Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Ceker Ayam & Telur Mata Sapi Addict

Posted by BunDit on January 20, 2011

CEKER AYAM ADDICT

Soal makan ceker ayam, Dita ini menurun dari Bunda, doyan banget. Kalau Ayahnya Dita geli ngelihatnya, jadi boro2 makan kakinya ayam ini. Ini gaya asyiknya Dita saat menikmati lezatnya si ceker :

Dan tak diragukan lagi, banyak banget nilai gizi ceker ayam ini, apalagi buat anak-anak :

  • Kandungan zat kolagen (chicken collagen extract) pada ceker ayam setara aktivitasnya dengan obat antihipertensi golongan ACE-inhibitor. Kolagen ceker ini bisa menurunkan kadar rennin dalam plasma,sehingga tidak mengungkit tekanan darah menjadi lebih tinggi.Buat Penderita Tekanan Darah tinggi sangat di anjurkan.
  • Kandungan zat Kapur dan sejumlah Mineral, sehingga orang yang menderita rematik dianjurkan makan ceker ayam,Yang jelas, makan Ceker ayam secara rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik.
  • Kandungan Hydroxyapatite yaitu salah satu makanan untuk tulang. Karena itu, mengkomsumsi cakar ayam selain dapat memelihara kekuatan tulang, Mencegah Osteoporosis juga menjaga elastisitas kulit.
  • Kandungan Protein Kolagen dalam ceker Ayam juga sangat bagus buat pertumbuhan balita.Karena protein kolagen ayam memiliki antigen yang bersifat imunogenik yang mampu menghasilkan antibodi.

*referensi : dari berbagai sumber

TELUR MATA SAPI ADDICT

Dalam 1 bulan terakhir ini, Dita maniak banget dengan lauk bernama telur mata sapi alias telur ceplok. Kalau Bunda libur dan Bunda yang nyuapin, selalu saja mau makan kalau lauknya telur mata sapi, tidak dengan lauk lain. Jadi bener-bener nasi putih plus telur mata sapi. Awalnya Bunda turuti karena Bunda pikir, ah mungkin Dita bosan dengan sayur dan lauk lain, jadi sesekali “keringan” oke lah. Tapi lama-lama, lho kok setiap Bunda di rumah maunya cuma makan dengan telur mata sapi. Makanya Bunda bujuk-bujuk pakai sayur. Bilangnya “Kakak Dita harus makan sayur supaya e-ek nya gak sakit”. Reaksi Dita? Kadang mau pakai sayur, kadang keukeuh maunya cuma dengan telur mata sapi thok😦. Daripada gak makan sama sekali, kalau sudah gak berhasil dibujuk makan pakai sayur, ya terpaksa permintaannya Bunda kabulin deh.

Kesukaan Dita adalah telur mata sapi yang mateng dan gak kering :

gb. diambil dari internet

Kalau Bunda masak sop telur puyuh pun, mau tidak mau plus telur mata sapi deh😀. Bunda tanya teh Dela, kalau Bunda ngantor suka minta telur mata sapi gak? Kata teh Dela, gak pernah. Bener-bener deh, kalau sama teh Dela, Dita mau makan apa saja yang dimasak, yang pastinya tiap hari pasti makan pakai sayur. Kalau sama Bunda, ealaaaah permintaannya macem-macem, maunya cuma makan pakai telur mata sapi lah, nolak sayur lah de-es-be😀

Terus kalau lagi pengin telur mata sapi sama sayur, setiap kali suapan mau masuk ke mulutnya, Dita selalu make sure dulu bahwa diantara sayurnya ada telur mata sapinya, sambil melihat ke suapan “Bunda, mana telurnya?”. Kalau Bunda sudah bilang “Nah itu kelihatan gede banget”, baru deh Dita mangap dan hap!:mrgreen:

Jadinya Bunda googling deh untuk mengetahui tentang per-telur-an ini. Bahaya gak sih mengkonsumsi telur setiap hari? Bagaimana telur yang baik? Dst. Dan Bunda menemukan banyak fakta yang sebelumnya Bunda tidak tahu :

*referensi : dari beberapa sumber

  • Komposisi nilai gizi telur

  • Kualitas telur ditentukan oleh : 1) kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur, dan ada tidaknya noda atau bintik darah padaputih atau kuning telur) dan 2) kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit, permukaan telur, keutuhan, dan kebersihan kulit telur).
  • Telur ayam kampung sama nilai gizinya dengan telur ayam ras.
  • Salmonella adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan ( Salmonella Food poisoning ), dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedinginan, demam, dan diare. Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadia adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandang dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam). Sebelumnya Bunda selalu mencuci telur sebelum dimasukin kulkas, sekarang gak pernah deh, jadi lebih baik pilih telur yang benar2 bersih kulitnya🙂
  • Nilai gizi telur mentah, setengah matang maupun rebus, bagi orang dewasa tidak berbeda. Tapi Untuk menghindari terjadinya keracunan Salmonella, bila telur yang akan dikonsumsi dalam keadaan kotor lebih baik tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah.
  • Karena proses pencernaan bayi dan anak kecil lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa, jadi sebaiknya telur mentah tidak diberikan pada bayi dan anak-anak, bahkan bagi anak yang berumur kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan telur rebus, bukan telur setengah matang.
  • Proses penggorengan akan menurunkan nilai gizi protein telur, meskipun relatif tidak banyak. Telur mata sapi nilai gizi proteinnya lebih rendah dari telur rebus, dan telur dadar lebih rendah lagi (apalagi yang berwarna kecoklatan)
  • Mengkonsumsi telur setiap hari ( lebih dari 7 butir telur/minggu) bisa meningkatkan resiko diabetes tipe 2 bagi pria (58%) dan wanita (77%). Sumber : http://care.diabetesjournals.org/content/32/6/e73.full. Nah ini Bunda gak tahu, resiko ini berlaku gak ya buat anak-anak.

Tapi Bunda rasa Dita makan telur masih dalam batas wajar kok. Intinya apa-apa yang berlebihan biasanya gak bagus. Yang sedang-sedang saja *sambil nyanyi*😀

Dan ngomong2 soal telur, beberapa hari yang lalu saat Bunda mau beli sate ayam, eh di meja pedagangnya tersaji sate telur muda!. Jarang2 deh Bunda menemukan yang jual telur muda semenjak merantau ke Jakarta. Kalau di pasar tradisional mungkin banyak ditemukan kali ya, bunda gak pernah menyambangi pasar sih😀. Telur muda atau biasanya Bunda menyebutnya dengan “URITAN” ini, makanan favorit Bunda sejak masih kecil dulu.

Langsung deh Bunda beli 4 tusuk. Dita doyan juga, meski gak begitu suka. Kalau teh Dela gak suka, katanya amis. Bunda sendiri ya jangan ditanya hahaha, ludes deh. Waktu itu Ayahnya Dita belum pulang ngantor jadi gak ditawarin hihihi. Tapi untuk yang satu ini Bunda batasin deh makannya, kolesterol bo!😀

25 Responses to “Ceker Ayam & Telur Mata Sapi Addict”

  1. toss ahh .. samma farras juga senengnya telor mata sapi + kecap ..🙂, lumayan kalo lagi buru buru ato mo pergi pergi , sedia juga sosis & nugget bulaf di rumah .. tetep aja lebih memilih telor ..🙂

    Kalau Dita gak mau dikasih kecap, ya telur mata sapi thok plus nasi bun. Telor emang fav anak2 ya🙂

  2. ning said

    iya sama bun,Ghaida juga suka makan telur ceplok tapi dia ga begitu bisa makan putihnya…gampang dan bergizi…nah cekernya dita udah ngerti ya kalo tulang2nya mesti hati2 biar ga kemakan? saya kalo kasih sop ceker,daging tengahnya aja yg dikasih abis bingung takut ketelen tulangnya bun.

    Dita udh ngerti cara makan ceker tapi ya tetep aja susah sih. Kalau seumur Ghaida ya harus diambilin dagingnya aja, ngeri juga ketelen tulangnya🙂

  3. Ceker sama telor mmg bagus buat anak2 yah. Zikra dulu sering dimasukin ceker ke makanannya, skr kok emaknya jd jarang ngasi ceker lagi ke dia hihi harus mulai dibiasakan lagi nih.
    Kalo telur emang favorit bgt, telur puyuh juga salah satunya:)

    Bener, telur itu fav anak2 banget, murah meriah bergizi deh😀

  4. wah kebalikan sama shishil nih bun, dia mah segala macam telor ga mau (mungkin tepatnya belum mau ya), baik yg di dadar/ceplok, kecuali dia ga tau kalo sm bundanya di selipin telor, hihi. Telur puyuh pun paling dikit doank, telur rebus juga paling kuningnya doank. Paling seneng sih sama kecap.

    Sepertinya harus lebih diintensifkan lagi nih menu telornya

    Dulu Dita juga gak begitu suka telur kok bun. Shishil juga mungkin belum mau. Nanti kalau Shishil mencium telur digoreng trus lihat Bundanya makan, siapa tahu jadi pengin😀

  5. waduh Dita asyik banget makan cekernya…pinter yachh, padahal kan susah loch makan ceker, soale dagingnya pada nyelip2 heheheh…..

    Mama ina juga seneng sm ceker ayam, tp papa ina gak suka, makanya klo mau makan ceker ayam harus ngumpet2 heheheh…..

    Kalo sm telor mahh ina doyan banget…. sama-an ama dita….toss lagi ahh..

    Hihihi sama, saya kalau makan ceker gak didepan suami. Toss Kak Ina, sama2 penggemar telur🙂

  6. Wah, enaknya ^_^

    Om Hafid mau? *sambil menyodorkan telur ceplok yang tinggal sedikit*😀

  7. Huwwaaaa…. Dita melahap cekernya lucu banget, bund. Hebat deh Dita mau makan ceker, tante aja sampe udah setua ini gak pernah mau makan ceker😀

    Hehehe selain org Jawa, jarang deh yang doyan ceker mam. Ayahnya Dita juga gak doyan sama sekali😀

  8. lidya said

    aku juga takut sama ceker bun: ) kalau beli ayam ceker dan kepala aku ga ambil, kecuali suamiku mau cuci dan masak

    Hehehe kebalikan sama Ayahnya Dita deh😀

  9. tetik said

    Salam
    tetik tidak ngefans2 amat ma ceker dan telur sih tapi suka aja kalo da makanan apa ja yang penting enah
    ho..ho..ho..

    Sama dong mbak dengan saya yang suka makanan apa saja yang penting enak😀

  10. Kalo Zahia mah ga pernah gw kasih ceker Bun, secara emaknya ajah kaga suka ceker. Tapi kalo telor jangan ditanya. Doyaaaaannn pisaaaaannn, apalagi telur dadar. Nah biasanya gw bikin telur dadar dicampur daging cincang + sayur (wortel, brokoli, sapi)🙂

    Wah baru tau gw kalo telur bagusnya ga dicuci. Thanks infonya yah BunDit🙂

    Nah, Dita gak begitu suka telur dadar. Maksud saya kalau didadar kan bisa dikasih sayuran gitu🙂

  11. Oya BunDit, lupa ekye. Jangan lupa yah ditunggu loh partisi-sapinya dalam lomba di blog keluargazulfadhli🙂

    Tengkiu🙂

    Insya Allah Bun. Nanti tanya Ayahnya Dita dulu, mau gak diajak narsis😀

  12. wuaa baru tahu klo mencucui telur bisa beresiko masuknya bakteri salmonella,selama ini klo mo simpen telur di kulkas jg dicuci dlu..tfs y bun…klo soal ceker kita pernah toss yaaa,he2..

    Iya saya juga barusan tahu mam. Toss ah sesama pecinta ceker ayam😀

  13. advertiyha said

    Tos dulu sama Dita.. *toast*..
    tante juga penggemar ceker ayam, tapi satunya bukan telor ceplok, kesukaan tante yang satu lagi itu.. Kepala Ayam.. hehehe…

    ternyata banyak ya bun manfaat ceker ayam, tambah seneng deh,heheh..

    bener bun, yang berlebihan itu pasti tidak baik, ingak..ingak… hehe…

    hehehe kalau Dita belum saya perkenalkan Kepala Ayam. Ntar Ayahnya Dita bisa2 gak punya selera makan di rumah kalau liat anak istrinya jd penggemar berat ceker dan kepala ayam yang yummy itu😀

  14. Ayu said

    aku aku juga suka banget ma ceker ayam, biasanya di ungkep trus di goreng hehehe..
    bte mw nanya bun, klo mau bikin kaldu buat mpasi itu pake ceker ayam biasa (broiler) atw harus pake ceker ayam kampung ?

    Kalau yang pernah saya baca, lebih bagus ayam kampung daripada ayam broiler karena ayam kampung dipelihara secara alami dan tidak ada residu antibiotik, hormon atau bahan kimia lain dalam tubuhnya. Kalau saya sendiri, jika gak ada ayam kampung, ya gak masalah sesekali memakai aya broiler🙂

  15. Wah aku ketinggalan banyak info dan posting dari bunda dita..maaf yah bun nggak sempat blog walking..cuti satu minggu kinan sakit, dan akhirnya harus dirawat di RS karena kena virus sejenis campak, panas tinggi dan nggak mau makan minum..

    Meski aku tak suka ceker tapi dari mulai MPASI kinan dah sering aku buatkan kaldu ceker, akhir akhir ini aja hampir tidak pernah bikinin sup ceker,(memang beberapa bulan terakhir ini makanan kinan kayaknya nggak aku jaga banget, apa karena itu daya tahan tubuhnya drop kena serangan virus) entahlah..walah kok malah curhat..sorry bun…

    Melihat manfaatnya, aku mau ikutan kakak dita dan bunda ah..mencoba menyukai dan menikmati ceker..,kalo kepala ayam…emm…nggak dulu yah bun…agak ngeri..:)

    Wah Kinan habis sakit to mam. Tapi sekarang sudah sembuh dan sehat kan. Makan yang banyak ya Kinan sayang, biar cepet pulih🙂

  16. Mama Tania said

    hihiihii…lucu liat dita makan ceker.. pinter deh🙂

    tania juga ceker mania..sama kya dita nih..biasanya lo dia lagi GTM aku langsung buat bubur ceker pake slowcooker dan pasti langsung bablas.. enak soalnya klo ceker di masak pake slowcooker jadi berasa gurih dan lembut..

    klo telor ceplok, aku belum pernah kasih sih krn slama ini selalu didadar.. jadi pengen coba deh kasih tania telor ceplok plus kecap manis kali ya… itu mah mama nya yg doyan😀

    Wah..saya malah gak pernah bikinin Dita bubur nih. Kayaknya enak juga ya bubur ceker ayam🙂

  17. ke2nai said

    Dita tau aja makanan enak. Ceker ayam emang enak. Hehe.. utk info tambahan aja, temen sy yg dokter blg katanya kl utk ceker walopun enak jgn sering2. Dan sebelum dimasak lapisan luar kulitnya di kupas dulu. Karena berpotensi mengakibatkan kanker mbak (tp sy lupa kanker apa)

    Makasih infonya bun. Yang jelas apa2 yang berlebihan dan keseringan gak bagus ya🙂

  18. Desy Noer said

    kalo aku termasuk yang gelian liat ceker ayam. jadi jangankan ngasih zaheer menu ceker ayam. kalo telor, sama, zaheer termasuk penyuka berat, terutama ceplok dan rebus telor puyuh.

    Hehehe emang ceker itu bikin geli tapi tetep nikmat lho mam😀

  19. zipoer7 said

    Salam Takzim
    Wah kalau soal kaki itu makanan Favorit istri saya, pokoknya kalau diajak jalan ke rumah makan dia selalu pilih bakso ceker hehehe, saya sendiri paling ga bisa makan kaki takut numbuh hehehe
    Salam Takzim Batavusqu

    Hehehe bakso ceker emang yummy pak. Salam juga🙂

  20. BABY DIJA said

    telor muda??
    Dija belom pernah tau

    Hehehe nanti minta beliin tante Elsa ya🙂

  21. Elsa said

    ceker ayam? hehehe asyik gigit gigitnya kali yaaa
    tuh Dita kelihatan serius banget menikmati ceker

    tak kusangka gizinya banyak

    Iya mbak, keliatan menggelikan tapi ceker gizinya banyak🙂

  22. Toss ah sama Bunda Dita dan Kak Dita. Ganesh juga suka dimasakin sup ceker. Mommy juga suka sih…apalagi ceker asam pade bikinan bapake Ganesh. *lho kok kebalik ya?*

    Kalo gak salah zaman masih kecil, kata orang tua zaman dulu bilang ” jangan makan telor tiap hari, ntar bisulan lho..”. Huahaha…mungkin maksudnya emang gak baik tiap hari makan telor, ntar gak bervariasi sumber gizi makanannya. *mungkin itu sih intinya*

    Wah, papanya Ganesh jago masak ceker asam pade ya? Iya mam, ortu kita dulu emang suka kasih nasehat spt itu ya🙂

  23. Bundanya Naya said

    tanya lagiiii… (semoga bundit tak bosan menjawabnya)
    bundit punya resep berbahan telur ga untuk bayi 8 bulan? *kalo ada siy resepnya yg sederhana saja dan cepat..😉

    oia, dita nih dikasi ceker sejak umur berapa bun?
    makasiyyy.. :*

    salam dr bandung,

    Kuning telur aman dikonsumsi anak mulai usia 7 bulan, sedang putih telur usia 9 bulan. Yang ini lihat di https://alumongga.files.wordpress.com/2009/03/tabel-rangkuman-mpasi-vs-usia.pdf. Jadi dulu kalau gak salah baru umur 9 bulan Dita saya kenalkan dulu dengan kuning telur rebus aja (telur ayam direbus, diambil kuningnya aja). Saya buat masakan makaroni saus kuning telur. Resepnya silakan lihat di postingan ini https://alumongga.wordpress.com/2009/04/27/mpasi-dita-9-bulan/ . Dan Dita gak suka hahaha😀 . Dita waktu bayi tidak begitu menyukai telur, eh sekarang jadi mania. Siapa tahu Naya suka telur. Dicoba aja bun🙂

    Sejak umur 7 bulan, usia yang aman untuk konsumsi daging ayam/sapi, saya sudah membuatkan kaldu ceker buat Dita. Kadang cekernya saya campur daging ayamnya juga sih. Waktu itu kalau gak salah, Dita belum makan dagingnya, baru kaldu nya aja. Semoga berguna🙂

  24. melly said

    mitos dr nenek2 klo makan telur muda katanya gak baik buat perempuan bund?

    Emang telur muda kolesterolnya tinggi mbak. Makanya mungkin nenek2 dl bilang gak bagus buat perempuan🙂

  25. […] Dita lagi doyan-doyannya makan ceker. Emang dari kecil sudah suka ceker sih. Kalau dituruti bisa setiap hari menunya ceker. Kalau siang pasti cekernya dicampur sayuran […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: