Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Mudik Jogja 2010 #3 : Syawalan dan Ayah Sampai Jogja!

Posted by BunDit on September 29, 2010

Hihihi Bunda kayak kejar tayang nih nulis cerita mudik ke Jogja ini. Semoga tiap hari pas jam istirahat kantor bisa nulis 1 part, di luar Sabtu Minggu kecuali kalau malam-malam belum ngantuk. Sudah 2 hari ini terganggu kerjaan kantor sih…ups salah ya😀. Sekarang Part 3 duluuu…😀

11 September 2010

Di keluarga besar Bapak, setiap hari ke-2 lebaran selalu diadakan Syawalan Keluarga Besar Trah. Tahun ini diadakan di gedung APMD. Supaya gak dapet kartu merah (yang artinya telat), kami penginnya berangkat pagi-pagi jam setengah 8 soalnya acara mulainya jam 9. Eh tetep aja molor, Dita bangunnya siang dan dik Tantri sekeluarga menjemput ke Parisnya juga telat. Kami naik mobil ber 7, Bapak, Ibu, Bunda, Dita, Om Tito, dik Tantri dan Tita, untel-untelan deh, gak papa malah anget😀 . Akhirnya sampai APMD jam 10-an, kena kartu merah deh. Sebenarnya gak papa sih kena kartu merah, cuma kalau kartu merah diundi hadiahnya tidak seuhuy kartu hijau hahahaha ternyata demi hadiah😉

Di Syawalan Dita dan Tita gak bisa anteng. Lari-lari mulu. Dan Dita niruin apa-apa yang dilakukan Tita. Sampai-sampai Tita mau lompat dari undakan Dita sudah bersiap2 ngikutin. Dita kan belum stabil kalau yang lompat2 berbahaya begitu, bikin Bunda ngawasinnya super ketat. Di sini malah gak sempat foto bareng. Karena setelah takziah, dilanjut salam-salaman dan makan. Saat mau ngambil makan Dita mulai rewel, ngantuk dan kecapekan. Kalau Syawalan keluarga besar begini lama-lama banyak yang gak kenal, sudah beranak pinak semua. Syawalan tahunan ini sepengetahuan Bunda sudah berlangsung semenjak Bunda masih bayi deh🙂

Sorenya Dita main aja dengan Tita. Main kejar-kejar-an. Karena baru hari pertama lebaran, jadi paginya Parangtritis masih sepi. Jadinya ya belum banyak tamu (maksudnya tamu yang makan). Agak siang mulai ramai🙂

Oh ya, di Parangtritis ini Ibu Jogja buka rumah makan, meneruskan usaha simbah. Baru mulai tahun 2003, setelah ibu pensiun dari kerja sebagai pegawai. Saudara ibu dan anak-anaknya pun mempunyai usaha yang sama dan bertetangga. Bisa dikatakan hanya anak-anak Ibu saja yang merantau ke Jakarta (Bunda & mas Agus) serta Bandung (dik Tantri) dan tidak berwiraswasta di Paris. Dan setiap kami pulang mudik, dulu sebelum berkeluarga, kami membantu ibu berjualan melayani tamu yang makan. Bukan membantu masak sih, tapi mengantarkan makanan yang sudah di masak ke meja tamu dan jadi kasir😀. Kalau yang membantu Ibu masak sudah ada 2, Yu Nah dan Yu Wat. Masakan mereka ber-2 sangat lezat, hasil gemblengan dari ibu hihihi. Jadi kalau mudik ke Jogja enaknya kalau mau makan apa aja kari obo (tinggal bilang). Yang spesial Bawal Bakar Pedas, tapi kalau mau nasgor, miegor, bakso, soto, pecel lele, ayam goreng, udang, kepiting…..ada semua. Pokoknya lengkip (saking lengkapnya). Berat badan nambah significant deh kalau dari Jogja. Alhasil buat makannya Dita juga gampang, apalagi Dita doyan apa aja. Makmuuuur😀

12 September 2010

Alhamdulillah, siang jam 11.00 Ayah sampai di Paris dengan selamat. Dari Bekasi naik bis Sumber Alam, berangkat jam 9 malam. Oh ya, sebelum Ayah nyampai rumah, untungnya kepala ayam dan temen2 nya sudah habis, trus karena kuah opornya masih, isinya diganti dengan tahu tempe aja. Nah kalau yang ini Ayahnya Dita suka deh😀

Sampai sore Ayahnya Dita istirahat. Sedang Bunda dan Dita bermain-main saja. Dita minta naik odong-odong. Jauh-jauh ke Jogja, odong-odong tetep favorit. Di Jogja tarifnya lebih mahal lagi, seribu/lagu. Kalau di Bekasi kan seribu bisa dapat 2 lagu😀 .

Main wayang Upin. Ipin Upin masih jadi tokoh fav Dita nih🙂

Trus kami sempat minum es kelapa muda. Maklum tinggal bilang sama YangTinya Dita. Gratisss…suegeeer. Duduknya di lincak hmmm…enaknya hidup ini😀

to be continued…

8 Responses to “Mudik Jogja 2010 #3 : Syawalan dan Ayah Sampai Jogja!”

  1. Lidya said

    masih bersambung ya: ) seger bener es kelapanya

    Hihihi..masih mam. Saya juga gak sabar pengin segera menuntaskan🙂

  2. wah kalo ke parangtritis bisa mampir ke rumah makannya ya bun🙂 huuee tapi kapan yaa ?? he he he, seneng ya bun bisa syawalan ma keluarga besar ada door prize nya lagi .. kerreenn🙂

    Hayo mam mampir. Ntar saya bilang ke ibu di kasih diskon *kalau free kasihan ibu saya hahaha*😀

  3. vera said

    asyik nih syawalannya di satu gedung besar gitu bisa sekaligus ketemu keluarga besar dan sodara2 semua ya, mana ada doorprizenya juga, dapet apa bun?

    Yang dapat doorprize Tita, dapet tempat minum😀

  4. Tarif odong2 di Jogja bknnya malah bun, tp emang lg lebaran.
    Sembako aja bisa naik masa odong2 ga boleh naik xixixixiii😀

    Soalnya di sana masih jarang odong2, jadi bapak itu gak punya saingan kayaknya🙂

  5. hehehehe…tetep odong2 ya kak Dita??😀

    Wah, ternyata bundit nih anak pengusaha rumah makan di paris to? mantap-mantap bund…kapan2 bisa dishare resep rahasia keluarganya…😀

    hahaha pengusaha kelas anak teri mam😀

  6. advertiyha said

    Seru..seru..seru.. pokoknya seru banget deh liburan dita, jadi ngiri nih tante, kapan2 ajak tante kerumah yang ti ya nak… hiihi….

    Ayoo..tante ke rumah yangti di Paris..😀

  7. […] mudik ke Jogja lebaran kemarin, saat  di rumah YangTi, Dita, Bunda dan Ayah suka banget duduk dan main di lincak yang terletak di […]

  8. […] kondisinya memang tidak memungkinkan. Semoga di tahun-tahun mendatang, bisa sholat Ied dan datang ke halal bil hahal keluarga besar Jogja dengan formasi lengkap ya Yah. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: