Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Membawa ASIP dari Luar Negeri (Selama Training) plus Jalan-jalan

Posted by BunDit on April 15, 2010

OK, Bunda lanjutin cerita perjalanan membawa ASIP nya…

Tgl 14 Maret sesampai di Singapore, istirahat sebentar trus jalan-jalan ke Mustafa Centre, sebuah mall 24 jam yang pengunjungnya didominasi orang-orang India. Beli kaos dan souvenir. Hihihi trainingnya belum, tapi sudah beli oleh2. Kemudian dilanjut dengan dinner seafood di Clarke Quay. Suasana malam di sana sangat exotis. Berjejer resto outdoor di tepi sungai. Sekembalinya dari sana Bunda merah ASI ditaruh di kulkas kecil di kamar hotel. Oh ya Bunda nginepnya di Orchard Parade Hotel. Paginya (15/03), merah lagi dan sebelum berangkat training ASI Bunda titipkan di freezer hotel, sekalian nebeng membekukan semua blue ice. Selama training, Bunda gak merah. Jadi selama di Singapore Bunda hanya merah pagi dan malam hari, karena PD sudah tidak begitu bengkak dan sakit. Sekali perah cuma dapat 20-30ml.

Malam nya sepulang training, jalan2 lagi ke Sentosa Island. Gak sempet lihat pertunjukan Song of the Sea karena udah kemaleman. Jadi cuma jalan2 di tepi pantai, makan dan lihat orang pacaran hehehe. Sempet mampir ke Casino nya, tapi gak masuk, cuma foto2 saja di depannya. Kalau ke-2 temen Bunda sebelumnya sudah mengunjungi Casino, sempet masuk dan lihat orang berjudi. Soalnya Foreigner bisa masuk Casino gratis dengan menunjukkan Passport. Kalau Singaporean justru bayar (lupa bayarnya berapa).

Karena hari seninnya Bunda kebut semua materi yang nantinya jadi tanggungjawab Bunda, besok pagi nya (16/03) diputuskan libur. Temen Bunda yang sudah duluan seminggu di Singapore kayaknya sudah khatam dengan yang dipelajarinya. Makanya hari Selasa kita langsung check out hotel dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Dan Bunda hanya menenteng ASIP yang cuma 60 ml-an.

Waktu melewati SCP, cuma ditanya doang dan Bunda jawab bahwa itu ASIP dan blue ice. Aman. Sampai di KLIA, nuker S$ dengan Ringgit Malaysia. Sebelnya kalau bawa duit S$ dan MYR itu, ngitung yang koin2 itu. Kalau bayar membayar suka lieur pakai koma2 gitu. Kadang salah antara koin S$ dengan koin ringgit hehehe. Untungnya temen Bunda ada yang bawa plastik clip, jadinya enak bawanya.

OK, sampai di ParkRoyal Hotel, ASIP beku yang Bunda bawa masih bagus lah, belum mencair, langsung Bunda titipkan di freezer hotel. Selama 3 hari training di Malaysia (17-19/03), frekuensi merah ASI Bunda tetap 2x sehari, pagi dan malam hari. Jadi selama di tempat training, Bunda gak merah. Tempat trainingnya sendiri di Nilai, Negeri Sembilan. Lokasi nya pinggiran, maklum lokasi pub (pabrik)😀 .

Justru di Malaysia ini Bunda dan temen2 Bunda gak jalan2. Soalnya th 2004, kami (kebetulan teamnya sama), pernah ke Malaysia. Jadi sudah ke Twin Tower, KL Tower, China Town dll. Kalau makan ya di sekitar hotel saja. Menyempatkan diri aja beli oleh2 di Sungei Wang Mall yang letaknya berseberangan dengan hotel kami.

Selama di Malaysia, Bunda nelpon ke rumah sekali. Sayang Dita sudah tidur, jadi gak dengar suaranya. Teh Dela sengaja tidak menidurkan Dita di siang hari sehingga tidur malamnya cepat dan lelap.Tiap hari Bunda selalu nanya keadaan Dita. Waktu Bunda tinggal pergi, Dita batuk dan pilek. Kata Ayahnya Dita, batpilnya berangsur-angsur sudah sembuh. Awalnya Dita enjoy2 saja seperti waktu Bunda opname. Tapi laporan terakhir dari Ayahnya, 2 hari terakhir, tiap bangun tidur selalu memanggil “Bunda…Bundaaa”. Kasihan dirimu, naak😦

Daaan… berapakah total ASIP yang Bunda hasilkan? Cuma 200 ml! Duuuh, gak sepadan dengan persiapannya yang heboh ya? Yaa..Bunda kan cuma berencana saja. Gak tahu kan harus diopname segala macam, yang berakibat produksi ASI menurun drastis. Tapi tetep Alhamdulillah walau dapat ASIP sauprit. Setidaknya mendapatkan pengalaman sangat berharga soal membawa ASIP overseas. Nanti kalau mengalaminya lagi (semoga jangan sih ya hehehe), secara mental sudah lebih siap lah. Ya menghibur diri sedikit…😉

Niih gambar ASIP beku yang siap dibawa ke Jakarta. Sedikit banget ya ? :

Oh ya, waktu mau check out dan Bunda ambil ASIP dari freezer hotel, container plastik nya yang sudah dilapisi plastik berbau2 daging gitu. Kali nyimpennya campur daging deh. Tapi ya untungnya ASIP nya Bunda taruh di container plastik yang tertutup rapat, jadi ASIP tak terkontaminasi.

Pulangnya (20/03) sebenarnya pengin langsung direct ke Jakarta. Tapi karena berangkatnya pakai SQ, akan lebih murah kalau pulangnya juga pakai SQ. Masalahnya kalau pakai SQ harus transit ke Singapore, kelamaan deh, keburu kangen dengan Dita. Tapi yang sudah diarrange dari kantor begitu. Satu hal lagi, pengalaman th 2004, KL-Cgk dengan transit di Singapore, pernah hampir ketinggalan pesawat waktu pindah pesawat di Singapore. Gara2nya  Silk Air dari KL berangkat telat dan waktu transit di Sing gak ada 1.5 jam. Makanya supaya tidak mengulang kejadian serupa, yang sebelumnya flight KL-Sing 10.25- 11.20 dan Sing-Cgk 12.45- 13.20, akhirnya dirubah Sing-Cgk 15.30- 16.05.  Perubahan yang bikin bete, soalnya jadinya sampai rumah lebih molor lagi deh😦

Alhamdulillah, perjalanan pulang lancar. Waktu transit yang cukup lama di Changi dipakai buat browsing gratis saja hehehe. Sampai rumah sekitar jam setengah 8 malam lah. Saat ketemu Bunda, Dita langsung nemplok aja gak mau lepas. Duh naaak, Bunda juga kuangeeeen banget. Saat membuka oleh-oleh berharga yaitu ASIP, ternyata semuanya sudah mulai mencair (kalau dihitung2 hampir 13 jam, krn check out hotel jam 7 pagi). Awalnya waktu di pesawat Bunda mau titipin di freezer kabin pesawat (belum nanya sih, tapi kalau gak salah ada kan?). Tapi karena ASIP nya sedikit, misal mencairpun gak masalah lah. Akhirnya ASIP oleh2 itu langsung Bunda minumkan ke Dita hari itu juga🙂

Hmm.. trus oleh2 apa ya yang dibawa Bunda? Ini dia gambarnya nya :

Huff, setelah menikah dan punya anak, perjalanan dines kantor bener2 gak pernah Bunda harapkan lagi. Kalau masih gadis, hayoo aja, kapan lagi ke Luar Negeri gratis hehehe. Tapi ya namanya kerja, ada tanggungjawab yang gak bisa ditolak. Penginnya sih ke LN nya sama keluarga. Bener-bener pure jalan-jalan. Kapan ya?🙂

5 Responses to “Membawa ASIP dari Luar Negeri (Selama Training) plus Jalan-jalan”

  1. Tante, ko Zahia ga dibawain oleh2 juga seh? Hehehe….

    Didoain ntar BunDit sekeluarga bisa jalan2 ke LN. Pasti lebih berkesan dan menyenangkan🙂

    BunDit :
    Hihihi harusnya dedk Zahianya dibawain oleh2 nya dari Indonesia ya?. Thanks bun atas doanya, semoga suatu saat nanti terwujud. Amiin🙂

  2. ke2nai said

    itulah kenapa sy milih resign. Krn pekerjaan sy dulu mengharuskan sy melakukan perjalanan dinas terus🙂

    BunDit :
    Wah…kalau perjalanan dinas terus sih saya gak kebayang Bun. Berat banget tuh. Kalau saya jadi mbak Chi, keputusan resign pasti sangat kuat deh🙂

  3. Mamanya Haykale said

    hy bundit pa kabar aq udah baca semua artikel bunda, salut yaa bisa bawa ASIP pada saat ke LN… kebetulan bulan november nanti aq ada schedule meeting di Thailand, sebelumnya sich gak ada mslh kalo harus meeting ke LN walaupun setahun 2kali karna kan tahun2 lalu aq belum punya anak tapi sekarang kan aq udah punya baby n masih menyusui, aq rada gak PD nih kalo harus ikut meeting ke LN… apa nanti aq bisa bawa “oleh2” ASIP buat haykale atau gak… Banyak pertanyaan2 yang harus aq cari tau nich… aq mau sharing dunk bund… bisa minta no yang bs aq hub? FB atau apa gt…

    BunDit :
    Hai mam, salam kenal. Insya Allah semua dilancarkan buat bawa ASIP dari LN. Saya gak aktif di FB nih, silakan kirim email ke omahbundit@yahoo.com aja. Insya Allah kalau saya bisa sharing yang saya tahu, saya akan sharing🙂

  4. bundit, Thx u komennya dipostinganku ttg perjalanan asip beku abs mudik:) aku lupa cantumin referensi blog ini diblogku, minta maap ya darling. udah diupdate tuh dipostingannya, darimana aku dapet ilmunya:)
    Thx u again bun, smooches :*

    Ah, gak masalah lagi Bun. Saya dapat ilmunya juga dari blog ibu2 lain. Anyway, kembali kasih Bun🙂

  5. assalamualaikum, salam kenal bundit..kl dibaca daripostingannya berarti dita saat ditinggal ke luar negeri waktu umur hampir 2 tahun ya? wah, hebat..dita minum ASI sampai umur berapa bundit?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: