Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Karma dalam Pernikahan?

Posted by BunDit on February 28, 2011

Re-post dari Blog Bunda yang sudah almarhum. Belum punya waktu buat nulis nih, padahal yang mau ditulis banyaaak banget. Maksud hati mau menulis saat istirahat siang tadi, apa daya ada yang mentraktir makan siang di RM. Seafood Pondok Pangandaran, hilang deh kesempatan menulisnya:mrgreen:. Rasanya ada sesuatu yang salah kalau lihat blog tidak ada tulisan baru terlalu lama, walau ini bukan tulisan baru juga sih tapi setidaknya last post nya berubah😀

______________________________

Apa yang terlintas dalam pikiran kita saat disebut kata “karma” atau “hukum karma”? Rata-rata pasti akan mengartikan sebagai balasan atas sebuah tindakan jahat. “Awas lho…nanti kena karma…” -salah satu konteks yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari.

Saya dulu pun berpendapat seperti itu. Setelah mendapat pencerahan dari teman yang kebetulan seorang Budhis, saya baru paham. Karma tidak senantiasa merujuk kepada sesuatu perbuatan buruk/jahat. Seperti diuraikan wikipedia, karma adalah sebuah konsep “aksi” atau “perbuatan”. Semua yang di alami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Gampangnya, seperti hukum aksi-reaksi. Jika kita berbuat baik kita akan mendapat karma baik. Jika berbuat jahat berlaku karma buruk. Dan karma itu tidak senantiasa akan datang dari orang yang kepadanya kita pernah berbuat baik atau jahat, tapi bisa dari siapa saja. Saya sendiri percaya dengan konsep itu🙂

[BaCa SeLeNGKaPNYa...]

Lantas bagaimana karma dalam sebuah pernikahan. Semenjak gadis saya selalu meyakini, bahwa seseorang yang baik akan bertemu dengan jodoh yang baik. Namun keyakinan saya itu sempat luntur sejenak saat menyaksikan teman baik saya sangat tersakiti karena suaminya selingkuh dengan wanita lain. Waktu itu usia pernikahan teman saya belum genap 1.5 tahun. Saya sangat mengenal temen saya itu. Orangnya sangat baik, tidak neko-neko, penyayang, ah terlalu banyak kalau saya sebutkan satu-satu. Tapi kenapa orang sebaik dia, nasibnya tidak begitu baik dalam pernikahannya? Setelah melewati proses curhat dengan saya yang cukup mengharu biru. Setelah saya sempat menyaksikan suaminya pulang setelah 2 hari tanpa kabar entah kemana – waktu itu saya diminta menginap dirumahnya oleh temen saya buat menemani-, dan saat suaminya mandi, teman saya itu dengan diam-diam memeriksa dompet suami dan menemukan bukti transfer sejumlah uang ke wanita selingkuhannya. Saya miris, kasihan, ikut terluka bahkan hampir menangis. Bahkan suaminya yang saya juga sangat mengenalnya, begitu tega dengan sengaja tidak menyembunyikan hal-hal yang berkaitan dengan WIL nya. Begitu menyakitkan! *saat menuliskan bagian ini air mata saya jatuh, kejadian itu terekam jelas dalam memori saya*

Saya tidak akan bercerita detil derita teman saya itu, karena saya tidak kuasa menuliskanya secara rinci. Terlalu menyakitkan. Karena tidak ada itikat baik dari suaminya untuk memperbaiki hubungan, teman saya memutuskan berpisah. Egoisnya, suaminya tidak mau menggugat, maka teman sayalah yang mengajukan gugatan. Dan karena selain ARTnya, saya adalah satu-satunya orang yang menjadi teman curhat dan mengetahui tingkah laku suaminya, teman saya meminta saya menjadi saksi dalam proses perceraiannya. Duh, permintaan yang sangat berat. Bayangkan, saat itu saya belum menikah dan harus menjadi saksi dalam sebuah sidang yang sangat tidak disukai oleh orang yang sudah menikah. Namun demi teman saya, saya bersedia.

Singkat cerita, setelah 3 tahun memendam kesedihan yang teramat dalam, teman saya mulai bisa membuka diri untuk sebuah hubungan baru. Saat ada seseorang yang mendekati dan meminta untuk menikah dengannya, teman saya mengangguk. Saya benar-benar surprise. Karena yang melamar teman saya itu di mata saya lebih segala-galanya dari mantan suaminya. Lebih dewasa walaupun usianya lebih muda dari teman saya, lebih ganteng, perawakannya lebih tinggi dan yang terpenting tidak mempermasalahkan status teman saya –maaf saya bukan termasuk orang yang menilai orang dari penampilan luar, saya hanya mengungkapkan apa yang bisa saya lihat-. Saat mereka menikah saya sempat nyeletuk :  “Enak ya, lha saya aja belum merasakan menikah, kok kamu udah 2x ya…” hahahaha😀.

Sekarang di usia pernikahannya yang 2 tahun lebih lama dari saya, mereka sudah dikarunia sepasang anak perempuan dan laki-laki yang sehat dan lucu. Teman saya bilang, kehidupan rumah tangganya sangat bahagia. Apakah ini karma baik buat dia? Karena saya dengar, mantan suaminya yang menikah dengan wanita selingkuhannya 2 bulan sejak hari perceraian, saat ini masih ikhtiar untuk mendapatkan keturunan. Apakah ini juga karma buruk buat mantan suaminya? Bisa jadi, entahlah. Walau saya meyakini karma tapi saya percaya, Allah lah yang mengatur segalanya🙂

Dan temen Budhis saya bilang bahwa jodoh kita itu adalah karma kita. Kalau seorang si A mempertanyakan kenapa istrinya tidak secantik istri temannya, misalnya. Jawabnya, wanita yang cantik bisa jadi tidak akan memilih A jadi suaminya😀 . Begitu juga jika si B mempertanyakan kenapa suaminya tidak sekaya suami temannya. Jawabnya, jika suaminya kaya bisa jadi suaminya itu akan memilih wanita yang lebih muda/cantik dari B hahaha😀 . Saya sendiri dulu masih suka ngiri, kenapa ya Ayahnya Dita tidak seromantis suami yang lain? Setelah teman saya bercerita soal karma ini, saya langsung menemukan jawabnya, kalau Ayahnya Dita romantis bisa jadi ya bukan sayalah yang menjadi istrinya hehehe.

Intinya, siapapun dan bagaimanapun pasangan kita, hendaknya kita bersyukur. Itulah jodoh kita. Dia lah yang terbaik, yang dikirimkan oleh Allah untuk kita. Tidak ada kata usai untuk selalu belajar memahami pasangan. Tidak saja senang menerima kelebihannya, tapi juga mau menerima segala kekurangannya. Terlepas dari percaya atau tidak soal karma, ya alangkah baiknya kita memang selalu berusaha untuk berbuat baik dalam setiap kesempatan.  Tidak hanya di dunia nyata, tapi juga dunia maya. Ini juga sebagai pengingat buat saya pribadi.🙂

16 Responses to “Karma dalam Pernikahan?”

  1. Lidya said

    teman didunia maya juga termasuk jodoh2an ya bun

    Maksudnya dapat jodoh dr dunia maya? hehehe😀

  2. Vera said

    Di quran juga ada kan bun, laki-laki yg baik, untuk wanita yg baik, begitu sebaliknya. Yah, kita ga tau apa yg kita hadapi ini, yg baik mnrt kita, belom tentu baik mnrt Alloh, begitu juga sebaliknya, yg buruk mnrt kita, belom tentu buruk mnrt Alloh, yg penting kita jalani semuanya, dan selalu bersyukur

    Ya..memang untuk menentukan baik/buruk tidak mudah tapi setidaknya kita berpedoman pada hal2 yang berlaku di masyarakat ya mam🙂

  3. Sip, bunda dita..setuju, mengiyakan…
    walah malah belum lama ini saya dalam hati juga berpikir, wah ayah kinan nieh jan blas ra romantis….tidak seperti yang saya impikan waktu jaman single dulu je…..tapi dibalik ketidak romantisannya ternyata sayang dan care banget sama keluarga….ya itulah namanya JOdoh…

    Iya mam, setelah menikah yang penting sih suami sayang dan care sama keluarga. Kalau romantis, ya bonus yang sangat diharapkan hampir sebagian istri😀

  4. hehe..jadi inget dulu pernah diselingkuhin ternyata dapetnya suami yg jauh lebih baik😉 *insyaAllah*

    Insya Allah. Amiiin🙂

  5. wah ceritanya sama dgn yg terjadi ma temen ku tapi alhamdulillah sekarang dia sudah bahagia dengan pasangannya yg baru tentunya yg lebih baik🙂

    Ikut senang bun, temennya skr juga bahagia. Kalau orang baik meski pernah gagal, Insya Allah akhirnya diberi jodoh yang jauuuuh lebih baik ya bun🙂

  6. motik said

    tulisan yang bagus bund… dan bener banget ya kata temen nya bunda.
    saya kadang juga suka mikir kok susami saya nggak romantis kayak si A, kok saya jarang dimanjain kayak si B yang selalu dimanjain suaminya. Tapiiii kalo otak lagi bener, akhirnya saya mikir, diluar yg saya komplain itu ternyata suami banyak kelebihannya kok. Kalo nggak moso saya mau dinikahin sama dia hehe…
    Tapi aku termasuk yg percaya sama karma lho bund. Hmmm mungkin krn aku melihat dengan mata kepala sendiri ya jadi sampe skrg percaya kalo karma itu ada dan Allah maha adil.
    Ikut happu denganteman bunda yang sekarang udah hidup bahagia. insya allah bahagia selamanya ya🙂

  7. Iya Bun, gw inget gw dah pernah komen di postingan ini, tapi rumahnya ajah yang beda🙂

    Gw yakin ko kalo laki2 yang baik pasti mendapatkan perempuan yang baik, begituh juga sebaliknya🙂

    Kita harus banyak2 bersyukur diberikan suami yang sempurna oleh Allah SWT *i lop yu Cintaaaa_numpang menyatakan cinta yah Bun ke Ayahnya Zahia :-)*

  8. Mama Tania said

    nice posting..

    aku juga salah satu yang percaya ttg karma tapi karma yang Bundit jelaskan yaitu apa yang kita tanam maka itulah yang kita tuai..
    ya Allah kan Maha Adil.. dia yang akan memberikan penilaian atas apa yang telah kita lakukan…

    yuks kita tebar kebaikan di mana mana agar nanti yang kita tuai kebaikan juga🙂

    Setuju mam🙂

  9. kayanya pernah baca postingan ni dulu waktu ruang yg lain itu msh ada y Bun,he2..setujuu aahh…karma itu ada BUn..kalo soal perempuan baik ketemunya laki2 kurang baik,atau sebalinya,saya percaya ada hikmah dibalik itu semua..ikut seneng buat temennya Bunda ya🙂..

    Benar mam🙂

  10. BunDit,
    Aku juga percaya dengan karma kayak gitu. tapi yang pertama ngomong ke aku gitu sih Ires temenku yang suaminya ganteng, baik hati, sholeh. Katanya itu karma baiknya dia.
    Aku juga merasakan hal yang sama. Pernah disakiti oleh mantan pacar tapi kemudian justru mendapat Hani suamiku yang sekarang. menurutku, Hani ya karma baikku karena setiap menjalin hubungan dengan orang lain, aku selalu sepenuh hati.

    Nah sekarang tinggal Hani aja nih…apakah dia dapetin aku sebagai istrinya merupakan karma baik ato karma buruk? huahahaha

    Hehehe tanya suami mbak Indah dong. Kalau saya pede aja, saya adalah karma baik suami hahaha😀

  11. elsa said

    hhm….
    saya juga percaya betul, perempuan baik untuk lelaki baik. perempuan tidak baik juga untuk lelaki tidak baik. jadi untuk mendapatkan yang baik, kita harus memperbaiki diri dulu…

    tapi kayaknya kalo karma, gak cuma ada di pernikahan ya Bundit
    hehehe bukankah segala hal di dunia ini memakai prinsip : apa yang kau tanam, itulah yang kau tunai…

    Bener sekali mbak Elsa🙂

  12. baby DIJA said

    Dija mau jadi baik terus bundit
    biar dapet yang baik baik juga yaaaaa

    Amiin, tante doain ya Dija🙂

  13. Queenta dhira said

    Aku jg mengalami dilema , suamiku msh brhubungan sama mantan nya bhkan mreka mau rencna nikah , pdahl cwe nya udah pnya suami jg .. Apa yg hrus aku lakukan pdhal aku lg hamil .. Harus cerai atw ttap brtahan ..

  14. […] jodoh yang ideal, tapi apakah kita juga ideal di mata orang lain?. Seperti pernah Bunda tulis di Karma dalam Pernikahan, Kalau si A mempertanyakan kenapa istrinya tidak secantik istri temannya, misalnya. Jawabnya, […]

  15. bagus bgt postingan yang ini BunDit

    Makasih bu atas pujiannya🙂

  16. ika said

    Crt’a hampir sma ma apa yang q alami bun_suami aq selingkuh sma perempuan yang sdh memiliki suami jg_dy tdk mnceraikan aq_tpi tdk jg menghidupi aq n anak aq_dy lbh mmlh selingkuhan’a_ketembang aq n anak aq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: