Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

BlackBerry oh BlackBerry

Posted by BunDit on August 3, 2011

Hmmm…posting perdana pas puasa nih. 2 hari kemarin, hectic awal bulan di kantor jadi rada gak mood nulis. Ok, kali ini Bunda mau nulis tentang Blackberry baru Bunda. Hayoo…pasti langsung pada teriak “Haree genee baru punya BB???”:mrgreen:. Oh ya, ini sama sekali bukan tulisan buat pamer lho, lagian apa sih istimewanya punya Blackberry?😀. Lhaa terus kenapa dibeli? Naaah, ini yang mau Bunda tulis. Jangan protes dulu ah…😀

Jadi ceritanya, HP lama Bunda Sony Ericsson K530i, yang Bunda beli sekitar th 2008, sempat kena air waktu mudik lebaran ke Padangsidempuan th 2009 lalu. HP nya masih bisa digunakan sih, tapi kalau ditelpon, yang nelpon suka ngomel-ngomel karena suara Bunda terdengar sayup-sayup sampai hehehe. Bunda sih nyantai-nyantai aja. Kalau memungkinkan Bunda aktifkan speakernya, jadi suara Bunda lumayan terdengar. Kenapa gak segera ganti HP? Lhaaa kan masih bisa digunakan walau dengan kekurangan gak significant itu😀. Yang penting bisa sms-, foto-in dan video-in Dita. Kamera Sony ini walau cuma 2 megapixel, tapi hasilnya bagus lho. Jadi Bunda tetap bertahan dengan HP SE kesayangan.

Dan kemudian, datanglah godaan dan racun BB. Bunda tetap tegar. Gak tergoda. Memang dasarnya Bunda bukan gadget freak jadi yaaa..lihat orang dengan bangga nenteng BB trus asyik BBM-an, Bunda biasa aja. Pokoknya gak ada ngiler-ngiler nya lah…lebih ngiler liat tempe mendoan😀. Banyak banget temen yang nanya no PIN BB Bunda, Bunda bilang Bunda gak punya BB. Eh..pada gak percaya, dikiranya Bunda gak mau bagi PIN BB.

Ayahnya Dita sendiri? Lebih parah dari Bunda, anti banget dengan BB, maksudnya anti beli BB, kalau dikasih ya pasti mau hihihi. Ayahnya Dita mah selalu lihat fungsi kalau beli apa-apa.  Lha kebutuhanya cuma nelpon dan sesekali sms-an, ngapain beli BB, begitu katanya.

Namuuun, seiring berjalannya waktu, HP Sony Bunda makin parah. Suara Bunda kalau pas ditelpon bukan sayup-sayup sampai lagi tapi nyaris tak terdengar hahaha. Akhirnya dengan terpaksa Bunda beli HP baru. Awalnya Ayahnya Dita bilang beli Android aja daripada BB. Cuma rasanya Bunda belum butuh keunggulan Android dibanding BB, dan lagi Bunda gak suka nulis dengan touch screen (HP android hampir semua touch screen kan? CMIIW). Dan saat keharusan beli HP baru itu datang, mendadak Bunda jadi penasaran dengan BBM-an hahaha. Di Android, gak/belum ada Android Messenger kan?. Maka jadilah sebulan yang lalu beli BB baru. Awalnya mau beli BB Gemini aja yang murmer, tapi kameranya kok cuma 2 megapixel. Bunda pernah lihat hasil foto dari kamera BB yang 2 MP itu, kurang bagus gitu. Bunda kan penginnya bisa foto-in Dita kapan aja dengan hasil yang bagus *halah*. Akhirnya beli yang Onyx 2, cukuplah buat Bunda.

Karena ada mainan baru, Bunda mulai explore sana, explore sini. Sampai Dita protes “Bundaaaa, jangan main hape muluuuu”, saat Bunda keasyikan explore dan slow response ke Dita. Apalagi dasarnya Bunda ini hobi chatting, jadi duuuuh ini yang Bunda takutkan kalau punya BB, bisa BBM-an sepanjang waktu deh. Sampai-sampai Ayahnya Dita bilang “Buun, jangan sampai BB jadi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat…”. Sindiran itu jadi sebuah peringatan kepada Bunda, bahwa walau hobi chatting, tapi sekarang beda dengan dulu semasa lajang. Sekarang ada Dita dan suami yang gak boleh dicuekin gara-gara chatting hehehe. Makanya BBM contact Bunda masih sangat sedikit, gak sampai 20. Maunya sih ya gak usah banyak-banyak. Bisa gak yaaaa….😀

Untuk BIS (Blackberry Internet Service) nya sendiri bunda pilih yang BB Lifestyle (chatting dan social networking) aja. Sengaja biar gak ngenet pakai BB. Soalnya bawaan-nya gatel aja kalau diberi akses ngenet di BB, soalnya pernah nyoba seminggu pakai BB Unlimited, maunya blogwalking mulu😀. Takut waktu tersita ke BB. Jadi sekarang kalau ngenet di kantor aja, pas jam istirahat.  Jadi bukan salah BB nya sih, Bunda aja yang susah nge-rem hehehe😀

Oh ya, yang penasaran sama Blackberry vs Android, Bunda nemu reviewnya yang ciamik di sini, Bunda copy paste isinya disini sekalian buat dokumentasi pribadi. Thanks ya mas Praditautama atas review nya (hihi sok kenal)😀

Push Email Pribadi (non-korporat)
Fitur yang paling dicari oleh pengguna smartphone adalah kemampuan push email. Android dan BlackBerry mempunyai kemampuan Push Email secara native. Tetapi untuk Push Email Yahoo!, android harus di-install aplikasi Yahoo! Mail yang bisa diunduh di Android Market. Sedangkan untuk BlackBerry, konfigurasi email bisa dilakukan melalui satu aplikasi yaitu “Email Settings” dan email Yahoo! pun didukung oleh BlackBerry tanpa harus install aplikasi tambahan. BlackBerry wins.

Skor : BlackBerry (1) – (0) Android

Push Email Korporat
Saya hanya membandingkan email yang menggunakan Microsoft Exchange Server saja, karena selama ini di kantor menggunakan Microsoft Exchange Server. Android secara native sudah bisa push email Microsoft Exchange Server dan hampir realtime (push) dan BlackBerry pun sudah bisa push email korporat. Tetapi untuk BlackBerry harus ikut layanan BES (BlackBerry Enterprise Service) dan email server perusahaan harus memasang aplikasi BES di servernya sebagai “agent”. Hal ini berarti tambahan biaya untuk perusahaan dan karyawan karena biaya BES lebih mahal dari BIS. Android wins.

Skor : BlackBerry (1) – (1) Android

Biaya Data Service
Smartphone tanpa layanan data sama saja seperti dumbphone, haha. Bagi pengguna BlackBerry diharuskan untuk langganan layanan BIS / BES. Kita tidak bahas BES karena selain mahal, BES juga membutuhkan biaya tambahan bagi perusahaan untuk memasang perangkat BES di servernya. Agar BlackBerry bisa digunakan maksimal (Wifi, Internet, Chat, dan Email), pengguna BlackBerry harus mengeluarkan biaya dari Rp 69.000 sampai Rp 100an ribu (maaf tidak update harga BIS hehe). Pengguna Android ada dua pilihan, bagi yang punya pulsa banyak dan tidak fakir pulsa bisa menggunakan layanan data biasa (per KB atau per menit) dari masing-masing operator tetapi bagi yang pulsa terbatas dan ingin menggunakan layanan data unlimited bisa menggunakan Unlimited Data Plan dari operator. Harga bervariasi tergantung operatornya. Saya menggunakan harga Rp 99.000 per bulan (unlimited). Draw.

Skor : BlackBerry (2) – (2) Android

Sinkronisasi Kontak dan Kalender
Sudah tidak jamannya lagi kita punya banyak kontak atau kalender di banyak device. Sekarang jamannya cloud computing, jadi cukup satu kontak untuk semua device. Android menyimpan kontak yang kita tambah, ubah, dan hapus di email Gmail kita kecuali kontak korporat (tersimpan di Exchange Server sesuai akun email outlook kita). Sehingga bila kita ganti device android, kita tidak perlu backup semua kontak ke PC/Laptop. Semua kontak di device android yang baru akan otomatis ter-sinkronisasi di device baru. BlackBerry mengharuskan kita secara berkala melakukan sinkronisasi melalui BlackBerry Desktop Software (dulu BlackBerry Desktop Manager) menggunakan perantara Microsoft Outlook. Bila kita ganti handset BlackBerry, kita harus melakukan sinkronisasi manual.

Apa yang terjadi kalau kita lupa backup / sinkronisasi kontak dan tiba-tiba BlackBerry kita rusak, hilang, atau ganti ? Bye-bye teman. Android wins.
Skor : BlackBerry (2) – (3) Android

Social Network
Hari gini gak punya twitter, facebook, dan foursquare ? gak apa apa sih haha. Android dan BlackBerry punya semua aplikasi social networking. Jadi untuk kategori ini, hasilnya seri alias Draw.

Skor : BlackBerry (3) – (4) Android.

Text Chatting
Yahoo! Messenger, Google Talk, Nimbuzz, you name it ! semua ada untuk Android dan BlackBerry. BlackBerry Messenger ? BlackBerry tanpa BlackBerry Messenger rasanya seperti pesan Burger King Whooper Up-sized tapi gak pake daging. Android Messenger ? never heard of. BlackBerry wins.

Skor : BlackBerry (4) – (4) Android.

Video Chatting
Beberapa device Android sudah ada kamera depan, jadi bisa melakukan Video Chatting menggunakan Yahoo! Messenger di Android atau menggunakan fitur bawaan Android. Kamera depan di BlackBerry ? udah ada belum ya ? setahu saya sih belum ada :)

Android wins.
Skor : BlackBerry (4) – (5) Android.

Web Browsing
Kenyamanan berselancar web itu relatif. Tapi menurut saya, lebih nyaman menggunakan browser bawaan Android. Kalau di BlackBerry sering mengalami tampilan website tidak tampil sempurna dan JavaScript tidak jalan sebagaimana mestinya. Android wins.

Skor : BlackBerry (4) – (6) Android.

Menulis
Kali ini saya akui kalau BlackBerry masih unggul dalam hal menulis. Masih lebih nyaman dengan qwerty keypad daripada touchscreen. Cuma masalah kebiasaan saja. BlackBerry wins.

Skor : BlackBerry (5) – (6) Android.

Keamanan Data
Keluarnya data sensitif seperti data kartu kredit, kontak, alamat, email, dan sebagainya sepertinya lebih aman di BlackBerry. Karena (katanya) RIM menggunakan enkripsi MIL-SPEC alias standar militer amerika yang sudah di sertifikasi oleh Pentagon, sehingga kecil kemungkinan untuk menyadap data yang ada di BlackBerry dan karena BlackBerry menggunakan jalur sendiri maka data bisa lebih terisolasi. Sedangkan Android hanya menggunakan jalur internet biasa, walaupun beberapa aplikasi menggunakan SSL (Secure Socket Layer) tapi tidak menjamin keamanan data yang Anda kirim melalui internet. Apalagi Android menggunakan banyak background service yang mengirimkan data secara periodik. Untuk soal keamanan data, saya rasa hal ini relatif tergantung kebiasaan penggunanya. Jadi kita kasih nilai seri ya. Draw.

Skor : BlackBerry (6) – (7) Android.

Multitasking
Buka aplikasi tapi harus tutup aplikasi sebelumnya ? so last decade banget deh haha. BlackBerry dan Android support multitasking tetapi setelah saya dokumentasi teknis BlackBerry OS dan Android OS, saya menilai kalau Android lebih unggul dalam hal multitasking.

Penjelasan singkatnya begini, bila kita buka 6 aplikasi di BlackBerry. Enam aplikasi tersebut akan memakai blok memory (RAM) BlackBerry. Kemudian bila kita buka satu aplikasi satu lagi, aplikasi terakhir tersebut akan memakai blok memory (RAM) yang masih tersisa. Muat atau tidak muat itu urusan belakangan, yang penting aplikasi yang ke-7 harus masuk memory. Hasilnya adalah “jam pasir” keluar di layar. Jadi ada 2 state di dalam proses BlackBerry OS, running atau tidak-running.

Android melakukan hal yang hampir sama dengan BlackBerry (karena konsep dasar Sistem Operasi seperti itu) tetapi dengan cara yang lebih “pintar” dalam alokasi dan manajemen memori (RAM). Jika 6 aplikasi berjalan secara bersamaan, kemudian ada aplikasi ke-7 yang dijalankan sedangkan memori (RAM) sudah tidak muat, yang dilakukan Android adalah “me-mati suri-kan sementara” aplikasi yang menggunakan resource dan memori besar ke dalam “cache” sehingga aplikasi ke-7 bisa masuk ke memori. Seandainya ada aplikasi ke-8 yang dijalankan, maka Android akan melakukan hal yang sama supaya aplikasi ke-8 bisa dijalankan. Seolah-olah ada 8 aplikasi yang jalan, tetapi 2 aplikasi sedang dalam kondisi “mati suri” didalam cache. Seandainya Anda membuka aplikasi yang sedang “mati suri” tersebut, maka proses yang sama akan dijalankan dengan “me-mati suri-kan sementara” aplikasi ke dalam cache. Sehingga secara teoritis, Android tidak ada batasan multitasking. Batasannya hanya kemampuan prosesor dan ruang di memory (RAM) dan disk Anda

more info about Android Memory Management click here
Untuk hal ini, Android wins.
Skor : BlackBerry (6) – (8) Android.

Tethering
Android dan BlackBerry bisa digunakan sebagai tether device. Tether dan modem beda konsep. Kalau modem, Android atau BlackBerry dijadikan alat yang tersambung ke PC/Laptop untuk terkoneksi ke internet dengan konfigurasi dan connection point dari PC/Laptop (dial number dari PC/Laptop). Tether adalah PC/Laptop/Device tanpa konfigurasi (dial) terhubung ke internet melalui Android atau BlackBerry. Jadi Android atau BlackBerry sebagai connection point-nya (access point). Android bisa melakukan tether (USB/Wifi) secara native untuk Android Froyo. Untuk Android sebelum Froyo bisa menggunakan aplikasi tambahan yang bisa di download di Android Market. Untuk BlackBerry, saat ini yang bisa melakukan tethering adalah BlackBerry keluaran operator Smartfren saja. Untuk operator lainnya hanya bisa menggunakan BlackBerry sebagai USB/Bluetooth modem dan biaya data diluar biaya langganan BIS. Android wins.

Skor : BlackBerry (6) – (9) Android.

Media streaming (Youtube, Radio, Video, dsb)
BlackBerry bisa untuk buka youtube dan stream video yang ada di Youtube, tetapi setahu saya di Indonesia belum ada layanan BIS yang include data streaming (Youtube, Radio, dsb). Untuk streaming kita dikenakan biaya diluar BIS. Video di Youtube berjalan sempurna di Android tanpa harus kena biaya data tambahan (bila menggunakan unlimited data plan). Android wins.

Skor : BlackBerry (6) – (10) Android.

Integrated Inbox
untuk urusan ini, BlackBerry berhasil menyatukan semua informasi (Facebook, SMS, email, twitter, Yahoo!Messenger, Google Talk, dsb) di dalam satu inbox. Android harus mengalah dalam hal ini (kecuali menggunakan aplikasi 3rd party)
Skor : BlackBerry (7) – (10) Android.

Saatnya kesimpulan. Berdasarkan skor yang ada, Android mengalahkan BlackBerry dengan skor 10 lawan 7. Jadi, Android lebih baik dari BlackBerry ? Anda yang memutuskan.

Soooo begitulah cerita dibalik BB baru Bunda. Ada temen yang memekik senang karena akhirnya Bunda beli BB. Tapi Bunda masih punya banyak temen yang keukeuh bersumpah gak akan beli BB karena dia empet banget lihat orang duduk semeja tapi masing2 keasyikan BBM-an dan sedikit-sedikit ngecek BB karena banyaknya notifikasi masuk. Yaaa…semua kembali ke pribadi masing-masing aja..🙂

28 Responses to “BlackBerry oh BlackBerry”

  1. hilsya said

    bun.. ampe sekarang aku ga punya BB.. klo ditanya pin, bawaanku suka mo ngasih pin ATM
    nunggu nokia 6300 ancur..kok ga ancur2 ya? hihihi…

    Kalau nokianya ancur trus ganti BB gitu ya mam? hihihi

  2. kekekeke…sama sama bunda hilsya..ga punya BB, sama juga kayak bunda dita..nggak gadget maniak…nunggu nokio bolot saya nggak fungsi baru mikir mikir..perlukah BB untuk saya..:) benernya kamarin dah mulai tergoda…tapi masih bisa ditahan nggak tahu sampai kapan kuat bertahan…:)

    Mau didoakan yg mana mam? pertahanannya kuat atau jebol hahahah😀

  3. hehehe.. pernah mengalami hal yang sama, dilema BB & Android🙂 akhirnya memutuskan Android🙂 ad Free Quran Digital, jadi bisa baca plus denger Al-Quran 30 juz kapan aja dan dimana aja. blackberry udah bisa belom ya?

    Setahu saya aplikasi al-Qur’an digital untuk BB udah banyak bun🙂

  4. Gaphe said

    cieee… yang udah beli BB. Kalo saya, selama ini masih bertahan diantara gempuran temen2 yang pada make BB.. biarin deh dianggap ketinggalan jaman nggak punya BB, lah emang belom butuh juga sih.. langganan bulanannya itu loo *nggak kuat*

    Halah, biasa aja tuh mas, rasanya punya BB. Kalau punya Ferari, baru rasanya beda😀.

  5. joe said

    tapi memang kalau saya lebih pilih android, soalnya teman-teman saya banyak yang punya bb akhirnya saya beli android, biar tampil beda …

    Hihihi alasan yg seru mas, bukan ikut2 an tp justru pengin tampil beda😀

  6. ita said

    waaa soner k530i emang dasyat. suami juga punya. dan terpaksa dipensiunkan karna lubang chargernya rada bermasalah. jadi susaaahhh banget di charge. gantinya beli yang mumer nexian yang touch screen. eehhhh, aku jadi nggak suka banget sama touch screen. ribed ;(
    kalo keypad biasa, kan bisa ngetik tanpa liat. hahahah😀

    Bener mam, sy juga gak suka touch screen, yaa mungkin krn kebiasaan aja dr dl pakai keypad🙂

  7. Lidya said

    kalau aku push emailnya gmail memang android kan dari google kan, jadi semua email ditarik aja ke gmail.
    setelah dulu punya BB thn 2008 aku malah ga tertarik pakai lagi bun:) biar deh dibilang ketinggalan juga.
    btw ayah dita sama kaya suamiku tuh anti beli BB,tapi akhirnya dapat jatah free dari kantor plus pulsanya Allhamdulillah.

    Yaaa BB itu lagi nge-trend aja mam, jd untuk sebagian org, pada ikut beli krn byk yg beli, bukan krn butuh. Wah mantap tuh mam, dapat BB free dr kantor, kalau saya cuma disubsidi sebagian hehehe😀

  8. Aku dari kemarin sebenarnya pengen stop pake BB. Tapi ada dua kendala : gak punya duit ganti gadget lain dan masih perlu aplikasi BB yang real-time email. *UHUK, padahal sih gak bisa ninggalin BBG*

  9. aku bukan tipe sering ganti2 hape, dapet hape pasti lungsuran dari suami. Sekarang masih bertahan sama nokia 6300 yang super duper awet. Yah, moga2 aja bisa dapet lungsuran BB dari suami xixixi…

  10. Bun..bun…pinnya berapa?? hihihihi…

    Kalo saya sih awal beli BB karena si nokia rusak…ya udah deh,keterusan sampe sekarang. Di satu sisi, emang seneng juga dengan bb ini, apalagi krn contact saya kebanyakan berisi keluarga besar, jadi yah bisa lebih intens aja komunikasinya dengan biaya yang lebih murah, hehehehe

  11. rina said

    aku malah beli BB nya gara2 hp suami ilang…hehehe… ga nyambung pisan …. udah lama pengen beli suami ga ngizinin, takut lupa sama keluarga katanya… eh tiba2 suatu hari ngizinin yaaaa sudahlah langsung ngacir beli BB… met punya bb baru yaks….

  12. bekti said

    Aiiih… lama nian ga kesini bun. Sekali konek, ada soundtracknya ACI pulak😀
    Siip, dapat catatan tentang BB vs Android, bisa buat referensi nih. Tapi HP ku masih sakti, lah udah belasan kali dibanting ma Jos belum rusak juga (ga ngarep rusak juga, amit-amit).
    O ya map google bisa masuk disitu ga bun, secara sering pergi-pergi, takut nyasar.

  13. Dhenok said

    harusnya bunda lebih tertarik dengan android, dhe juga lebih ngiler liat android daripada BB bund..😀

    Hehehe kok harus tertarik android?😀

  14. fety said

    senangnya hp baru nih, bund🙂

    Senengnya explore awalnya saja, abis itu biasa saja, spt HP2 yang lain *halah*😀

  15. tuyi said

    Selamat ya Bunda, akhirnya tergoda juga…., beli Blackberry juga deh…..xixixixixixi😆

    Bukan tergoda mas, tapi terpaksa hahahaha *ngeles*😀

  16. Numpang lewat ya😀

    Thanks mas udah numpang lewat. Gak mampir minum2 dulu? Puasa ya??😀

  17. Oh iya, udah join “Geng Nunduk” ? hanya para pengguna BB yang bisa join😀

    Hahahah saya sampe googling lho, apa itu “Geng Nunduk”. Ternyataaaa…..hahahaha:mrgreen:.

  18. deva said

    bundiittt… aih aih selamat ber bebeh ria… dijamin bakal ketagihan pengen bebean teyus tiap hari hihihihi *pengalamanpribadi*

  19. hihihi selamat berpisah dengan komunitas hp jadul :p

  20. bun..aku ga punya BB nih..ntah lah, aku kok lebih tertarik ama android ya dr pada BB..🙂

  21. mamaray said

    Saya jg belum lama berBB, hape lama emang sudah minta istirahat, mati.
    Kemarin2 sempet bingung jg, BB atau Android ya. Akhirnya diputuskan beli BB, buat ngopeni blog dan BW di bis kota dalam perjalanan pulang, lumayan kan waktu 1.5-2 jam, daripada ngelamun dan ngelantur, hihi. Di kantor udah habis waktu buat kerja, jd waktu di jalan dioptimalkan buat salah satu me-time saya, blog.
    Kalo BBMan? Sesekali sj, kontak juga masih sedikit.
    Alhamdulillaah, bisa nulis lagi…

    Makasih ya Bundit atas review-nya.🙂 oiya, jd pin-nya berapa, Bun? Wakakakka

  22. dheeasy said

    entah udah berapa orang yang nanyain pin bb saya dan hampir semua tak percaya saya ga punya… *jadi inget seorang teman yang awalnya anti BB malah sekarang hobi BBMan….

    Semoga BB barunya memberi banyak hikmah ya bun…🙂

  23. Evy said

    Bun, kalo aku tertarik BB sih karna BBMnya. Tapi emang si kalo streaming ampun2an jeleknya, yah BBnya jg gemini jadi wajarlah ya LOL. Aku jg suka diingetin suami jgn sampe gak bisa lepas dr BB, karna suka gak sadar sih nempel terus sm si BB kl lagi seru chatting:p

  24. ~Amela~ said

    Kalau saya sih sampai sekarang belum tertarik sama BB

  25. […] BlackBerry oh BlackBerry […]

  26. nh18 said

    Saya … rada anti dengan yang satu ini …

    suka meradang kalo ada orang yang nunduk terus tidak menghiraukan alam sekitar … dan juga keselamatan dirinya …
    sibuk uplek … padahal yang diliat paling status bbm galau bin cemen …

    hahaha (sirik tanda tak punya …)

    tapi Bundit sih nggak akan begitu ya …

    Salam saya Bunda Dita

  27. fanny said

    hehe…temen2 yg bersumpah gak mau beli BB harus hati2 itu. dulu say a juga ogah beli BB, tapi karena klien pada nanya pin BB utk memudahkan komunikasi, mau gak mau beli. untung saya gak pernah bersumpah gak beli BB. hahaha….kalo gak, kan jadi maluu kali akhirnya beli BB juga.

  28. Asik sudah punya BB baru… selamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: