Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Membawa ASIP dari Luar Negeri (Perjalanan)

Posted by BunDit on April 12, 2010

Akhirnya hari H itu tibalah. Hari Minggu, 14 Maret 2010, dengan berat hati Bunda harus berangkat sendirian ke Singapore. Belum pernah nih ke LN sendirian. Terakhir terbang overseas th 2006, itupun bareng2 temen, jadi nyantai. Bunda diantar Ayahnya Dita ke bandara. Habis itu ya semuanya sendirian deh. Singapore sih deket ya? Tapi namanya kan tetep negeri orang kan? . Setidaknya yang bikin tenang, temen Bunda yang sudah duluan di Singapore bersedia menjemput di bandara Changi.

Masuk security check point (selanjutnya disingkat SCP), aman. Setelah check in dan bayar tax, Bunda langsung saja ke pemeriksaan imigrasi. Pas dicek Bunda disuruh ke bagian pembebasan Fiskal dengan menunjukkan NPWP. Naaah ini yang Bunda teledor. Bunda lupa gak bawa NPWP! Waduh, gimana nih? Terakhir Bunda ke LN masih pakai bayar fiskal, jadi blas gak keinget bawa Kartu NPWP. Saking paniknya karena takut ketinggalan pesawat, Bunda mau main bayar aja tuh fiskal 2,5 jeti (mikirnya ntar pasti diganti kantor ini hehehe). Nah..untungnya waktu mau bayar, Bunda gak megang duit cash  (pegang sih tapi mata uang US$ dan S$😀 ). Pas mau bayar pakai kartu kredit katanya gak bisa, Bunda disuruh bayar di Bank Mandiri.

Saat itu Bunda terpikir, bisa gak ya kalau gak bawa kartu NPWP, kita nyebutin nama atau no nya aja. Mereka kan ngecek online. Saat Bunda tanyain, kalau nyebutin nama gak dilayani karena searchingnya lama, kasihan yang ngantri. Maka jalan satu-satunya ya nyebutin No NPWP. Waduh…Ayahnya Dita kan masih di jalan, jadi harus nelpon teh Dela ke rumah nih. Kalau minta dicarikan teh Dela artinya teh Dela harus masuk ke kamar tidur utama yang kalau kami berdua pergi selalu dikunci dan kuncinya ditaruh di tempat rahasia yang hanya Bunda dan Ayahnya Dita yang tahu. Ya gimana lagi, tidak ada pilihan lain.

Akhirnya dengan tangan gemeter (saking paniknya nih, takut banget ketinggalan pesawat), Bunda nelpon ke teh Dela. Mana orang yang jaga counter pembayaran Fiskal tadi nguntit Bunda mulu, nanyain jadi bayar Fiskal gak? Ih, sebel banget. Bunda bilang aja, gak jadi!. Untung teh Dela tidak lagi di luar. Bunda beritahu letak kunci kamar trus minta dibukain laci lemari. Untungnya Bunda menyimpan kartu2 penting secara rapi dalam sebuah amplop, jadinya teh Dela gak susah menemukan si Kartu Kuning ini. Setelah diinform no NPWP nya, Bunda catet dan nyebutin di counternya. Done! Urusan beres. Legaaaa…🙂. Thanks to DirJend Pajak, meski tubuhnya lagi carut marut dilanda banyaknya kasus, tapi tidak mempersulit dalam urusan pembebasan fiskal ini.

Pelajaran berharga yang Bunda dapatkan :

  • Catat No NPWP ke dalam HP atau catatan yang selalu dibawa.
  • Selalu pertahankan kebiasaan baik untuk rapi dalam menyimpan dokumen penting.
  • Selalu siapkan cadangan kunci kamar/akses ke ruangan penting di rumah dan letakan di suatu tempat yang aman tapi mudah dijangkau. Kalau perlu sesuatu, kita bisa menghubungi dan minta bantuan orang rumah. Saat itu seandainya kunci kamar dibawa, 2.5 juta melayang deh🙂
  • Kalau pergi rame2, jangan mengandalkan teman untuk mengurus segala sesuatunya. Giliran pergi sendirian jadi ngeh banyak gak tahunya hehehe

OK, cerita dilanjut deh.

Naah, saking leganya masalah sudah kelar, Ayahnya Dita yang dari tadi nelpon gak Bunda angkat, akhirnya Bunda angkat juga. Sambil jalan, Bunda ceritakan kejadian barusan. Saking serunya Bunda cerita, Bunda jalannya kebablasen sampai terminal E (Garuda) yang seharusnya terminal C hehehe. Eh, pas ngantri pemeriksaan imigrasi, hampir sampai di depan, Bunda baca di meja petugas imigrasinya yang bertuliskan “Foreigner” dan “Indonesian”. Waduh…line nya dibedakan ya? Padahal Bunda sudah di line “Foreigner”, masak harus ngantri ulang. Makanya Bunda nanya mas-mas sebelah Bunda, Alhamdulillah katanya gak dibedain. huuf..bikin orang jantungan aja. Kalau gak dibedain mbok yao di tutup tulisan tu atau dikasih keterangan. Mana pesawat udah mau boarding lagi.

Bunda sampai berlari2 kecil menuju Gate nya. Gatenya jauh bener. Mana habis sakit, jadi ngos2 an banget. Udah gitu bawaannya ribet lagi. Nyangklong casual bag, bawa backpack isi laptop plus nenteng tas berisi cooler box dan temen2 nya. Tahu gini, harusnya bawa travel bag satu lagi buat naruh laptop dan cooler box, biar bawaan nya gak ribet ya. Sampai ke gate bener2 last minutes, semua penumpang sedang bergegas masuk pesawat. Nah, pas melewati SCP, Bunda disuruh buka tas yang berisi cooler box dll. Oh ya, untuk blue ice nya sebagian sempat Bunda bekukan, sebagian belum. Nah, yang belum ini sempet dipertanyakan oleh petugas, soalnya didalamnya kan masih cair. Memeriksanya cukup lama juga. Padahal Bunda sudah bilang itu Blue Ice. Petugas nya cari2 dokumen. Discuss sama temennya. Terdengar dia nanya temennya “Maksimal berapa ml ya kalau cairan?”. Temennya sibuk cari2 referensinya. Walah! . Bunda kan bawanya copy dokumen yang menjelaskan ASIP, bukan cairan Blue Ice!. Akhirnya temennya bilang, “Itu kecil kok, gak papa”. Akhirnya Bunda diperbolehkan masuk deh. Huaaaaah….legaaaa… Kok ada aja ya yang dialamin Bunda?

Pesawat SQ mendarat dengan mulus di Bandara Changi. Saat melewati SCP di sana, petugas sempat memeriksa tas coler box juga, tapi langsung dikasih lewat. Pas cari2 temen Bunda yang mau njemput sempet gak ketemu. Tapi Bunda ngerasa pasti mereka ngisengin Bunda aja, biar Bunda panik heehhe. Ternyata bener, mereka ngumpet dulu, setelah lihat Bunda celingak celinguk, baru deh mereka keluar. Dasar deh!😀 . Bunda emang belum pernah ke Singapore sebelumnya. Cuman beberapa kali transit di Bandara Changi. Duuuh leganya sudah sampai tempat tujuan dan ada temen!🙂

Pelajaran yang lain :

  • Suatu saat nanti kalau memang harus membawa peralatan menyimpan ASIP di pesawat, semua blue ice sebaiknya dibekukan dulu. Habis kalau yang beku gak ditanyain sih🙂

OK, kayaknya ceritanya disambung aja deh. Kalau kebanyakan capek juga bacanya kan? Emang sih ceritanya terlalu detil. Habis kejadiannya seru sih, sayang kalau gak diceritakan detil🙂

8 Responses to “Membawa ASIP dari Luar Negeri (Perjalanan)”

  1. Seruuuuu🙂

    Alhamdulillah yah Mba ga jadi melayang deh duit 2,5 jeti

    BunDit :
    Hihihi iya Bun. Bener2 pengalaman berharga deh…🙂

  2. Desy Noer said

    Wah kayaknya mesti ganti tempat penyimpanan rahasia buat kunci tuh bun…

    Have a nice day di sana yaa… oleh-oleh..😉

    BunDit :
    Hehehe hari itu juga Ayahnya Dita langsung mengganti tempat penyimpanan rahasia buat kunci kamar. mam. Hmm..saya sudah balik tgl 20 Maret, mam. Oleh2 nya ASIP yang cuma saumprit😀

  3. wah pengalaman yang seru tuh, ampe lari2 & ngos-ngosan. hehe..
    untungnya ga jadi bayar fiskal ya bun?

    BunDit :
    Iya jeng. Kan gak lucu, udah trainingnya nyusul, kok gak jadi gara2 ketinggalan pesawat😀

  4. fety said

    makasih mbak ririn udah berbagi, jadi tambah pengalaman untuk suatu saat nnt.

    BunDit :
    Sama-sama dik Fety🙂

  5. Plesiran said

    Saya punya NPWP malah nggak pernah di otak-atik, mlungker di lemari terus.
    Waktu dinas kalau ke LN bebas fiskal asal menunjukkan Skep perjalanan dinas.
    Saya juga pernah ke Singapura dan beberapa kali transit di Changi. Bahkan pernah balapan lari dengan teman di Changi karena ngejar pintu gate yg nyaris tertutup.
    Sekarang dah nggak pernah lagi ke LN, paling ke Cimahi atau purwokerto ha ha ha ha.
    Salam hangat dari Plesiran-blog untuk mempromosikan wisata Nusantara dan nginceng wisata mancanegara

    BunDit :
    Wah…kalau Jendral dines ke LN memang lain ya hahaha. Thanks pak dhe, nanti akan mampir ke plesiran blog🙂

  6. BlogCamp said

    2,5 jeti tuh sedikit bagi yang banyak uang tho mbak.he he he
    Tapi kalau di belikan parfum di SIN juga lumayan yaaa.
    Silahkan ikut bergabung untuk memilih Superman favorit di BlogCamp dan dapatkan hadiah menarik.
    Salam hangat dari BlogCamp.

    BunDit :
    Sayangnya saya itu gak punya banyak uang hehehe. Pak dhe perasaan saya sudah memilih superman fav. Tapi akankah saya beruntung untuk ke-2 kalinya?😀

  7. yulia said

    waaah… bundit emang 2 jempol d kalo urusan asip…

    BunDit :
    Saya rasa semua ibu akan melakukan hal yang sama buat anaknya mengenai urusan ASIP deh mam🙂

  8. pinah said

    tanya dong. bawa laptop ke luar negeri (eropa) ribet ga ya? saya udah cari2 tapi nemunya yang sekitar asia tenggara dan australia aja. yang berbagi pengalaman bawa laptop ke eropa belum ada. terima kasih buat jawabannya🙂

    Saya pernah ke Eropa (austria) th 2006, bawa laptop gak ribet kok. Paling kalau dicek ya disuruh buka tas nya aja. Temen kantor yang ke Eropa pun gak pernah bermasalah saat dinas ke Eropa bawa laptop🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: