Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Dita-Ayah&Bunda vs Dita-Teh Dela

Posted by BunDit on December 3, 2009

Curhat time! .

Sebenarnya curhatan ini sudah pengin Bunda sampaikan sejak dulu. Tepatnya semenjak Dita sudah mengenal MPASI yaitu usia 6 bulan. Sekarang curhatan makin pengin dikeluarin setelah Dita mulai gesit dan super duper aktif🙂

Sebagai ibu bekerja, secara otomatis Bunda memiliki keterbatasan waktu untuk selalu melakukan hal-hal menyenangkan dengan Dita, seperti hal kecil ini : menyuapi Dita!. Dulu saat mau mulai MPASI awal ketika Dita 6 bulan, saking penginnya Bunda menjadi orang yang pertama menyuapi Dita dengan mamam solidnya, Bunda memajukan 4 hari waktunya pas hari libur karena kalau mau saklek, usia Dita PAS 6 bulan jatuh hari Kamis (Bunda ngantor). Rasanya bahagiaaa sekali bisa menyuapi anak sendiri. Setelahnya ya hanya hari libur saja Bunda bisa merasakan nikmat menyuapi ini. Hari-hari kerja otomatis Teh Euis/Teh Dela lah yang mengambil perannya.

Foto ini saat MPASI pertama Dita (14/12/2008). Pertama kali Bunda yang nyuapin sih. Cuma untuk keperluan foto, saat itu Teh Euis yang menyuapi selanjutnya😀 .

Dan sudah menjadi kebiasaan Bunda setiap pulang kantor selalu tanya Teh Euis/Teh Dela. “Gimana makannya Dita? Banyak gak? Habis gak?”. Dan selama ini rata-rata dijawab, “Banyak bu, pagi, siang dan sore habis semua”. Walau sesekali pernah tapi termasuk jarang banget Bunda mendapat jawaban Dita gak mau makan atau sulit disuapin. Bunda jelas senang banget mendengarnya.

Namun yang Bunda bingung, saat libur dan Bunda yang nyuapin, Dita gak bisa diem. Dulu saat masih fase merangkak, saat disuapin merangkak ke sana kemari. Digendong gak mau. Sekarang ini saat Dita sudah bisa berjalan, Bunda harus main kejar-kejaran sama Dita. Bunda harus mencari akal, disodorin mainan, atau distelin lagu dari HP dsb. Kalau pas lagi konsens dengan mainannya, hap! , masuk makanan. Tapi yaitu, prosesnya makannya jadi lamaaaa banget. Kadang habis, kadang cuma separo. Bunda sampai bertanya ke Teh Dela, “Kalau teteh yang nyuapin, Dita kayak gini nggak sih?”. Jawabnya “Enggak bu, kalau pas ibu kerja, Dita anteng saja saya suapin. Jadi makanannya cepet habisnya”

Awalnya Bunda sedikit su’uzon, jangan2 selama ini Teh Euis/Teh Dela bilang makanan Dita selalu habis padahal tidak. Ternyata kecurigaan Bunda gak terbukti. Pernah Bunda pulang kantor agak awal. Pas sampai rumah Dita sedang disuapin. Daaan ternyata Dita anteeeeng banget. Duduk sambil main, gak lari kesana-kemari. Juga pernah baru-baru ini Ayahnya Dita pas cuti (Bunda ngantor), Ayah bercerita “Emang bener kalau Dela yang nyuapin Dita anteng dan makanan habis. Kok sama Bundanya malah susah?” .

Duh naaak kenapa sih? Udah Bunda jarang-jarang nyuapin, giliran disuapin susah banget. Kalau kata Teh Dela, “Mungkin karena sama Bundanya sendiri jadi lebih manja” . Bisa juga sih. Kalau kata Ayahnya Dita, “Anak kan tahu dengan siapa dia harus bermanja-manja dan kolokan” . Ya nak, manja sih manja, tapi kalau makan anteng dong hehehe. Capek nih Bunda ngejar-ngejar kamu😀

Dan ternyata Bunda tidak sendirian mengalaminya. Banyak ibu-ibu bekerja yang mengalami hal serupa. Kok tahu? Setelah Bunda baca ini nih http://mpasirumahan.blogspot.com/2009/10/ada-ibu-di-rumah-kok-jadi-susah-makan.html . Jadi sebenarnya hal tersebut wajar, sebagai ibunya ya harus pinter-pinter cari cara saja. Dan yang penting HARUS EKSTRA SABAR🙂

Ada satu lagi bagaimana bedanya kelakuan Dita saat ada Ayah Bunda nya atau hanya ada Teh Dela saja. Sekarang ini saat Bunda di rumah, Dita ini gak bisa diem. Lari sana, lari sini. Tahu-tahu naik tangga. Trus sekarang kegemaran barunya adalah : naik sofa trus njondil-njondil, selanjutnya diakhiri dengan melompat disertai derai tawa! . Dia seneng banget saat melompat Ayah/Bunda nya menangkap dengan muka was-was. Ealaaah naaak, kegemaranmu kok ya bikin jantungan.

Dan guess what? Berdasarkan cerita teh Dela, kalau Ayah Bunda gak ada di rumah, Dita jadi anak yang maniiiis banget. Gak pernah grusak grusuk. Gak pernah naik tangga. Apalagi naik dan loncat-loncat di atas sofa. Bunda sempat berpikir, apa teh Dela suka marahin Dita ya jadi Dita takut. Tapi terlalu berlebihanlah Bunda berprasangka buruk seperti itu. Kalau Dita “diapa-apain” sama Teh Dela di rumah selama Ayah Bunda bekerja, pasti saat ada Ayah Bunda, Dita menunjukkan wajah ketakutan dengan teh Dela. Anak kan gak bisa bohong. Tapi yang terjadi tidak. Kadang malah Dita nangis kejer kalau Tetehnya mau pergi ke rumah kakaknya, padahal saat itu ada Bunda. Bahkan pernah bunda ceritain sebelumnya, Dita tahu kalau tetehnya lagi sedih makanya pipi tetehnya diciumin🙂

Yaa.mungkin benar apa kata Ayahnya Dita. Dita tahu tempat untuk bermanja, yaitu sama Ayah Bundanya. Kalau sama tetehnya justru gak mau banyak tingkah. Atau ini hasil dari bisikan Bunda setiap Bunda mau berangkat kantor “Sayang, gak boleh rewel ya sama Teteh. Nurut apa kata Teteh”. Entah lah. Tapi yaaa.. begitulah faktanya. Ayah Bunda gak protes kok. Waktu Ayah Bunda buat kamu emang tidak bisa all the day. Namun dengan waktu yang sedikit itu Ayah Bunda usahakan akan sangat berkualitas. Jadi bermanja-manjalah dengan Ayah Bunda sepuas hatimu nak🙂

13 Responses to “Dita-Ayah&Bunda vs Dita-Teh Dela”

  1. Lidya said

    Dita cari perhatian ya kalau ada bundanya di rumah

    BunDit :
    Iya bener mbak. Caper dan manja😀

  2. bunda aya jbi said

    Pha kabar maen syg…Iya kak, leny jg klu nyuapin aya susahnya minta ampun..ya nasi dalam mulut disembur2kan,pokoke acara mkn jd lama,.kdg kesel leny kasih sm kkknya yg suapin tp lancar2 sj..

    BunDit :
    Alhamdulillah kabar baik Aya sayang. Ya begitulah dik Leny, mungkin ini konsekuensi ibu bekerja. Makanya dibutuhkan kesabaran🙂

  3. vera said

    waaa..masi nyimpen foto pertamakali disuapin yaaaa…

    BunDit :
    Hihihi dokumentasi foto Dita lumayan rapi Bun. Awal2 Dita lahir saya tiaaap hari motoin Dita. Sampai-sampai Ayahnya negur, tiap hari ketemu dipotoin mulu hehehe. Sekarang sudah susah difoto pake kamera digital soalnya direbut dan takut dibanting. Jadinya sekarang mencuri2 foto dengan HP. Kalau dg CamDig kan enaknya ada tgl nya🙂

  4. Justru dengan neng Dita “berpolah” seperti itu ia tahu bundanya akan lebih memperhatikan🙂 Dita tahu bundanya sibuk kerja dan (maaf) mungkin Dita sudah bisa merasakan sedikit waktu/kebersamaan yang dilewatinya bersama bundanya. Jadi mungkin kalo anteng2 aja buat Dita malah ngga seru, karena bunda pasti jadi ikut anteng … misalnya jadi ngga ngingetin Dita waktu naik2 tangga, ngga ngawasin Dita waktu bermain, dll. Antengnya bunda sudah pasti tidak diinginkan Dita kan, hehehe. Ga usah khawatir bun, seiring dengan bertambah besarnya si kecil nanti ia akan makin tahu dan pintar kok cara menyenangkan hati bunda. Ditunggu aja, ngga lama kok😀

    BunDit :
    Hehehe iya Bun, terima kasih atas sharingnya ya. Ya, begitulah dinamika ibu bekerja. Salam buat Kak Aliyyah ya🙂

  5. Motik said

    Bener bund, dita kan oengen manja2an sm ayahbundanya. Semakin bundanya gregetan, semakin seneng dita hehehe..
    Gpp bund, rata2 emang seperti ini kok berdasarkan cerita teman2ku yg kerja kantoran.
    Kalo aku krn FTM jd blm prnh ngalami yg bundit alamin. Tp ayahnya kyara jelas ngalamin. Kalo hr biasa kyara nggak neko2 ke ayahnya. Tp begitu wiken, dia tau kalo wiken adalah hari untuk kyara. Ayahnya bakal dilengketin terus. Mesra2an sama ayahnya. Udh bisa ngajak pergi ayahnya minta makan pizza lah, beli roti lah, ya pokoke ada aja cara spy diajak kluar naik mobil hehe..
    Gpp ya bund kejar2an sedikit yg penting dita seneng hehehe..

    BunDit :
    Hehehe ternyata Ayahnya Dita pun gak sendirian mengalami hal seperti itu ya. Makasih sharingnya ya mam🙂

  6. BunDit,
    Owalah…ta’ pikir aku doang yang ngalemin susah nyuapin Ganesh maem. Waktu itu Mbaknya Ganesh ijin nginep di rumah kakaknya, jadilah mommy sama Daddy nya jungkir balik nyuapin Ganesh.
    Tadinya aku pikir apa kami kurang berpengalaman? ternyata hampir semua anak begitu ya…
    TFS lho, Bun…aku jadi tidak menyalahi diri sendiri. Tapi emang bener lho, kalo cuma berdua sama Mbak nya, dia tuh anteng, bobo siang nya teratur. Kalo wiken…walah maunya loncat-loncat cekakan bareng mommynya!

    BunDit :
    Hahaha, saya dulu pun mikir hanya saya dan ayahnya Dita aja yang ngalamin gitu. Ternyata hampir semua Ayah Ibu bekerja mengalaminya ya. Ayeeem, ada temen😀

  7. Diyah said

    Yang sabar ya bunda….Dita caper tuh sama bunda nya, mumpung bunda ada di rumah jadi sengaja meluapkan kegembiraan nya dengan tingkah yang aneh2. Tapi itu artinya Dita anak yang pinter kan bun….🙂

    BunDit :
    Amin. Makasih ya Ummi🙂

  8. bunda..farissa juga gitu,kalo pas ibunya di rumah ..makannya malah susah,ngajak main terus.apa iya..caper ya?? he..hee.pokoknya sehat selalu ya dita.

    BunDit :
    Hihi ternyata makin banyak temen senasib sepenanggungan. Amin. Makasih doanya Bu. Salam buat Kak Farissa🙂

  9. ke2nai said

    setuju apa kata ayahnya dita… anak emang tau dimana tempatnya mereka bermanja2🙂

    BunDit :
    Bener sekali Bun🙂

  10. Mengapa cinta kepada Dita tak dituangkan dalam bentuk puisi nan elok bunda ? Tulis dan ikutkan dalam Parade Puisi Cinta.
    Ini dia intronya :

    Rasa cinta pasti ada

    Pada makhluk yang bernyawa

    Sejak dulu hinggi kini

    Tetap suci dan abadi

    Tak kan hilang selamanya

    Sampai datang akhir masa

    (Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)

    ——–

    Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta

    Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.

    Salam hangat dari Surabaya

    BunDit :
    Waaa..pak dhe, saya jadi tertantang ikut deh. Insya Allah saya berpartisipasi. Paling telat tgl 15 des kan?🙂

  11. Dewi said

    ya ampun mba…
    baru aja aku mau curhat soal ini. Persis mirip banget sama martyr. malah tadi pagi aku interogasi mbaknya martyr kok kalo sama mbak makannya cepet dan abis sedangkan ama aku dilepeh2 dan gak diem…

    BunDit :
    Hehehe tenang mbak…ternyata banyak kok temennya😉

  12. endah said

    bunda dit…aku juga kumajukan 3 hari..senengnya pertama kali maem fatih lahap banget..
    bun, aku download resep resepnya yach..aku juga link ke mba,alhamdulillah dapet blog se informatif ini..makasih bunda…

    Silakan mam. Salam kenal. Alamat blog mam endah mana nih? Mau lihat foto dedek Fatih🙂

  13. endah said

    kurniaputri.wordpress.com, masih belajar mba
    makasih ya bunda dita, salam untuk kaka dita🙂

    Blog nya sudah saya link. Salam juga buat dedek Fatih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: