Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

“Bunda, I don’t like UHT”

Posted by BunDit on July 3, 2009

Ah, lama gak posting nih. Kangen nulis. Makanya postingan sekarang, Bunda mau curhat saja. Siapa tahu ada sharing dari Bunda yang lain.

Jadi critanya pas Dita sudah memasuki usia 1 tahun, Bunda lega dan senang bukan kepalang, terutama kaitannya dengan kebutuhan ASI nya. Karena selama setahun itu kan Dita benar-benar hanya minum ASI untuk susunya. Nah, setelah usia 1 tahun, anak sudah boleh minum susu sapi. Yang sangat direkomendasikan adalah susu UHT, bukan susu formula. Kenapa susu UHT? Bukan susu sapi bubuk atau bahkan susu formula? Alasannya silakan baca sendiri di sini ya Kenapa UHT?.

Trus kenapa Bunda lega dan senang bukan kepalang begitu? Karena pas di usia Dita 1 tahun, stock ASIP Dita tinggal 5 botol. Karena sudah boleh mengkonsumsi UHT, Bunda berharap semoga susu UHT ini bisa jadi alternatif kalau terjadi hal paling jelek misal stock zero atau Bunda pergi dengan menginap dan stock ASIP di rumah tidak mencukupi selama Bunda tinggal.

Ternyata oh ternyata, terjadi hal yang tak pernah Bunda khawatirkan sebelumnya. Seminggu yang lalu, Bunda perkenalkan susu UHT ke Dita (Bunda beli UHT Plain merk Diamond). Ya, awalannya rencana buat cemilan saja, yang utama tetap ASI, sekalian membiasakan rasa UHT Plain ke lidah Dita. Dan ternyata Dita menolak tanpa ampun. Botol di lempar dan mulut dikunci rapat. Bunda nggak menyerah dong, besoknya diulang lagi. Response tetap sama😦 .OK, mungkin Dita gak suka merk Diamond, Bunda beli merk Ultra Jaya. Dita tetap emoh. Bunda pikir apakah Dita gak suka ya yang rasa plain? Untuk mengetahuinya Bunda mencobakan UHT rasa coklat. Sebenarnya Bunda berusaha menghindari UHT dengan rasa yang macam-macam, mengingat kandungan gulanya yang tinggi. Namun ternyata, UHT rasa coklat yang menurut Bunda rasanya yummy banget itu, tetap ditolak mentah-mentah sama Dita😦

Sebenarnya, menurut beberapa info, setelah anak 1 tahun, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Padahal sumber kalsium itu sendiri bisa didapat dari hewani dan nabati. Bahan makanan hewani yang mengandung kalsium antara lain udang, kuning telur, daging sapi. Sedangkan bahan makanan yang mengandung kalsium nabati antara lain bisa diperoleh dari sayuran hijau seperti sawi, bayam, brokoli. dan kacang-kacangan beserta hasil olahannya (tempe, tahu). Bahkan ikan teri merupakan sumber kalsium yang mudah didapat.

Namun, Bunda mau Dita tetap mengkonsumsi ASI sampai usia 2 tahun. UHT sendiri hanya untuk membackup jika ASI Bunda tidak mencukupi kebutuhan Dita. Karena selama Bunda ngantor, Dita terbiasa tidur sambil ngedot ASIP. Kalau tidak, bisa sangat rewel dan tidak mau tidur. Misal selama Bunda tinggal, Dita tidak tergantung dengan susu, bagi Bunda tidak masalah, istilahnya mau minum susu seadanya. Toh, malam hari Dita masih terus nenen. Makanya Bunda bersikukuh mancari backup untuk ASI Bunda ini.

Cari-cari informasi, Bunda mendapat pencerahan, mencobakan UHT yang dioplos dengan ASIP. Mulai dari komposisi UHT sedikit, kemudian secara bertahap UHT diperbanyak, dan di akhirnya bisa 100% UHT. OK, awalnya oplosan masih dengan komposisi ASIP : UHT = 3 : 1 (jadi UHT 25%). Karena sedang krisis ASIP, Bunda mencobakan ASIP 60ml + UHT 20ml. Dari kantor Bunda sms ART, jawabannya sangat mengecewakan, Dita tetap gak mau. Tahu aja ya anak Bunda ini kalau ASIPnya dicampur UHT. Besoknya dicobakan lagi dengan komposisi yang sama, Dita tetap ogah😦

Hari ke-3 dicobakan lagi, pokoknya pantang menyerah deh. Dan surprise dapat telpon dari ART kalau Dita mau susu oplosannya. Cumaaa kata ART, ngasihnya pas mau tidur jadi kata ART “Kali adik gak nyadar bu dikasih ASIP campur UHT itu”. Bunda sampai tergelak mendengarnya. Pikir Bunda meski gak nyadar, gak papa lah, yang penting mau. Besoknya lagi dicobakan, eh masih mau, tapi ya itu dalam keadaan bawah sadar😀 .Bunda mulai senang dong.

Nah, kemarin waktu dicobakan lagi, eh gak mau lagi, meski di bawah sadar juga. Ealah, kok ya tetap tahu ya anak Bunda ini. Hari ini sementara 100% ASIP dulu lah. Sayang juga kalau Dita gak mau kan ASIP kebuang, walau cuma 60ml tetap sangat berharga.

Bunda belum mau menyerah nih, tapi tetap harap-harap cemas. Rencana, besok Sabtu, Bunda mau cobakan UHT yang dicampur dengan buah yang diblender. Biar rasa manis UHT nya alami, bukan gula. Yaaa…semoga Dita mau. Kalau tetap gak mau, cari cara lain lagi deh. Semoga selama proses ini, ASIP Bunda masih mencukupi. Amin. Cerita selanjutnya ditunggu yach….

Kalau Dita sudah pinter ngomong mungkin akan bilang begini “Bunda, I don’t like UHT. Don’t push me dong!” Hehehe😀 .

“Bunda gak memaksamu, sayang. Bunda hanya melakukan hal yang Bunda yakini terbaik untukmu, nak….”

22 Responses to ““Bunda, I don’t like UHT””

  1. ocha said

    jangan patah semangat rin dicoba terus ya. hehehhe alhamdulillah kalo alma dari lahir gak pernah ada masalah dengan susu apapun segala sufor segala UHT dia gak pernah nolak. Untung bundanya dita sabar ya gak pantang menyerah🙂

    BunDit :
    Iya mbak, di luar dugaan saya. Karena saat MPASI, Dita itu termasuk mudah banget dikenalin dengan makanan baru. Eh, giliran dikenalkan UHT kok ya menolak. Thanks atas dukungannya Mbak🙂

  2. Motik said

    Semangatt bunda.. Don’t give up hehe..
    Iya bund mungkin dicampur buah dita mau. Dicoba aja. Kyara gak nolak sih dikasih UHT. Tp dia paling nggak suka UHT strawbery sampe sekarang, pasti cuma seteguk. Kadang kubikin milkshake ato smoothies buah buat variasi. Sabar ya bund, lidah dita lagi adaptasi aja🙂

    BunDit :
    Makanya baca postingan ibu2 yang lain sepertinya lancar2 saja waktu memperkenalkan susu UHT. Lha Dita kok gak mau. Semoga lidah Dita adaptasinya tidak lama-lama. Thanks supportnya mbak🙂

  3. Desy Noer said

    Ikut menyemangati ah. Ayo bun,jangan menyerah yaa.. Ditunggu postingan berikutnya.

    Saat tmn2 yg laen pada semangat ngasih UHT, aku yg kurang bgtu faham, malah anteng2 aja dg sufor, hehe.. Knpa ya, blm kpikiran tuk hijrah k UHT, pdhl prbedaannya dah nyata bgt. Mudah2an ke depannya bs.

    BunDit :
    Iya mbak, terima kasih supportnya. Saya hanya melakukan hal yang saya yakini terbaik buat Dita. Dan ternyata memang tidak semulus yang diharapkan. Entah, nanti akhirnya gimana. Karena saya hanya membantu Dita, anak saya yang memutuskan🙂

  4. Diyah said

    Di coba terus ya bunda….ummi pingin sih nyoba susu UHT buat Zafa, tapi mungkin bulan depan aja deh! nunggu umur Zalfa secara HPL satu thn.
    Oya bunda ada award utk bunda, liat di blog ku ya….

    BunDit :
    Terima kasih supportnya Ummi. Semoga dik Zalfa langsung doyan UHT ya, gak kayak Dita hehehe. Ok ummi, saya segera meluncur ke blognya ummi🙂

  5. Nah loh, baca postingan ini jadi deg deg-an deh. Aku jg berencana ngasih UHT setelah setahun. Bundit, nanti dishare lagi ya tipsnya. Mudah mudahan cepet mau mimi UHT ya..
    *Mudah mudahan Ez juga gampang deh minum UHTnya*

    BunDit :
    Aku doakan dik Ez gampang deh minum UHT nya. Biar mommy nya gak pusing kayak Bundanya Dita. Sukses atau gaknya, pasti ntar aku share mbak. Insya Allah, pasti ada jalan keluarnya. Amin.

  6. Tetap semangat ya BunDit .. hiks Farras juga gak suka UHT .. lumayan kan kalo pergi pergi gak harus ribet bawa termos dkk nya , maklum Farras bukan anak ASI .. aku cuma 3 bulan saja kasih ASI Farras itupun di perah Bun ..jadi sedih kalo inget😦

    BunDit :
    Terima kasih support nya Bunda Farras🙂

  7. sarie said

    Ayo Bunda semangat ya! smoga sukses ya…
    Anak-anak emang suka gitu…mungkin karena dah terbiasa ASI kali ya

    BunDit :
    Thanks supportnya ya mbak Sarie. Tiap anak emang lain, ada yang langsung suka dengan minuman baru, ada yang nolak habis🙂

  8. ke2nai said

    di kasih yoghurt aja gimana bun? yoghurt kan katanya juga bagus tuh.. anak2 sy juga awalnya susah di kasih uht. apalagi sufor, gak mau sama sekali.. tp kl di kasih yoghurt mereka suka banget..

    BunDit :
    Yogurt juga alternatif yang saya rencanakan. Saya sudah cobakan yogurt ke Dita, Dita sih doyan tapi belum mau banyak. Yang saya pusingkan, kalau mau tidur Dita harus nyusu, nah alternatif buat nyusunya ini yang saya rencanakan pakai UHT, ternyata Dita gak doyan🙂

  9. Desy Noer said

    Btw aku jg ada award neh bwt bunda. Diambil yaa,

    BunDit :
    Waw, dapat award lagi deh. Ok, mbak nanti saya ambil. Thanks ya🙂

  10. @na said

    Salam kenal bunda Dita,

    Lagi blog walking ngga sengaja nemu Blognya bunda,thanks for sharing ya bun…soalnya anakku usianya 9 bulan dan sedang mengalami sedikit kecemasan dengan stok ASIP yang menipis. Kalau aku pernah dengaer sharingan dari temen sekantorku, sewaktu dia ngajarin anaknya minum UHT pas lg nyantai abi n umminya pura2 minum susu UHT nah anaknya jadi kepingin sama minuman yg diminum ortunya… jadinya nyobain UHT, pertama2 cuma sedikit sich tp lama2 akhirnya mau dipancing pake cara itu

    BunDit :
    Salam kenal juga mbak Ana. Terima kasih atas sharingnya. Sekarang masih dicoba dengan berbagai cara. Soal ASIP yang menipis tetap semangat ya mbak. Saya dulu juga mengalami kecemasan yang sama. Tapi dengan keyakinan, Alhamdulillah bisa juga sampai 1 th. Sekarang beralih kecemasannya soal UHT hehehe. Aku link ya mbak blognya🙂

  11. eneg kali, Rin. Susu sapi UHT kan rasanya telek banget. Kentel banget dibanding ASI yang encer manis dan kadang-kadang ada rasa rawonnya.. wakakkakaka….

    tenang aja, nggak perlu buru2. Kalo mau sih, diencerin Rin. 1:2 lah. 1 bagian air, 2 bagian susu. *kira-kira aja, anakku mah ga ada masalah sama ginian, malah minumnya kayak minum air putih,.. sehari 1 liter diglugug.. yang mumet maknya*

    Nggak wajib juga kok ngasih susu ginian secara langsung. Kan bisa diumpetin di makanannya.

    BunDit :
    Yoi mbak. Emang susu UHT lebih kentel dan terus terang aku sendiri gak suka UHT Plain hahaha. Eneg banget. Kalau yang rasa coklat, baru uenak😀 .Aku sudah nyoba aku campurin UHT di agar2 nya, Dita mau tuh. Jadi bukan masalah gak wajib nya mbak, tapi yang buat pikiran aku, kalau aku tinggal ngantor dan stock ASIP habis, Dita gak bisa tidur sambil nyusu dan ujungnya pasti rewel, kan kasihan mbak. KArena dari bayi kan terbiasa tidur sambil nyusu. Membiasakan tidur gak pake nyusu kan perlu waktu, gak bisa langsung. Gitu lho mbak duduk permasalahannya. Ada saran lagi?. Yang UHT dicampur air belum kucoba. Boljug sarannya. Thanks.🙂

  12. mami vaya said

    Dulu Vaya waktu dikenalkan dgn UHT syukurlah gak ada masalah. Memang sih pertama dicicip-cicipin dulu, kok rasanya beda sama ASI maminya. Tp habis itu ya dia minum aja, gak masalah alias doyan krn haus. Cuma Vaya agak kurang cocok dgn UHT Ultra, pupnya agak keras. Jadi ya sekarang pake nya SUFOR secara maminya udah kering asinya🙂

    BunDit :
    Ih…seneng deh kalau Kak Vaya langsung doyan susu UHT. Kalau aku sih maunya kasih ASI ke Dita sampai 2 th. UHT ini untuk persiapan sebagai alternatif aja. Ya istilahnya contingency plan nya lah. Kita kan gak tahu nanti di perjalanan seperti apa. Nah, penginnya dari skr dibiasakan dulu suka UHT, kalau ntar diperlukan, kan mudah ngasihnya. Memberi yang terbaik buat anak memang butuh perjuangan. Tapi meski kadang pusing, tetap harus dinikmati🙂

  13. wah dita gak suka uht ya? ayo bunda semangat terus, moga semangat bunda pelan2 meruntuhkan hati dan lidah dita ya hehe:) emang bun kalo bisa anak tetep minum susu lah ya, walo untuk setahunan ke atas susu cuma buat tambahan kalsium doang.

    zikra sih alhamdulillah mau aja, ya uht ya sufor, selain asi ya. sebelum setahun zikra udah dikasih sufor juga soalnya.

    BunDit :
    Thanks supportnya mbak. Moga2 Dita bisa diajak kooperatif sama Bundanya nih hehehe🙂

  14. ya..namanya sesuatu yang baru, jadi mungkin dita belum biasa sama rasanya. Jadi terus dicoba aja dikit-dikit.
    Ikhsan doyan UHT setelah umurnya 2 tahun ini. Itu juga rada susah. Awalnya aku kasih susu murni, eh ikhsan ga mau minum & malah nangis. Setelah coba UHT sedikit-sedikit, akhirnya sekarang doyan banget.

    BunDit :
    Iya mbak, Dita memang perlu adaptasi. Saya akan coba terus. Terima kasih sarannya ya mbak🙂

  15. rita said

    Sebelumnya salam kenal ya bunda😀
    saya pengen juga seh ngasih UHT, tapi gak tau kenapa anaknya doyan, tapi kulitnya jadi banyak bintil2nya😦

    BunDit :
    Salam kenal juga mbak Rita. Mungkin Kak Elang alergi susu sapi kali mbak. Untuk mengetahuinya cara paling tepat ya konsul ke DSA nya🙂 . Blognya aku link ya mbak.

  16. Semangat bunda dita….baca posting ini, sy jd mule bc2 jg ttg UHT
    Btw, skrng dimasa menyusui ini sy suka bgt UHT ultra coklat, dismping susu bubuk, jd sedia byk..praktis sie. Masak sharian kmrn hmpir 1 liter hbs *hehe..agak kalap..

    BunDit :
    Hehehe harusnya emang ibunya dulu yang seneng UHT ya. Ntar anaknya juga seneng ya. Lha kalau saya senengnya UHT rasa coklat, kalau yang plain doyan tapi gak suka. Lha wong ibunya gak suka kok anaknya suruh suka ya?😀

  17. […] “Bunda, I don’t like UHT” […]

  18. […] Bunda, I don’t like UHT […]

  19. Salam kenal, Bunda Dita. Nice blog. Numpang ngelink, ya ^_^
    Barusan aku juga baca mengenai artikel kebutuhan susu (sapi or soya) untuk anak diatas 2 tahun (udah disapih dari ASI), cuman untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya, padahal kalsium bisa didapat dari sumber lain. Kebetulan dapet sumber kalsium yang dari selain susu n turunannya di sini (my baby Daffa alergi susu sapi)

    BunDit :
    Salam kenal mam, blognya aku link ya🙂

  20. Bundanya Naya said

    Bundit yg baik hati dan tidak sombong.. hehehehe
    Tanya lg yaaa.. UHT merk ultra jaya tuh maksudnya susu ultra yg biasa itu kan ya? aman untuk anak umur setahun kan?
    Aku pun nanti pengennya dikit2 ngenalin uht ke Naya, buat jaga2 atau alternatif (baca: cadangan klo stok ASIP tiba2 habis)..
    Pernah bilang ke ibuku kemaren2, kalo aku ga mau ngasi sufor maunya nyoba susu ultra (yg plain) aja, terus ibuku bilang “jangan, nanti perutnya belum kuat”. Duhhh.. gimana ya ngejelasinnya ke ibu ku kalo UHT tuh lebih bagus dr sufor.. butuh saranmu..
    Makasiy ya bundit..

    Salam dr Bandung,

    Iya mam. Ada tulisannya susu UHT. Bisa dikonsumsi untuk anak > 1 tahun. Tentang susu UHT silakan baca ini mam http://tahukahbunda.wordpress.com/2010/11/26/susu-uht-bernilai-gizi-lebih/ . Semoga berguna.

  21. Sinda said

    mb,,saya mau tanya.
    ko stok asip nya bs bnyk gt?
    sy klo merah palingan cm dpt 120cc paling pol 175cc.

    Kalau merah ASI itu intinya sesering mungkin diperah dan jauhkan si ibu dari stress. serta tentu saja makan makanan yang bergizi. Emang berat perjuangannya, tapi kalau liat anak kita sehat berkat ASI, perjuangan itu terbayarkan🙂

  22. Gita said

    salam kenal bunda…
    sebelumnya aku mau minta maaf ya,sejak umur baby ku 6 bulan aku ud mulai baca blog bunda,trus aku contek semua resep,tips MPASI bunda,sekarang aku baru posting comment ni bunda.
    aku juga mau ngucapin makasih bgt atas semua info nya berguna sekali untuk aku.
    aku IRT bunda,jdi aku bisa ngasih asi utk baby ku kpn aja dia mau dan aku tdk pernah memerah asi,tapi kadang bingung juga bunda,terkadang aku harus keluar dalam waktu lama tanpa bayi ku((paling lama 3-4jam),dan aku tdk punya stock ASIP, menurut bunda gimana ya?
    makasih y bunda…

    Kalau menurut saya sih, meski IRT tapi alangkah baiknya mempunyai stock ASIP, apalagi mama kadang bepergian lama tanpa mengajak si bayi. Jadi mama bisa bepergian dengan tenang karena bayi tetap mendapat ASI. Happy breastfeeding ya, semoga bayi mama selalu sehat ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: