Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Managemen ASIP buat Dita

Posted by BunDit on December 30, 2008

Karena bertekad memberikan ASI Exclusive buat Dita maka selama hamil Dita, saya mencari informasi sebanyak-banyak nya soal ASI untuk ibu bekerja. Berangkat dari tidak mengerti sama sekali, sekarang alhamdulillah Dita bisa mengecap ASIX sampai 6 bulan dan akan terus saya lanjutkan sampai 1 tahun (dan jika tidak ada kendala akan sampai 2 tahun).

Dulu sewaktu masih gadis, saya berpikiran bahwa yang namanya MENYUSUI adalah persoalan yang sangat simpel. Tinggal buka, sodorin dan bayi menyusu. Ternyata dugaanku salah besar. Menyusui tidak sesimpel itu. Awalnya, sebagai ibu baru sempat mengalami masa-masa stress. Puting sampai lecet, PD bengkak dsb. Tapi menyusui juga tidak sukar, JIKA kita mengetahui caranya. Artikel  yang kutemukan di internet ini  sangat membantu.

Jika proses menyusui telah sukses, sebagai ibu bekerja ada hal lain lagi yang harus dipikirkan. Selama bayi kita tinggal bekerja, bagaimana bayi mengkonsumsi ASI kita? Satu-satunya jalan adalah memerah ASI selama di kantor. Nah, selengkapnya seperti ini persiapan dan pengaturan ASIP untuk Dita.

  • 1 bulan menjelang masuk kantor, mempersiapkan botol untuk tempat menyimpan ASIP. Botol2 ini bisa dibeli di RS. St. Carolus. Saya sendiri memakai botol UC-1000. Jadi suami beli UC-1000, diminum isinya, botolnya dicuci dan disterilkan.
  • 2 minggu menjelang masuk kantor, mulai membuat stock ASIP. Awalnya saya memerah pakai pompa manual, tapi setelah baca2 di internet bahwa memerah dengan tangan lebih praktis (tidak perlu steril alat dsb) maka pelan2 mencoba memerah dengan tangan. Awalnya hanya dapat mengumpulkan 50ml dalam waktu 1 jam!. Tapi setelah belajar terus, akhirnya lumayan mahir. Dan akhirnya terkumpulah 17 botol ASIP @130 ml.
  • Selama proses mengumpulkan stock ASIP itu ada beberapa masalah karena ketidaktahuan. Salah satunya sempat 2 botol ASIP beku pecah. Sampai nangis karena kejadian ini. Mengumpulkannya penuh perjuangan, eh terbuang sia2 gara2 botol pecah. Nah, setelah nanya sana-sini, baca internet , ada hal2 yang perlu diperhatikan :
  • – Jangan mengisi ASIP sampai sebotol penuh, setidaknya sampai leher botol karena jika dibekukan ASIP akan memuai dan membutuhkan space. Hal ini untuk menghindari botol retak. Berdasarkan pengalaman karena kapasitas botol UC 1000 adalah 140 ml, maka selama ini saya mengisinya maksimal 130 ml (ada yang sengaja diisi 60 ml untuk keperluan minum yang sedikit).  Alhamdulillah tidak pernah lagi mengalami botol retak.
  • – Sebelum dimasukkan ke freezer, ASIP dalam botol didinginkan dulu di kulkas bawah setidaknya semalam untuk menstabilkan suhunya dulu. Selengkapnya mengenai serba-serbi ASI disini.
  • Setiap botol ASIP ditempeli label yang ditulisi informasi tgl & jam memerah serta jumlah ASIP (dlm ml). Hal ini untuk keperluan pemakaian ASIP dengan metode FIFO (First In First Out).
  • Jika besoknya hari kerja, malam harinya (sekitar jam 20.00), saya menurunkan 1 botol ASIP dari freezer dan ditaruh di kulkas bawah untuk minum Dita pagi hari. Paginya setelah bangun tidur (sekitar jam 05.00) menurunkan lagi 2 botol ASIP ke kulkas bawah untuk minum Dita siang dan sore. Hal ini bertujuan untuk mencairkan ASIP beku dan siap dikonsumsi < 24 jam setelah ASIP dicairkan. Semua ASIP yang sudah diturunkan ke kulkas bawah harus habis diminum saat itu. Yang menurunkan botol adalah saya, jadi Mbak Euis tinggal mengambil botol ASIP di kulkas bawah yang akan dihangatkan berdasarkan urutan yang saya tentukan. Begitu prosedurnya setiap hari selama saya bekerja. Saking rutinnya sampai pernah besoknya hari Sabtu (libur), malamnya saya lupa tetap menurunkan botol ASIP😀 . Karena terlanjur dicairkan ya Dita minum ASIP dengan botol walaupun saya ada. Nah, selama Dita minum saya merah ASI supaya jumlah stocknya tetap terjaga.
  • Sebelum berangkat kerja, menyempatkan diri menyusui Dita. Di kantor memerah ASI sesering mungkin (kalau saya biasanya 3 kali jam 09.00, 13.00 dan 16.00). Sesampai di rumah, menyusui lagi dan memerah ASI pada PD yang satunya). Kalau tengah malam bisa mengalahkan rasa kantuk, memerah lagi. Tapi kalau stock aman biasanya merah tengah malam menjadi beraaaat banget😀
  • Sepulang kantor, mensterilin botol kaca kemudian mengisinya dengan ASIP dari botol di cooler bag. Hasil perahan di hari yang sama bisa dikumpulkan dalam 1 botol kaca. Kemudian ditempelin label dan langsung dimasukkan ke kulkas. Besok paginya sebelum berangkat ke kantor, botol2 tsb baru dipindahkan ke freezer.

Sampai saat ini, jumlah stock ASIP buat Dita sangat fluktuatif. Waktu Dita umur 4 bulan, stock ASIP pernah mencapai 25 botol!. Sampai freezernya penuh. Waktu itu dikarenakan saya bisa memerah ASIP melebihi yang diminum Dita. Setelah Dita 6 bulan, stock nya pernah tinggal 10 botol😦 . Tiap hari tekor sampai ketar-ketir. Makanya pas hari libur disempetin membuat stock lagi jadi setidaknya minimal sama dengan stock saat start dulu. Semoga ASI ku bisa mencukupi sampai Dita umur 1 tahun 2 tahun nanti. Amin.

8 Responses to “Managemen ASIP buat Dita”

  1. sanggita said

    Bun, tanya ya. Kan kalo saya per jumat malam asi dari freezer dibawa ke sukabumi pake cooler bag. Baiknya diminum berapa jam setelah dari kulkas ya? Perjalanan jakarta-sukabumi kalo malem 4-5 jam.

    Bundanya Dita :
    ASIP nya sampai Sukabumi masih beku gak mbak? Kalau ASIPnya masih beku bisa dimasukkan ke freezer di rumah. Tapi kalau ASIP beku telah cair, masih bisa disimpan di kulkas sampai 24 jam. Baru kalau dik Willa mau minum ASIP dikeluarkan dari kulkas untuk dihangatkan. Jawabanku menjawab pertanyaan mbak gak?🙂

  2. […] Yap, dengan kondisi saya yang bekerja di Jakarta dan keluarga di Sukabumi, mengharuskan saya memerah ASI yang kemudian disimpan di freezer. Setiap Jum’at malam, saya bawa pulang dengan ice-cooler. Untuk hal satu ini, saya belajar dari istrinya mas Anjar dan Bundanya Dita. […]

  3. sanggita said

    Oke, sarannya sudah dilaksanakan. Kan ASIP hanya memenuhi 30% kebutuhan Willa, jadi terpaksa di-support sufor. Tapi sekalinya minum ASIP bisa 160cc lho, padahal kalo sufor paling 120cc. Kenapa ya? Lebih mudah dicerna kayaknya.

    Bundanya Dita :
    Benar mbak kata Bundanya Azkia, ASI memang lebih mudah dicerna. Wah, tetap semangat ya mbak ngasih oleh2 ASIP buat Willa tiap Jum’at malam🙂

  4. nungqee said

    Bunda Dita hebat… masih bisa nyetok ASI yaa… Dita pa kabar sekarang? saya sekarang juga udah mulai menipis stocknya paling cuman 4-5 botol di freezer (azkia umur 10bulan) tapi alhamdulillah segala jenis makanan masuk..

    untuk mbak Sangggita, bener ASI memang mudah dicerna, kalo mau mengamati liyat gumoh bayi kita, sehabis minum sufor sama minum ASI pasti beda, tampak ada gumpalan2, btw, hebat ya, jakarta-sukabumi masih membawa oleh2 ASIP untuk si dedek… salut mbak..

    Bundanya Dita :
    Hai Bundanya Azkia, alhamdulillah kabar Dita baik. Hari Minggu kemarin ulang bulan ke-7🙂 . Stock ASIP buat Dita, alhamdulillah sampai skr masih lumayan sekitar 20 botol. Semenjak dikasih MPASI selama ditinggal kerja paling minum 2-3 botol @130ml, tapi nenen malemnya yang nggak lepas2😀 .Nanti kalau Dita sudah segede Azkia, mungkin stock ASIP ku juga menipis kali ya?. Yang penting cukup lah sampai Dita umur 1 tahun (moga2 sih 2 tahun). Peluk cium buat Azkia ya, sudah mulai belajar jalan ya?

  5. nungqee said

    kalo bisa jangan sampai menipis bu, pertahankan pola pemerahannya, aku dulu mulai krisis sepulang dari Tokyo, sampe sekarang stocknya ga bisa banyak lagi kayak dulu, ada faktor malesnya juga sih, hehe… tapi kalo bisa jangan ditiru ya.. ada tuh si mamiceline (guru ASI ku nih, hehe :)) yang masih bisa nyetock 70 botol waktu celine umur 1 tahun..

    Bundanya Dita :
    Iya, aku sih masih berusaha terus mempertahankan pola pemerahan. Kalau merah di kantor sampai skr masih tetap semangat. Apalagi kalau stocknya mulai menipis. Kan ketularan semangat nya dari Bundanya Azkia juga😉 . Sampai suami nanya, sampai berapa lama sih merah2 ASI? Aku bilang sampai Dita 2 tahun hehehe. Yang penting PeDe dulu😀 . Iya aku pernah ngintip blognya mamaceline. Ck..ck..ck.. ASInya kok bisa melimpah ruah spt itu. Kalau aku berharapnya cukup aja buat Dita.

  6. bun2.. cara memanaskan asip nya gimana kalo pake warmer? suhunya?
    trus Dita minum asipnya pake apa? soale anakku 2bln 3minggu, ga bisa minum asip, dicoba pake dot dari berbagai bentuk cuma dijilatin, pake sendok geleng2, pengen pke pipet cuma bingung ada ga sih pipet khusus asip yg bpa free.. padahal stok asip dikulkas dah lumayan, tapi minuminnya gimana…

    Dulu saya nyimpen ASIP pakai botol kaca UC1000. Untuk minum besoknya, dari malam botol ASIP dari freezer saya turunkan ke kulkas, biar esoknya sudah mencair. Kemudian ngangetinnya, botolnya di rendam air hangat mam, baru saya tuang ke botol ALhamdulillah, dulu Dita mau minum ASIP dari botol, dan maunya pakai botol HUKI. ALhamdulillah juga kalau pas ada saya, mau nenen langsung jd gak bingung puting. Saya belum tahu pipet yang bpa free. Udh gabung di milist asiforbaby? Coba searching2 di sana mam🙂

  7. Ariyani MAhardhika said

    seneng dech baca blog nya Bundit.. bermanfaat bgt apalg management ASI-nya,sebentar lg sy mau melahirkan dan sama seperti bundit,jd wanita karir sambil tetep memberikan ASI Eksklusif buat dede..

    Thanks mam atas apresiasinya. Semoga nanti lancar dalam memberikan ASIX untuk buah hati. Amin🙂

  8. […] usaha antar … on Kurir ASI : Bikin Happy Ibu Be…Ariyani MAhardhika on Managemen ASIP buat Ditaentik-ibunaikhsan on Now..Shaun the Sheep & Osc…enno-mama fira on Now..Shaun the Sheep […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: