Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Ketika Si Buah Hati Sakit

Posted by BunDit on October 12, 2010

Alhamdulillah, bisa dikatakan Dita termasuk anak yang jarang sakit. Misal sakitpun ya paling pilek atau batuk, dan dalam hitungan beberapa hari sudah sehat kembali. Seingat Bunda, pertama kali Dita sakit yang cukup buat Bunda panik saat pulang dari Family Day kantor Bunda ke The Jungle. Dita sempat masuk angin, badannya panas tinggi dan sampai muntah. Saat itu Dita berusia 1 tahun. Alhamdulillah, semalaman Bunda nenen-in, paginya panas turun dan badan mulai berkeringat. Dita mulai ceria lagi. Makanya saat itu tidak perlu ke dokter. Thanks for ASI🙂

Nah, sampai umur Dita yang sekarang (27 bulan), Dita baru sekali (dan semoga tidak terulang lagi) sempat sakit yang sampai bikin Bunda nangis bombay. Ya, Dita sempat panas tinggi dan diare cukup parah saat pulang mudik lebaran 2009 ke Padangsidempuan, kampung halaman Ayah. Saat itu Dita baru berumur 15 bulan, lagi seneng-senengnya jalan karena barusan bisa jalan sendiri dan lagi hobi memungut segala benda di sekeliling nya trus tangannya masuk mulut. Bisa jadi saat itu Dita kecapekan dan daya tahan tubuh turun saat adaptasi dengan cuaca di sana. Jadinya tak pelak lagi, diare pun menyambangi.

Saat itu rasanya Bunda sediiih banget. Jauh-jauh menginjakkan kaki ke tanah Sumatera kok ya pakai numpang sakit disana. Apalagi waktu itu mendekati hari H lebaran. Awalnya Bunda mau observasi beberapa hari di rumah, soalnya ingat yang didengung-dengungkan di milist : “Kalau anak sakit, observasi dulu jangan apa-apa langsung ke RS”. Tapi melihat Dita sudah lemas karena kehilangan cairan akibat frekuensi pup cairnya yang sangat sering serta gak mau makan sama sekali, akhirnya kami langsung memutuskan membawa Dita ke RS. Eh, menjelang lebaran sudah tidak ada DSA yang praktek. Alhamdulillah mama mertua mengetahui DSA yang praktek di rumah. Dita langsung tertangani dan diberi obat puyer yang mengandung Anti Biotik!

Bunda yang dengan pedenya (ternyata pede salah kaprah) pengin menganut RUM (Rational Use of Medicine) ini, waktu itu merasa bersalah karena Dita harus kemasukan Anti Biotik ke badannya. Waktu itu Bunda merasa gak ada pilihan lain. Alhamdulillah, karena Dita masih nenen, dengan cukup asupan cairan ajaib ini kondisi Dita berangsur membaik. Walau makan agak susah, Dita masih mau minum air putih. Hanya waktu meminumkan cairan Pedyalit dan obat yang menjadi acara cukup menegangkan karena Dita selalu berontak.

Dan Alhamdulillah, dalam waktu 3 hari, pup Dita mulai normal. Dita mulai lincah dan ceria lagi. Suasana hari H lebaran menjadi cerah. Ayah, Bunda dan keluarga besar di sana sangat bahagia🙂

Dari kejadian ini Bunda banyak mengambil pelajaran berharga saat anak sakit :

  • Merasakan benar manfaat ASI. Tidak sia-sia selama ini Bunda berjuang memberikan ASI buat Dita. Banyak pengalaman lucu dan haru di sana. Dan Bunda sangat percaya, ASI merupakan cairan tak tergantikan yang membuat daya tahan tubuh anak lebih kuat.
  • Punya anak emang kudu lebih menegakkan namanya hidup sehat dan bersih. Tapi kalau anak lagi lasak-lasaknya emang tidak mudah. Pegang benda apa saja trus ngemut jari, hedew!. Ya setidaknya kita bisa meminimalisir dan make sure tangannya bersih saja. Kalau anak sudah toddler kayak Dita sekarang, sukanya ngambil makanan yang jatuh ke lantai. Jadinya kudu sering-sering dibilangin, gak boleh makan makanan yang jatuh. Trus yang wajib memang harus punya kebiasaan mencuci tangan sebelum pegang makanan. Walau kadang anaknya super ngeyel😀
  • Berusaha bersikap tenang dan be strong di depan anak yang lagi sakit. Walau namanya anak sakit mana bisa tenang ya? Tapi namanya berusaha kan gak ada salahnya. Karena waktu itu Bunda sempet mewek tiap hari. Sampai Ayah bilang “Janganlah nangis di depan Dita, nanti anak jadi makin lemah “
  • Ikuti kata hati saat bertindak. Jangan karena atas nama RUM, anak sudah lemas tidak segera dibawa ke dokter. RUM itu “Rational Use of Medicine” BUKAN “Refuse Use of Medicine”. Terlambat bertindak bisa menjadi penyesalan seumur hidup. A’udzubilahiminzalik, semoga tidak terjadi pada anak-anak kita ya.
  • Jangan merasa lebih pintar dari DSA hanya karena sudah merasa jago akibat “bersekolah” lewat internet atau milist. Hanya kita, orang tua dari anak kita yang tahu persis keadaan anak kita. Segala informasi dari manapun janganlah ditelan mentah-mentah, tapi disaring dulu. DSA itu mendapatkan ilmu dengan kuliah serius bertahun-tahun. Lha kita? Hihihi tahu diri dong ah😀 . Walau demikian, bukan berarti ilmu dari internet/milist tidak ada gunanya ya. Saat sekarang ini sebagai orang tua kita semakin dituntut harus memiliki bekal ilmu yang cukup saat berhadapan dengan DSA. Istilah kerennya “being smart parents”🙂

Sejatinya, anaklah yang banyak memberikan pengalaman berharga dan pelajaran tak ternilai kepada kita untuk terus berusaha menjadi orangtua yang smart, baik dan bijak. Bahkan ketika buah hati kita sakit…

——–

Artikel ini Bunda ikutsertakan dalam Kontes Menulis : Ketika Anakku Sakit di Percik Keluarga.

21 Responses to “Ketika Si Buah Hati Sakit”

  1. Lidya said

    keduluan bundit nih🙂 mudah2an hari ini bisa konek nih bun,cape kalau ngetik dihp

    Ayo mam, segera ditulis. Paling telat Jum’at besok lho hehehe🙂

  2. zee said

    Wah Bun.
    Aku ingat tuh cerita yg Dita sakit waktu mudik. Yah soalnya kampungnya juga jauh ya, harus naik bus. Pantes Dita masuk angin karena kecapekan.
    Mudah2an sehat terus ya Dita…
    Memang klo anak sakit, hati setiap bunda sudah pasti deg-degan….🙂

    Hihihi maklum kampung Ayahnya Dita letaknya ditengah2 antara Medan dan Padang, jadi kalau naik pesawat harus nyambung bus lagi. Makasih ya mam🙂

  3. ayoo bunda .. semangat !! .. good luck yak🙂

    Makasih bun. Ayo ikut juga bun, atau udah posting kah?

  4. Setuju bgt, bund, ya ttg ASI-nya, ttg keputusan kpn hrs ke dokter n kpn ckp dgn home treatment aja. Jadi orang tua mmg hrs smart, tp jgn over ke-pede-an jg dgn ilmu yg cm didapat ‘sekedarnya’😀

    Good luck ya bund, utk lombanya😉

    Itulah gunanya berteman sama blogger, saya nyadar kalau PD saya overdosis pas baca sebuah postingan di salah satu blog hehehe. Makasih mam🙂

  5. advertiyha said

    Pelajaran berharga buat saya yang calon punya baby nih bun,, thanks a lot for all…

    moga menang kontesnya….🙂🙂

    salam manis tante buat ditaaaaa…

    Sama-sama mbak, kita sama belajar kok. Thanks ya🙂

  6. Terima kasih untuk partisipasinya. Akan saya masukkan ke list.

    Iya Bun, memang tidak bisa dipungkiri kalau anak sedang sakit, sebagai ibu kadang sedih dan tanpa sadar panik sendiri…😀

    Makasih bun. Senang bisa berpartisipasi di kontes yang bunda gelar🙂

  7. dina.thea said

    Ketika Anak sakit, emang bener2 pelajaran berharga, bahwa seorang ibu itu harus sabar, dan berilmu, supaya anak sakit bisa cepat ditangani dgn baik

    Bener sekali bun🙂

  8. della said

    anak sehat ibu senang😀
    saya setuju sama bundit soal ini “Jangan merasa lebih pintar dari DSA hanya karena sudah merasa jago akibat “bersekolah” lewat internet atau milist. Hanya kita, orang tua dari anak kita yang tahu persis keadaan anak kita. Segala informasi dari manapun janganlah ditelan mentah-mentah, tapi disaring dulu. DSA itu mendapatkan ilmu dengan kuliah serius bertahun-tahun.”

    Maklum dulu sebagai ibu baru masih suka kepedean dan sok pintar. Lama-lama nyadar sendiri bahwa ilmu kita belum ada apa-apanya🙂

  9. Laily said

    Memang blogging itu bisa menambah wawasan ya Bundit,,tapi selayaknya media lain, tetap harus rasional juga menyerapnya. RUM = Rational Usage of mBlogging *maksaaaaaa*

    Hehehe di semua hal kita emang harus rasional. Hanya pas lagi jatuh cinta aja kadang gak rasional😀

  10. Elsa said

    alhamdulillaaah…
    bisa belajar banyak disini ya.
    semoga kontesnya bisa banyak memberikan manfaat buat ibu ibu… termasuk aku

    Makasih mbak Elsa telah mampir ke sini. Saya link ya blog nya Dija🙂

  11. motik said

    huhuhu patah hati bund kalo anal sakit. pengennya sakitnya bisa di transfer ke saya aja deh drpd kyara yg sakit. tp suami ngingetin,drpd berdoanya ky gitu lbh baik berdoa biar anak sebuh dan orang tua tetep sehat, jangan ke transfer sakitnya hehe..
    smoga anak2 kita diberi kesehatan slalu ya bund..

    Amiiin. Semoga kita sekeluarga senantiasa sehat ya mam🙂

  12. nchie said

    alhamdulillah anakku olive juga jarang sakit..
    Thanx for ASI.!!suka banget tulisan itu Bundit
    kalo anak lagi sakit,rasanya pengen nangis,sakitnya pindahin aja ke mama atau ke papa in,hehe..
    moga menang ya bun..
    salam buat dita dari olive..

    Alhamdulillah kalau semakin banyak anak yang sehat dan jarang sakit berkat ASI ya bun. Sun sayang juga dari Dita buat Olive ya🙂

  13. bunda husna said

    bundit,saya kan tinggal di skitar kalimalang,mdh2n bundit pny rekomendasi dsa yg komunikatif & siap dhub kpn aja klo husna skt. Klo ada yg prakteknya di skitar jaktim – kalimalang – bekasi barat. saya jg bw husna k dokter klo benar2 drasa dah berat.mksh infonya y bundit

    Kalau DSA Dita : dr Laily di RSIA Hermina Bekasi dan dr Tommy di RSB THB dekat rumah, DSA yang lain saya belum pernah nyoba🙂

  14. Setujuuu….
    Semoga menang ya, Bun…

    Makasih mom🙂

  15. Maaf, pengumuman pemenang kontes penulisan belum bisa dipublish, karena tiba-tiba akun saya error. Maaf ya… akan diberitahukan secepatnya…😦

    No problemo bun. Ditunggu dengan sabar🙂

  16. […] BunDit: Ketika Si Buah hati Sakit […]

  17. […] peserta yang ikut berpartisipasi dalam Kontes Menulis: Ketika Anakku Sakit, adalah: • BunDit ? Ketika Si Buah Hati Sakit • Dina ? Ketika Amira Kejang • Elsa ? Menghadapi Diare dengan Kebodohan??? • Bibi Titi Teliti […]

  18. Bun, ditunggu email nama dan alamat lengkap ke email saya ya…

    Wah..semua dapat hadiah ya bun. Asyiik. Nanti segera saya kirim nama dan alamat saya ya bun. Thanks🙂

  19. janty suharta said

    hi bunda, hr ni aku msh diskolah ni jd bisa buka email sering2, besok sampe 5 jan libur, jd aku usahain bisa buka email dr rmh ..krn klo dirmh udah sibuk sama si kecil Kelly (5 bln) jd ga sempet ngapa2in…bunda, aku mau nanya ni, Kelly udah skt flu ampir semggu, kadang meler kadang ga kluar ingusnya (jd kedgran srot srot wkt nafas gt)..perlu dibw kdktr ga y? aku udah uapin dia pke minyak kayu putih, ksh obt chinese jg (rekomen nyokapku). Kelly sih msh cerah ceria, mnm sufor msh mau,ga demam jg, jd sebnrnya ga parah2 bgt si sktnya..bis tmn2ku nyaranin ga usah kdktr, ckp home treatment aj, tp sampe kpn y? aku takut ingusnya ga dikluarin mlh jd penyakit lg…mnrt bunda gmn y? baru kali ini dia skt flu, aku jg bru jd ortu jd agak panik gt, kasian liat dia klo tidur susah nafas kdg2..aku ud gosokin pke balsem transpulmin bb ke dadanya klo dia mau tdr..ckp ngebantu si…oya thx bgt buat jwbannya yg kemarin y..blh minta jg no hp bunda ga?thx y bunda🙂

    Yang mam lakukan sudah tepat. Kalau pagi rutin dijemur dan sementara tidur dengan ruangan tanpa AC.
    Kapan menghubungi dokter?
    – Persistent cough, fever > 72 hours
    – Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru
    – Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

    Kalau saya, ikuti kata hati juga mam. Ke dokter untuk sekedar konsul dan supaya tenang gak masalah lah. Tapi kalau dikasih antibiotik segala macam, sebenarnya itu gak perlu. Btw, mam tinggal dimana? Thanks🙂

  20. janty suharta said

    oya bunda, urban mama tu apa si? sori ni aku udik bgt😛

    The Urban Mama itu komunitas virtual yang membahas dunia parenting dan pernak perniknya. Silakan aja kalau mau gabung di The Urban Mama. Insya Allah banyak manfaatnya🙂

  21. janty said

    thanks buat jwbnnya ya bunda🙂 aku tinggal di citra garden dkt bandara Soetta . iya nanti aku coba gabung di urban mama…:P bunda, pernah beli nebulizer ga (kalo ga salah namanya itu ya) merk omron buat alat uap biar klo pilek btk ga usah ke pisioterapi lg..aku si blm bli, tp pgn jg bli biar bisa terapi uap dirmh. mgkn bunda tau cara kerja alatnya? mahal jg alatnya 500 rb lbh..bunda tggl dimana? sms sy kmrn itu bunda akhirnya terima ya? senang aku punya tmn utk sharing mslh anak, krn aku ga pglmn si :p jd gmpg panik n bw annya mau ke dsa mll…

    Sama-sama mam. Saya gak pernah beli alat itu, kalau anak pilek diuapin dan dijemur saja. Saya tinggal di Bekasi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: