Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Perjalanan ASI setahun untuk Dita

Posted by BunDit on June 22, 2009

Tak terasa setahun sudah Bunda  memberi ASI untuk Dita. Ibaratnya, saat ini Bunda sedang mengerjakan proyek besar. Sangat besar malah. Proyek kasih sayang untuk buah hati tercinta. Dan sebenarnya proyek ini masih setengah jalan karena sejatinya proyek ASI ini berdurasi 2 tahun. Tapi Bunda akan menceritakan sedikit perjalanan ASI untuk Dita selama setahun ini sehingga Dita mendapat gelar S2 ASI🙂

Jujur, dari setelah menikah sampai usia kandungan 3 bulan, Bunda tidak terpikir sedikitpun untuk memberikannya ASI Exclusive untuk anak. Gak ada role model di sekeliling Bunda yang memberikan dorongan Bunda untuk melakukannya. Lagian Bunda inget banget, waktu itu saat mencari peralatan rumah tangga dalam rangka pindahan rumah, Bunda membeli tempat sufor berbentuk botol plastik yang space nya bersusun. Itu lho untuk menampung sufor yang sudah ditakar, untuk memudahkan membuat susu bayi saat bepergian (apa ya namanya, ah gak penting deh hehehe). Baru setelahnya, saat Bunda mencari informasi seputar kehamilan, Bunda “tersangkut’ di milist yang membahas soal ASI yaitu milist ASI for Baby. Juga ke blog nya ibu2 yang memperjuangkan ASIX buat anaknya, salah satu blog yang memberi inspirasi dan semangat yaitu blognya mbak Nungqee  yang bertekad kuat memberikan ASI buat Azkia. Saking keukeuhnya istilah jawanya sirah dadi sikil, sikil dadi sirah, sing penting ASI (akrobat dong)  :D .Tulisan favorit Bunda di blognya Bundanya Azkia yang ini memperjuangkan ASI saat pergi ke Tokyo (thanks ya mbak🙂 ). Dan mulai saat itu, Bunda rajin mengumpulkan artikel2 yang berkaitan dengan ASI. Dimulai dengan mencaritahu soal IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Bagaimana managemen ASI bagi ibu bekerja. Bagaimana memerah dan menyimpan ASI. Bagaimana memberikan ASI yang benar kepada bayi. Pokoknya semua detil-detil yang berhubungan dengan ASI. Jadi selama hamil, sebagian waktu Bunda diisi dengan mencari, mencari dan mencari sebanyak mungkin informasi seputar ASI.

Alhamdulillah saat Dita lahir, Dita berhasil mengecap IMD dan selama di RS sama sekali tidak diberikan sufor. 2 minggu sebelum Bunda masuk kerja, Bunda membuat stock ASIP, dan hanya terkumpul 17 botol. Semangat ASIX nya tertuang disini. Setelah mengalami fluktuasi ASIP selama setahun 10 bulan yang cukup bikin ketar-ketir, menurut Bunda, ternyata waktu 2 minggu terlalu mepet menyiapkan stock ASIP. Seharusnya sedini mungkin sudah mulai dicicil. Saat itu Bunda mikirnya biar tanggal ASIP nya gak terlalu lama. Padahal bunda tahu “umur” ASIP beku yang disimpan di freezer kulkas 2 pintu bisa bertahan 3-4 bulan. Dengan stock awal yang sangat minim memang terlalu riskan apabila di perjalanannya terjadi sesuatu pada sang ibu, misal sakit, bepergian jauh dan harus menginap, atau hal lain. Kalau Bunda sendiri, berkurangnya stock dikarenakan ada saat2 di mana Bunda terlalu capek atau stress dengan pekerjaan sehingga hasil perahan sedikit. Atau Bunda pulang malam dan tidak keburu memerah di kantor maupun di rumah, padahal konsumsi Dita meningkat. Atau saat Dita GTM, sehingga makan MPASI nya sedikit dan susah tidur sehingga maunya minum susu mulu sehingga stock ASIP yang berkurang tidak seimbang dengan hasil perahan di kantor. 

Kalau sudah dalam kondisi seperti ini, sempat was-was dan rasanya hampir menyerah sehingga terpikir siap-siap sufor. Ujungnya curhat ke ibu Jogja. Dan ibu pun terus memberi semangat, matur nuwun nggih Bu…🙂 .Dan Alhamdulillah, pikiran sufor itu akhirnya dapat dibuang jauh-jauh dan terus memompa semangat bahwa ASI Bunda Insya Allah cukup buat Dita. Dan pelajaran yang pernah Bunda dapat dari milist, saat pikiran sufor muncul, jangan pernah membeli sufor, even untuk jaga-jaga. Karena jika melihat sufor di rumah, keinginan untuk memberikan sufor ditakutkan akan semakin kuat.

Jadi Dita mengkonsumsi ASIP sekitar 10 bulan, karena Bunda dapat 3 bulan cuti melahirkan dengan 2 bulan diambil setelah melahirkan. Selama 10 bulan itu stock ASIP sangat fluktuatif. Yang paling banyak saat Dita berumur 4 bulan, stock ASIP mencapai 25 botol x 130 ml. ASI Bunda memang tidak sampai berlimpah, tapi Alhamdulillah cukup buat Dita. Dan di hari kelulusan S2 ASI nya Dita, stock ASIP memang tinggal sedikit, kira2 5 botol X 130 ml. Namun Bunda legaaaa banget bisa sampai di titik ini. Insya Allah dengan stock awal 5 botol ini Bunda masih terus bisa menghantarkan Dita meraih S3 ASI setahun lagi. Amin.

Ini gambar stock ASIP Bunda :

Stock-ASIP-Before-After-Web

Oh ya, alhamdulillah selama hampir setahun memberikan ASI ke Dita, Bunda tidak pernah bepergian jauh atau sampai menginap tanpa membawa Dita. Sebenarnya tiap akhir tahun (bulan November/Desember), kantor selalu mengadakan raker, dan selama ini selalu diadakan di luar kantor dan menginap. Jadi pas akhir tahun kemarin, saat itu Dita umur 5 bulanan, Bunda agak ketar-ketir juga. Yang Bunda khawatirkan bukan soal stock ASIPnya, soalnya raker kan biasanya 2 hari 3 malem, waktu itu stock mencukupi lah. Yang jadi pikiran Bunda, bagaimana ya saat Dita tidur malam dan Bunda gak ada disampingnya buat nenenin? Rasanya gak tega deh buat ninggalin. Daaaan ternyata raker nya GAK JADI diadakan di luar kantor dengan alasan tertentu. Alhamdulillah, ini memang rejeki Bunda. Bunda seneeeng banget gak jadi ninggalin Dita. Pokoknya kalau dulu waktu masih gadis, seneng banget kalau ada acara keluar kantor. Ya raker lah, training lah, pokoknya yang namanya melepas sejenak rutinitas kerja di dalam ruangan itu ngareeep banget, sekaligus untuk perbaikan gizi, maklum anak kos😀 .  Setelah punya anak hal-hal seperti itu tidak lagi diharap-harap, malah kalau bisa dinego, maunya gak usah ikut acara kantor yang pakai acara nginep hehehe. Emangnya kerja di perusahaan nenek Bunda apa, kerja kok milih2 dan mau enaknya sendiri😀

Dan satu hal yang Bunda syukuri, kantor tempat Bunda bekerja sangat mendukung karyawatinya yang berencana memberikan ASIX buat anaknya. Karyawati diperbolehkan pulang saat jam istirahat untuk menyusui anaknya. Atau anaknya bisa dibawa ke kantor saat jam istirahat buat disusuin. Namun keduanya Bunda pandang terlalu ribet dan gak praktis. Tahu sendirilah, jalanan di Jakarta seperti apa. Jadi ya satu2nya jalan adalah memerah ASI di kantor. Makanya saat pertama masuk kerja setelah cuti melahirkan Bunda meminta ijin atasan untuk “mengambil sedikit” waktu kerja buat memerah ASI. Dan atasan pun oke-oke saja. Sebenarnya sih juga gak ngambil waktu kerja, lha wong merahnya pas istirahat pagi trus siang dan sorenya sekalian rehat sholat. Cuma kalau waktunya gak bisa pas karena pekerjaan, ya diberi kelonggaran lah. Thanks ya bos🙂

Ada 2 alternatif tempat untuk memerah ASI di kantor. Di ruangan loker wanita/ tempat sholat khusus wanita dan di satu ruangan serbaguna. Ruangan serbaguna ini untuk menampung roti/susu UHT buat snack karyawan, kadang2 menampung seragam baru jika saatnya dibagikan seragam, setiap bulan untuk menyiapkan uang overtime karyawan yang tidak ditransfer, atau kadang2 untuk tempat sholat karyawan yang malas ke masjid, makanya dinamakan ruangan serbaguna. Jadi kalau pas lagi merah ASI, kadang2 keganggu ketukan pintu orang yang berkepentingan ke ruangan itu. Tapi rata2 mereka ngalah buat nunggu sebentar. Meski demikian seringnya Bunda merah ASI di ruangan serbaguna ini soalnya kalau di ruangan loker gak ada kursi jadi pegel kalau duduk lama, lagian kalau disana Bunda suka jadi tontonan deh kalau lagi merah (Iiih..GR siapa juga yang mau nonton orang merah ASI😀 ) trus juga ada satu temen Bunda yang hoek-hoek kalau lihat orang merah. Jangankan lihat, lha Bunda bilang mau merah ASI aja, dia sudah menyingkir. Aneh kan? Makanya Bunda dan temen Bunda yang juga merah ASI, sedikit pengertian lah.

Ini dia tempat Bunda merah ASI di kantor, yang Insya Allah akan terus Bunda sambangi sampai setahun kedepan :

Tempat-Merah-ASI-Web

Trus karena Bunda kerja di pub (baca : pubrik), jadinya ya temen Bunda kebanyakan cowok, tepatnya Bapak-Bapak. Dan tahu sendiri lah lingkungan manufacturing  dengan “ulah” dan “keisengan” Bapak2 itu. Beberapa kejadian di kantor menyangkut proyek ASI Bunda ini :

  • Kalau ngelihat Bunda jalan ke “tempat pemerahan” sambil menenteng cooler bag, selalu ada yang komentar “Mau nyadap karet ya Rin?”. Bunda cuma nyengir aja. Atau “Butuh Bantuan Gak?”. Bunda suka iseng ngejawab “Wah, sudah banyak yang mengajukan diri jadi relawan Pak, jadi saking banyaknya bingung milihnya, jadi mending gak pakai saja hehehe”😀
  • Pernah suatu kali ada meeting mendadak, tapi pemberitahuannya saat Bunda tengah merah ASI. Bunda bilang kalau datang agak telat. Pas nongol di ruangan, Bunda minta maaf. Eh komentar teman yang ngundang meeting “Tidak apa-apa Bu Ririn, tadi malah dari kami dengan senang hati mau menawarkan bantuan”. Sambil tersenyum simpul. Semua pada ketawa deh. Lagi-lagi Bunda nyengir.
  • Yang satu ini diceritain sama temen Bunda satu dept. Pas ada sesuatu yang penting mengenai pekerjaan yang akan ditanyakan ke Bunda. Kebetulan Bunda pas lagi merah ASI dan gak bawa HP soalnya sekalian sholat. Dia nanya ke atasan, jawabnya atasan “Paling juga lagi di ruangan biasa”. Atasan Bunda ini paling hafal, jam-jam Bunda merah ASI. Trus temen Bunda ini nanya, “Ruangan mana? Saya susul aja ya Pak, penting nih”. Atasan Bunda sambil ngakak bilang “Lha kamu ntar disana mau ngapain. Lha wong Ririn lagi meres ASI”😀 .Waks..bilangnya meres, kedengarannya horor banget :-))
  • Kalau Bunda lagi merah ASI di ruangan tempat sholat wanita, awalnya ibu-ibu pada nanya. Habis ASI diperah itu trus diapain? Masak sih ASI boleh dibekukan? Trus cara ngasih ASIP beku ke bayi gimana? Pokoknya banyak pertanyaan deh. Rata2 ibu2 itu memang banyak yang gak tahu managemen ASI buat ibu bekerja. Dulu katanya waktu punya bayi, selama kerja ASI nya diperah tapi trus dibuang. Waaa…kok dibuang sih, sayang banget. Alasannya ya mereka gak tahu kalau ASI bisa disimpan. Tapi rata2 sekarang ibu2 temen Bunda anaknya sudah gede2, dan karena ketidaktahuan mereka, anaknya pengkonsumsi sufor. Hanya ada 1 temen Bunda yang jadi temen Bunda memerah ASI sampai sekarang. Anaknya 1.5 bulan lebih tua dari Dita. Tapi selain dikasih ASIP, anaknya minum sufor juga. Ya, alasannya sih katanya produksi ASI nya gak cukup.

Kemudian kalau bicara suka dukanya setahun memberikan ASI buat Dita, rasanya gak ada tuh dukanya. Pernah ditanya, apa gak bosan tiap hari merah ASI di kantor? Hmm..terus terang Bunda gak pernah merasa bosan ya. Jadi gak ada kendala dong? Ya, kendalanya kalau berbenturan dengan meeting atau pekerjaan yang susah ditinggalkan. Pernah meeting yang hampir seharian, jadi merah ASI nya kemrungsung, iih yang begini ini yang gak enak banget, dapetnya jadi gak maksimal. Kalau sukanya ya jangan ditanya lagi, namanya juga buat anak, jadi happy-happy aja ngelakuinnya🙂

Pernah juga temen kantor dan tetangga nanya, kok Bunda keukeuh banget ngasih Dita ASI, padahal Bunda kan bekerja, apa gak gak ribet tiap ngantor harus nenteng2 cooler bag trus merah ASI di kantor lagi? Bunda sih selalu ngejawab, justru karena Bunda bekerja, Bunda keukeuh ngasih ASI ke Dita, malah Insya Allah sampai Dita 2 tahun? Lho kenapa? Ya supaya Dita selalu sehat. Kalau Dita sehat, Insya Allah Bunda bekerjapun jadi tenang. Tanpa bermaksud takabur, boleh deh cek ke kantor Bunda (hehe siapa lagi yang sudi ngecek), Bunda tidak pernah gak masuk kantor dengan alasan Dita sakit-ya Allah jauhkan hambamu dari sifat takabur. Hanya 2 kali Bunda pernah ijin, itu pun setengah hari, pertama karena Dita harus cek hasil test Mantoux (ceknya harus 2 hari setelah tes dilakukan, dan saat itu jatuh hari Senin) dan yang kedua Bunda terpaksa ijin pulang siang hari karena ditelpon ART kalau Dita tiba-tiba muntah-muntah. Namun alhamdulillah, kedua kejadian itu fine-fine aja. Test Mantoux Dita hasilnya negatif dan soal muntah sebenarnya Bunda gak tahu persis sebabnya kenapa, karena Dita gak kembung dan tetap ceria. Saat itu muntahnya sampai 5 kali, pas Bunda sampai rumah, Bunda nenenin, alhamdulillah sampai malam Dita gak muntah lagi. Jadi gak jelas, kenapa Dita bisa muntah. Mungkin pas perutya aja yang enak.

Jadiiii, dengan memberikan ASI buat Dita, Bunda berharap tidak ada tuh yang namanya Bunda gak masuk kerja gara-gara anak sakit. Meski kondisi spt ini sudah dianggap biasa di kantor, kalau ibu-ibu yang sudah punya anak trus sering ijin gak masuk kerja dengan alasan anak sakit. Insya Allah Bunda tidak termasuk didalamnya, yang berarti anak Bunda selalu sehat kan, Insya Allah. Amin.

Break sejenak, ini dia temen setia Bunda setiap berangkat ke kantor :

Ice-Cooler-Bag-Web

Dan lagi-lagi tidak bermaksud takabur, Alhamdulillah selama setahun ini Dita belum pernah mengkonsumsi obat-obatan secara oral. Obat penurun panas sekalipun, jadi stock Sanmol tidak pernah berkurang setetespun. Dita juga tidak pernah diare atau sembelit. Pupnya lancar, 1-3x sehari. Sekali-sekali saja gak pup seharian. Pernah sekitar 4x terkena flue atau batpil, tapi Bunda/ART cukup menjemur Dita di pagi hari dan menguapi dengan air panas+minyak telon sambil badannya digosok pake Transpulmin BB supaya anget. Dan tentu saja dibanyakin minum ASI. Dita juga tidak pernah panas tinggi. Kalau habis diimunisasi DPT non panas, paling cuma anget saja, gak rewel dan tetap ceria. Kalau mau numbuh gigi pun gak pernah diikuti berbagai keluhan, paling makannya saja yang kurang lahap. Semoga selalu sehat ya sayang. (Ya Allah jauhkan hambamu dari takabur..)

Dan, perjalanan belum finish, the show must go on…. Kalau dulu Dita umur 0-6 bulan hanya minum ASI dan saat 6-12 bulan ditambah dengan MPASI sehat, maka rencana Bunda umur 1-2 tahun Dita masih tetap minum ASI+MPASI sehat+susu UHT Plain. Dan di usianya yang 2 tahun bisa menyapih dirinya sendiri. Ah, bahagianya kalau harapan Bunda ini tercapai.

Dita, Bunda akan berjuang untukmu sayang, terutama untuk menjaga produksi ASI Bunda, supaya kamu mendapatkan yang menjadi hak mu sampai setidaknya kamu berumur 2 tahun. Amin.

21 Responses to “Perjalanan ASI setahun untuk Dita”

  1. Laily said

    Semoga perjuangan memerah ASI di kantor bisa menginspirasi semua busui dan calon busui di kantor Bundit yaa…

    *ceritanya baguuuuus. Aku mo copasdit (copy-paste-edit) deh buat Azki 12 bulan nanti, qeqeqe…..

    BunDit :
    Semoga mbak. Ada temen kantor yang lagi hamil anak ke-2 sudah bertekad, Insya Allah bisa ngasih ASIX buat anaknya nanti.
    Ditunggu cerita perjalanan ASI dik Azki ya…🙂

  2. nungqee said

    weiss.. mantap bun, two tumbs up buat bunda dita😀

    ada lagi hikmahnya bun, selain dita sehat, bunda dita bisa membagi ilmu dan pengalaman kepada sesama ibu2 kantoran, sampe sekarang masih banyak yang nanya ke aku cara perah memerah ASI, dan alhamdulillah senengnya bisa berbagi pengalaman🙂 ikut seneng juga kalo banyak yang berhasil🙂

    haduh.. makasih ya.. telah mengingatkanku pada masa2 itu.. aku sendiri ga nyangka bun, bisa akrobat kayak gitu.. hehehe.. tapi alhamdulillah ternyata bisa juga😛 semua atas kemudahan dari Allah ya..

    Kalo aku merah selalu di TOILET, ngga ada tempat lain.. dan tau sendiri dimana2 meski namanya toilet bersih mengkilap, tetep aja, di saat2 tertentu ada bau2 yang mengganggu😦 kalo udah gitu aku selalu sedih bun, kadang2 sampe nangis, hehe, aku paling ga bisa kena bau yang aneh2🙂

    beruntung bunda dita ada tempat yang non-toilet paling nggak sedikit lebih nyaman lah🙂 mudah2an lancar terus acara perah memerahnya ya bun..

    BunDit :
    Makasih mbak. Kalau soal semangat ASI selalu gak bisa melupakan blognya mbak. Kalau baca posting yang menyemangati, jadi ikut semangat juga. Mikirnya begini, kalau Bundanya Azkia aja bisa, masak aku gak bisa hehehe. Alhamdulillah, setahun terlewati sudah.

    Yup, semoga aku bisa memberikan yang terbaik buat Dita. Amin🙂

  3. Desy Noer said

    Waduh hebat bun. Salut dech. aku si dah pernah nyoba merah ASI, tapi sakiiit rasanya, dan zaheer juga banyak banget butuhnya, sedangkan ASI ku ga sebanyak itu, jadi yaa terpaksa aku kasih tambahan sufor aja.
    Tapi sampe sekarang (umur Zaheer 15,5 bulan) masih dikasi ASI tiap aku ada di rumah.

    BunDit :
    Alhamdulillah, yang penting Kak Zaheer masih bisa menikmati ASI mama ya. Bener mbak, pokoknya kalau bisa ngasih ASI ke anak sampai tetes penghabisan hehehe.

  4. Motik said

    Bunditt… Salut sama perjuangan working mom yang tetep keukeh kasih ASI untuk anaknya. Semga terus berlanjut sampe 2 tahun ya… Biarin ajah bapak2 itu mau ngomongin apa hehehe (aku mbayangin, mesti kuat mental juga tuh digodain sama bapak2 gitu hihi)

    Ngomong2 tentang usia 2th dita bisa menyapih diri sendiri, itu juga harapanku ke Kyara. Tapi ternyata makin kesini dia dah makin ngerti dan jelas minta nenen nya. “mama, nenen…” waks kalo kaya gini apa bisa nyapih diri sendiri… Padahal diatas 18 bulan pengen coba sosialisasi untuk sapih pelan2, tp kayanya masih susah. Yo wis lah tak nikmati dulu aja selagi pabriknya juga masih berproduksi, moga2 bisa menyapih sendiri pada saat yang tepat hhehehe…

    Sehat terus ya Dita…

    BunDit :
    Thanks Mama Kyara. Hehehe soal digodain sama Bapak2 itu udah biasa mbak. Lha hampir semua typical nya gitu hahaha.

    Soal menyapih itu emang maunya gak pakai cara tangis2 an gitu. Penginnya bisa weaning with love. Ntar cerita2 ya mbak kalau Kak Kyara sukses menyapih dirinya sendiri🙂

  5. Aku terluka membaca postinganmu bundit, knapa anakku minum ASI tapi masi gampang sakit? Huhuhuhuh..:((
    Mmm, pasti Dita klo ditinggal kerja ngga dititipin dirumah yang banyak anak kecilnya kan? Hiks!

    BunDit :
    Waduh mbak, aku tidak bermaksud apa2 lho dengan postingan ini. Maaf kalau buat mbak terluka. Di kompleksku buanyak juga mbak anak2 kecil, lha namanya juga kompleks keluarga muda. Cuma Dita emang tidak aku biasain, disuapin sambil dibawa jalan2 dimana tetehnya ngumpul sama ART lain yang bawa anak. Trus tetehnya aku bilangin kalau ada anak yang lagi sakit (pilek atau batuk), Dita sementara jangan deket2 dulu. Itu aja mbak.

    Tapi aku yakin, kalau dik Ez sakit tapi pasti cepet sembuhnya kan mbak. Insya Allah, dengan ASI dan pola hidup sehat, anak2 kita selalu sehat ya mbak. Amin.

  6. Heheheh, ngga terluka banget siih, tapi kok ya pass banget gt topiknya. Sabtu kmrn aku baru aja disalah2in karna Ez sakit terus, padahal kan full ASI. Jadi diomel2in dan disuruh ganti ke Sufor, sedihnya..:'(
    Tapi aku tetep semangatlah!

    BunDit :
    Iya mbak, harus tetap semangat. Kurang sebentar lagi kan dik Ez lulus S2 ASI. Yang seperti ini emang butuh semangat dan keyakinan. Insya Allah bisa ya mbak🙂

  7. ocha said

    tetap semangat ya bu, jangan kayak aku yang nyerah ditengah jalan. salut banget buat para moms yang gak pantang menyerah. Smeoga aja nanti aku anak kedua lbh baik deh

    BunDit :
    Memang yang paling susah itu mempertahankan semangat bun. Iya, semoga nanti adiknya Kak Alma bisa ASI sampai 2 th ya. Btw, emang udah rencana mau beri adik buat Alma?😉

  8. Hebat!!! pengen ngikutin jejak bunda dita dech…alhamdulillah Aurel sampe sekarang juga masih ASI tepatnya ASI + MPASI lum kasih sufor…pengennya terus bertahan…doakan berhasil yah…
    Sayangnya aku berasa berjaung sendirian (didukung suami ding :D)..mertuaku malah marahin aku karna cucunya gak dikasih sufor, katanya ntar sampe gede gak bakalan mau sufor…ketar ketir juga…

    BunDit :
    Aku ikut mendoakan mbak, semoga dik Aurel juga bisa meraih gelar S2 ASI juga. Kalau saya mungkin diuntungkan dengan lingkungan yang sangat mendukung, baik lingkungan keluarga maupun kantor. Jadi ya sebenarnya perjuangan saya gak berat-berat banget lah hehehe.

  9. ke2nai said

    wah… hebat nih bunda!!! untungnya lagi lingkungan mendukung y.. Semangat terus ya bun..

    BunDit :
    Iya mbak, lingkungan sudah sangat sangat mendukung, makanya tinggal mempertahankan semangat nih. Thanks ya mbak🙂

  10. Ibunya Abed Tantra said

    Hai salam kenal
    Sudah 3 bulan ini Abed asi X, aku ckup shock saat liat gambar asi yang sekulkas itu.
    Kenapa baru liat ya. Selama ini (sebelum melahirkan) aku sudah mempersiapkan diri dengan artikel2 ttg asi, sudah stock asi(beberapa hari sblm cuti hbs).
    aku tidak nyangka kalo bisa sebanyak yg Bundit dpt. 8 botol tuperware aja sdh cukup bikin aku bangga.
    masih ada harapan ga ya untuk mewujudkan my dream punya asi sekulkas gitu. Bagi-bagi resepnya dong makanan apa saja yg dimakan, trus minum obat semacam moloco ga. gimana pendapatmu minum obat2 semacam itu. tak tg ya blsan secepatnya. tk. Gbu

    BunDit :
    Salam kenal Bun. Wah, stock ASIP saya yang 18 botolx130ml itu belum ada apa2 nya dibanding ibu-ibu yang lain lho. Ada yang sampai 60 botol bahkan lebih. Saya sendiri merasa terlambat memulai nye-tock. Dulu saya mulainya 2 minggu sebelum masuk kantor. Seharusnya setelah melahirkan pun, saat ASI banyak, langsung buat stock. Sekarang ini, Dita hampir 16 bulan, stock ASIP saya tinggal 1 botol!😀 . Makanya Insya Allah, kalau di beri amanah anak ke-2 nanti, saya akan belajar dari pengalaman ini, nyetock ASIP sedini mungkin🙂

    Soal makanan/obat untuk memperbanyak ASI, menurut saya setiap ibu beda2 ya. Dulu saya juga mengkonsumsi moloco. Juga daun katuk dan air rebusan kacang hijau. Namun peningkatan ASI tidak significant. Terus dikasih tahu kakak ART saya, saya makan pepaya mentah yang dikukus. Naah, yang ini lumayan membantu memperlancar ASI saya. Tapi menurut saya yang paling penting justru dari pikiran. Kalau sudah mikir ASI gak mungkin keluar banyak, akan beneran keluar sedikit. Makanya saya baca di milist2, ibu menyusui harus sebisa mungkin menghindari stress, rileks, positive thinking dan yakin produksi ASI akan selalu lancar dan banyak. Insya Allah, lancar dan banyak beneran. Tetap semangat ya Bun🙂

  11. ibunya Abed Tantra said

    Makasih Bun sharenya. Gambar stock asi tak tempel di kamar, ternyata cukup memotivasi juga. alhasil stock asiku lumayan bertambah.Ada yang mau tak tanya lagi nih Bun, kenapa ya tulangku rasanya pegel linu gitu. Apa karena kurang kalsium ya. Aku minum vit dari dokter juga sih tp ga tau nih kok tulang linu-linu gini. Bunda konsumsi vit apa dan meraskan hal yang sama ga dgn aku. Aku mau yang terbaik unt Tantra krn 10 th aku nunggu dia.

    BunDit :
    Hmm kalau tulang2 linu sih kayaknya gak ya. Coba Bunda konsultasikan ke dokter aja. Soal vitamin, selama menyusui saya dulu rajin minum Obimin-AF, sekarang cuma makan banyak sayuran dan buah aja, ya walau kadang cuek. Namun sebaiknya soal vitamin ini juga konsultasikan dengan DSA. Wah..ikut bahagia nih, meski 10 th menunggu, kini ada anak yang menyemarakkan suasana di rumah ya bun. Semoga dik Abed selalu sehat ya bun🙂

  12. Ibunya Abed Tantra said

    Hai Bun lama ya ga kabar kabari. Tak pikir2 tulang linu-linu krn kebanyakan sayur kali ya. Nyatanya waktu lg bosen makan sayur linunya ilang, maklum dah umur…
    Btw kalo ga salah simpen stock asi pake semacam botol uc ya.
    Td aku baca di milis mpasi ktnya kalo nyimpen asi di botol beling biasa takut kalo ada serpihan belingnya. gimana pendapatmu Bun

    BunDit :
    Setahu saya untuk menyimpan ASIP disarankan dengan botol kaca bening atau dengan plastik khusus menyimpan ASIP. Saya pilih botol UC-1000 karena gampang didapat saja dan banyak direkomendasikan di milist ASI. Selama botol tidak pecah/retak ya Insya Allah gak ada serpihan. Begitu Bu🙂

  13. Ibunya Abed Tantra said

    Malam Jeng,
    Moga ga bosan ya aku nanya2 terus. Dalam rangka persiapan mpasi nih, kapan itu aku baca di salah satu bognya sapa aku lupa, bundit beli pengganti baby ice cube yg murmer tp tetep bpa free.
    bener itu bundit yg ini? dapat dr mana jeng, trus mereknya, harganya dllnya????
    maturnuwun

    BunDit :
    Nyantai aja Bu, Insya Allah kalau saya bisa jawab, akan saya jawab dengan senang hati. Yang ibu baca itu mungkin diblognya Mommynya Ganesh. Iya, saya beli baby cubes nya di carrefour, harganya 14.900. Cuma saya lupa merknya apa. Kalau mau lihat gambarnya, intip di sini di https://alumongga.wordpress.com/2009/02/06/flash-back-3-daftar-barang-persiapan-mpasi/ . Saya sebelumnya malah lupa cek PP, ternyata benar kata mommynya Ganesh PP nya 5 jadi Insya Allah aman. Semoga nanti dedek Abed mamamnya banyak dan gampang ya bu🙂

  14. Ibunya Abed Tantra said

    Makasih banyak ya, ini bukan pertanyaan terakhir lho.
    Siap-siap hunting ke c4. iya nih deg2an gimana nanti makannya gampang ga ya.
    Kalo kakaknya dulu susah banget,

    Salam untuk kakak Dita dari Abed

    BunDit :
    Hehehe pertanyaan ke berapapun kalau saya bisa jawab, pasti saya jawab bu. Saya juga dapat ilmu dari blog2 nya ibu2, jadi saya pun sangat senang sekali bisa berbagi. Saya doain nanti dedek Abednya gampang ya mamamnya🙂

  15. […] Pengin memenuhi hak ASI untuk Dita sampai 2 tahun. Mengingat sekarang jumlah ASI Bunda makin lama makin berkurang, tapi Insya Allah masih bisa terus berproduksi minimal sampai 6 bulan ke depan. Sebelumnya di th 2008, Dita sudah lulus ASIX 6 bulan. Di tahun 2009 pun, lulus ASI 1 tahun. Ceritanya di sini. […]

  16. […] Kalau memungkinkan sih memang sesaat setelah melahirkan, sedini mungkin segera mengumpulkan ASIP untuk stock. Dulu Bunda merasa stock awal 17 botol @130ml itu masih sangat kurang karena Bunda tidak sesegara mungkin menyetock. Kalau stock ASIP banyak, tiap hari rajin dan rutin memerah ASI di kantor, Insya Allah ibu dapat bekerja dengan tenang dan anak mendapat hak-nya sampai 2 tahun dengan lancar. Jika akhirnya harus terkendala kejar tayang, nah itu ada kurir ASI . Semoga ibu-ibu yang masih menyusui bisa mempertahankan semangat ASIX! Tapi jangan jadi a Breastfeeding Nazi. Saling support sesama ibu-ibu menyusui lebih menyenangkan daripada menyalahkan ibu lain yang sudah berusaha memberikan ASI kepada buah hatinya tapi terkendala oleh masalah yang tak terelakkan. Setuju? Ah, jadi kangen masa-masa memerah ASI di kantor […]

  17. dian said

    wiiiiw…tulisannya inspiring banget,mbak.aku juga lg dalam proses perah-memerah asi nih.dari awal uda bertekad sekuat baja (gak pake hitam :)….anaku yg ke-2 almi (2,5m) bisa lulus sampe 2th asi.doakan yaaa…

    tapi sedih kalo inget pas anak pertama gak lulus asix 6bln,jaman dulu masi tulalit,mbak.belom tau kalo asi bisa disimpen” gitu.alhamdulillah lingkungan sekitarku juga banyak yg support…

    salam kenal dan mwwwuah buat dita ya,semoga sehat” selalu :)…

    Salam kenal juga mam Dian. Semoga anak ke-2 bisa lulus ASI 2 tahun ya. Amin. Salam juga buat dedek Almi dan kakaknya🙂

  18. […] tujuannya ya untuk masa depan kesehatan anak Bunda ini. Boleh ya flash back sebentar lewat link, bagaimana perjalanan memberikan ASI untuk Dita selama Bunda bekerja, ada yang lucu dan haru […]

  19. bundit…mau tanya nih? Bundit dulu nyimpen bekukan d freezer kulkas dua pintu , asip ada yg ditaruh di rak freezer bagian pintu? Itu umur lama pnyimpanan sama gak kyk di dlm freezer dlm? Soalnya tanya di @aimiasi ktnya yg bag dalam jngn dipintu krn suhu bs brubah. Tp kl freezer penuh kan rcna mau dtaruh d pintu jg? Ini sy baca2 lg ttg asip…yg dulu dah lupa2 inget hehe

    Hiyaaa..masih ada yang tanya tentang ASIP hehehe. Seingat saya, saya gak pernah nyimpen ASIP sampai di pintu freezer, karena ASIP saya gak berlimpah ruah. Logikanya sih suhu di dalam freezer dengan di pintu freezer pasti beda, walaupun sama2 beku ya. Kalau menurut pendapat sayam jika terpaksa harus menyimpan di pintu freezer, ya mau tidak mau harus rajin memindahkan ASIP yang paling lama di pintu freezer bun. Jadi nanti yang di pintu freezer yang dikonsumsi terlebih dahulu. Itu lebih aman🙂

  20. oya sama waktu affan sy mulai stok jg 2 mg sblm kerja…trnyt jd kejar tayang…jd yg kedua ini udah nyetok dr awal2

    Pasti kurang lah bun, saya nyetok 1 bulan sebelum kerja aja kurang hehehe

  21. […] tempat sholat, pengajian tiap hari Jum’at, tempat rebahan, juga tempat paling nyaman buat merah ASI, duluuuuu […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: