Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Pentingkah Sebuah Predikat? *Selamat Hari Ibu*

Posted by BunDit on December 22, 2009

Pertengahan bulan Desember 2009 kemarin, setiap karyawan di kantor Bunda mendapat pembagian minuman kaleng berlabel Zero Sugar dengan diselipin kertas bertuliskan “Zero Defect Factory”. Apa sih maksudnya? Ternyata perusahaan Bunda mendapatkan penghargaan dari Group sebagai pabrik dengan produk tanpa cacat/tanpa complain customer sepanjang tahun 2009.  Bagi perusahaan, predikat ini amat sangat berarti karena tidak mudah mendapatkannya. Stempel ini tentu saja membuat image perusahan makin bagus dan menumbuhkan tingkat kepercayaan customer. Dan tentu saja gaungnya akan terdengar ke seluruh unit secara World Wide. Sangat prestige!

Nah..pembagian minuman Zero Sugar ini, sebagai pemberitahuan serta ucapan teima kasih perusahaan kepada seluruh karyawan atas partisipasi dan kerja kerasnya. Karena pencapaian ini adalah hasil kerja team dari seluruh karyawan. Ini penampakannya :

Kalau predikat “Zero Defect Factory” seperti ini begitu sangat berarti bagi sebuah perusahaan, di dunia per-ASI-an dikenal beberapa predikat yang menandai seorang bayi berhasil mengecap ASI. Layaknya mengecap bangku pendidikan, predikat nya pun memakai embel-embel kesarjanaan :

  • S1 ASIX : jika seorang bayi berhasil mengkonsumsi ASI secara eksklusif, tanpa tambahan cairan apapun dalam 6 bulan pertama umurnya.
  • S2 ASI : jika seorang bayi berhasil mengkonsumsi ASI tanpa tambahan susu lain sampai umur 1 tahun.
  • S3 ASI : jika seorang bayi masih mengkonsumsi ASI sampai usia 2 tahun, dengan dtambah susu lain (UHT/Sufor/Yang Lain).

Predikat ini pentingkah? Penting bagi anak? Atau penting bagi ibunya?

Kalau bagi Bunda pribadi, predikat hanyalah packaging atau pembungkus atau kulit luar. Kata temen Bunda dari dept marketing, dalam dunia bisnis,  packaging adalah penting. Bagaimana customer akan membeli produk kita kalau penampakan luarnya tidak menarik atau predikat yang ditempelkan tidakmemikat? Tapi yang terpenting, packaging harus memuat informasi yang sesuai dengan isi nya. Seperti minuman berlabel “Zero Sugar” tadi. Customer yang sedang diet gula dalam minuman jadi tertarik dengan produk tsb untuk memenuhi kebutuhannya.-ini bukan promosi produk minuman seperti yang ditampilkan dalam gambar, hanya sekedar untuk ilustrasi

Nah lantas bagimana dengan predikat kesarjanaan ASI? Setahu Bunda (CMIIW) predikat ini terlahir dari milist, bukan predikat formal yang ada dalam textbook ttg ASI. Predikat untuk menandai suatu pencapaian anak dalam kaitannya dengan konsumsi ASI. Bunda sendiri termasuk orang yang tidak begitu mengagungkan predikat. Dalam hal ini, Bunda lebih mementingkan anak tumbuh sehat dan cerdas berkat ASI. Mau ada predikat atau tidak, gak begitu pentinglah. Namun tak bisa dipungkiri, predikat itu memberikan sisi kebanggaan yang lain, khususnya bagi ibu yang telah berjuang demi ASI. Karena untuk memberikan ASI memang dibutuhkan kemauan dan semangat yang kuat. Semua ibu Insya Allah MAMPU melakukannya, tapi belum semua ibu MAU menjalaninya. Ada juga yang mau tapi terkendala oleh sesuatu hal misal keterbatasan informasi atau keterbatasan yang lain. Dan memang dibutuhkan effort kuat untuk mencapainya. Untuk ibu bekerja, yang tidak bisa memberikan ASI secara langsung, disamping memenuhi tanggungjawab ke perusahaan, harus rajin memerah ASI di kantor. Bagi ibu rumah tangga sendiri, perjuangannya pun tidak ringan, harus memberikan ASI langsung disela-sela tugas ibu di rumah yang cukup berat.

Jadi bagi Bunda sendiri, bisa memberikan hak anak berupa ASI dan dimudahkan jalannya adalah anugerah dan kebanggaan. Predikat yang menyertainya adalah kebanggaan yang lain. Predikat memang tidak begitu penting, tapi bukankah semua orang akan senang dan bangga jika mendapat predikat yang bagus?

Dan sampai saat ini, perjalanan ASI untuk Dita pun belum berakhir. Setengah tahun lagi, hak Dita baru terpenuhi 100%. Alhamdulillah, sampai titik ini Dita masih mengecap nikmatnya ASI, semoga tidak ada halangan sampai 6 bulan ke depan. Saking ASIholic, sudah umur 1 th pun, Dita susah berpaling ke susu lain. Susu UHT yang Bunda perkenalkan pun, tidak diterima Dita dengan cepat.

Cerita perjuangan memperkenalkan susu UHT ke Dita di sini :

Daaaan… lihat gaya Dita saat minum UHT, susu favoritnya yang ke-2 setelah ASI🙂

Dita, tumbuhlah menjadi anak yang sehat dan cerdas. Bunda tidak memerlukan penghargaan ataupun predikat apapun atas apa yang telah Bunda lakukan untukmu. Panggilan “Bunda” dari mulut mungilmu sudah merupakan penghargaan yang tak ternilai harganya🙂

SELAMAT HARI IBU. Penghargaan yang setinggi-tingginya Bunda persembahkan untuk wanita-wanita Indonesia atas kasih sayangnya yang tak terbatas dan perjuangannya untuk anak-anak. Teristimewa untuk ibuku di Jogja, seorang wanita pekerja keras yang telah melahirkanku, menyusuiku hingga 2 tahun, mengasuhku, mendidikku dan membesarkanku. Kulo kangen bu….

14 Responses to “Pentingkah Sebuah Predikat? *Selamat Hari Ibu*”

  1. Lidya said

    Selamat hari ibu juga ya bunda Dita

    BunDit :
    Sama-sama mbak Lidya. Selamat hari ibu🙂

  2. Happy Mother’s Day, BunDit and all mommies…

    BunDit :
    Happy Mother’s Day 2 mom…🙂

  3. guskar said

    seorang ibu tidak menginginkan predikat super-mom dari anak2nya, krn dengan ketulusan dan kasih sayangnya ia ingin anaknya menjadi org yang terbaik dan berguna bagi sesamanya.

    selamat hari ibu, ia surga bagi anak2nya

    BunDit :
    Benar pak, ah saya selalu sentimentil kalau bicara soal “ibu”. Btw, blognya saya link ya Pak. Terima kasih🙂

  4. Selamat hari Ibu😆

    BunDit :
    Makasih mas Badruz🙂

  5. Rohmita said

    selamat hari ibu….

    kapan nih mb dita dan keluarga mudik jogja??

    BunDit :
    Selamat hari ibu juga. Insya Allah kami mudik lebaran tahun depan mbak. Akhir tahun ini gak bisa nih🙂

  6. erma said

    selamat hri ibu jg..

    kerja dmna sih mb?

    BunDit :
    Selamat hari ibu. Saya kerja di pub (baca : pabrik) -manufacturing- di jakarta🙂

  7. Motik said

    Selamat hr ibu bundanya dita.. Apapun packagingnya, yg terpenting kita sbg ibu berusaha semaksimal mungkin berbuat yg terbaik untuk anak dan keluarga tentunya.

    Btw itu minuman apa mbak? Seperti cola gitu kah? *hehe maaf ndak tau*

    BunDit :
    Bener sekali mam. Iya, itu Cocacola Zero *hehehe jadi nyebutin merk deh* . Ya dipas-in aja dengan nama award nya “Zero Defect Factory” , sama2 ada Zero nya😀

  8. vthree said

    met hari ibu jg bundit and all moms in the world…🙂

    BunDit :
    Met hari ibu mbak Vthree🙂

  9. bayipintar said

    Bundit selamat hari Ibu yaa😀
    Smg kita semua bisa menjadi ibu yg terbaik untuk anak-anak kita…

    BunDit :
    Met hari Ibu mbak Yanie. Amin, semoga🙂

  10. selamat hari ibu bundit.
    met kenal yah…

    bunda numpang sharing yah
    alumongga itu seumuran raihan..beberapa waktu lalu aku mulai ngenalin raihan susu UHT plain, tapi keliatanya dia gak doyan paling banter diminum cuma 50 ml doank..jujur agak khawatir soalnya produksi ASIku sekarang maksimal 180 ml dari 2 kali mompa (siang aku pulang nyusuin)..kemarin aku sempat ngasih raihan UHT rasa coklat, nah keliatannya dia doyan banget..
    jadi bingung nih..emang gak papa gitu raihan dikasih UHT coklat??..takut berpengaruh sama giginya….raihan belum aku ajarin sikat gigi sebelum bobo sih

    BunDit :
    Salam kenal mbak Amnah. Sama mbak, awalnya Dita lebih suka UHT rasa coklat. Menurut saya sih gak papa. tapi pelan2 diperkenalkan susu UHT Plain. Sekarang inipun kalau Dita minum UHT coklat, cepet banget habisnya. Giliran UHT Plain, saya/suami/tetehnya harus sabar, disela2 Dita main kita sodorin, lama2 habis. Kadang kalau lagi haus banget, UHT Plain pun juga cepet habis.

    Soal sikat gigi, Dita sudah mulai saya ajarin, tapi ya gitu deh, Dita nya angot2 an, kadang mau kadang gak hehehe. Emang kudu sabar nih. Salam buat Raihan ya🙂

  11. Bunda, selamat hari ibu. aduh..telat ya. semoga bunda terus bisa memberi yang terbaik untuk Dita. bener, bun…yang penting Dita sehat dan cerdas

    BunDit :
    Amiin. Thanks ya mbak Lina🙂

  12. Desy Noer said

    Happy mother’s day bundit..

    BunDit :
    Happy mother’s day 2 mam🙂

  13. Saung Web said

    Agak telat nih ..
    Selamat hari ibu buat para ibu dan calon ibu.. kasih sayangmu tak hilang sepanjang masa..
    Semoga Allah membalas semua pengorbananmu….. I love you Mother

    BunDit :
    Thanks Pak telah mampir ke sini🙂

  14. Laily said

    Bundit, telat boleh ya )
    Selamat hari ibu.. walopun tiap hari bersama ibu, hehe,,

    Semoga kita bs mendidik anak-anak kita ya Bun..

    BunDit :
    Amiiin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: