Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Dita dan Para Sepupu

Posted by BunDit on August 4, 2009

Penginnya Bunda, dari sekarang Dita sudah Bunda biasain kenal lebih dekat dengan keluarga besarnya. Memang cara yang lebih bagus sih sering saling bertandang ke rumah saudara. Tapi biasanya waktu dan jarak yang sulit berkompromi. Jadinya silaturahmi kadang cuma dilakukan lewat telpon/sms atau sharing cerita lewat blog/Face Book. Namun itu masih bagus lah, daripada tidak sama sekali.

Kemudian soal tanggal kelahiran. Kalau di keluarga Bunda sudah menjadi tradisi selalu memberi ucapan setiap ada yang ulang tahun. Entah itu Bapak, Ibu, Kakak Bunda atau adik Bunda. Ya biar hubungan kekeluargaan tetap terjaga walau secara fisik kami berjarak. Nah, Bunda juga pengin Dita kelak bisa meniru tradisi itu. Selain dengan keluarga sendiri juga dengan saudara sepupunya, yang bisa dikatakan usia tidak terpaut jauh, paling yang terjauh 8 tahun (jauh juga yak!). Selisih umur 8 tahun ini antara Dita dan Bang Owen. Namun walau begitu, saat ketemu dulu, Dita langsung klik dengan abangnya ini. Bang Owen digelayutin mulu sama Dita, dan asyik main berdua🙂

Postingan kali ini sengaja Bunda persembahkan untuk para sepupu Dita. Kalau sepupu dari keluarga Bunda, Dita pernah ketemu, walau saat itu Dita masih bayi. Tapi kalau dari Keluarga Ayahnya, Dita baru ketemu dengan Bang Owen, saat main ke Jakarta pas liburan kemarin. Bunda sengaja tulis juga tanggal kelahiran sepupu Dita di foto, sebagai pengingat untuk Bunda dan untuk Dita kelak.

Ini dia foto Dita dan para sepupunya :

Yang ini sudah sering nongol di blog ini. Siapa lagi kalau bukan Dita (Lumongga Anandita Helmy), anak Bunda Ririn dan Ayah Yunan🙂 :

Dita

Ini foto Kak Thifa (Athifah Qonita Millati), anak Mutti Ella dan Pak Dhe Agus. Sekarang tinggal di Pejaten, Jakarta Selatan :

Thifa

Next foto Dik Tita (Tsabita Khoirunissa), anak Bu Lik Tantri dan Pak Lik Tito. Rumahnya di Bandung.

Tita

Nah, yang ini foto Bang Owen (Mhd. Owen Martua Siregar) dan Kak Rini (Maulidyah Allprini Siregar), anak Bou Nora dan Amang Boru Jureit. Tinggalnya di dekat rumah Opung nya Dita, di Padangsidempuan :

Rini-Owen

Terakhir foto Dik Aya (Chalistya Annaya Anindia Harahap), anak Bou Leny dan Amang Boru Budi. Sekarang menetap di Jambi :

Aya

Semua saudara Bunda sudah berkeluarga. Kalau saudara Ayah, tinggal Uda Faisal dan Uda Andi yang belum menikah. Semoga suatu saat Dita segera mendapatkan sepupu baru dari 2 Uda nya itu🙂

Kak Thifa, Dik Tita, Bang Owen, Kak Rini dan Dik Aya, selalu keep contact ya. Biar kita semakin akrab dan jalinan kekeluargaan selalu terjaga. Insya Allah suatu saat nanti kita bisa berfoto dalam 1 frame. Amin. :-)

12 Responses to “Dita dan Para Sepupu”

  1. woel said

    salam kenal juga bunda…
    salam kenal juga buat dita ya….

    BunDit :
    Thanks udah berkunjung mbak Wulan. Blog nya aku link ya🙂

  2. nungqee said

    dita yang pake baju merah itu lucu banget bun, persis anak keturunan, hehehe.. hayooo sebenernya dita mirip siapa nih? jadi penasaran sama mbak ririn😛 yuuk ngopi2 darat.. biar silaturahimnya berlanjut🙂

    BunDit :
    Hahaha dengan baju cheongsam gitu Dita emang persis amoy. Saya waktu kecil juga dikira anak keturunan lho. Tapi makin gede kok kulit saya makin coklat hehehe. Raut muka Dita itu, kalau pas tidur mirip Bundanya. Tapi kalau pas Dita terjaga, kelihatan mirip Ayahnya. Nah lho..bingung kan?😀 .Hmm…ngopi darat? Insya Allah suatu hari nanti ya mbak Nungqee🙂

  3. Diyah said

    Wah seneng ya Dita kumpul dgn sodara sepupu, kalo Zalfa sodara sepupunya di Jakarta & Purbalingga jd jarang ketemu.

    BunDit :
    Dita juga jarang ketemu sepupunya kok Ummi. Makanya gak sabar nunggu pulkam. Rencana lebaran th ini ke Jogja, jadi bisa ngumpul dengan sepupu dari keluarga saya. Trus th depan ke Padangsidempuan, jadi ngumpul dengan sepupu dari Ayahnya🙂

  4. Desy Noer said

    Wah banyak juga ya sepupunya dita. lucu-lucu lagi.

    BunDit :
    Itu aja saudara saya dan Ayahnya Dita baru punya 1 anak, yang anaknya sudah 2 baru adiknya suami yang di PSP. Coba nanti kalau masing2 sudah tambah anak lagi. Wuah…makin seru deh hehehe

  5. aliyyah said

    wah, dedek dita banyak sekali sepupunya ya … sampe2 kakak Aliyyah ga bisa itung nih🙂 Senang pasti ya punya sodara banyak … rame kalo lagi pada ngumpul. Salam kenal kembali ya de Dita😀

    BunDit :
    Iya nih mbak, belum pernah ngumpul satu keluarga besar lengkap. Insya Allah suatu saat nanti akan terealisasi. Amin🙂 .Oh ya, blog nya Kak Aliyyah aku link ya Bun.

  6. Motik said

    waaa sepupu dita banyak amat….🙂 kalo lagi ngumpul pasti rame banget tuh.
    iya nih, foto bundanya dita kok gak pernah nongol ya? jadi penasaran. tampilin dong sekali2 bund, biar bearasa makin dekat sama aybund nya dita🙂

    BunDit :
    Hehehe saya gak bakat narsis je Mam. Gimana tuh?🙂

  7. Laily said

    Bener kata mamanya Kyara: Bundit kok ga pernah ada di di blog sih? harusnya Dita bikin blog dan memperkenalkan bundanya, hihihi..biar ga salah negur kalo pas kopdaran, hehehe

    BunDit :
    Berarti setidaknya nunggu Dita bisa ngeblog nih hehehe.

  8. bundit, foto mu manah.. aku penasaran.. hehehe..

    BunDit :
    Sik..sik…durung tak transfer seko kamera digital je😀

  9. Lidya said

    halo mbak, aku mampir nih.:) sambil lihat foto nya Dita sama sepupu2 nya yang akur-akur. aku link blognya ya mbak

    BunDit :
    Thanks mbak udah mampir ke sini. Aku link balik blog nya ya🙂

  10. ke2nai said

    Dita byk ya sepupunya.. Dita sepupuan sm Thifa ya.. sy suka baca tuh blognya Thifa, karena sy kan niat u/ HS tadinya jd rajin2 cr info yg pd ber-HS aja..

    BunDit :
    Iya mbak. Ayahnya Thifa itu kakak kandung saya. Bundanya Thifa kan psikolog anak, concern banget dengan pendidikan untuk anak2. Thifa itu bisa dikatakan PG dan TK nya diajarin sendiri sama Bundanya. Sampai buka sekolahan Taman Bestari di rumahnya, muridnya ya tetangga rumah. Sekolahnya free lagi. Dan hasilnya, kecerdasan Thifa benar2 sangat memukau. Hehehe muji ponakan sendiri deh🙂

  11. dita banyak juga sepupunya ya? emang menyenangkan kalo ketemu sepupu apalagi kalo jarak umurnya ga terlalu jauh. Nyambung kalo maen…

    BunDit :
    Iya nih, gak sabar pulang ke Jogja lebaran nanti. Kumpul keluarga. Dita juga bisa main dengan sepupunya🙂

  12. Bundit,
    Penasaran juga sama Bundit.
    Aku waktu masih kecil juga dikira warga keturunan. Sayangnya kok ndak ada yang ngira aku keturunan Bule gitu ya.🙂
    Tapi kalo Ganesh sih ngikutin Bapaknya, agak item. Tapi matanya sipit ngikutin mommy nya. heu heu heu

    BunDit :
    Kalau Dita untungnya kulitnya ngambil dari Ayahnya yang lebih putih dari Bundanya hehehe. Dari dulu itu doaku selama hamil wakakakak…Alhamdulillah terkabul😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: