu lihat kakak dita

    Mbak, tumpengnya bagus bagus bangeeeeeet
    seandainya ikutan kontes pakdhe, pasti menang tuh

    menang telak!

  13. Salut BunDit masih aktif ikut lomba menghias tumpeng. Bagus pulak. Kalo aku mah nyerah deh, mending bagian yang nyicipin doang.
    Expressi kak Dita di foto juga lucu banget. Gak sabar pengen nyobain tumpeng Bunda en the genk sepertinya.

    Hahaha itu pakai gladi kotor dl mam, nanti yang ini diletakkan disini, yang itu disii dst. Pas menghias ya lama2 kreasi sendiri gimana bagusnya😀. Awalnya Ayahnya Dita juga underestimate sama saya, lha kalau masak saya nyerah, kalau menghias masih ok lah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: