Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Tentang Bayam

Posted by BunDit on March 4, 2009

Bayam

Bayam

Tulisan ini untuk melengkapi dan mencoba menghilangkan tanda tanya yang ditimbulkan setelah mencermati tabel rangkuman MPASI vs Usia di posting sebelumnya :d

Mengapa bayam, wortel, kol, brokoli, bit, buncis sebaiknya diberikan bayi diatas usia 8 bulan?

Bayam dan teman-temannya itu mengandung zat Nitrat (NO3). Saat teroksidasi, NO3 akan menjadi NO2 (nitrit). Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun bagi tubuh manusia. Leafy vegetables (bayam, kol, buncis) lebih banyak kandungan nitrat nya di banding root vegetables (wortel, brokoli, bit). Nitrat ini menghalangi transportasi oksigen ke sel darah merah dan menyebabkan apa yang dinamakan dengan “Blue Baby Syndrome”. Gejala dari syndrome ini adalah membirunya kulit bayi terutama di sekitar mata dan mulut. Di usia 8+ (di wholesomebabyfood, pada usia 6+), asam lambung bayi telah bisa melawan bakteri yang membantu konversi nitrat dan mencegah keracunan.

Namun bicara soal kandungan nitrat, yang banyak diperbincangkan lebih mengarah ke sayuran bernama bayam. Bahasa Uncle Sam nya Spinach. Makanya untuk Dita, saya menunggu memberikan bayam sampai usia 8 bulan. Kalau brokoli sudah saya perkenalkan saat usia 7.5 bulan.

Karena kandungan nitratnya ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan soal bayam :

  • Jangan mengkonsumsi bayam yang sudah dimasak > 5 jam.
  • Jangan memanaskan sayuran bayam, karena memicu timbulnya toxic.
  • Jangan terlalu lama menyimpan bayam dalam lemari es, langsung olah setelah membeli bayam segar.

Dengan paparan di atas lantas takut mengkonsumsi bayam? Jangan! Karena makanan favorite Popeye ini memiliki kandungan yang bermanfaat antara lain :

  • Carotenoid nya melawan kanker prostat
  • Flavonoid nya melawan kanker rahim
  • Vit K, calcium dan magnesium nya bagus untuk pembentukan tulang
  • Sumber Vit A dan C yang mengandung beta-carotene, merupakan anti oxidant penting yang dapat mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh.
  • Mengandung folate yang berguna untuk menghindari serangan jantung dan stroke.
  • Mengandung nutrisi anti-inflammatory yang bagus untuk penderita asma, osteophorosis, reumatik.
  • Mengandung Lutein yang bagus untuk kesehatan mata.
  • Mengandung zat besi untuk menambah energi.

Ini tabel kandungan dalam bayam :

Kandungan dalam Bayam

Kandungan dalam Bayam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadi untuk upaya pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan, ternyata sebagai ibu kita memang harus hati-hati memperkenalkan makanan ke anak. Jangan buru-buru, usia anak mempengaruhi kesiapan pada makanan tertentu.

Tulisan diatas di rangkum serta diterjemahkan sebagian dari :

6 Responses to “Tentang Bayam”

  1. sanggita said

    Makin tahu, makin khawatir ngga, Bun? Saya sendiri deg2an karena ngga bisa ngawasi asupan makan Willa. Takut nanti dikasih macem2. *mbingungi-tenan*

    Bundanya Dita :
    Khawatir sih pasti ada, tapi segala hal yang saya tahu mengenai makanan Dita, saya share ke mbak Euis. Dan saya yang menyusun menu Dita setiap hari. Mbak Euis tinggal mengolahnya. Dan selama ini, mbak Euis selalu memberi makan Dita sesuai dengan menu yang saya susun. Tulisan tentang managemen MPASI masih draft nih, semoga segera naik cetak dipublish😉

  2. wittyme said

    salam kenal Bunda…
    aku numpang copy link halaman ini ya..
    mau share ke temen-temen juga…

    thank you…

    BunDit :
    Salam kenal mbak Wit. Silakan copy link, boleh kok🙂

  3. bundiiitttt…..
    makasiiiihh😀

    oia
    aku mau tanya2 tentang takaran tepung gasol dong…
    enaknya via apa ya?

    Email saya di omahbundit@yahoo.com. Setiap hari online, tapi invisible soalnya suka saya tinggal2. Kalau ada msg masuk dan saya bisa jawab, langsung saya jawab. Tapi soal takaran tepung gasol saya pakai ilmu kira2 mam. Ya tepungnya, ya airnya. Kalau banyaknya tepung dikira2 kemampuan makan anak aja. Lama-lama hafal deh😀

  4. […] (usia aman untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung nitrat), Dita sudah Bunda perkenalkan dengan bayam. Namun Dita selalu emoh. Bayam sudah dirajang kecil-kecil pun, Dita selalu menolaknya, sampai […]

  5. […] lagi Ade itu alergian, Bubun nahan diri untuk nggak mengenalkan jenis makanan tertentu. Misalnya Wortel, Brokoli dan Bayam yang mengandung nitrat demi menghindari Baby Blue Syndrome (Bukan Sindrom Baby Blues kayak Bubun […]

  6. kenapa ngak boloeh mengkonsumsi bayam yang sudah dimasak lebih dari 5 jam ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: