Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Cerita Mudik Lebaran 2009 #3 : Berlebaran & Jalan-jalan

Posted by BunDit on October 8, 2009

Minggu, 20 September 2009

Alhamdulillah pas hari H lebaran, Dita sudah sehat. Kami merayakan lebarannya sesuai dengan pemerintah yaitu tgl 20 September. Pagi-pagi, saat Bunda mau mandi ketemu dik Lenny (Bounya Dita, Adik Ayahnya Dita) sekeluarga yang baru datang dari Jambi jam 2 dinihari.

Oh ya karena Bunda sudah selesai berhalangannya maka penginnya ikut ke mesjid untuk sholat Ied. Ternyata Dita belum bangun juga. Kasihan kalau dibangunkan. Lagian Bunda pikir bener kata Ayahnya Dita, takutnya di mesjid Dita jalan kesono kemari, ya maklum lagi seneng2 nya jalan, jadi nya ntar Bunda yang repot ngikutin hehehe. Akhirnya yang sholat Ied ke mesjid cuma Ayahnya Dita, suami dik Lenny dan Andi (adik Ayah). Ke-2 Opung Dita gak ikut karena masih sakit. Sedangkan dik Lenny sedang berhalangan.

Sepulang dari sholat Ied dan semua keluarga kumpul, kami saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Kemudian dilanjut dengan makan, ini yang Bunda tunggu2😀 . Sehari sebelumnya dik Nora sudah masak rendang, daging balado, sayur ubi tumbuk dan beli lemang. Katanya sih biasanya mama mertua buat ketupat, tapi karena lagi sakit ya diganti aja beli lemang. Bunda sih pernah ngerasain yang namanya lemang di jakarta, tapi lemang di sana rasanya lebih legit. Enak. Belinya ditenteng sampai bambu-bambunya. Dan jangan harap ketemu opor ayam di sana hehehe. Soalnya pada gak suka opor ayam🙂

Lemang

Dan ternyata, lebaran di sana suasananya sepi. Tetangga mertua kebanyakan keluarga muda, jadi hampir semua bertandang ke rumah orang tuanya. Sedangkan mertua termasuk yang di tuakan di situ. Jadi ya tinggal nunggu saudara2 yang datang berlebaran ke rumah. Makanya seharian ya ngajak Dita main-main saja. Kalau di keluarga Bunda kan ada Halal Bi Halal satu trah. Jadi semua keluarga besar ngumpul di satu tempat.

Bagaimana penampilan Dita di hari Lebaran?. Sebelumnya Bunda sempat membelikan jilbab buat Dita. Saat di PSP, sempat dipakai Dita, cuma belum sempat foto sudah di lepas. Wajah mungilnya lucu banget pakai jilbab. Untung Bunda sempat ambil gambarnya saat nyoba di rumah :

Jilbab

Dan…walhasil selama hari H lebaran, kegiatannya ya makan, ngobrol, foto2 dan menemui saudara yang bertandang ke rumah. Dita dapat angpau juga. Di total sekitar 75rb an. Dan karena Ayahnya Dita anak tertua, Ayah dan Bunda juga bagi-bagi Angpau buat sepupu Dita🙂

Yihaaa…akhirnya sosok Bunda yang sok misterius nongol di postingan ini. Maunya sih wajah Bunda di-crop aja. Tapi bisa-bisa foto yang ditampilkan ikut kehilangan angel dan suasana yang akan dilukiskan. Ya terpaksa di edisi lebaran ini, Bunda diberi kesempatan buat narsis di blog anak tercinta ini😀 .

Lebaran-2009-di-Rumah-Opung

Senin, 21 September 2009

Hari ke-2 lebaran karena sudah agak bosan dengan menu Lebaran, akhirnya kami berniat nge-mall. Oh ya, selama kami di sana kalau kemana-mana naik “BeVes”/ “Bespa” alias Becak Vespa. Ya semacam bajaj tapi sopirnya bersebelahan denga penumpang dan nariknya pakai Vespa. Tempat duduknya muat untuk 2 orang dewasa dengan badan sedang. Kalau Ayah, Bunda dan Dita dalam Bespa aja sudah untel-untelan, sempit banget hehehe. Sayang kami tidak sempat berfoto dengan BeVes ini. Mau foto, hujan mulu, jadi gak jadi2 deh. Penampakan BeVes seperti ini :

becak sidempuan

Waktu nge-mall ke Mall Anugrah, busyeet, mallnya penuh sesak. Sampai mau makan di CFC aja, ngantrinya panjang banget. Di sana Dita sempat naik odong-odong koin lagi di Game Zone. Keramaian yang berlebihan di sana jadi mengurangi kenyamanan. Makanya kami cepat pulang saja.

Malamnya, kami gantian berkunjung ke tempat saudara. Ayahnya Dita malah sempat reunian dengan teman semasa SMP dan SMA sampai larut malam🙂

Selasa, 22 Septeber 2009

Hari ke-3 Lebaran, kami tidak punya acara apa-apa. Jadi sepanjang siang lagi-lagi acaranya makan, ngobrol, foto-foto dan Dita main sepuasnya dengan para sepupunya. Akhirnya kesampain juga Dita berfoto bersama dengan sepupu PSP dalam satu frame :

kumpul-sepupu

Sore harinya Bunda dan Dita sempat diajak Ayah keliling-keliling naik motor. Ayah menunjukkan tempat sekolahnya dulu. Di sepanjang jalan, yang Bunda perhatikan, rumah-rumah di Padangsidempuan kebanyakan memiliki teras yang cukup luas dan antara rumah satu dengan yang lain tidak berbagi tembok pembatas, namun dibatasi pagar kayu yang rendah. Nuansa keterbukaan pun tertangkap jelas.

Kemudian malamnya kami (Ayah Dita sekeluarga dan dik Leny sekeluarga) diundang makan malam oleh dik Nora (adik Ayahnya Dita) di rumahnya yang tidak jauh dari rumah mertua. Hidangan yang disajikan : sayur tauco, sambal teri kacang, gulai ikan lele yang diasap dan balado lele asap goreng. Semua nya rasanya mak nyuss. Bunda paling suka gulai ikan lele asap. Kalau favorit Ayahnya Dita ya sayur tauco. Kami sampai nambah-nambah nasi deh hehehe. Walau sempat mati lampu tapi tidak mengurangi kenikmatan santap malam kami🙂

Rabu, 23 September 2009

Kami berencana jalan-jalan ke pantai. Kami menyewa mobil carry sama tetangga, yang di sopiri sendiri oleh tetangga tsb. Tujuannya ke Pantai Kalangan, Sibolga. Jarak tempuh Padang Sidempuan – Sibolga kira2 88 km, kira-kira 3 jam perjalanan.

Karena sesuatu hal, kami baru bisa berangkat siang, sekitar jam 11-an. Ternyata istri tetangga beserta ke-3 anaknya ikut serta juga. Wah, bisa untel2-an di mobil nih.  Total yang ikut 8 dewasa, 7 anak2. Hehehe kebayang gak sih? Untung yang disebut anak-anak di sini masih kecil2. Yang 2 masih bayi. Yo wis lah, walau tidak begitu nyaman, dinyaman-nyamanke😀

Dalam perjalanan menuju Sibolga, kami mampir ke Bukit Simarsayang. Ini nama tempat yang lokasinya cukup tinggi sehingga kita bisa melihat kota Padang Sidempuan dari atas. Ya semacam the Peak nya Bandung. Cuma di Simarsayang tidak ada cafe, adanya tempat duduk beratapkan terpal yang bertebaran. Kami di sana foto2 aja.

Perjalanan dilanjutkan, di sepanjang jalan, banyak telihat orang berjualan salak. Sebutan Padang Sidempuan memang Kota Salak. Salak disana rasanya sangat khas, gak begitu manis dan ada asem-asemnya. Beda dengan salak pondoh yang muanis puoll. Dagingnya pun, tidak kuning polos, tapi ada semu merahnya. Penampakan salak Padang Sidempuan kayak gini nih :

salak_padang_sidempuan

Sesuai rencana, kami mampir ke salah satu penjual salak yang di belakangnya ada kebun salaknya. Ceritanya mau metik salak langsung dari kebunnya. Ternyata alamaaak durinya tajam kali. Jadinya ya cukup berfoto ria di sana. Karena diperbolehkan masuk ke kebun salaknya, kami harus membeli salaknya. Disana gak pakai kiloan, tapi pakai ukuran karung daun pandan ukuran kecil. Harganya 25rb/karung kecil. Kalau dilihat isinya sekitar 2 kiloan lah. Maksud hati mau beli banyak buat oleh-oleh, tapi mikir bawanya berat dan takut keburu busuk, jadi diputuskan beli 1 karung aja sambil nyemal-nyemil salak gratis selama penjualnya menjahit karungnya hehehe.

Kebun-Salak

Sekitar jam 2 siang, sampailah kami ke Pantai Kalangan, Sibolga, Tapanuli Tengah. Retribusi karcis masuknya @5rb untuk orang dewasa, anak-anak gak dihitung. Ternyata saat lebaran tempat wisata ini ramai sekali. Pantainya sangat indah. Di tepinya berderet pohon cemara sehingga suasana sangat teduh. Kami menyewa tikar dan menggelarnya di lokasi yang enak. Karena sudah jam makan siang, acaranya ya langsung santap siang dengan lauk sederhana : mie goreng, sayur tauco dan telur dadar, bekal yang kami bawa dari rumah. Rasanya nikmaaaat banget makan di tepi pantai seperti itu. Sepertinya sudah lama sekali Bunda tidak merasakan piknik dengan menggelar tikar dan makan dengan lauk yang khusus dibawa sendiri. Jadi inget jaman anak-anak dulu saat merasakan model piknik begini🙂

Anak-anak langsung nyebur ke laut. Sayang saat itu airnya sedang surut jadi tidak ada ombaknya. Dita sendiri saat Bunda turunin ke air, tidak mau. Lagian Bunda tidak begitu berkeinginan Dita bermain air, takut masuk angin, soalnya meski sudah sahat kan fisiknya belum fit benar karena habis sakit. Jadi ya Bunda gendong aja menikmati suasana laut🙂

Pantai-Kalangan-Sibolga

Jam 5 sore kami bertolak pulang ke rumah. Walau cuma sebentar tapi piknik dengan keluarga Ayahnya Dita ini memberi kesan tersendiri buat Bunda. Kompak, seru dan penuh canda tawa🙂

to be continued…., next part : acara adat menyambut kelahiran Dita….

17 Responses to “Cerita Mudik Lebaran 2009 #3 : Berlebaran & Jalan-jalan”

  1. Akhirnya ya sosok bundit muncul juga, ehehehhee..

    BunDit :😀 *ngumpet ah…*

  2. Rohmita said

    iya… biasanya saya nek baca sambil bayangin sosoknya… hihihi…skrang dah muncul BunDItnya…

    kota salak juga ya… kyk sleman byk salak

    duh ..seneng liat foto yang kumpul sepupu itu..pesti rame deh..

    BunDit :
    Iya mbak Mita, sama dengan Sleman, PSP terkenal salaknya, tapi memang rasanya punya ke-khas-an masing2🙂

  3. lidya said

    cantiknya Dita pakai jilbab, ditunggu cerita selanjutnya ya

    BunDit :
    Iya nih 2 part lagi harus ditulis, pengin buru-buru, takut basi. Suasana lebarannya keburu hilang deh🙂

  4. Desy Noer said

    wah..wah.. sama nich di lingkungan rumah emaknya Zaheer juga aku gak bisa nemu opor ayam. Padahal aku suka banget sama yang namanya opor.

    BunDit :
    Sttt..tahu gak mam, favorit saya opor ayam khususnya opor kepala ayam dan ceker hehehe. Ayahnya Dita geli banget kalau saya makan kepala ayam dan ceker, langsung hilang selera makannya hehehe. Kebanyakan orang Sumatera kayaknya gak suka ya. Makanya di rumah saya nahan2 gak makan nih. Kalau lebaran di Jogja pasti ada menu fav ini. Soalnya adik, kakak dan ipar saya semua suka. Kebetulan ipar saya semua orang Jawa hehehe🙂

  5. Laily said

    Ditaaa..u’re so adorable dengan jilbabnya🙂

    Btw bundit, yo dadine Bak-buk dong ya, abis terima angpau, lalu ngasi angpau, hihihi….saldone 0 rupiah😀

    Kok BeVes ya, akronimnya? earcatching ngga sih kalo diganti jadi bespa? hehehe

    udah ah, bawel banget nih komentatornya, sorry ya bundit :D:D:D

    BunDit :
    Hehehe iya bak buk deh. Yoi mom, kayaknya enakan bespa ya. Itu sampai aku edit postingannya hehehe. Thanks ya mom🙂

  6. Motik said

    Akhirnya bundit nongol juga… Gitu dong bund, jadi baca postingannya nggak sambil nerawang sosoknya bundit tuh kaya apa. Posting selanjutnya bundit nongol lagi yak, jangan pas lebaran aja😀

    Dita cute banget lho pake jilbabnya.. Bagus bund🙂

    Tinggal cerita pulangnya nih..

    BunDit :
    Lha kalau di rumah mah, yang paling getol motoin saya mam, jadi kebanyakan foto Dita tanpa Bundanya hehe. Kalau pas ada momen terntentu, kayak lebaran, itu, yang moto banyak deh. Ceritanya kurang 2 part lagi nih. Pengin buru-buru, takut keburu basi🙂

  7. Ihhhh DIta cantik banget deh pake jilbab gitu, bikin gemes pengen nyiumin pipinya ah, hehehe….

    Acara liburan lebarannya seru ya, full jalan-jalan dan makan-makan… dan yang penting, akhirnya bundit nongol juga, hehehe… minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin ya bunda…

    BunDit :
    Hehehe iya mam, pipi Dita kelihatan gembil ya pake jilbab. Minal aizin wal fa izin juga mam. Thanks banget ya udah sering mampir ke blog nya Dita ini🙂

  8. cerita mudik yang seru…ditunggu kelanjutannya

    BunDit :
    Thanks bu, tinggal 2 part lagi. Rasanya kok jadi punya PR yang belum tuntas hehehe🙂

  9. sari said

    Seneng baca blognya bundit tentang lebaran ini….aku pengen ikutan cerita juga di blog, tapi belum sempet2 BundiT, Maklum sehabis pulang dari Malang n diteruskan ke Ciawi ( KampungHalaman Ayahnya ) Haidar jadi tambah manja n rewel, maunya dogendong teruusss…nangis terus kerjanya padahal secara kesehatan Haidar baik2 ajah. Buntutnya MPASI Haidar 8 Bulan ini, dah kurleb 4 hari tidak berjalan mulus, selain ibunya keteteran belum bikin jadwal menu MPASI 8 Bulan, nafsu makan Haidarga seperti waktu dia usia 6-7 Bulan, sekarang mamnya sambil main n ogah2an..jadi awut2an deh Bundit, mpe sedikit niru menu bundit…🙂. Weeiittss…kok jadi curcol gini…maaf ya, berbagi keluh kesah ajah…pusing mikirin nasi tim buatanku kok ga ada yg bikin Haidar lahap makan seperti dulu..😦

    BunDit :
    Yang sabar mbak. Ada masanya anak itu ogah2 an makan. Bisa jadi mau tumbuh gigi atau apa. Kadang jadwal MPASI itu untuk besok saya mikirnya malemnya…ya kadang2 juga gak ada ide juga. Silakan mbak, gak dilarang kok berkeluh kesah di sini, keluarin aja biar lega🙂

  10. zee said

    Bun, liputannya lengkap ya… dan akhirnya wajah bunda muncul juga hihihi… setelah selama ini mencari2 mana sih bundanya dita, finally :)…

    Suasana lebaran tiap daerah memang beda2 ya, memang rata2 sih kumpul di keluarga tertua utk lebaranan baru akhirnya keliling.

    Pantai Sibolga memang terkenal indah. Apalagi sambil makan ikan bakar disana, sedapppp…. aku belum pernah kesana, tp dengar cerita dari papiku yg dulu sering kesana urusan kantor, ktnya ikan bakarnya top!!😀

    BunDit :
    Wah..sayang kami gak sempet makan ikan bakar nih. Berangkatnya juga terlalu siang jadi sebenarnya kurang puas juga di sana🙂

  11. haha dari dulu aku juga penasaran sama bundanya dita, eh ngeliat juga wajahnya disni hehe. bener ya bun, tiap tempat tu beda2 suasana lebarannya. sama ditempat suamiku juga gak ada opor. malah makan ketupatnya dicocol sama rendang dan kuah semur ayam yang kental. kalo ditempatku makan lontong/ketupatnya sama gulai kari, rendang dan opor:)

    dita cakep banget pake jilbabnya. seru liburannya ya sayang:) oiya minal aidin walfaidzin buat dita sekeluarga;)

    BunDit :
    Emang beragam ya makanan di tiap tempat, jadi seru aja menikmati suasana lebaran yang berbeda. Maaf lahir batin juga Bun🙂

  12. Yusuf said

    ASik juga tu BeVes ya…. supirnya bersebelahan dengan penumpangnya, bisa ngobrol ama supirnya.. he..he.. Khusus edisi lebaran, akhirnya crew dibelakang layar blog ini tampil juga… salam untuk Dita! (imut banget dengan krudungnya..)

    BunDit :
    Iya, sayang supir Beves/Bespa nya gak ada yang cakep hehehe😀 . Iya nih akhirnya BunDit nya muncul di edisi lebaran karena dapat tekanan dari berbagai media…hallah…lebay😀

  13. […] by Bundanya Dita on September 22, 2010 Seperti cerita mudik 2009 Part 1, Part 2, Part 3, Part 4 dan Part 5 ke kampung halaman Ayahnya Dita di Padangsidempuan, cerita mudik 2010 ke Jogja […]

  14. wah mudik ke sidimpuan ya, bu.

    kampung halaman kedua saya tuh. dulu waktu SD-SMP pas liburan 1 bln Ramadhan selalu dihabiskan di PSP, di rumah Uak, bareng sodara2.
    jadi kangen PSP. tahun ini g bs puasa bareng saudara2 di PSP.😥 sampai jumpa tahun depan, Sidimpuan…

    btw di Sidimpuan kampung suami ibu dimana ya, kalau Uak saya di Kampung Marancar. H.O.R.A.S !!😀

    Hai mbak salam kenal. kampung suami di Tano Bato, PSP. Saya juga pengin lebaran ke PSP lagi nih mbak🙂

  15. […] Alhamdulillah, dalam waktu 3 hari, pup Dita mulai normal. Dita mulai lincah dan ceria lagi. Suasana hari H lebaran menjadi cerah. Ayah, Bunda dan keluarga besar di sana sangat […]

  16. bambang iswanto,S.Sos said

    Duhai salak yang unik oh padangsidempuan siapa yang mau mengirimi aku yang nan jauh di bandung sini tidak ada

    Bundit :😀

  17. […] kali Dita berkenalan dengan pantai saat usianya 15 bulan. Saat itu ke pantai Kalangan, Sibolga-Sumatera Utara, saat mudik lebaran ke tanah kelahiran Ayahnya Dita di Padangsidempuan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: