Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Peribahasa Baru ala BunDit

Posted by BunDit on June 21, 2010

Rencananya hari ini Bunda mau memposting cerita seputar ultah Dita ke-2, namun sayang hari ini HP Bunda ketinggalan di rumah, jadi urung meng-edit foto2 Ultah Dita yang tersimpan di HP. Sebagai tombo gelo, Bunda ikut kontes yang digelar PakDhe Cholik. Agak berpikir keras juga soalnya kontes kali ini dituntut kreativitas dalam menciptakan peribahasa baru. Akhirnya terlahir juga peribahasa baru bikinan Bunda :

Cinta anak dalam setegukan kopi, Cinta Ibu dalam sehirupan nafas


Artinya : Cinta anak sangat jauh dibanding cinta seorang ibu yang berlimpah ruah dan diberikannya tanpa mengharap imbalan sebagaimana udara yang kita hirup saat kita bernafas, jumlahnya banyak sampai tak terhingga dan tak dipungut sepeserpun saat kita mengambilnya. Alih-alih meminta bayaran, malahan seorang ibu rela mempertaruhkan nyawa demi lahirnya seorang anak. Kemudian memberikan seluruh cairan emas dari dalam tubuhnya dengan suka cita di 2 tahun pertama kehidupan sang anak. Selanjutnya mengasuh, mendidik dan membimbing anak tanpa keluh. Semuanya itu semata-mata supaya anaknya kelak menjadi anak yang sehat dan cerdas serta bisa berdikari dalam kehidupannya🙂

Tulisan ini Bunda persembahkan untuk semua ibu dan semua anak, serta Bunda ikutsertakan dalam Kontes Menulis Peribahasa yang digelar dalam rangka UlTah BlogCamp yang pertama tgl 18 Juli nanti.

17 Responses to “Peribahasa Baru ala BunDit”

  1. melly said

    betul bgt peribahasanya

    semoga menang yah🙂

    BunDit :
    Makasih mbak Melly. Wah saya ikut meramaikan aja kok🙂

  2. BlogCamp said

    Terima kasih atas partisipasi sahabat pada acara Kontes Menulis Puisi dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Saya catat sebagai peserta.

    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
    1. ” Kontes Menulis Opini ”
    2. ”The Amazing Picture ”, dan
    3. ” The Twin Contest”
    4. Kontes Menulis Peribahasa “
    dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.

    Terima kasih

    BunDit :
    Wah..sepertinya acaranya makin nambah nih. Makasih pakdhe🙂

  3. BlogCamp said

    link pada achor text nggak menyala karena ditulis seperti ini:
    http://http//abdulcholik.com/2010/06/21/kontes-menulis-peribahasa. ( ada kelebihan http//)

    harusnya http://abdulcholik.com/2010/06/21/kontes-menulis-peribahasa/

    Coba di cek dan diperbaharui lagi agar link menyala di kolom komentar BlogCamp.

    Terima kasih

    BunDit :
    Link nya udah saya perbaharui pakdhe🙂

  4. winny said

    Waah bagus sekali peribahasanya, pasti menang lho. Salam kenal ya🙂

    BunDit :
    Hehehe yang lain masih banyak yang bagus mbak. Salam kenal juga🙂

  5. BunDit,
    Waah…tampaknya sebentar lagi nambah satu lagi niy pujangga yang aku suka selain Pak Sapardi Djoko Damono: Bunda Ririn…Two thumbs up deh buat BunDit!!

    BunDit :
    Ah mommy Ganesh ini terlalu berlebihan deh…ini lagi nggaya aja sok nyastra bikin peribahasa😀

  6. selamat ulang tahun dan salam kenal dita, ih lucu deh kamu😉

    BunDit :
    Makasih oom.. salam kenal juga🙂

  7. ruangbunda said

    kenapa kok memakai kopi? kl anak anak, bukannya susu lebih tepat? hehehe

  8. ruangbunda said

    salam kenal, bundit….kenapa cinta anak dalam setegukan kopi?? kenapa ga setegukan susu? hehehe

    BuNDit :
    Hehehe sempet kepikiran mau pakai kata “susu”, cuma saya menyebut “anak” disini secara umum, tidak untuk anak2 kecil/bayi aja. Dan lagi kopi itu lebih menggambarkan sesuatu yang enak dan punya taste unik (walau tidak semua orang menyukainya, saya sendiri bukan coffe mania), apalagi kalau sudah dijual di tempat prestige seperti star buck dll, jadi tampak berkelas dan mahal. Begitu Bun🙂

  9. Lidya said

    top banget deh kalau soal beginian bundit🙂

    BunDit :
    Hahaha keluar isengnya mam😀 . Saya juga hera sekarang kok jadi “banci kontes”😀

  10. Peribahasa yang bagus Mba🙂

    BunDit :
    Makasih bun atas apresiasinya🙂

  11. Kakaakin said

    Wah… yang ini keren…
    Saya juga lagi mikirin peribahasa baru nih😀

    BunDit :
    Hehehe saya juga berpikir keras saat membuatnya. Suseh😀

  12. Peribahasa nya bagus bun, smoga menang ya🙂

    BunDit :
    Makasih Ummi🙂

  13. nh18 said

    Wah …
    ikut meramaikan Perhelatan Pak De nih ‘

    Semoga sukses ya Bunda …

    salam saya

    BunDit :
    Iya Pak, ikut meramaikan saja. Makasih🙂

  14. Pribahasa yang indah tentang seorang Ibu.. segala hal yang hebat bisa diibaratkan sebagi Ibu ya Bundit

    BunDit :
    Memang seorang ibu mau diungkapkan dengan bentuk apa saja selalu hebat Bun🙂

  15. peribahasa ama pepatah sulit saya bedakan. padahal pengen ikut jg.:)

    BunDit :
    Hehehe gak usah terlalu dipikirkan, yang penting buat dulu mas. Ternyata itu pepatah…ya mohon dipersorry😀

  16. Wah, peribahasanya bagus banget bun.. semoga menang ya bun.. amin..

    BunDit :
    Hehehe sekedar ikut berpartisipasi kok Bun. Makasih atas apresiasinya🙂

  17. apa kabar bunDit?
    semoga beruntung ya diacara nya Pakdhe kita ini.
    Bunda ikut bantuin Pakdhe , jadi bunda catet ya peribahasanya .
    salam

    BunDit :
    Alhamdulillah kabar baik Bun. Selamat menjalankan tugas dari PakDhe ya Bun🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: