Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Transfer Knowledge ASIX

Posted by BunDit on December 1, 2009

Postingan kali ini sedikit merefresh awal mula Bunda berkomitmen memberikan ASI untuk Dita. Jujur, saat Bunda telah menikah bahkan tengah mengandung Dita, Bunda gak punya pengetahuan sedikitpun mengenai Manajemen ASI buat ibu bekerja. Tahu sih, kalau ASI adalah cairan terbaik buat anak. Tapi belum tahu ternyata ASI itu bisa diperah kemudian dibekukan, untuk ibu bekerja yang ingin memberikan ASIX harus buat stock ASIP sebanyak-banyaknya dsb. Pokoknya pengetahuan soal ASI NOL besar.

Bahkan Bunda inget banget, saat hamil Dita 4 bulan dan pas istirahat lihat temen kantor yang barusan melahirkan anak pertama, memompa ASI nya, Bunda nanya “Itu ASI nya terus diapain?”. Temen Bunda jawab “Ya dibuang Bu, kan mompa ini supaya PD gak sakit”. Bunda cuma mengangguk-angguk.

Seiring berjalannya waktu, saat kandungan Bunda mulai membesar, Bunda mulai rajin googling segala hal yang berhubungan dengan kelahiran. Misal apa yang harus dibawa ke rumah sakit saat melahirkan nanti dsb. Di saat googling ini Bunda banyak nyasar ke blog nya ibu-ibu. Di sana soal ASI Exclusive, managemen ASI dsb selalu jadi topik hangat. Bunda jadi pengin tahu lebih banyak soal serba-serbi ASI ini. Mulailah menjadi member milist ASI for baby dan aktif mengunjungi blog nya ibu-ibu yang membahas soal ASI meski cuma jadi silent reader.

Nah, dari sanalah Bunda mulai berkomitmen untuk memberikan ASIX buat Dita. Dan Alhamdulillah, sampai titik ini Dita sudah lulus S1 ASIX 6 bulan, S2 ASI 1 tahun, dan sekarang lagi harap-harap cemas apakah bisa meraih gelar S3 ASI. Yang terakhir ini mohon doanya ya🙂

Dan baru saja Bunda membaca postingan mommy Ganesh soal kurangnya pengetahuan ASI di sini. Memang benar, masih banyak ibu-ibu di luar sana yang belum melek ASI. Kebanyakan kurang informasi. Beruntung Bunda memiliki akses internet sehingga bisa mendapatkan semua informasi ASI dengan sangat mudah. Karena di lingkungan Bunda sendiri, Bunda gak punya role model yang bisa dijadiin panutan atau tempat bertanya soal ASI, utamanya ASI ibu bekerja. Jadi, thanks to internet. Dari sanalah, Bunda jadi melek ASI.

Lucunya temen Bunda yang Bunda sebut di atas itu (sebut saja si Eneng), akhirnya gantian melihat Bunda merah ASI di kantor. Dan saat melihat Bunda membawa cooler bag segala, Eneng gantian bertanya “Memangnya ASI disimpan Bu, gak dibuang?” . Nah, saat itu Bunda meneruskan pengetahuan (transfer knowledge) apa yang Bunda ketahui soal perah memerah ASI ini ke Eneng. Semua hal detil Bunda jelasin dari soal managemen sampai pelaksanaan pemberian ASI ke anak bagi ibu bekerja. Dan saat Eneng hamil anak ke-2, dia bilang “Bu, untuk anak kedua ini saya mau mengikuti jejak bu Ririn. Memberikan ASI untuk anak saya” .Bunda senang sekali mendengarnya🙂

Dan bulan Oktober lalu, Eneng sudah masuk kantor lagi, setelah habis cuti melahirkan anak ke-2.  Alhamdulillah, dia memenuhi niatnya. Dia bercerita telah memiliki stock awal ASIP 34 botol @ 120ml (hari ini dia inform malah nambah jadi 52 botol). Yeahhh… Bunda kalah deh😀 . Dan tiap hari, memerah ASI di kantor 3x. Jadi Bunda nambah temen merah ASI di kantor deh🙂

Saat memerah ASI itu, ibu-ibu yang sudah senior (yang anaknya sudah SD bahkan SMA), juga suka bilang ke Bunda. “Dulu..kita gak tahu sih mbak Ririn. Mana ada ASI disimpan-simpan, kita ya tahunya dibuang. Kalau tahu gitu, sebenarnya sayang ya mbak”. Dan kalau ibu2 itu nanya, Bunda jelasin sepengetahuan Bunda. Siapa tahu, pengetahuan itu akan ditransfer ke anak-anaknya kelak hihihi.

Soal transfer knowledge ASI ini, Bunda sih gak ngotot. Maksudnya siapa saja terus diceramahin soal pentingnya ASI bla bla bla. Takutnya ada yang tersinggung dan dibilang sok. Kalau ada yang bertanya, baru deh Bunda jelasin. Kalau gak, hihihi ntar dicap sok kepinteran deh. Padahal Bunda juga tahunya dari internet😀

Nah, yang terakhir, beberapa hari yang lalu Eneng bilang, dia nyesel sudah beli Electric Breast Pump, karena pas dicoba PD nya jadi sakit kalau diperah pakai BP. Akhirnya dia merah dengan tangan jadinya BP nya gak terpakai. Maka dia menitipkan ke Bunda buat ngejualin. Yeee..ujungnya jualan hehehe. Ya Bunda bantu temen aja. Soalnya katanya uangnya buat nambah beli Cooler bag yang dia belum punya.

Info detilnya : Electric BP ini merk I.Q Baby. Dulu belinya 206rb. Baru dipakai 1x selama 5 menit. Kondisi 99% baru. Kotak dan Buku manual masih lengkap. Mau dilepas 150rb. Free Ongkir.

Ini penampakannya :

Bagi yang berminat Email/YM ke BunDit aja di omahbundit@yahoo.com atau sms ke 0813-177-00-993. Ntar kalau sudah OK, baru deh Bunda hubungkan ke Enengnya langsung.

Oh ya, Bunda perlu notice, bahwa postingan ini tidak bermaksud untuk menyinggung hati pihak manapun. Bundanya Dita ini bukan anti susu formula. Bunda hanya memilih BELUM memberikan sufor ke Dita setidaknya (Insya Allah) sebelum Dita 2 th. Bunda juga sangat tahu, bahwa banyak ibu2 yang berkeinginan memberikan ASI tapi terkendala oleh sesuatu hal. So, tulisan ini hanya sekedar sharing. Just enjoy it🙂

PS. Neng, thanks ya keinginanmu nitip jual BP sudah menjadi ide postingan ini🙂

11 Responses to “Transfer Knowledge ASIX”

  1. Neng said

    Thanks banget ya bundanya dita, aku jadi banyak belajar tentang ASI (cara memerah, menyimpan & penyajiannya) Alhamdulillah orang2 disekeliling aku sangat mendukung niat aku untuk memberikan ASIX…mohon doanya ya semoga bisa memberikan ASIX buat anak yang ke-2, syukur2 bisa sampai 2 tahun( amin …) jangan sampai pengalaman di anak pertama terulang lagi ( seperti yang dicetikan bundanya dita di atas.
    Hidup ASI…..!!! he..he…

    BunDit :
    Ya kita sama-sama belajar Neng🙂

  2. lidya said

    Semoga sukses S3 nya ya. Insya Allah bisa bun

    BunDit :
    Amin, thanks doanya mbak🙂

  3. Semangat sampe S3, Bunda!
    Heu heu ternyata emang situasi di pabrik kurleb sama ya, Bun.

    Semoga semakin banyak orang yang aware soal pentingnya ASIX, RUM sehingga bisa sharing informasi kepada temen-temen di produksi yang punya kendala dalam mengakses internet.

    Sama, Bun! Aku juga belum cukup berani untuk mengkampanyekan ASI ke temen-temen staff. Takut sensitive. Karena walopun ASI merupakan hak bayi, tapi memberikan ASI atau menyodorkan botol susu formula adalah pilihan sang Ibu. Kita gak punya authoritas untuk menjudge apa yang terbaik buat anaknya, secara kita kan bukan ibunya.

    Tapi aku berani sharing info yang aku punya kepada inspector, karena aku tahu karakter mereka terbuka dan siap menerima ilmu baru…

    BunDit :
    Yupe, sharing knowledge yang dimulai dari lingkungan terkecil kita sepertinya memang lebih efektif mom🙂

  4. vera said

    yup, bener bgt, blom semuanya melek asi. mudah2an pengetahuan yg kita punya bisa menyebar dan org2 makin paham pentingnya asi ya.

    BunDit :
    Amin. Semoga ya bun🙂

  5. Diyah said

    Walaupun umi gak bisa ngasih ASI ke Zalfa, umi gak tersinggung kok bunda🙂 umi malah seneng dapet ilmu dari yg dah berpengalaman soal Asi. Mudah2an nanti kalo Zalfa punya adik, umi bisa ngasih ASI sampe lulus S3, Amin…..Dita jg smoga berhasil jd S3 ASI ya..

    BunDit :
    Ya, kita sama2 belajar juga kok Ummi. Amin. Thanks doanya ya Ummi. Btw, kapan Zalfa dikasih adik?😉

  6. Bundit, aku kmrn sempet tanya ke temen-temen tp kita gak dapet kesimpulan. Kalo umur setahun lebih kan udah boleh dikasih UHT yah.. itu termasuk susu tambahan kan, berarti masih ASIX gak yah? cuma penasaran aja sih bun.. rencana mau kasih UHT kalo ZK umur sethn. hehe.. TFS..

    BunDit :
    Hihihi saya dulu juga mempunyai kebingungan yang sama. Tapi sepemahaman saya, namanya ASIX adalah pemberian ASI saja tanpa cairan lain even air putih. Dan ini biasanya mungkin dilakukan sampai bayi umur 6 bulan (S1 ASIX). Kemudian setelah 6 bulan, bayi tetap mendapat ASI tanpa tambahan susu lain. Karena sudah MPASI pasti ada tambahan cairan lain. Nah yang ini dapat gelar tuh S2 ASI. Trus, kalau S3 ASI, anak tetap mendapat ASI meski ada tambahan susu lain (UHT/sufor). Ya anggap aja UHT itu sebagai cemilan😀 .Kalau setelah 1 tahun susunya hanya ASI, barangkali dapat gelar Profesor ASI Cumlaude hehehe.

    Tapi itu pemahaman saya lho. Mungkin lebih baik ditanyakan dulu ke pakarnya. Apakah pertanyaan ini pernah dilempar ke milist ASI for Baby?

    Sori gak memberi pencerahan, malah gantian nanya😀

  7. Haha aku gak ikutan milis AFB bun, sbnrnya ngga terlalu penting juga yah gelar itu.. Tapi kadang penasaran aja maxudnya S2 dan S3 ASIX itu yang kaya gmn. hehe.. TFS

    BunDit :
    Yoi mam, saya pun memandang gak terlalu penting gelar itu. Sebagai penanda aja dalam perjalanan anak mendapatkan ASI. Walau gak dipungkiri itu menjadi kebanggaan seorang ibu yang telah berjuang memberikan ASI (hihi.. bahasanya hiperbol) . Yang penting mah anak selalu sehat mam🙂

  8. novika said

    waahhh…putri-ku baru akan lulus S1 asix (Insya Allah) 10 hari lagi … Stock udah mulai kedodoran (kebutuhan bertambah tp produksi perahan berkurang jadi ASIPnya makin defisit… udah agak lega dah mau lulus,,tp ternyata masih ada another chapter ya (S2 & S3 ASIX)…
    Artikel-nya jadi tambahan semangat niy… Mudah-mudahan bisa mengikuti jejak Bunda Dita… Amien…

    BunDit :
    Wah..ikut senang mendengar putri mbak Novi mau lulus ASIX. Seinget saya dulu menjelang usia 6 bulan, konsumsi ASI Dita makin meningkat. Mungkin sudah semakin gede dan menjelang MPASI. Sip…semoga putrinya nanti (siapa namanya mbak?), bisa ASI sampai 2th. Amiin. Saya sendiri juga dag dig dug, 6 bulan lagi Dita 2th, bisa gak yaaa😀.

  9. Tuti Yulianti said

    salam kenal ya bunda dita…kebetulan aku lg cari info ttg asi eh nyasar ke blognya bunda, thanks bgt infonya berguna, kebetulan sekarang aku lg hamil 24 minggu dan rencananya InsyaAllah pengen kasih ASIX buat anakku kelak…doain ya moga bisa terkabul harapannya…oya bun…boleh dong minta tipsnya biar asinya ntar kelak lancar dan melimpah ruah, kira2 apa yg harus dilakukan?
    thanks b4 ya bun…semoga lulus S3 asinya dita

    BunDit :
    Salam kenal mbak Tuti. Selamat ya atas kehamilannya, semoga nanti bayi mbak lahir dengan selamat dan sehat. Dan tentu saja bisa IMD dan dapat ASIX. Amin.

    Untuk tips supaya ASI melimpah saya juga banyak belajar dari ibu2 lain. Berdasarkan pengalaman sih begini :
    – Yang terpenting, selalu yakin dan positif thinking bahwa ASI akan keluar banyak dan melimpah sehingga bisa memberikan ASIX minimal 6 bulan. Lebih bagus lagi sampai 2 th (yang ini saya juga lagi berjuang🙂
    – Makan makanan yang bergizi. Kalau saya gak pernah mantang makanan. Semua hajar bleh hehehe. Tapi ya misal pedes jangan terlalu pedes, gitu aja.
    – Untuk menambah produksi ASI, dulu saya minum pil moloco-B12. Kalau sayuran kayaknya pengaruhnya tergantung individu. Bisa daun katuk, air rebusan kacang hijau atau pepaya mentah dikukus. Kalau saya sendiri paling berpengaruh ke ASI ya pepaya mentah yang dikukus. Tapi semuanya juga saya konsumsi juga sih. Namanya juga usaha🙂
    – Oh ya, selama hamil, PD rutin di massage (dipijat) dan puting PD dibersihkan dengan baby oil.

    Ya begitu sih pengalaman saya. Mungkin ibu2 yang lain mau menambahkan?🙂

  10. bety said

    salam kenal bunda dita…saya sekarang sedang hamil 36 minggu.Insyaallah pengen kasih ASIX nanti…doain ya biar lulus juga..doain juga persalinannya dimudahkan…
    cara merah asi yang bener gimana ya??trus stok ASI disimpen pake apa??
    makasih ya bun….

    BunDit :
    Salam kenal juga mbak Bety. Saya doakan nanti mbak melahirkan dengan mudah dan bayi sehat, bisa IMD dan selanjutnya bisa mengecap ASI, Insya Allah sampai 2 th ya. Kalau saya memerah ASI dengan tangan. Info selengkapnya silakan baca di Memerah ASI dengan Tangan . Sedangkan untuk menyimpan ASI, silakan mbak baca detilnya di Panduan Menyimpan ASI . Soal per-ASI-an, kalau mau mengetahui secara mendalam, mbak Bety bisa gabung ke milist AsiForBaby, atau searching langsung aja apa yang mbak cari lewat alamat itu karena Archive nya bersifat Public. Atau sebagai referensi tambahan mengenai serba-serbi ASI, sering-sering berkunjung ke AskDrSears . Semoga membantu🙂

  11. zipora maria said

    Salam kenal bunda,
    Aku seorang ibu muda dengan baby yang masih usia 2.5bulan. Karena kurangnya pengetahuanku tentang asi, semenjak lahir anakku tidak minum asi tapi sufor. Penyebabnya karena asiku tidak keluar, meski sudah minum obat pelancar asi, dan aku pun kurang gigih untuk mendapatkannya sehingga anakku pun terbiasa dengan sufornya. Sekarang nyesel deh, masih bisa gak ya aku sekarang mulai usaha dari awal untuk mendapatkan asi karena jujur sedih banget anakku gk ngerasain asi? Mungkin coba obat lain. Mohon sarannya bu, thanks.

    Salam kenal mam. Kalau menurut saya, untuk memperbanyak ASI yang terpenting adalah si ibu makan makanan bergizi, sll berpikir positif dan yakin ASI pasti keluar banyak, menghindari stress dan PD selalu dinenen oleh anak karena dengan dinenen, akan merangsang keluarnya ASI. Kalau obet pelancar ASI itu bagi saya cuma tambahan saja karena tiap2 ibu lain2, ada yang ASI tambah lancar krn makan daun katuk, rebusan kacang hijau, pepaya mentah dll. Kalau bertekad kuat, semoga ASI mam masih bisa keluar. Silakan mulai dibiasakan si kecil nenen mam, meski gak keluar terus dicoba. Perlu perjuangan yang memang gak mudah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: