Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

My First Pregnancy Moment

Posted by BunDit on June 1, 2009

first-pregnancy-moment

Menjelang Dita 1 tahun, mau mengingat sejenak ah, masa-masa indah seputar kehamilan dan kelahiran anak pertama Ayah Bunda dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah. Sampai sekarang rasanya masih amazing melihat Dita, dari tiada menjadi ada, dari yang hanya bisa mengungkap keinginan dengan menangis sampai sekarang sudah bisa memberitahu dengan bahasa verbal walau masih terbatas. Yuks….

  • Was your first child’s pregnancy planned (Apakah kehamilan anak pertama direncanakan?)

Yang jelas setelah Bunda dan Ayah menikah langsung rajin membuat si junior hehehe. Saking penginnya segera hamil, sampai-sampai Bunda rajin menghitung masa subur. Kalau pas lagi tanggal masa subur, Bunda bilang ke Ayah, “Say, aku lagi subur nih. Come on, babe..” hahaha. Juga saking penginnya, selalu harap-harap cemas jika menyongsong tanggal2 waktunya haid. Kalau keluar haid, rasanya sedih. Belum lagi ibu Jogja dan temen2 yang nanyain terus “Wis mbathi durung?” -“Sudah isi belum?” . Makin stress deh😦 .Kesabaran Bunda dan Ayah diuji sampai 6 bulan. Alhamdulillah ternyata Allah punya rencana yang bagus, Allah memberi tenggang waktu 6 bulan itu untuk hunting rumah buat menyambut calon bayi. Jadi ceritanya Dita “jadinya” di rumah kontrakan dan saat usia kehamilan Bunda 3 bulan (lagi mabok2 nya tuh), Alhamdulillah kami pindah ke rumah sendiri.

  • Were you married at the time (Apakah saat itu Bunda dan Ayah sudah menikah?)

Ya iya laaah. Emang boleh ya, punya anak tapi belum menikah hehehe😉

  • What were your reactions? (Bagaimana reaksi saat itu?)

Pastinya bahagia banget. Tak henti-hentinya mengucap syukur atas karunia berharga itu.

  • Was abortion an option for you? (Apakah ada niat untuk aborsi?)

Astaghfirullah, ya gak laah (ups..nyantai aja njawabnya Bun😀 ).

  • How did you find out you were pregnant? (Bagaimana tahunya kalau sedang hamil?)

Jadi waktu itu pas puasa Ramadhan th 2007. Bunda sih puasa, tapi saat itu rasanya setiap hari badan lemeees yang tidak biasa, tidak seperti bulan Ramadhan tahun2 sebelumnya. Dan seharusnya Bunda dapat haid pas sholat Ied, eh ternyata haidnya gak muncul2, jadinya Bunda dan Ayah bisa sholat Ied bareng. Setelah telat haid seminggu, Bunda periksa ke dokter kantor, katanya dari pemeriksaan PD dan dengan melihat raut muka Bunda, Bunda dinyatakan positif hamil. Bunda sih gak langsung seneng, karena Bunda belum make sure pakai testpack apalagi baru telat seminggu (menurut yang Bunda baca sih, untuk pastinya tunggu 10 hari), takutnya nanti kecewa jika ternyata negatif. Seminggu kemudian, pagi2 sebelum ngantor Bunda tes kehamilan pakai tespack. Tangan Bunda sampai gemeter saat mencelupkan testpack ke urine. Dengan harap-harap cemas, Bunda menunggu munculnya strip merah. Daaaaaan ternyata stripnya muncul 2, artinya Bunda positif hamil. Alhamdulillah🙂

  • Who did you first tell? (Siapa yang pertama kali dikasih tahu?)

Tentu saja suami. Saat mengetahui hasil test pack yang pertama, stripnya muncul 2, langsung Bunda buru-buru membangunkan Ayah, sambil bilang “Say..say…aku hamil”. Ayah bangun sambil jawab “Oh ya, alhamdulillah”. Ayah kan memang gak pernah mengekspresikan perasaan secara jelas, jadi gak ada peluk cium atau apa gitu deh. Walau tanggapannya  terkesan “dingin”, namun terlihat ada sebersit kebahagiaan di wajah Ayah. Untuk memastikan, besoknya Ayah minta Bunda ngetes lagi pakai testpack beda merk, jadi indikatornya bukan garis, tapi + dan -. Juga diminta lagi tes dengan test pack tapi ngetesnya jangan di pagi hari, tapi siang hari. Yo wis, namanya juga sama suami, harus nurut. Ya namanya juga sudah diberi amanah, mau ditest pakai apa saja dan kapan saja ya tetap positif. Beberapa hari setelah kejadian itu, Ayah bilang begini “Tau gak, kemarin pas kamu bilang kamu hamil, aku mau response begini “Ha? Hamil? Sama siapa? hahaha cuma aku gak tega” Walah! Untung saat itu Ayah bisa mengerem sifat isengnya😀 .

  • Did you want to find out the sex? (Apakah pengin tahu jenis kelamin si jabang bayi?)

Maunya surprise sih, tapi pasti keluarga nanyain. Jadinya pas di USG di usia kandungan 4 atau 5 bulan gitu, dikasih tahu DSOG nya kalau yang di rahim Bunda adalah baby girl.

  • Due Date? (HPL?)

HPLnya sih tgl 21 Juni 2008, tapi tgl 18 Juni 2008 sudah pecah ketuban dan Dita lahir di hari itu juga.

  • Did you have morning sickness? (Mengalami mual gak selama hamil?)

Banggetts. Di 3 bulan pertama usia kandungan, tiap kali selesai sikat gigi pasti hoek-hoek. Apalagi di pagi hari, muntahnya sampai keluar cairan kuning yang pait banget itu, badan sampai lemes.

  • What did you crave? (Ngidam gak selama hamil?)

Gak tuh. Dari awal Bunda sudah bertekad gak akan mengalami yang namanya ngidam. Misal minta sesuatupun gak yang aneh-aneh. Waktu itu pas masih di kontrakan, pernah pengin banget es jeruk padahal di kontrakan belum ada kulkas, jadi dibeliin Ayah di warung depan. Trus pernah pengin banget mendoan, dan itu Bunda beli sendiri pas pulang ngantor.

  • Who/What irritated you the most? (Apa/siapa yang paling disebelin selama hamil?)

Bau ruang makan di kantor. Di kantor kan ada satu ruangan besar untuk makan karyawan saat lunch. Kalau berada dideketnya langsung mual2, apalagi masuk kedalamnya. Jadinya kalau lunch Bunda minta tolong temen buat bawain ke ruangan Bunda.

  • What was your first child’s sex? (Apa jenis kelamin anak pertama?)

Perempuan.

  • Did you wish you had the opposite sex of what you were getting? (Pernahkan menginginkan jenis kelamin anak berkebalikan dengan yang telah didapat sekarang?)

Sebenarnya secara tidak langsung, keluarga besar Ayah menginginkan cowok, maklumlah biar bisa meneruskan marga. Kalau dari keluarga Bunda, terutama ibu, pengin cowok juga soalnya belum ada cucu cowok. Tapi kalau Bunda dan Ayah sih dikasih cowok atau cewek gak masalah, yang penting sehat. Alhamdulillah dianugerahi anak pertama, perempuan yang lucu dan sehat.

  • How much pounds did you gain throughtout the pregnancy? (Berapa penambahan BB selama hamil?)

BB Bunda nambah hampir 12 kg. Sempet Bunda disuruh diet soalnya di USG BB bayi udah terlalu besar. Tapi teteeep aja susah ngerem makan selepas usia kandungan 3 bulan😀

  • Did you have a baby shower? (Ngadain acara gak buat bayi ?)

Saat usia Dita tepat 7 hari, melaksanakan aqiqahan tapi tidak di rumah. Kami  memilih yang praktis melalui rumah aqiqah (penyelenggara aqiqah) dan daging kambingnya dibagikan ke panti asuhan dekat rumah. Pas di rumah aqiqahnya potong kambing, di saat yang bersamaan, di rumah Bunda motong rambut Dita ditemani Ibu. Waktu itu Ayah lagi ngantor. Pas Dita 2 bulan baru ngadain pengajian dan syukuran di rumah dengan ngundang tetangga kompleks.

  • What is a surprise or did you know? (Acaranya surprise atau diketahui?)

Ya pasti tahu, orang Bunda dan Ayah yang ngurusin semua.

  • Did you have any complication during your pregnancy? (Adakah komplikasi selama hamil?)

Alhamdulillah, Bunda dan bayi sehat selama hamil. Walau BB Bunda sempat turun 4 kg pada 3 bulan pertama.

  • Where did you give birth? (Dimana melahirkan?)

RSIA Hermina Bekasi.

  • How many hours were you in labor? (Berapa jam waktu untuk melahirkan?)

Pas tgl 18 Juni jam 3 subuh saat Ayah lagi nonton sepakbola piala Eropa, ketuban pecah. Langsung berangkat ke RS. Sampai siang belum nambah pembukaan. Akhirnya diinduksi dan jam 14.20 lahirlah permata Ayah Bunda  dengan cara normal. Jadi totalnya sih hampir 12 jam proses “perjuangan” Bunda mengantarkan buah hati ke dunia ini.

  • Who drove you to the hospital? (Siapa yang mengantar ke RS?)

Suami dan Ibu. Untungnya pecah ketubannya pas dini hari, jadi Ayah belum ngantor.

  • Who watched you give birth? (Siapa yang menyaksikan kelahiran?)

Ibu, dan tentu saja DSOG dan para suster. Bunda minta Ayah nunggu di luar saja, takut malah gak tega.

  • Was it natural or c-section? (Lahir secara normal atau sectio?)

Alhamdulillah, natural. Sesuai keinginan dan usaha Bunda. Sebenarnya karena sudah pecah ketuban dan pembukaan gak nambah, dokter menawarkan 2 opsi yaitu mencoba induksi atau langsung sectio. Awalnya Ayah menyarankan memilih langsung sectio saja, soalnya kasihan Bunda kalau ternyata induksi gak menambah pembukaan, ujungnya di sectio juga. Tapi Ibu meyakinkan Bunda untuk mencoba diinduksi. Alhamdulillah, akhirnya pilihan Bunda untuk mencoba diinduksi berbuah manis. Memang suakitnya masya Allah. Tapi setelah bayi meluncur keluar, rasanya pluong🙂

  • Did you take medicine to ease the pain? (Apakah minum obat untuk menahan rasa sakit saat melahirkan?)

Alhamdulillah, gak ada obat2 an. Obatnya yang berdoa saja.

  • How much did your child weight? (Berapa berat si bayi saat lahir?)

3586 gram, panjangnya 49 cm

  • When was your child actually born? (Kapan tepatnya hari lahir nya?)

Rabu Pahing, 18 Juni 2008, 14.20 WIB

  • What did you name him/her? (Diberi nama siapa?)

Lumongga Anandita Helmy. Panggilannya Dita. Lumongga = putri (mandailing), Anandita = bahagia, Helmy = nama Ayah. Dengan memberikan nama ini, doa Ayah Bunda supaya kelak Dita menjadi putri yang selalu bahagia dan bisa membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Amin.

  • How old is your first born today?

Saat publish tulisan ini, usia Dita 11 bulan 2 minggu pas! Kalau untuk melihat usia Dita secara update, silakan cek di ticker.

—-

Kapan ya merasakan moment seperti ini lagi hehehe😉 .Semoga nanti masih diberi amanah untuk merasakan indahnya hamil dan melahirkan lagi seperti kehamilan yang pertama ini. Amin.

12 Responses to “My First Pregnancy Moment”

  1. Laily said

    Lahirnya pas Piala Eropa? Pertandingan negara mana? hehe…kok ga da hubungannya ya? jangan2 kalo anaknya cowo dikasi nama pemain bola juara Piala Eropa, hehe..

    Eh eh Mbak, aku copas yak pertanyaannya🙂

    BunDit :
    Kalau gak salah waktu itu Belanda vs Rumania. Mbak Laily kayaknya penggemar sepakbola juga ya? Lha anaknya adiknya Ayahnya Dita aja dikasih nama Owen, soalnya lahirnya pas Piala Dunia🙂
    Silakan mbak, pertanyaannya di copas. Saya juga copas dari blog nya mamanya Kyara.

  2. Desy said

    Hehe..lucunya yang pas kalo ayahnya jadi isengnya. Hamil sama siapa?
    Padahal bun, waktu lahiran, Ayahnya dibiarkan aja menyaksikan, biar tambah bangetttts rasa sayangnya..

    BunDit :
    Justru kalau saya melihat Ayahnya Dita dengan wajah gak tega, takutnya saya malah gak tenang. Hehehe aneh ya? Biasanya kan istri melahirkan pengin ditemani suami, kalau saya, mau nemenin silakan, kalau gak tega dan nunggu diluar ya no problemo🙂 . Terima kasih ya, mama kak Zaheer sudah mampir ke blognya Dita. Aku link blognya ya mbak. Dita pasti seneng punya temen cowok hehehe.

  3. ke2nai said

    Saya juga baru posting ttg pengalaman & melahirkan anak2. Selalu bahagia y baca/denger crt ttg kehamilan & melahirkan. Walaupun ada yg penuh perjuangan tp kebanyakan selalu berakhir bahagia..

    Suami malah gak boleh nungguiny.. sy kebalikannya tuh.. kepengen bgt ditungguin sm mamah, tp mengingat mamah orangnya juga panikan bgt jd mending ditemenin sm suami aja deh..😀

    BunDit :
    Kalau saya bersyukur akhirnya ditungguin ibu. Beliau yang ngasih support dan meyakinkan saya kalau saya bisa melahirkan secara normal🙂

  4. Motik said

    Eh akhirnya diposting juga hehehe.. Selalu seru ya kalo inget pengalaman hamil sampe melahirkan. Bikin kangen..
    Gimana bundit, mau kapan nih 2nd pregnancy nya??🙂

    BunDit :
    Rencananya sih setelah Dita 2 tahun mbak, baru deh menyiapkan 2nd pregnancy. Insya Allah, kalau masih diberi amanah. Kyara sendiri kapan nih mau dikasih adik?🙂

  5. silvi said

    pengen co-pas juga…tapi aku mah musti bikin 3 yaa…?? biar adil…hihihiii…maklum anaknya segambreng…

    tiap baca postingan tentang kehamilan dan lahiran…perasaaan ikutan bahagia…😀

    BunDit :
    Iya mbak, ayo bikin 1st, 2nd dan 3rd pregnancy moment, pasti seru tuh. Pengalaman masing-masing kelahiran anak pasti unik🙂

  6. nungqee said

    pengeeeeeeeeeeeeenn…

    BunDit :
    Lho? Maksudnya pengin hamil lagi?😉 Ayo..ayo…aku dukung😀

  7. zee said

    Hmmm…. senang bacanya.
    Suamiku jg begitu, waktu dikasih tahu kalo aku hamil, dia gak ada ekspresi apa-apa, gak ada cium peluk, santai aja… hahahaa… dasar memang laki-laki kek gitu ya.

    Tp memang saat kita belum hamil, orangtua dan keluarga akan selalu nanya. Nah nanti kalo anak udah besar dan belum hamil lagi, pasti ditanya lagi, kapan nih adiknya…..😀

    BunDit :
    Hehehe semoga laki2 kayak suami kita itu justru lebih sayang sama anak-anaknya. Hallah..menghibur diri hehehe…

    Iya mbak, kayak di iklan kontrasepsi itu kan? Belum punya pacar, ditanyain. Udah punya pacar belum menikah, ditanya kapan menikah. Udah menikah belum punya anak, ditanya kapan punya anak. Sudah punya anak belum punya lagi, ditanya kapan ngasih adik. Anak sudah besar, ditanya kapan mantu. Lha kapan berhentinya yaks? hehehe

  8. Bunda mah bikin aku kepengen hamil lagi…bikin aaaahhhh *hush :)…
    Aku naek 24kg loh bun waktu hamil…dah kaya mau drumband aja hahhahaha…kalo dita umur 2thn mau bikin adek, artinya tinggal setahun lagi doooonnnggg…

    BunDit :
    Hehehe Insya Allah mbak. Semoga masih diberi amanah sama Allah buat punya anak lagi. Amin🙂

  9. […] soal hamil, Bunda jadi inget saat hamil pertama dulu, utamanya saat 3 bulan pertama yang rasanya sangat berat. Makan serasa gak enak dan morning […]

  10. mommyummy said

    waaa seru niiy.. aq copas yaa.. mengenang masa2 hamil syasya..

    Ayo mom ditulis…pasti seru deh🙂

  11. […] pertanyaan dicopas dari blognya bundit […]

  12. […] bunda, dari harapan menjadi kenyataan. Pertanyaan – pertanyaan berikut ini, yang bunda copas dari sini, akan membantu bunda untuk lebih mudah mengingat masa – masa kebersamaan kita. Ya, ketika kita […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: