Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Semalam Dita Tidur Tanpa Bunda

Posted by BunDit on December 15, 2009

Semenjak mempunyai anak, setiap menjelang akhir tahun, Bunda deg-deg an. Kenapa? Karena secara rutin kantor Bunda mengadakan RaKer (Rapat Kerja) setiap akhir tahun. Tahun lalu, karena sesuatu hal, RaKer ditiadakan. Dan rasanya baru sekali ya akhir tahun 2008 itu raker gak ada. Yang jelas Bunda seneeng banget, karena saat itu Dita masih berusia kurang dari 6 bulan. Rasanya gak tega banget ninggalinnya.

Untuk akhir th 2009 ini, sebenarnya Bunda berharap gak ada lagi hihihi. Ternyata ada euy. Awalnya terdengar selentingan tempatnya di Bandung. Ternyata last minutes diputuskan ke Puncak. Dan yang bikin seneng RaKernya cuma 2 hari 1 malam. Padahal raker sebelumnya selalu 3 hari 2 malam.

Jujur, sebulan sebelumnya Bunda sangat resah untuk meninggalkan Dita walau hanya semalam. Seperti Bunda pernah ceritakan sebelumnya, Dita itu tidak bisa tidur tanpa ngedot ASIP. Dan saat itu stock ASIP tinggal 3 botol berisi @60-80ml. Duuuh gimana nih. Makanya Bunda mulai memikirkan beberapa alternatif jalan keluarnya.

Alternatif 1. Bunda sempat terpikir untuk memberikan sufor. Setiap kali ke Supermarket Bunda memberanikan diri bertandang ke rak yang mendisplay berbagai jenis sufor, sebelumnya tidak pernah sekalipun Bunda kesana. Melihat-lihat sekilas merk-merk sufor. Tercenung. Bingung. Teringat beberapa tulisan di beberapa blog yang menceritakan kalau sufor merk A membuat pup anak keras. Merk B menyebabkan pup anak sangat encer alias diare. Merk C begini. Merk D begitu. Bunda makin bingung. Ragu. Gamang. Dan sampai 3 x mampir kesana pun selalu menyisakan perasaan yang sama. *Maafkan saya ya ibu-ibu, ini hanya curahan hati, tidak bermaksud menyinggung perasaan ibu-ibu pengguna sufor untuk buah hatinya. Bisa jadi sikap saya yang terlalu berlebihan*

Alternatif 2. Mengajak Dita dan teh Dela ke tempat RaKer. Cihuy, that sounds interesting🙂 . Masalahnya boleh gak ya? Setelah ngobrol sama bos dan manager HRD nya, ternyata boleh-boleh saja, asal tidak mengganggu keikutsertaan Bunda di RaKer aja. Duuuh Bunda sudah seneng banget. Kebayang sekalian berlibur di hotel hehehe. Lagian Ayahnya Dita juga memberi lampu hijau. Otomatis gugurlah Alternatif 1, alhamdulillah🙂

Alternatif 3. Saat Bunda menceritakan keinginan Bunda ke teh Dela, tampak teh Dela kurang berminat. Saat ditanya alasannya, teh Dela menjelaskan kalau dia enggan ikut karena takut mabuk saat perjalanan dan di tempat tujuan malah sakit. Waduh..Bunda malah lupa kalau teh Dela emang mabukan kalau naik mobil. Bunda bilang, kalau gak ada pilihan lain karena stock ASIP gak mencukupi kalau Dita gak ikut. Lantas teh Dela memberi jawaban yang cukup mengejutkan “Saya rasa adik bisa kok tidur tanpa ngedot ASIP, kadang kalau siang pas Bapak Ibu di kantor, dan adik sudah ngantuk banget, saya elus-elus pelan punggungnya langsung bisa tertidur” .

Menindaklanjuti alternatif 3, Bunda dan teh Dela mencoba membiasakan Dita untuk tidak tergantung dot ASIP saat mau tidur. Setiap hari Bunda mendapat ASIP 2 botol @60-80ml hasil memerah di kantor. Dan 2 botol ini untuk 2 kali konsumsi ASIP Dita saat menjelang tidur pagi dan siang. Nah, untuk membiasakannya, teh Dela hanya memberikan 1 botol dalam sehari, kalau gak pas tidur pagi ya pas tidur siang. Menurut teh Dela, kalau Dita sudah kenyang dan ngantuk berat, tanpa ngedot ASIP pun, Dita bisa tertidur pulas dengan cepat. Awalnya Bunda agak kasihan juga mengurangi konsumsi ASIP untuk Dita ini. Namun Bunda pikir, selama makannya Dita banyak dan bergizi, tidak masalah lah. Apalagi selama ini Dita juga mengkonsumsi susu UHT. Lagian sekalian pelan-pelan membiasakan Dita untuk lepas dari dot.

Dan, Alhamdulillah langkah ini berhasil. Walau kadang-kadang Dita tetap diberikan lebih dari 1 botol ASIP kalau keadaan mengharuskannya. Seperti saat Dita sedang batuk pilek, karena agak rewel ya diberikanlah ASIP yang lebih banyak. Dan hasilnya, menjelang keberangkatan Bunda ke Puncak, tersedia stock 5 botol ASIP @60-80ml. Bismilahirahmanirrahiim, semoga cukup ya nak🙂

Seminggu sebelum berangkat, Bunda dikasih tahu Ayahnya Dita kalau Ayah juga ada gathering dari kantornya ke Garut. Dan waktunya, sehari setelah keberangkatan Bunda. Awalnya Ayahnya Dita mau gak berangkat karena kasihan Dita tapi Bunda bilang gak masalah. Karena malam pas Bunda menginap kan Ayahnya Dita masih di rumah, baru paginya berangkat. Teh Dela pun juga bilang gak masalah. Malah teh Dela sempat nyeletuk “Kalau gak ada Bapak dan Ibu, adik malah anteng kok..” Waks.. hehehehe😀 .

Akhirnya, Jumat (11/12/2009) pagi Bunda berangkat raker. Sebelum berangkat Bunda bilang ke Dita “Sayang, Bunda pergi kerja ya. Pulangnya besok. Adik nanti malam tidur sama teh Dela ya, gak boleh rewel”. Bismillah, Bunda berangkat. Ngumpulnya sih di kantor, soalnya bareng2 naik bis. Karena Bapak2 harus sholat Jum’at, kami mampir ke Wisata Agro Kebun Gunung Mas. Kongkow-kongkow, minum teh, makan tahu goreng dan pisang goreng, makan bakso. Hmm.. nikmat. Untuk sejenak kok ya lupa sama anak hehehehe😀 . Maafin Bunda ya sayang…😉

Sekitar jam 1 siang sampai ke tempat tujuan, di Hotel Yasmin, Puncak. Check in. Bunda sekamar sendiri, maklum kaum hawanya cuma 3 orang termasuk Bunda. Setelah sampai kamar, yang pertama kali Bunda cek, kulkas, berfungsi dengan baik apa gak. Ternyata perlu T connector untuk nyalain kulkasnya, jadi Bunda memintanya kepada pihak hotel. Meeting dimulai jam 2, makanya Bunda menyempatkan merah ASI dulu, dan dimasukkan ke kulkas kecil. Sekalian turun makan siang dan ke tempat meeting, Bunda menitipkan blue ice di dapur hotel. Sebenarnya ada freezer kecil di dalam kulkas kecil dalam kamar, cuma lebih mantap di titipkan di dapur hotel dalam freezer yang gede.

Malamnya setelah dinner, Bunda merah ASI lagi di kamar. Setelahnya sempat chatting sama Ayahnya Dita menanyakan kabar Dita. Ayahnya Dita tidur di kamar atas. Sedangkan Dita bersama teh Dela di bawah, di depan tv, soalnya tempat tidur teh Dela pakai kasur single, jadi gak cukuplah buat berdua. Bunda lebih prefer Dita tidur sama teh Dela dibanding Ayahnya, soalnya supaya kalau Dita mau minum ASIP lebih gampang manasinnya di dapur bawah. Lagian Ayahnya Dita gak pernah tuh manasin ASIP buat Dita hehehe. Kata Ayah sih, semalaman Dita tidur pules, gak rewel. Bunda jadi lega banget mendengarnya🙂

Ah..malam itu serasa lebih panjang dari biasanya tanpa ada Dita di sisi Bunda. Meski diawali guling sana-guling sini karena susah tidur, akhirnya Bunda terlelap juga sampai subuh.

Paginya, Bunda merah ASIP lagi sebelum meeting. Selesai meeting jam 11-an Bunda gak sempat merah lagi karena buru-buru rombongan bis harus segera bertolak ke Cimahi untuk menghadiri pernikahan salah satu rekan kantor. Jadi langsung Check Out. Tak lupa Bunda mengambil blue ice dari dapur hotel untuk dimasukkan dalam cooler bag yang akan menjaga suhu hasil perahan ASI selama di hotel sebanyak 3 botol total “cuma” 200ml.

Sampai Cimahi hampir jam 2 siang, untung masih bisa ketemu sang pengantin yang harus turun pelaminan jam 2 siang. Di sana makan, ngobrol dan foto bersama. Perjalanan pulangpun jadi lebih lancar karena langsung lewat tol, dibandingkan kalau pulang dari Puncak pasti kendaraan berjalan merayap. Sempat mampir ke Cikampek untuk makan bakso dan beli oleh-oleh. Dan sampai rumah sekitar jam 6 sore. Bunda sudah kangeeeen banget sama Dita. Karena dari pagi tidak sempat merah ASI, sesampai di rumah Dita langsung nenen Bunda dengan puas. Dita happy, Bunda pun lega😉 .

Dari Garut, Ayahnya Dita gantian sms menanyakan kabar Dita. Alhamdulillah, selama ditinggal Bunda, Dita gak rewel. Stock ASIP yang hanya 5 botol, ludes. 1 botol untuk Jum’at siang. 3 botol untuk malamnya. 1 botol lagi untuk Sabtu siang. Pas! Atau dipas-pas-in sama teh Dela, entahlah. Yang penting, waktu tidur malam Dita gak rewel. Gantinya, oleh-oleh ASIP dari Puncak yang Bunda jadikan 3 botol🙂

Dan tentu saja, kurang afdol kalau pergi, pulangnya tanpa tentengan. Bunda membawa oleh-oleh dari Puncak untuk Dita dan Ayah. Besok sorenya, Minggu (13/12/2009) Ayahnya Dita pun pulang dari Garut membawa oleh-oleh buat Dita dan Bunda. Gak khusus sih buat Bunda tapi tetep aja Bunda merasa seneng dibawain oleh-oleh. Yang jelas oleh-oleh ini tidak sekedar buah tangan, tapi bentuk perhatian sesama anggota keluarga kecil kami yang saling menyayangi (suit…suittttt😀 ) .Ini dia oleh-oleh nya :

Oleh-Oleh dari Bunda :

Oleh-oleh dari Ayah :

Trus teh Dela kebagian apa dong?. Selain uang saku dari Bunda karena sudah bersedia ngelonin Dita semalam, yaa…oleh-oleh makanannya untuk teh Dela juga. Kemudian selain yang di foto, Bunda pun sempat membeli Peuyeum Keju Bollen Kartikasari, belut goreng dan kerupuk kulit. Sedang Ayahnya Dita pun masih menambah oleh-oleh dengan keripik tempe dan sale pisang. Ada yang mau?😉

10 Responses to “Semalam Dita Tidur Tanpa Bunda”

  1. Wah, BunDit,
    Aku belon pernah niy bobo tanpa Ganesh. Aduh semoga jangan deh. Soalnya bobo bareng mommy adalah ritual wajib. heu heu..saling kelonan. Apalagi kalo giliran manjanya, Ganesh gak mau cuma dipeluk, tapi mo bobo di dada mommy. Wahduh!

    Eniwei busway, oleh-oleh tissue nya dua ya, Bun? **just kidding, Bun**😀

    BunDit :
    Ya…maunya sih selalu begitu mom…keadaanlah yang memaksa Dita tidur tanpa Bundanya😦 . Hehehe ceritanya tissue nya yang ada tulisan Hotel Yasmin, Puncak ikut di foto, ya sebagai bukti sama Ayahnya Dita kalau saya beneran sampai Puncak huaahaha. Oh ya, kenapa tissuenya gak ikut dibawa pulang aja ya …😀

  2. dapurita said

    Emang berat ya bund kalo harus ninggal anak ke luar kota.Saya malah belum punya pengalaman begitu..
    Kalo cuman tidur pisah kamar seh sering, karna elang suka ketiduran d kamar eyangnnya kalo eyang pas dateng he..he..

    BunDit :
    Bener mam, saya yang ninggalin cuma semalam aja udah kepikiran banget🙂

  3. cihui oleh-olehnya banyak..
    lempar ke djogja dunk bundit hehe..

    BunDit :
    Niih jeng, buat cemilan Mas Ikhsan *menyerahkan dodol garut*🙂

  4. Lidya said

    dilema ibu bekerja ya mbak. aku belum pernah nih pisah 1 hari pun sama pascal🙂

    BunDit :
    Iya mbak, namanya juga bekerja, bagaimanapun juga punya tanggungjawab kpd tempat kita bekerja. Soal anak, ya Insya Allah selalu ada jalan keluar terbaik🙂

  5. ini saya baca sampe detil, loh bun. belajar gimana nanti kalau sudah ada anak dan mengalami kejadian serupa. itu gedenya, pasti dita jadi anak pemberani deh🙂

    BunDit :
    Terima kasih mbak sudah membaca postingan saya, yang saya kira pendek ternyata jadinya kok panjang ya😀 . Ya, saya doakan semoga segera dapat momongan ya mbak Lina🙂

  6. Bundit aku mau tanya, gak papa yah.. hehe.. Kalo malem gt dita langsung nenen ato minum pake botol asip? Soalnya kmrn aku pernah ninggal zahra malem-malem, aku pikir aman karena asip udah aku sediain, tyt udh dikasih asip dia tetep ngamuk, kaya nyari-nyari aku.. dari situ aku jadi tau kalo siang dia mau dari botol, tp kalo malem harus nenen langsung dari gentongnya. Walau akhirnya dia tidur juga, tapi karena kecapean nangis menderu-deru😦 Masalahnya, aku udah beberapa kali nolak dinas keluar kota, akhirnya aku terima yang dkt aja ke bandung karena zahra bisa aku bawa. Tapi gak enak juga yah nolak-nolak terus..
    Apa aku sebaiknya dibiasain pake botol jg kalo malem yah.. mohon pencerahan.. makasih loh bundit, seperti biasa info yang sangat berguna aku dapatkan dari blog bundit ini

    BunDit :
    Selama ada saya di rumah, Dita tidak pernah ngedot ASIP. Seinget saya, kalau pulang kerja paling malam pernah jam 11 malam sampai rumah. Dan sampai rumah Dita sudah tertidur dengan ngedot ASIP. Selanjutnya kalau nglilir, ya nenen langsung. Dan gak ada tips apa2 sih, berjalan begitu aja. Tapi setiap anak memang unik. Zahra mungkin memang harus tidur malam dengan nenen. Kayak anak temen kantorku, kalau sudah jam 6 sore, dia gak mau minum sufor, maunya langsung nenen ibunya. Jadi ibunya telat pulang sedikit aja, anaknya udah merengek2 dan nangis kejer.

    Kalau tiap malam Zahra dibiasain pake botol, sementara Zahra tahu mamanya ada, apalagi kalau mamanya sendiri yang ngasih botol ASIP nya, takutnya ntar malah gak mau nenen lagi lho (ini kemungkinan terburuk, dan jangan sampai tjd deh). Bisa juga sih, mbak Darina ngumpet, trus yang ngasih botol ASIP orang lain. Tapi ribet ah, enakan kalau kita di rumah, anak nenen langsung. Lebih nikmat untuk kedua belah pihak🙂 .Setidaknya cara ini bisa digunakan kalau merasa sudah gak ada cara lain.

    Kalau saya jadi mbak Darina, cara berikut yang saya lakukan. Belum tentu berhasil sih, tapi gak ada salahnya dicoba. Atau mungkin malah sudah mbak lakukan. Beri pengertian ke Zahra. Menjelang keberangkatan keluar kota, bisikkan kalimat “Zahra sayang, anak mama paling cantik dan pinter. Nanti kalau mama kerja sampai malam, Zahra bobok malamnya sambil ngedot pakai botol ya. Kalau mama pulang baru deh nenen sama mama lagi. Zahra gak boleh nangis, kan anak mama pinter” . Ya redaksionalnya gak harus begitu, tapi intinya beri pengertian kepada anak secara terus menerus. Saya percaya, kalau ibunya yang memberi pengertian dengan cara yang halus, Insya Allah anak kita ngerti.

    Hihihi penyakit saya kumat deh kalau sudah ditanya. Jawabnya suka sotoy, jadi nyuwun pangapunten ya. Ilmu baru seumprit tapi sok jadi pakar anak😀 .Jadi gak tahu deh, jawaban saya mencerahkan atau malah bikin suasana makin mbleret hehehe😀 .

  7. hihihih… kalo azwa dari umur 4 bulan *ya, 4 bulan* udah ditinggal bobok ama bapake doang.Ibunya kerjaaaaa dari siang ampe pagi, dari pagi ampe besok paginya lagi.. hoeeekkk…

    makanya sekarang dia lebih lengketr sama bapaknya daripada maknya ini. Tapi yah… dia tetap tau kemana harus memasukkan tangannya kalo mau bobok… Ke BH maknya😀

    ehhh iya, Rin… aku udah buka order untuk jaktim (kamu bekasi ya?) hihihi cek blog
    yogheart yaaaa!

    BunDit :
    Walah…kerja rodi to mbak, sampai nginep2 gitu. Namanya juga kerja di tv ya. Hihihi kok Azwa sama dengan Dita, kalau tidur sambil nenen, tangannya ngusrek-usrek pembungkus nenen Bundanya hehehe😀

    Sip mbak…ntar aku cek blog Yogheart mu itu🙂

  8. Moeti said

    Bundit..aku juga kemarin sempet ninggalin Atha dalam rangka workshop kantor..Alhamdulillah Atha ngga rewel waktu bobo malem sama opungnya. Atha cuma kebangun trus kepalanya miring-miring sambil mulutnya mangap2 gitu hihi..biasa ngedot sama mamanya..
    Tapi tetep aja ya, ngga tega ninggalin anak ..Yang bikin bingung bulan Januari aku ada tugas overseas 5 hari huhu..nanti aja deh dipikirin solusinya..

    BunDit :
    Ya begitulah dinamika ibu bekerja yang memiliki anak. Ada tanggung jawab ke anak, juga ke company. Semoga selalu ada jalan terbaik saja. Duuuuh, mau ke overseas 5 hari ya? Gak kebayang deh. Ini juga kalau th depan big project nya jadi diapprove, saya akan training ke overseas 2 minggu. Maaaaak..😦 .Ah…dipikirin nya kalau sudah pasti aja deh… siapa tahu gak jadi hihihi😀

  9. fety said

    fety suka dengan penjelasan bunda dita yang detail. jadi banyak belajar kalau suatu saat melakoni peran yang sama:)

    BunDit :
    Terima kasih mbak Fety. Semoga secepatnya peran itu dapat diraih🙂

  10. wah pengalaman kita sama nih bundit..minggu kemarin aku dina ke luar daerah, yang mesti pake acara nginap gitu..stok asi gak memungkinkan ditambah lagi aku belum pernah tidur pisah ma raihan..nego sama supervisorku..akhirnya aku bisa berangkat dinas plus dengan raihan & mbaknya hehhee..mampir deh di http://atisah149.multiply.com/journal/item/86/Dinas_plus_plus

    btw..aku jadi tenang sekarang, liat stok ASIPnya bundit kureang lebih sama dengan aku..berarti emang kalo uda seumuran alumongga & raihan..produksi ASI emang segitu2 yah…

    BunDit :
    Hihihi.. dinamika ibu bekerja ya mbak. Stock ASIPku termasuk sedikit itu mbak. Tapi nyantai saja, Insya Allah bisa mencukupi sampai Dita 2 th. Begitu juga, semoga Raihan lulus S3 ASI ya sayang. Seneng ketemu lagi ibu seperjuangan hehehe. Blognya aku link ya mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: