Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Rencana Mudik Lebaran 2009

Posted by BunDit on September 8, 2009

Jauh-jauh hari sebelum lebaran, Ayah dan Bunda sudah punya rencana untuk mudik lebaran tahun ini ke Jogja. Karena sudah 2 kali lebaran, Bunda gak mudik. Pertama (lebaran th 2007) karena waktunya lumayan dekat dengan hari pernikahan, jadi ceritanya pengin lebaran berdua dalam suasana pengantin baru hehehe. Yang kedua (lebaran 2008) karena waktu itu Dita masih sangat kecil (3 bulan) jadi Bunda yang new mom ini masih takut bepergian ke luar kota dengan membawa bayi 3 bulan.

Rencana Bunda mudik ke Jogja ini disambut dengan senang hati sama YangTi dan YangKungnya Dita. Karena keluarga Kakak Bunda yang di Jakarta dan adik Bunda yang di Bandung pun, berencana pulang ke Jogja. Jadi YangTinya Dita sudah membayangkan anak dan cucu nya bisa berkumpul dengan lengkap.

Namun rencana tinggal rencana, hari Kamis kemarin, Ayahnya Dita mendapat kabar kalau Opungnya Dita, dua-duanya sakit. Kalau Papa mertua memang sudah lama sakit tapi mama mertua belum lama ini malah 2 kali bolak-balik Jakarta-Padangsidempuan dalam keadaan sehat. Dan katanya sakitnya mama mertua sampai gak bisa bangun dari tempat tidur, belum jelas nih sakit apa. Makanya Ayahnya Dita nanya ke Bunda “Say..aku gak ke Jogja gak papa kan?”. Karena rencana emang kami mudik bareng dengan Keluarga adik di Bandung. Bunda bilang “Ya…gimana lagi.Namanya orang tua sakit”. Eh, ternyata mama mertua yang diberi tahu kalau Ayahnya Dita mau pulang sendiri ke Padangsidempuan bilang “Kalau kamu ke sini tidak sama anak istrimu ya mending gak usah. Gak enak dilihat tetangga”.  Akhirnya Ayahnya Dita bilang ke Bunda, gimana kalau rencana mudiknya di ubah, yaitu ke Padangsidempuan. Waduh, gimana bilang ke Bapak Ibu Jogja? Trus mendadak begini apakah dapat tiket?

Setelah dengan pertimbangan yang matang :

  • Sudah lama Ayahnya Dita gak mudik, mudik terakhir katanya th 2005, itu pun gak pas lebaran. Hal ini dikarenakan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan pas lebaran.
  • Ayahnya Dita mendapat cuti panjang pas lebaran (15 Sept – 5 Oktober) merupakan kesempatan yang sangat langka.
  • Bunda juga belum berkesempatan ke rumah mertua karena dulu keburu hamil Dita. Kalau ditunda lagi nanti takut keburu hamil adiknya Dita (hallah…😀 )
  • Dita sudah cukup besar untuk diajak bepergian jauh.
  • Papa dan mama mertua sedang sakit dan Papa mertua belum pernah liat Dita. Sebenarnya Bapak Jogja juga lagi sakit (sakit tua) dan belum pernah ketemu Dita juga sih.
  • Kalau ke Jogja, Insya Allah bisa kapan saja, secara lebih dekat dan perjalanan tidak seribet ke Padangsidempuan.

Akhirnya Bunda mengiyakan ajakan Ayahnya Dita untuk mudik ke Padangsidempuan. Masalahnya gimana ngomongnya ke Bapak ibu Jogja? Trus gimana urusan tiket pesawat?

Padang Sidempuan

Deg-deg an juga Bunda nelpon ke Ibu soal pembatalan mudik ke Jogja. Ibu kecewa sekali, sampai nangis. Bunda jadi merasa bersalah. Soalnya dari awal emang rencana ke Jogja eh ujug2 dibatalkan pas mendekati hari H. Awalnya Ibu mengusulkan untuk ke Jogja dulu baru ke PSP. Waduh, usulan yang sangat berat diterima, mengingat perjalanan yang cukup panjang dengan membawa Dita. Bunda sih kasihan ke Dita aja. Apalagi cuti Bunda (17 – 28 Sept) tidak cukup untuk di bagi di 2 tempat. Mau nambah cuti di belakang, melewati tgl 1, pasti tidak akan diijinkan atasan Bunda. Ya, dengan berat hati Bunda tidak menerima usulan tsb. Ibu sangat kecewa. Bunda makin merasa bersalah dan gak tenang. Sampai Bunda berjanji Insya Allah, sebelum lebaran tahun depan, bisa ke Jogja. Trus Bunda nanya “Ibu ikhlas kan, lebaran tahun ini kami ke PSP”. Ibu jawab, “Ikhlas tapi terpaksa..” Yaaaa..itu namanya gak ikhlas ya? Tapi Alhamdulillah, hari Minggunya Ibu nelpon dan bilang kalau memahami posisi kami dan ikhlas kami mudik ke PSP tahun ini. Bunda lega🙂

Trus soal tiket, Jum’at siang Ayahnya Dita langsung ke Dina Setya Rahma, agen penjualan tiket pesawat. Alhamdulillah kami masih kebagian tiket Jkt-Pekanbaru PP. Sebenarnya selain Pekan Baru bisa ke Padang atau Medan dulu. Cuma yang ke Padang sudah banyak yang habis dan kalau ke Medan jauh lebih mahal. Akhirnya tiket Lion Air Jkt-Pekanbaru PP sudah di tangan. Rencana kami berangkat tgl 15 September dan pulang tgl 27 September. Perjalanan jauh dan lumayan menguras THR, kalau gak lama kan rugi ya hehehe🙂 .

Untuk tiket bis dari Pekan Baru ke Padang Sidempuan sudah dibelikan temen Ayahnya Dita yang stay di Pekanbaru. Tiket bis pulangnya relatif  gampang soalnya bisa beli pas sudah di PSP. Perjalanan darat dengan bis katanya 8 jam euy. Bunda membayangkan naik bis di jalanan Sumatera, mabok gak ya?😀 . Secara Bunda juga belum pernah menginjakkan kaki ke tanah Sumatera. Tapi kata Ayahnya Dita sih, jalanan di Pekanbaru tidak begitu berkelok dibanding jalanan di Padang. Ya Insya Allah semua lancar. Dita juga sehat dan happy.

Jadi mohon doanya ya.. Semoga perjalanan mudik kami ke Padangsidempuan lancar dari berangkat sampai nanti balik lagi ke rumah Bekasi. Juga kami doakan bagi semua yang mudik, semoga perjalanan menyenangkan, selamat sampai tujuan dan selamat pulang lagi ke rumah. Amin. Jadi Happy mudik…  Ntar saling berbagi cerita mudik ya🙂

18 Responses to “Rencana Mudik Lebaran 2009”

  1. Lidya said

    mudik juga ya, sayang beda kota mbak. aku ke semarang

    BunDit :
    Bukan beda kota aja mbak, malah beda pulau hehehe. Kan aku mudiknya ke PSP, SumUt🙂 .Jangan lupa oleh2 tahu petisnya ya mbak Lidya🙂

  2. Rohmita said

    Selamat mudik bunDit sekeluarga…smg lamcar, menyenangkan…semua happy…
    Saya juga InsyaAllah besok pengalaman mudik pertama bareng Affan (3 mos)mudik dari jogja ke solo sama ke purworejo…walau deket tapi juga kyknya butuh persiapan persiapan yang ekstra….

  3. Rohmita said

    Selamat mudik bunDit sekeluarga…smg lancar perjalanan, menyenangkan…semua happy…
    Saya juga InsyaAllah besok pengalaman mudik pertama bareng Affan (3 mos)mudik dari jogja ke solo sama ke purworejo…walau deket tapi juga kyknya butuh persiapan persiapan yang ekstra….

  4. zee said

    wah mau mudik ke sumatera ya?
    hmm kalau dari pekanbaru ke sidimpuan kayaknya sih ga kelok kelok ya. klo dari medan mgkn lbh deket kali yah, atau lbh jauh? hehee… kurang tahu jg.

    tp memang berat ya, hrs memilih mau mudik kemana. yg di jogja jg udah 2x gak pulang, yg ke sidimpuan malah dari 2005? gile bener, lama bener yah. tahan ya ga mudik…
    tp benar sih, krn jogja lbh dekat, nanti bisa mudik nya pas lebaran haji aja… gpp ya mengalah krn ini kan situasinya beda. mudah2an opungnya dita cepat sembuh ya… mgkn kangen sama anak cucu krn lama tidak berjumpa…

    hati2 di jalan ya bun………. semoga aman dan sehat sampai di tujuan…🙂

    BunDit :
    Kata Ayahnya Dita sih mau dari Pekanbaru, Padang atau Medan ke Padang Sidempuan, secara jarak hampir sama lah. Kan Padang Sidempuan letaknya di tengah2. Makasih doanya ya Mam. Semoga perjalanan kami nanti menyenangkan dan selamat sampai tujuan. Keluarga Mbak Zee sendiri gak mudik?🙂

  5. untung ibu-bapakku dan mertua masih sama-sama di jawa walo jawa tengah ama jawa timur…. hehehhe…
    wih, padang sidempuan???? Itu jauh BANGET dari padang. Siap-siap cari tukang urut bayi, ama bekel minyak tawon buat dita yaaa!

    BunDit :
    Nah itu dia mbak, dulu aku penginnya cari suami orang Jawa, biar kalau mudik bisa sekali jalan. Tapi ternyata jodohnya orang Sumatera, Padang Sidempuan lagi, ya ditrimak2 ke hehehe. Thanks banget sudah diingatkan mengenai bekal minyak tawon mbak, langsung aku update list bawaanku🙂

  6. Laily said

    whoaaa….8 jam perjalanan naik bis?? semoga semua kuat: bapake, ibu-e, lan anake. yang dijenguk semoga malah jadi sehat bar ketemu putu-mantu🙂

    btw, kita sama nih, lebaran ma morotuo. cuma nek aku, mudiknya cukup jalan kaki ae, soale mudiknya ke rumah seberang jalan, hahaha…

    BunDit :
    Amiiiin, makasih doanya ya mbak. Wah enak banget nih mudik nya cuedhak temen🙂

  7. Wah..mau mudik juga ya, BunDit.
    Dulu waktu sebelum nikah kebayang repot mengatur jadwal mudik ke rumah orang tua apa ke rumah mertua. Apalagi kalo udah punya anak, pasti masing-masing rebutan pengen ketemu cucunya.
    Tapi Alhamdulillah, sejak menikah jadi enak membagi waktunya. Kebetulan neneknya Ganesh di jakarta. Jadi bisa malam takbiran dan shalat Ied di rumah neneknya dulu, setelah itu baru nguber pesawat ke rumah eyang nya di Lampung. Jadi bisa dapet berlebaran di rumah keduanya. Apalagi naik pesawat ke Lampung paling lama cuma setengah jam. Kalo naik travel atau naik mobil, pertimbangannya aku kok asa ribet megangin Ganesh yang masih pecicilan gini ya?? huhuhu…

    Tapi Alhamdulillah lagi, dua tahun belakangan ini aku selalu kebagian tiket di harga paling murah. Emang rezeki kali ya, gak ngabisin budget banyak dari THR. Hihihihi…

    Udah nyiap-nyiapin peralatan perang Dita, Bun?
    Aku cuma 3 malam aja bawa peralatan Ganesh banyak banget. Biasanya aku dan suamiku mudik cuma bawa satu backpack. Sekarang kok kayak pindahan rumah.

    Selamat mudik ya, BunDit..
    Jangan lupa oleh-oleh ceritanya…

    BunDit :
    Yoi mbak, namanya juga sudah menikah, jadinya keluarga besar bertambah, waktunya pun juga harus dibagi, termasuk waktu mudik. Ya bersyukur deh yang tempat mudiknya deket dan bisa di 2 tempat secara berurutan. Kalau saya, ya…meski ribet dinikmati saja🙂

    Iya mbak, saya sudah nyicil nge-list peralatan perang buat Dita nih. Doain perjalanan kami lancar ya. Yang pasti Insya Allah sepulang mudik saya berbagi cerita. Rugi atuh, sudah perginya jauh trus gak ada cerita nya. Ini kesempatan yang harus dipergunakan baik2. Selamat mudik ke Lampung ya mbak, semoga perjalanan mbak sekeluarga juga lancar dan menyenangkan🙂

  8. Motik said

    Selamat mudik ya aybundit..
    Aku jd ngebayangin perjalanan panjangnya bundit nih. Dari bekasi, ke bandara, nunggu dibandara nya (smoga gak delay hehe), naik pesawat, lanjut 8jam ngebis, waaa smoga pada dlm keadaan fit semua ya pas mudik jadi mudiknya menyenangkan🙂

    Emang susah ya bund kalo kita dengan orang tua n mertua tinggalnya mencar. Jadi nggak bisa menyenangkan mereka disaat yang bersamaan, harus ada yang ngalah. Insya Allah bisa mengunjungi ortu mbak di yogya dalam waktu dekat juga ya, kan pasti mereka kangen berat sama dita🙂

    Ortu dan mertuaku di jakarta semua, jadi gak pake mudik. Paling kalo bosen dan blenger makan ketupat dkk kita malah mudiknya ke mall cari makan non santan hahaha..

    Happy mudik mbak, have a nice trip🙂

    BunDit :
    Ya…emang keadaannya harus begitu ya semua dinikmati saja. Sebenarnya saya excited mau ke Padang Sidempuan. Maklum belum pernah ke luar pulau jadi mau nikmati suasana berbeda saja. Apalagi pas lebaran. Thanks ya mbak atas doanya, semoga semuanya lancar. Dita sehat selama perjalanan, di sana nanti dan sepulang dari sana. Amin🙂

  9. aduuh dita mudik nya jauh banget .. jaga kesehatan ya biar mudiknya asyiik ..buat Bunda .. siap siap bawa peralatan perang nih ..

    Iya nih Bun. Terima kasih doanya ya Bun🙂

  10. ke2nai said

    alhamdulillah akhirnya ibu mau mengerti & ikhlas ya bun.. selamata mudik.. semoga lancar perjalanannya.. selalu di beri kesehatan u/ keluarga bunda Dita termasuk keluarga besarnya ya..🙂

    BunDit :
    Makasih Bunda atas doanya🙂

  11. hihi bun, hampir sama … aku juga sedikit mengecewakan ibu mertuaku tuh.
    pasalnya dikira kami mo berlebaran pertama di rumah mertua. karena tahun ini kebetulan jadwal lebaran pertama di rumah orang tuaku di kebumen, ibu mertua dikit kecewa. padahal katanya dah disiapkan mukena biar bisa seragam dengan menantu dan cucunya pas sholat ied nanti. hihihi, giliran ibuku yang happy berat … secara 2 tahun berturut-turut ga sholat ied ma anak dan cucunya😀
    Met mudik juga ya bundit, salam sayang buat dita … moga mudik pertamanya di kampung suami menyenangkan …. dan membuat sembuh opung2 dita, hehehe. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

    BunDit :
    Met mudik juga Bun. Semoga perjalanan mudik Bunda sekeluarga ke Kebumen juga lancar dan menyenangkan. Selamat sampai tempat tujuan dan kembali lagi ke rumah. Amin🙂

  12. wah tiketnya jakarta-pekanbaru yah? pekanbaru itu kampung halaman bundanya zikra loh. tapi kali ini zikra mudiknya ke lampung, bukan ke pekanbaru. jadi kangen pekanbaru, padahal bulan mei lalu baru kesana:p
    moga kakeknya dita cepat sembuh ya. aku setuju, lebih baik mudik barengan, gak enak banget kalo misah2 gitu:p

    BunDit :
    Wah…Bundanya Zikra orang Pekanbaru to? Namanya juga kampung halaman, selalu bikin kangen. Iya mbak, semoga dengan keluarga ngumpul, opungnya Dita menjadi sehat. Amin. Met mudik ke Lampung juga ya Bun🙂

  13. moga mudiknya sukses ya bunda dita..dan sehat selalu..dan opung cepet sembuh liat cucunya

    BunDit :
    Makasih bu atas doanya🙂

  14. weh ga jadi mudik ke djogja to?

    memang berat kalao pas menentukan lebaran ini mau mudik kemana. Ortu or mertua. Dua-duanya pasti pengen disambangi pas lebaran. Syukur deh kalo yang ti & yang kung dita bisa maklum. Kalau aku tahun ini lebaran ke rumah mertua di bantul (again, setelah taon lalu juga kesana) baru ke tempat ortu, tapi ga masalah karena jarak rumah mereka cuma deket & ndak sampai 30 km.

    met mudik ya jeng ririn, oleh2 ceritanya

    BunDit :
    Iya jeng, jadinya ke kampung suami di Padang Sidempuan. Cerita perjalanannya cukup seru. Ceritanya lagi disusun nih. Semoga sabar menunggu *hallah sok selebritis😀 *

  15. yetty said

    Mbak..dah mudik ya?bs share tips nya ga ttg MPASI saat mudik jauh gt?perlu tips n trik nihhehheh..

    makasih ya mbak….

    BunDit :
    Hehehe saya juga baru pertama kali bawa anak mudik jauh gitu. Banyak pelajaran yang bisa diambil soal MPASI anak saat mudik. Nanti saya share pengalaman aja ya di laporan mudik yang lagi dalam proses penulisan ini. Kalau tips dan trik kok kesannya saya paling jago, padahal ya sama-sama belajar🙂

  16. yetty said

    ditunggu ya mbak ulasannya..heheh..perlu banget gituuu..soalnya rencananya abis naek pesawat trus ke pelosok lagi yg ternyata HANYA 8 jam SAJAH dari entu Bandara..fiuhhhh…

    makasihhh

    BunDit :
    Cerita mudiknya barusan saya posting walau baru #1 nih mbak. Ternyata perjalanan daratnya gak 8 jam nih, karena lebaran jadi 11 jam deh..🙂

  17. Bayo Panjalang said

    Ass . . .War . . .Wab. . .
    Kalau saya istri yang orang Jawa (Kediri). Kami berdomisili di Surabaya. Setelah anak 2 (dua) yg paling besar klas 2 SMP perumpuan & yg kecil TK Nol besar laki laki, pengin sekali membawa mereka ketempat kelahiran saya di Padang Sidempuan (Pasar Matanggor / Sosopan). Akan tetapi Insya Allah keinginan itu akan terwujud ditahun depan kira2 di bulan Maret atau April lah. Masalahnya semenjak tahun 1997 belum pernah sekalipun pulang kampung, krn orang tua domisilinya di Jakarta, Hanya Bapak yang sekali 3 atau 4 bulan bolak balik Jakarta – Padang Sidempuan. Jadi kalau Lebaran biasaya ke Kediri dan Kadang2 ke Jakarta. Untuk saat ini ingin sekali saya membawa kedua anak saya yang bermarga harahap itu menginjak tanah kelahiran bapaknya. Kalau kami bawa mobil sendiri, jelas tidak efisien dari segi waktu dan biaya. Kira kira jalan mana yang paling cepat & ekonomis untuk dilalui.apakah Surabaya – Padang atau Surabaya Pakan Baru. Dan apakah kendaraan lanjutan dari bandara2 tersebut dan kira2 biayanya berapa & berapa lama perjalanan. Hal ini perlu unutk persiapan segala sesuatunya. Kan perjalanan jauh. Mohon kalau ada sanak saudara/Koum sisolkot, maradu abang/adek bisa memberikan gambaran agar persiapan kami lebih matang untuk meringankan langkah kami ke kampung halaman yang lama saya rindukan. Maklum Saya & Istri sama sama kerja yang sangat susah untuk ditinggalkan/minta cuti. Sebelumnya terima kasih banyak apabila ada masukan masukan kepada kami.
    Wass. . . . .

    Kalau menurut suami saya sih, ke PSP dari Padang atau Pekanbaru atau Medan, ditempuh dengan bus waktunya hampir sama, 8-10 jam. Waktu itu naik bus Sampagul dari Pekanbaru ke PSP, tarif bus nya saya agak lupa, sekitar 100rb-an. Tapi jangan bayangin busnya bagus kayak di Jawa, busnya ukuran tanggung dan tidak ber-AC. Kata suami saya sih, memang adanya cuma itu hehe. Jadi kalau ke PSP, Bapak bandingkan saja harga tiket dari Surabaya ke Pekanbaru, Padang dan Medan. Dulu kami pilih lewat Pekanbaru karena yang ke Padang lebih mahal dan kebetulan sudah habis.Untuk update harga tiket bus nya silakan bertanya ke rekan-rekan bus mania di https://www.facebook.com/groups/busmaniaindo/. Siapa tahu bisa membantu.

    Namun saya barusan dapat info dari teman, ke PSP bisa naik pesawat dari Medan. Saya juga barusan baca postingan di http://bangimam-berbagi.blogspot.de/2013/07/bandara-pinang-sori-sibolga.html. Jadi sekarang sudah ada peswawat dari Medan ke Sibolga🙂

  18. Bayo Panjalang said

    Terima kasih ito, kami sudah putuskan Insya Allah lebaran tahun 2014 ini kami akan jalan bawa mobil sendiri dari Surabaya ke PSP, sekalian biar istri & anak2 tahun kota2, pemandangan2 lintas sumatera & sesampai disana bisa jalan kemana mana tanpa bingung transportasinya. Sekali lagi terima kasih ito.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: