Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

6 Jam Terpenjara Di Kamar Mandi

Posted by BunDit on March 10, 2011

Lagi bad mood, selaluuuuu begitu kalau mau kedatangan “tamu”😦. Makanya untuk mencari sedikit hiburan, mencoba bongkar-bongkar file di External HDD, ketemu tulisan pengalaman tak terlupakan yang telah terjadi beberapa tahun lalu di Surabaya. Saya post di blog anakku tercinta ini deh..🙂

________________________________________________

Pengalamanku satu ini walau sudah cukup lama, tapi sungguh berbekas sampai sekarang. Seperti rekaman yang tertulis rapi di pita kaset, aku sanggup memutar ulang ceritanya secara detil. Tak kan terlewatkan satu bagianpun. Benar-benar kejadian yang mengesankan dan tak sanggup aku lupakan, tapi tak terbersit sedikitpun untuk bersedia mengulangi pengalaman itu .

Sebenarnya banyak kejadian yang mewarnai hari-hariku di sela-sela kesibukan saat aku kerja praktek di Surabaya. Ini hanya salah satunya. Selama di Surabaya aku menetap di rumah bulikku, di daerah Ngagel. Sedang 2 temenku lagi memilih kos di dekat rumah bulikku itu. Nah, pada suatu malam tgl 15 Maret – bagai tanggal keramat, aku ingat betul tanggal kejadian ini – kedua temanku singgah ke rumah bulikku. Maklum malam itu malam Sabtu, malam libur karena kebetulan di perusahaan tempat kami kerja praktek berlaku lima hari kerja.  Jadilah kami menghabiskan waktu dengan mengobrol sampai malam. Sekitar jam 11 malam temanku baru pulang. Karena rasa kantukku juga sudah tidak bisa diajak bersahabat, aku langsung naik ke lantai 2 – kebetulan aku mendapat kamar di atas. Ternyata, hajat buang air kecilku minta diprioritaskan. Akhirnya, sebelum ke peraduan aku cepat-cepat ke kamar mandi dulu yang letaknya di sebelah kamarku.

Kamar mandi di lantai atas ini tidak begitu besar, berukuran sekitar 1.5 X 2 meter. Gerendel pintunya menggunakan model puter dengan pengancing berupa tombol di tengah. Sewaktu aku masuk ke dalam dan akan menutup pintunya, gerendel pintu tersebut macet, tidak bisa diputar. Tapi karena sudah sangat kebelet, gerendelnya aku tarik paksa. Sampai terdengar bunyi Glek!. “Nutup deh”, batinku lega..

Setelah menyelesaikan prosesi buang air kecil secara lengkap, aku memutar gerendel pintu untuk membuka pintunya. Lho, kok tidak bisa. “Mati aku”, rutukku. Aku mencoba tenang. “Pelan-pelan Rin, jangan panik dan terburu-buru”, bisik hatiku. Aku mencoba lagi memutar gerendel pintu pelan-pelan. Wah tetap tidak bergerak. Spontan  keluar  keringat dingin. Rasa takut langsung menyergapku. Tapi aku tetap mencoba berpikir jernih.

Bola mataku mulai berputar-putar, mengamati keadaan dan mencari jalan keluar dari kamar mandi tersebut Aku temukan di pintu kamar mandi itu terdapat lubang persegi empat ukuran 45 cm X 90 cm – tentu saja ukuran ini hanya perkiraan. Sepertinya lubang itu dibuat untuk dipasang kaca, tapi mungkin paklikku belum sempat memasangnya. Aku berpikir, karena tadi aku bisa masuk, aku yakin pasti gerendel pintu ini bisa dibuka dari luar. Aku mencoba meraih gerendel luar lewat lubang itu. Tapi ternyata tanganku tidak cukup panjang untuk menjangkaunya. Usaha pertama gagal.

Pada waktu itu bulik dan paklik bersama anak-anaknya sedang pergi ke Jogja. Yang tersisa di rumah hanya kakekku dan sepupuku. Dan pada tengah malam begitu tentu saja mereka sudah terlelap dalam tidurnya. “Tapi tidak ada salahnya mencoba”, pikirku. Mulailah aku berteriak memanggil sepupuku, memanggil kakekku. Wah, tidak ada response. Aku lagi-lagi berteriak sambil memukul-mukulkan gayung di dinding untuk mengasilkan suara berisik dengan intensitas yang lebih tinggi. Mereka tetap tidak bergeming. Akhirnya aku mencoba mencari-cari barang di kamar mandi yang bisa dijadikan alat untuk mencokel paksa gerendel yang ngadat itu. Berhubung di kamar mandi maka yang tersedia hanya sikat, odol, tempat sabun. “Mana bisa buat mencongkel”, sesalku. Maka sia-sialah usahaku. Aku terus memeras otak. Aku teringat dengan lubang di pintu kamar mandi itu. “Wah, bisa tidak ya aku keluar lewat lubang itu”, pikirku. Ah, tidak ada salahnya juga dicoba. Nah, mulailah aku memanjat bak mandi, dan kaki kananku mulai aku keluarkan lewat lubang itu. Aku miringkan badanku.Wah, ternyata lubang itu terlalu sempit untuk meloloskan tubuhku. Aku mencoba cara lain, mengeluarkan kepalaku dulu. “Waduh, bahaya nih, bisa-bisa kepalaku yang jatuh duluan. Belum lulus kuliah masak sudah mati,”, canda hatiku. Akhirnya setelah hampir 1 jam-an berkutat dengan berbagai cara dan usaha untuk keluar dari kamar mandi aku akhirnya pasrah. Hanya satu kalimat yang tersisa dalam benakku “Menunggu waktu sampai Shubuh”.

Aku bingung. Apa yang bisa kuperbuat di kamar mandi ini. Rasa kantukku sudah menguap. “Coba bawa novel”, pikirku, “kan lumayan bisa menghabiskan waktu dengan membaca”. Karena tidak ada yang bisa aku kerjakan, walau tidak mengantuk aku mencoba memejamkan mata. Berhubung kamar mandinya sempit sungguh sulit untuk mencari posisi tidur yang nyaman. Aku rebahkan tubuhku di dinding dengan kaki berselonjor. Nyaman tapi kelamaan kakiku kedinginan. Aku mencoba meringkuk di sudut kamar mandi, tidak enak. Ganti posisi, menelungkupkan kepala dalam posisi duduk tahiyat awal, pegal. Coba duduk di bibir bak mandi dengan kepala bersandar ke dinding, tidak nyaman juga. Begitu seterusnya aku mencari segala kemungkinan posisi, tidak ada yang senyaman tidur di kasur yang empuk. Tiba-tiba aku mendengar suara orang-orang yang lewat di depan rumah, aku kira orang yang sedang tugas ronda. Aku sempat berpikiran untuk teriak, tapi rasanya kecil kemungkinan suaraku terdengar oleh mereka karena letak kamar mandiku itu agak ke belakang, menjauhi jalan. Apalagi aku membayangkan akan malu kalau malah akan membuat heboh sekampung. Aku perhatikan orang yang ronda mempunyai kebiasaan memukul tiang listrik di tepi jalan untuk memberi kode saat itu jam berapa. Aku dengarkan dengan seksama. Ting..ting…”Busyet”, rutukku. “Baru jam 2 malam!!”

Waktu serasa berjalan lambat bagai siput. Aku menghitung detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam.. Masih juga aku jumpalitan mencari posisi senyaman mungkin untuk menyongsong datangnya waktu shubuh yang akan menyelamatkannku. Akhirnya sekitar jam 5 pagi, aku mendengar suara orang di dapur yang letaknya di bawah kamar mandi. Dengan tenaga yang tersisa aku berteriak keras memanggil sepupuku. “Dik Ani…help meeee….”. Sepupuku cepat2 naik ke atas dan membuka pintu kamar mandiku. Dia terperanjat luar biasa. “Ya ampun Mbak Ririn….kok??” Aku nyengir kecut. “Nanti deh aku cerita, sekarang aku mau bersihin badan dulu. Capek, mau tidur”, kataku. Akhirnya aku segera membersihkan badan dan mengganti pakaianku yang baunya sudah tidak karu-karuan. Dan naik ke tempat tidur, berusaha melupakan sejenak kejadian barusan.

Sejak peristiwa itu, hampir 2 bulan aku trauma ke kamar mandi yang memakai gerendel pintu putar. Apalagi kalo mau ke kamar mandi umum (misalnya di mal), aku selalu berpesan ke temanku, kalo 10 menit aku nggak keluar, tolong cek aku. Takut kejadian serupa terulang lagi.

31 Responses to “6 Jam Terpenjara Di Kamar Mandi”

  1. Hihihihi…kebayang gimana panik dan gak nyamannya Bundit terkurung di kamar mandi gitu…untung aja lampunya gak ikut mati ya Bund, gimana coba kalo pas lagi terkurung di kamar mandi gitu trus tiba2 ada pemadaman listrik😀😀

    Btw, Bund, aku suka lho gaya bercerita Bundit ala cerpenis gini, hehehe

    Kalau gelap mungkin malah bisa langsung tertidur di kamar mandi tuh mam hehehe. Makasih mam atas apresiasinya🙂

  2. Mal & Mel said

    kalo ga salah, kejadian terjebak di kamar mandi terulang lagi di kamar mandi dalam kamar kost. bener kan? dengan model kunci yg sama😀
    kamar mandiku jg pernah ngunci sendiri kena angin dan macet ga bisa dibuka dr luar jg, untungnya ga ada orang di dalam. akhirnya skrg diganti aja pake shower curtain, ngirit, hehe…
    emang menyeramkan sih, model kunci bulat itu. pertanyaannya, knp msh tetep dijual ya?

    Hahaha iya bener Wik. Tapi saat itu, gak lama kemudian gerendelnya bisa keputer. Habis kejadian itu aku gak pernah ngunci kamar mandi, lha kamar mandinya udah didalam kamar yang kekunci kan. Iya emang syerem banget model gerendel kunci buat begitu ya🙂

  3. Lidya said

    ooh pantesan bun, temenku juga gitu kalau kekamar mandi terlalu lama minta tolong dipanggil. memang tidak enak ya rasanya terkurung

    Mungkin temen mam Lidya juga punya pengalaman yang sama kayak saya🙂

  4. riliarully said

    serem ngebayangin kekurung di kamar mandi, malam2 lg..jd inget waktu aku kecil dl Bun, aku pernah dihukum bapakku dikunci didalam kamar mandi, walaupun cuma sebentar tp takut jg
    btw gerendel kamar mandiku jg model puteran nih..apa ntar ganti aja yah😀

    Hehehe saya gak begitu takut soalnya tahu masih ada sepupu saya di rumha🙂

  5. sari said

    ya ampyun 6 jam??? kalo aku dah semaput kali bun ketakutan…aku kalo grendel puter gitu slalu coba2 tak puter puter sebelum bener2 masuk ke KM, takutnya ya gitu hehe…

    Hihihi dulu gak sempet ngecek soalnya udah kebelet sih😀

  6. ya ampun bundit, bs mbayangin betapa “terpenjaranya” selama 6 jam itu. dlu pas masih jaman SD waktu TPA d mesjid prnh jg kekunci d kamar mandi, sekuat tenaga mbuka kuncinya, akhirny bhasil, tp g 6 jam, 6 menitan kali🙂

    Kalau yang kekunci gak lama gitu saya beberapa kali..hehehe🙂

  7. IP said

    wah bun untung bukan claustrophobic ya. ckckck…6jam, masih bisa sabar lagih gag tereak2. Kalo aku milih bikin heboh sekampung deh daripada pengsan di dalem :p

    Hehehe saya lumayan tenang soalnya sepupu saya ada dalam rumah jd cuma masalah waktu aja😀

  8. bekti said

    Sama tuh Bundit, aku juga pernah terpenjara di kamar mandi cuma beda lokasi. Hiuff, di toilet auditorim kampus yang waktu itu sedang ada acara kemahasiswaan. Wah2… sangat menegangkan dan harus bisa keluar. Kalo engga bisa terpenjara sepanjang malam. So, aku bela-belain keluar lewat jendela yang kecil itu… hihi *malu*

    Wah, untung bisa keluar lewat jendela ya mam. Kalau semalaman di kamar mandi kampus saya lebih ngeri krn pasti gak ada org, kala di rumah kan lebih aman lah😀

  9. Wah bundit pernah terkunci dikamar mandi?? iya sih ngeri juga, untung ada orang dirumah, lho misalnya serumah pada pergi keluar kota semua lho terus kepriye…persis kayak ibukku yang pernah juga terkunci di kamar mandi rumah sakit pas nungguin bapak sakit, model kuncinya juga kayak gitu,kayaknya ibuku juga trauma, sampai sekaranga kalo kekamar mandi ditempat umum,misal Mal atau hotel minta ditungguin,takut kekunci katanya..

    Wah, ternyata banyak yang punya pengalaman serupa ya mam🙂

  10. […] membaca tulisan cantik Bundit yang ini, entah kenapa membuat saya teringat pada pengalaman buruk di masa lampau yang pernah saya alami.  […]

  11. wah kebayang deh paniknya bundit, aku juga pernah loh bun terkunci dikamar mandi rumah sakit spt bundit, waktu lagi jenguk ayahku yg abis operasi. Panik bgt smp teriak2, tp ga ada yg dengar, padahal aku dengar diluar itu rame bgt, koq ga ada yg dengar. Ga tau gmn caranya akhirnya bs kebuka lagi, fiuhhh lega deh rasanya…🙂

    Hahaha ternyata saya gak sendirian mengalami kejadian buruk ini🙂

  12. Desy Noer said

    hehehe…pengalaman bun… tapi sempet-sempetnya terbesit fikiran “coba bawa novel” hehe.. bunda..bunda…

    Btw thanks a lot yaa award nya. tapi PR nya belum sempet aku kerjain nich…

    Hihihi lha gak bisa tidur, drpda cengok kan mending baca novel mam😀

  13. didta7 said

    woh keren! Kalo saya pasti dah ketiduran

    Hehehe di kamar mandi sempit spt itu mana bisa tidur😀

  14. wah bundit pengalamannya menyeramkan .. aku pernah terjebak juga padahal baru beberapa detik dah panik banget .. kebayang yg kaya bundit .. hiiyyy serem , lately Farras juga pernah kekunci di kamar mandi untung tantenya berhasil ngedobrak pintunya .. sedih juga pas kejadian aku gak di rumah terbayang wajah panik farras saat itu kasian ..😦

    Waduh, Farras pernah kekunci di kamar mandi?, tapi gak jadi trauma kan bun?

  15. Teman kantorku pernah mbak kekunci di kamar mandi, untungnya dia punya kebiasan selalu bawa hape ke kamar mandi…….jadi ngga perlu teriak2 dia tinggal telepon aja….nahh sejak kejadian itu aku juga ikut2an selalu bawa hape kalo ke kamar mandi kantor.

    Kalau ke kamar mandi kantor saya juga selalu mengantongi HP mam. Kalau di rumah masak iya HP ditenteng2 ke kamar mandi😀

  16. Fitri said

    Walah2.pengalaman yang gak menyenangkan banget ya Bun…aku pernah sebentaran ajah pintu kamar mandi gak kebuka dah panik…

    Kalau sebentaran pintu kamar mandi susah dibuka saya sering bun, pastinya panik lah. Untung tak lama kemudian bisa dibuka🙂

  17. Mama Tania said

    bun dit.. minta ijin tukeran link blog nya ya..🙂

    Lho..belum saya link ya blognya mama Tania. Sudah saling komen tapi gak saling nge-link. Maaf mam. Tuuh udah saya link🙂

  18. advertiyha said

    Ya ampun bundittttttttttt…
    ini pengalaman yang bener2 gak pengen kejadian sama siapapun..🙂
    untung banyak ventilasi di kamar mandinya ya bun, gak kebayang kalo kamar mandinya tertutup bgt, hiks…😦

    Iya mbak, selalu ada untung di balik kejadian😀

  19. roby said

    ga kebayang deh betapa tersiksanya mbak… hihihihii… mbak juga sih, udah tengah malam kan mana ada yg mau ngintipin, eh malah maksa nutup pintu..

    Lha kalau tahu pintunya rusak, gak akan saya tutup mas😀

  20. silvi said

    bundit….sereeeem aku siih bacanya…di kamar mandi gitu looh 6 jam !! tempat dimana kecoa kecoa sialan itu bisa muncul kapan aja…liat aja aku pingsan…apalagi hrs ada di tempat kedemenan mereka dalam jangka waktu yg lama, hebaat dikau bun…ga heran juga dirimu bisa cerita detail…coz it like a nightmare yaa…

    Untungnya kamar mandinya bebas kecoak bun *masih ada untungnya*😀

  21. bchree said

    memang paling ngeri kalau pas terpenjara di toilet, apa lagi kalau tidak ada orang di rumah hiiiii😥 hati-hati bun
    …………………….
    mohon maaf bunda, mohon doa dan bantuannya di
    http://bchree.wordpress.com/2011/03/09/mohon-do%E2%80%99a-dan-bantuannya/
    terima kasih

    Makasih mas🙂

  22. Asop said

    Ya Allah, saya bisa membayangkan betapa membosankannya di sana….😯
    Berarti kebiasaan saya benar ya, selalu membawa bacaan kalo BAB.😀

  23. ke2nai said

    ya ampun bun… 6 jam? bener2 pengalaman gak terlupakan tuh

    Iya bun, sekarang aja masih terbayang2 TKP nya😀

  24. *ketok2 meja* jangan sampe terulang lg ya bun..ngebayanginnya aja aku dah mo nangis hehe

    Iya mam, gak mau lah terulang. Ngeri😀

  25. motik said

    wah bundit… untungnya nggak horor ya kamar mandinya hehe… *kebanyakan nonton film horor*
    tapi bikin panik juga tuh bund, syukurnya di kamar mandi rumah ya. kalo pas lembur kejebak di kamar mandi kantor dan kamar mandi nya horor waaaaaaa gak kebayang hihihi *efek film horor lagi :D*

    Kalau di kantor saya biasakan bawa HP mam. Ngeri deh kalau terjebak di kamar mandi kantor😀

  26. ita said

    bacanya sambil nyengir. jadi inget dulu temen jepangku ngalamin kaya gitu dirumahku. hihihi. heboh banget dah😀
    untung aku kedengeran :))

    btw salam kenal. selama ini cuman jadi silent reader ajah ^^

    Salam kenal juga mam🙂

  27. baby DIJA said

    Assalamualaikum Tante…
    Dija mau undang Tante dan Kakak Dita nih
    Dija kan mau ulang tahun yang ke 1
    acaranya nanti tanggal 23 maret

    datang ya Tante..
    ikutan yaaa

    http://yellow-up-yourlife.blogspot.com/2011/03/dijas-first-birthday-giveaway-letters.html

    Insya Allah tante ikut ya Dija🙂

  28. elsa said

    hehehe kebayang Mbak, gimana traumanya
    aku juga pernah tuh kayak gitu. tapi alhamdulillah cuma 15 menit aja. itupun udah panik luar biasa…hehhee
    gak bebayang kalo terjebak di sana beberapa jam
    teriak teriak sampe ketiduran kali

    Hihi saya sudah se-jam berusaha keluar. Krn gak bisa jadi pasrah😀

  29. hihihihi pasti panik banget yah Mba. Apalagi yang penakut macam gw kalo ngalamin sendiri. Duuuhhh🙂

    Untung adik sepupu Mba bangun jam 5, kebayang kalo doski bangun jam 10 pa makin lama kekurungnya😦

    Nah, karena saya tahu sepupu saya bangunnya pagi maka saya tenang bun. Kalau doi bangun siang, alamat mati kelaparan dan kepesingan di dlm😀

  30. dian sigit said

    baru blogwalking & baca ini, masyaAllaaaaah bunddddiiiittt klo aku udah gerung2 ga karuan kali… tp entah knp sejak kecil sampe skr aku sll takut klo masuk kmr mandi (takut kekunci dr luar) padaal gapernah dan ga ada pengalaman trauma soal kekunci dr luar loh! jadi jarang aku ngunci kmr mandi, klo pun kmr mandi asing juga pasti sblm make dipastiin bisa dibuka lagi :p

    Mungkin pernah lihat film yang terkuci di kamar mandi kali mam, jadi parno sendiri😀

  31. Finni said

    Sama bgt pengalamannya denganku mba. Dengan pintu jenis yang sama (entah kenapa pintu dgn jenis itu emg sering rusak ya). Untungnya kejadiannya pas suami masih di rumah belum berangkat kantor. Dan saat itu aku baru kelar mandi pagi. *Kebayang kalau kejadiannya pas suami ga ada bisa nunggu sampe malam baru bisa keluar. Alhasil itu pintu didobrak paksa dari luar.

    Hehehe untung suami mbak masih ada di rumah ya, kalau enggak ya terkurung kayak saya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: