Lumongga Anandita

Diary digital bundaku mengenai aku….

Pengin anak cowok atau cewek?

Posted by BunDit on November 18, 2008

Kadang ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, ada rasa tidak puas trus tidak bahagia. Untuk soal apa saja, juga soal anak. Padahal rasa puas dan kebahagiaan bukan terletak disana, tapi ada pada rasa bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki (ini kata guru spiritualnya bunda😀 )

Ceritanya pas Bunda ngumpul-ngumpul arisan perumahan, hari Minggu, 9 Nov kemarin. Bunda bawa Dita. Dan ternyata memang banyak para ibu yang membawa anaknya. Juga banyak ibu-ibu yang sedang menantikan kelahiran anaknya. Maklum di cluster perumahanku memang rata-rata dihuni pasangan produktif. Maksudnya produktif buat anak hehehe. Nah, dari sini terjadilah banyak dialog di antara para ibu soal anak.

  • “Wah…enak ya kalau sudah dapat anak cewek. Nanti kalau kita sudah tua kita enak, anak cewek kan lebih perhatian” (dengan nada sedikit ngiri).
  • “Ini anak kedua saya. Dulu sih penginnya yang kedua cowok karena kakaknya cewek. Tapi ya dikasihnya cewek lagi ya gak papa sih” (terdengar nadanya agak kecewa).
  • “Saya hamil lagi nih…doa’in anak saya yang kedua ini cewek ya bu. Soalnya suami saya kan 4 bersaudara cowok semua. Trus anak pertama kami juga cowok. Ayahnya pengin banget punya anak cewek. Kalau yang ini lahir cowok lagi, suami saya pasti terus penasaran” (nada berharapnya sangat kuat)

Yah..begitulah kehidupan. Yang dikasih anak cowok, pengin anak cewek. Yang diberi anak cewek, berharap anak cowok. Hampir semua orang memang penginnya yang dianggap ideal yaitu anaknya ada yang cowok dan cewek🙂 .

Dulu, waktu Bunda hamil. Banyak pihak yang mengharapkan akan lahir anak cowok dari rahim Bunda. Eyang Utinya Dita (ibunya Bunda) mengharap cucu cowok karena 2 cucu dari kakak dan adik bunda semuanya cewek. Sampai-sampai Eyang Uti mengaku punya firasat yang kuat bahwa cucunya dari Bunda akan berjenis kelamin laki-laki. Opungnya Dita (mamanya Ayah) malah sempat sms, seminggu sebelum Dita lahir. Bunyinya “Mama bermimpi anakmu sudah lahir. Cowok. Cakep”. Padahal semuanya sudah diberitahu sebelumnya kalau hasil USG, calon bayi Bunda berjenis kelamin perempuan. Bunda maklum kalau Opung mengharap cucu laki-laki dari anak laki-laki. Ayahnya Dita kan orang Tapanuli. Kalau Ayah dan Bunda sendiri, tidak memikirkan banget soal jenis kelamin. Diberi amanah untuk bisa hamil saja, Bunda sudah sangat sangat bersyukur. Dan yang terpenting bayi lahir dengan selamat dan sehat. Walaupun demikian, Dita tetap menjadi cucu kesayangan Opung, yangti dan yangkung nya. Lebih-lebih bagi ayah bunda nya🙂 . Selalu sehat ya nak…

Tapi memang manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiar. Yang menjadi penentu adalah Allah. Dan bicara soal ikhtiar, di berbagai media termasuk internet beredar informasi bagaimana caranya bisa mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang diharapkan. Tapi ada satu cara yang menurutku menarik. Ada temen kantor yang katanya mendapatkan anak perempuan dan laki-laki dengan mengikuti tabel prediksi jenis kelamin ini. Tabel ini konon telah terkubur lama di Royal Tomb, dekat Peking, China selama 700 tahun yang lalu kemudian ahli-ahli genetika China telah meneliti dan menyajikannya kembali. Original copy nya sendiri tersimpan di Institute of Science of Peking.

Ini tabelnya :

tabel_jeniskelamin

Keterangan : P = Perempuan, L= Laki-laki

Baris atas dari tabel menunjukkan usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan.

Contoh singkat : Jika istri berusia 30 th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel di atas, bayi yang akan dilahirkan adalah laki-laki.

Jadi supaya kemungkinan makin besar untuk mendapatkan bayi dengan jenis kelamin yang diinginkan, cari usia ibu yang di tabel mencantumkan jenis kelamin yang dimaksud secara berurutan. Misal di usia 36, pembuahan di bulan september-desember akan memperbesar kemungkinan mendapatkan bayi laki-laki.

Namun sekali lagi perlu diingat, tabel tersebut hanyalah prediksi. Sekuat apapun usaha kita, keputusan tertinggi ada pada Allah. Dan berjenis kelamin apapun anak kita, mereka adalah amanah besar yang dititipkan Allah kepada kita untuk kita jaga.

Jadi pengin nanya Dita, udah pengin adik belum ya? hehehe🙂

One Response to “Pengin anak cowok atau cewek?”

  1. UFI said

    Wah….bagus juga nich artikelnya,
    aku mau test deh kebenaran tabel ini…
    mudah-mudahan sesuai harapan.
    Terimakasih ya Jeng sdh memberikan panduan ini.
    Jadi kapan Dita mau dikasih adik ???
    He…he…he…

    Bundanya Dita :
    Wah, kayaknya udah ancang-ancang mau buat adik baru nih😉 . Kalau Dita sih penginnya punya adik kalau sudah umur 2 tahun. Semoga masih diberi amanah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: